Lompat ke isi

Stempel Muhammad: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27672746; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
Baris 1: Baris 1:
[[File:Muhammad_Seal.svg|thumb|right|280px|Muhammad Seal]]
'''Stempel Muhammad''' (, ) adalah salah satu [[harta Muhammad|peninggalan Muhammad]] yang disimpan di [[Istana Topkapi]] oleh [[Sultan Utsmaniyah]] sebagai bagian dari koleksi [[Relik Suci (Istana Topkapi)|Peninggalan Suci]].
'''Stempel Muhammad''' (, ) adalah salah satu [[harta Muhammad|peninggalan Muhammad]] yang disimpan di [[Istana Topkapi]] oleh [[Sultan Utsmaniyah]] sebagai bagian dari koleksi [[Relik Suci (Istana Topkapi)|Peninggalan Suci]].


Baris 4: Baris 6:


== Stempel Topkapı ==
== Stempel Topkapı ==
[[Jean-Baptiste Tavernier]] pada tahun 1675 melaporkan bahwa meterai itu disimpan dalam kotak kecil [[kayu hitam]] di ceruk yang dipotong di dinding dekat kaki [[dipan]] di ruang relik di Topkapı. Stempel itu sendiri terbungkus dalam kristal, kira-kira berukuran 3" x 4", dengan pinggiran [[gading]]. Ini telah digunakan baru-baru ini pada abad ke-17 untuk mencap dokumen.
[[Jean-Baptiste Tavernier]] pada tahun 1675 melaporkan bahwa meterai itu disimpan dalam kotak kecil [[kayu hitam]] di ceruk yang dipotong di dinding dekat kaki [[dipan]] di ruang relik di Topkapı. Stempel itu sendiri terbungkus dalam kristal, kira-kira berukuran 3" x 4", dengan pinggiran [[gading]]. Ini telah digunakan baru-baru ini pada abad ke-17 untuk mencap dokumen.<ref>Tavernier, Jean-Baptiste. "Nouvelle Relation de l'Intérieur du Sérail du Grand Seigneur", 1675.</ref>


Segelnya berbentuk persegi panjang dari [[batu akik]] merah, panjangnya sekitar 1&nbsp;cm (½"), baris pertama bertuliskan ''Allāh'', dan ''Muḥammad rasūl'' "[[Nabi Islam|rasul]] Muhammad" di baris kedua.  Menurut tradisi historiografi Muslim, stempel asli Muhammad diwarisi oleh [[Abu Bakar]], [[Umar bin Khattab|Umar]], dan [[Utsman bin Affan|Utsman]], tetapi hilang di sebuah sumur di [[Madinah]]. Utsman dikatakan telah membuat replika stempel tersebut, dan stempel ini konon ditemukan di [[Penaklukan Baghdad (1534)]] dan dibawa ke Istanbul.
Segelnya berbentuk persegi panjang dari [[batu akik]] merah, panjangnya sekitar 1&nbsp;cm (½"), baris pertama bertuliskan ''Allāh'', dan ''Muḥammad rasūl'' "[[Nabi Islam|rasul]] Muhammad" di baris kedua.  Menurut tradisi historiografi Muslim, stempel asli Muhammad diwarisi oleh [[Abu Bakar]], [[Umar bin Khattab|Umar]], dan [[Utsman bin Affan|Utsman]], tetapi hilang di sebuah sumur di [[Madinah]]. Utsman dikatakan telah membuat replika stempel tersebut, dan stempel ini konon ditemukan di [[Penaklukan Baghdad (1534)]] dan dibawa ke Istanbul.<ref>Rachel Milstein, "Futuh-i Haramayn: sixteenth-century illustrations of the Hajj route" in: David J Wasserstein and Ami Ayalon (eds.), ''Mamluks and Ottomans: Studies in Honour of Michael Winter '', Routledge, 2013, [https://books.google.com/books?id=6tIgyrjr7dMC&pg=PT191 p. 191] (on the point of the tradition being controversial referencing 15th-century scholar al-Samhudi). William Muir in ''[https://archive.org/stream/caliphateitsris00muirgoog#page/n7/mode/2up The Caliphate: Its Rise, Decline and Fall]'' (1892) gives an account of the legend on Uthman's loss of the seal, the fruitless search for it, the calamity of the omen, and Uthman's eventual consent "to supply the lost signet by another of like fashion".</ref>


Menurut [[George Frederick Kunz]], ketika Muhammad hendak mengirim surat kepada Kaisar [[Heraklius]], dia diberitahu oleh seorang sahabatnya bahwa dia membutuhkan stempel agar diakui berasal darinya. Muhammad memiliki stempel yang terbuat dari perak, dengan tulisan "Muḥammad rasūl Allāh" atau "Muhammad Rasul Allah". Tiga kata, dalam tiga baris, ada di atas cincin, dan Muhammad memerintahkan agar tidak ada duplikat yang dibuat. Setelah kematiannya, cincin itu dihilangkan oleh [[Utsman]], yang secara tidak sengaja menjatuhkan cincin itu ke dalam sumur Aris. Sumur itu begitu dalam hingga dasarnya tidak pernah ditemukan, dan cincinnya tetap hilang. Saat itu salinan dibuat, tetapi hilangnya cincin aslinya dianggap sebagai indikasi nasib buruk yang akan datang.
Menurut [[George Frederick Kunz]], ketika Muhammad hendak mengirim surat kepada Kaisar [[Heraklius]], dia diberitahu oleh seorang sahabatnya bahwa dia membutuhkan stempel agar diakui berasal darinya. Muhammad memiliki stempel yang terbuat dari perak, dengan tulisan "Muḥammad rasūl Allāh" atau "Muhammad Rasul Allah". Tiga kata, dalam tiga baris, ada di atas cincin, dan Muhammad memerintahkan agar tidak ada duplikat yang dibuat. Setelah kematiannya, cincin itu dihilangkan oleh [[Utsman]], yang secara tidak sengaja menjatuhkan cincin itu ke dalam sumur Aris. Sumur itu begitu dalam hingga dasarnya tidak pernah ditemukan, dan cincinnya tetap hilang. Saat itu salinan dibuat, tetapi hilangnya cincin aslinya dianggap sebagai indikasi nasib buruk yang akan datang.<ref>Ibnu Khaldun. 1865. "Prolégomènes Historiques." [http://www.worldcat.org/oclc/10190301 Prolégomènes d'Ebn-Khaldoun, texte arabe, publié, d'après les manuscrits de la Bibliothèque impériale.]. Volume XX, pt i, pp 61–62. Paris.</ref><ref>Kunz, George F. [http://www.worldcat.org/oclc/67401621 Rings for the Finger, from the Earliest Known Times to the Present]. Philadelphia and London, 1917. Page 141. Lihat: https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=uc1.$b361035;view=1up;seq=213</ref><ref>Ibnu Khaldūn, Etienne Quatremère, and William MacGuckin Slane. Prolégomènes d'Ebn-Khaldoun, texte arabe, publié, d'après les manuscrits de la Bibliothèque impériale. Paris: F. Didot frères, fils et cie, imprimeurs de l'Institut impériale de France, 1858.</ref>


Sir [[Richard Francis Burton]] menulis bahwa "Tradisi Nabi" menganggap [[batu ahmar]] adalah batu terbaik untuk cincin stempel, dan tradisi itu masih digunakan pada tahun 1868. Batu ahmar juga dianggap "menjaga dari kemiskinan".
Sir [[Richard Francis Burton]] menulis bahwa "Tradisi Nabi" menganggap [[batu ahmar]] adalah batu terbaik untuk cincin stempel, dan tradisi itu masih digunakan pada tahun 1868. Batu ahmar juga dianggap "menjaga dari kemiskinan".<ref>Burton, Richard Francis. [http://www.worldcat.org/oclc/655934941 Supplementary Nights, in Seven Volumes]. [Place of publication not identified]: Private, n.d. Volume V, page 52.</ref>


== Stempel Muqwaki ==
== Stempel Muqwaki ==
Desain stempel Muhammad yang berbeda berbentuk lingkaran, berdasarkan salinan manuskrip era Utsmaniyah [[Surat-surat Muhammad kepada Kepala Negara|surat-surat Muhammad]]. Ini adalah varian yang dikenal sebagai "meterai Muhammad".
Desain stempel Muhammad yang berbeda berbentuk lingkaran, berdasarkan salinan manuskrip era Utsmaniyah [[Surat-surat Muhammad kepada Kepala Negara|surat-surat Muhammad]]. Ini adalah varian yang dikenal sebagai "meterai Muhammad".


Keaslian surat-surat dan stempel itu diragukan dan telah diperdebatkan segera setelah penemuannya, meskipun hanya ada sedikit penelitian tentang masalah ini. Beberapa sarjana seperti Nöldeke (1909) menganggap salinan yang saat ini diawetkan sebagai pemalsuan, dan Öhrnberg (2007) menganggap keseluruhan narasi mengenai surat kepada [[Muqawqis]] sebagai "tanpa nilai sejarah", dan meterai menjadi palsu atas dasar [[paleografi]], gaya penulisannya anakronis dan mengisyaratkan asal Turki Utsmani.
Keaslian surat-surat dan stempel itu diragukan dan telah diperdebatkan segera setelah penemuannya, meskipun hanya ada sedikit penelitian tentang masalah ini. Beberapa sarjana seperti Nöldeke (1909) menganggap salinan yang saat ini diawetkan sebagai pemalsuan, dan Öhrnberg (2007) menganggap keseluruhan narasi mengenai surat kepada [[Muqawqis]] sebagai "tanpa nilai sejarah", dan meterai menjadi palsu atas dasar [[paleografi]], gaya penulisannya anakronis dan mengisyaratkan asal Turki Utsmani.<ref>"Kisah kedutaan khusus untuk al-Mukawkis ini harus dianggap legendaris dan tidak memiliki nilai sejarah. Perkamen yang dianggap asli dari surat Muhammad kepada al-Mukawkis —ditemukan di sebuah biara di Akhmim pada tahun 1850 (cf. the publication by Belin, in JA [1854], 482-518)— telah diakui hampir sejak awal sebagai palsu, baik atas dasar sejarah maupun paleografis (J. Karabacek, Beiträge zur Geschichte der Mazjaditen, Leipzig 1874, 35 n. 47; Nöldeke-Schwally, Geschichte des Qorans, i, Leipzig 1909, 190)." K. Öhrnberg, ''Encyclopedia of Islam Second Edition'' s.v. "Muḳawḳis", (2007).</ref>


== Tanda tangan lainnya ==
== Tanda tangan lainnya ==
 
Selain menggunakan cincin meterai untuk menyegel dokumen, Muhammad mungkin juga menggunakan teknik lain untuk menunjukkan asal korespondensinya. Dalam sebuah surat yang diduga ditujukan kepada [[Biara Santa Katarina]] di Mesir, dia menandatangani surat tersebut, juga disebut [[Astinama Muhammad]], dengan menorehkan tangannya dan menekan kesan di atas kertas. Surat itu memberikan perlindungan dan hak istimewa ke biara. Sebagian dikatakan: "Saya akan membebaskan mereka dari apa yang dapat mengganggu mereka; dari beban yang dibayar oleh orang lain sebagai sumpah setia. Mereka tidak boleh memberikan apa pun dari pendapatan mereka tetapi apa yang menyenangkan mereka. Mereka tidak boleh tersinggung, atau diganggu, atau dipaksa atau dipaksa. Para hakim mereka tidak boleh diubah atau dicegah untuk menyelesaikan tugas mereka, atau para bhikkhu yang diganggu dalam melaksanakan perintah agama mereka, atau orang-orang yang diasingkan tidak boleh tinggal di sel mereka. menjarah orang-orang Kristen ini, atau menghancurkan atau merusak salah satu gereja, atau rumah ibadah mereka, atau mengambil barang-barang yang ada di dalam rumah-rumah ini dan membawanya ke rumah-rumah Islam. merusak sumpah Allah, dan, sebenarnya, mendurhakai Rasul-Nya." Itu disegel dengan cetakan yang mewakili tangan Muhammad.<ref>Ratliff, "The monastery of Saint Catherine at Mount Sinai and the Christian communities of the Caliphate."</ref>
 
Selain menggunakan cincin meterai untuk menyegel dokumen, Muhammad mungkin juga menggunakan teknik lain untuk menunjukkan asal korespondensinya. Dalam sebuah surat yang diduga ditujukan kepada [[Biara Santa Katarina]] di Mesir, dia menandatangani surat tersebut, juga disebut [[Astinama Muhammad]], dengan menorehkan tangannya dan menekan kesan di atas kertas. Surat itu memberikan perlindungan dan hak istimewa ke biara. Sebagian dikatakan: "Saya akan membebaskan mereka dari apa yang dapat mengganggu mereka; dari beban yang dibayar oleh orang lain sebagai sumpah setia. Mereka tidak boleh memberikan apa pun dari pendapatan mereka tetapi apa yang menyenangkan mereka. Mereka tidak boleh tersinggung, atau diganggu, atau dipaksa atau dipaksa. Para hakim mereka tidak boleh diubah atau dicegah untuk menyelesaikan tugas mereka, atau para bhikkhu yang diganggu dalam melaksanakan perintah agama mereka, atau orang-orang yang diasingkan tidak boleh tinggal di sel mereka. menjarah orang-orang Kristen ini, atau menghancurkan atau merusak salah satu gereja, atau rumah ibadah mereka, atau mengambil barang-barang yang ada di dalam rumah-rumah ini dan membawanya ke rumah-rumah Islam. merusak sumpah Allah, dan, sebenarnya, mendurhakai Rasul-Nya." Itu disegel dengan cetakan yang mewakili tangan Muhammad.


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stempel+Muhammad&oldid=27672746 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27672746 (2025-08-13T09:23:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Stempel+Muhammad&oldid=27672746 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27672746 (2025-08-13T09:23:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi per 24 Agustus 2026 14.04

Muhammad Seal

Stempel Muhammad (, ) adalah salah satu peninggalan Muhammad yang disimpan di Istana Topkapi oleh Sultan Utsmaniyah sebagai bagian dari koleksi Peninggalan Suci.

Desain yang paling populer diduga replika stempel yang digunakan oleh nabi Islam Muhammad pada beberapa surat yang dikirim ke pejabat asing.

Stempel Topkapı

Jean-Baptiste Tavernier pada tahun 1675 melaporkan bahwa meterai itu disimpan dalam kotak kecil kayu hitam di ceruk yang dipotong di dinding dekat kaki dipan di ruang relik di Topkapı. Stempel itu sendiri terbungkus dalam kristal, kira-kira berukuran 3" x 4", dengan pinggiran gading. Ini telah digunakan baru-baru ini pada abad ke-17 untuk mencap dokumen.[1]

Segelnya berbentuk persegi panjang dari batu akik merah, panjangnya sekitar 1 cm (½"), baris pertama bertuliskan Allāh, dan Muḥammad rasūl "rasul Muhammad" di baris kedua. Menurut tradisi historiografi Muslim, stempel asli Muhammad diwarisi oleh Abu Bakar, Umar, dan Utsman, tetapi hilang di sebuah sumur di Madinah. Utsman dikatakan telah membuat replika stempel tersebut, dan stempel ini konon ditemukan di Penaklukan Baghdad (1534) dan dibawa ke Istanbul.[2]

Menurut George Frederick Kunz, ketika Muhammad hendak mengirim surat kepada Kaisar Heraklius, dia diberitahu oleh seorang sahabatnya bahwa dia membutuhkan stempel agar diakui berasal darinya. Muhammad memiliki stempel yang terbuat dari perak, dengan tulisan "Muḥammad rasūl Allāh" atau "Muhammad Rasul Allah". Tiga kata, dalam tiga baris, ada di atas cincin, dan Muhammad memerintahkan agar tidak ada duplikat yang dibuat. Setelah kematiannya, cincin itu dihilangkan oleh Utsman, yang secara tidak sengaja menjatuhkan cincin itu ke dalam sumur Aris. Sumur itu begitu dalam hingga dasarnya tidak pernah ditemukan, dan cincinnya tetap hilang. Saat itu salinan dibuat, tetapi hilangnya cincin aslinya dianggap sebagai indikasi nasib buruk yang akan datang.[3][4][5]

Sir Richard Francis Burton menulis bahwa "Tradisi Nabi" menganggap batu ahmar adalah batu terbaik untuk cincin stempel, dan tradisi itu masih digunakan pada tahun 1868. Batu ahmar juga dianggap "menjaga dari kemiskinan".[6]

Stempel Muqwaki

Desain stempel Muhammad yang berbeda berbentuk lingkaran, berdasarkan salinan manuskrip era Utsmaniyah surat-surat Muhammad. Ini adalah varian yang dikenal sebagai "meterai Muhammad".

Keaslian surat-surat dan stempel itu diragukan dan telah diperdebatkan segera setelah penemuannya, meskipun hanya ada sedikit penelitian tentang masalah ini. Beberapa sarjana seperti Nöldeke (1909) menganggap salinan yang saat ini diawetkan sebagai pemalsuan, dan Öhrnberg (2007) menganggap keseluruhan narasi mengenai surat kepada Muqawqis sebagai "tanpa nilai sejarah", dan meterai menjadi palsu atas dasar paleografi, gaya penulisannya anakronis dan mengisyaratkan asal Turki Utsmani.[7]

Tanda tangan lainnya

Selain menggunakan cincin meterai untuk menyegel dokumen, Muhammad mungkin juga menggunakan teknik lain untuk menunjukkan asal korespondensinya. Dalam sebuah surat yang diduga ditujukan kepada Biara Santa Katarina di Mesir, dia menandatangani surat tersebut, juga disebut Astinama Muhammad, dengan menorehkan tangannya dan menekan kesan di atas kertas. Surat itu memberikan perlindungan dan hak istimewa ke biara. Sebagian dikatakan: "Saya akan membebaskan mereka dari apa yang dapat mengganggu mereka; dari beban yang dibayar oleh orang lain sebagai sumpah setia. Mereka tidak boleh memberikan apa pun dari pendapatan mereka tetapi apa yang menyenangkan mereka. Mereka tidak boleh tersinggung, atau diganggu, atau dipaksa atau dipaksa. Para hakim mereka tidak boleh diubah atau dicegah untuk menyelesaikan tugas mereka, atau para bhikkhu yang diganggu dalam melaksanakan perintah agama mereka, atau orang-orang yang diasingkan tidak boleh tinggal di sel mereka. menjarah orang-orang Kristen ini, atau menghancurkan atau merusak salah satu gereja, atau rumah ibadah mereka, atau mengambil barang-barang yang ada di dalam rumah-rumah ini dan membawanya ke rumah-rumah Islam. merusak sumpah Allah, dan, sebenarnya, mendurhakai Rasul-Nya." Itu disegel dengan cetakan yang mewakili tangan Muhammad.[8]

Referensi

  1. Tavernier, Jean-Baptiste. "Nouvelle Relation de l'Intérieur du Sérail du Grand Seigneur", 1675.
  2. Rachel Milstein, "Futuh-i Haramayn: sixteenth-century illustrations of the Hajj route" in: David J Wasserstein and Ami Ayalon (eds.), Mamluks and Ottomans: Studies in Honour of Michael Winter , Routledge, 2013, p. 191 (on the point of the tradition being controversial referencing 15th-century scholar al-Samhudi). William Muir in The Caliphate: Its Rise, Decline and Fall (1892) gives an account of the legend on Uthman's loss of the seal, the fruitless search for it, the calamity of the omen, and Uthman's eventual consent "to supply the lost signet by another of like fashion".
  3. Ibnu Khaldun. 1865. "Prolégomènes Historiques." Prolégomènes d'Ebn-Khaldoun, texte arabe, publié, d'après les manuscrits de la Bibliothèque impériale.. Volume XX, pt i, pp 61–62. Paris.
  4. Kunz, George F. Rings for the Finger, from the Earliest Known Times to the Present. Philadelphia and London, 1917. Page 141. Lihat: https://babel.hathitrust.org/cgi/pt?id=uc1.$b361035;view=1up;seq=213
  5. Ibnu Khaldūn, Etienne Quatremère, and William MacGuckin Slane. Prolégomènes d'Ebn-Khaldoun, texte arabe, publié, d'après les manuscrits de la Bibliothèque impériale. Paris: F. Didot frères, fils et cie, imprimeurs de l'Institut impériale de France, 1858.
  6. Burton, Richard Francis. Supplementary Nights, in Seven Volumes. [Place of publication not identified]: Private, n.d. Volume V, page 52.
  7. "Kisah kedutaan khusus untuk al-Mukawkis ini harus dianggap legendaris dan tidak memiliki nilai sejarah. Perkamen yang dianggap asli dari surat Muhammad kepada al-Mukawkis —ditemukan di sebuah biara di Akhmim pada tahun 1850 (cf. the publication by Belin, in JA [1854], 482-518)— telah diakui hampir sejak awal sebagai palsu, baik atas dasar sejarah maupun paleografis (J. Karabacek, Beiträge zur Geschichte der Mazjaditen, Leipzig 1874, 35 n. 47; Nöldeke-Schwally, Geschichte des Qorans, i, Leipzig 1909, 190)." K. Öhrnberg, Encyclopedia of Islam Second Edition s.v. "Muḳawḳis", (2007).
  8. Ratliff, "The monastery of Saint Catherine at Mount Sinai and the Christian communities of the Caliphate."

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27672746 (2025-08-13T09:23:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.