Lompat ke isi

Kamera tilang elektronik: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28384626; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Kamera tilang elektronik''' (, disingkat '''ETLE''') adalah [[kamera]] yang dipasang di samping atau di atas [[jalan]] atau dipasang di [[kendaraan]] aparat [[Polisi lalu lintas|kepolisian lalu lintas]] untuk mendeteksi perilaku pengguna jalan dan pelanggaran lalu lintas, seperti melanggar batas kecepatan, melanggar [[Lampu lalu lintas|lampu merah]], tidak membayar tol, menggunakan [[Jalur khusus bus|lajur khusus bus]], atau perilaku individu seperti menggunakan [[Telepon genggam|telepon seluler]], merokok, atau mabuk saat berkendara. Kamera ETLE dapat memiliki satu atau bermacam-macam fungsi. Kamera ini umumnya terhubung dengan sistem tilang otomatis.
'''Kamera tilang elektronik''' (, disingkat '''ETLE''') adalah [[kamera]] yang dipasang di samping atau di atas [[jalan]] atau dipasang di [[kendaraan]] aparat [[Polisi lalu lintas|kepolisian lalu lintas]] untuk mendeteksi perilaku pengguna jalan dan pelanggaran lalu lintas, seperti melanggar batas kecepatan, melanggar [[Lampu lalu lintas|lampu merah]], tidak membayar tol, menggunakan [[Jalur khusus bus|lajur khusus bus]], atau perilaku individu seperti menggunakan [[Telepon genggam|telepon seluler]], merokok, atau mabuk saat berkendara. Kamera ETLE dapat memiliki satu atau bermacam-macam fungsi. Kamera ini umumnya terhubung dengan sistem tilang otomatis.


Tinjauan yang melibatkan lalu lintas di seluruh dunia membuktikan bahwa kamera pengukur kecepatan mampu mengurangi "angka kecelakaan fatal dan serius sebesar 11% hingga 44%". [[Departemen Transportasi (Britania Raya)|Departemen Perhubungan Britania Raya]] memperkirakan bahwa pemasangan kamera telah mampu mengurangi korban luka ringan sebesar 22% dan korban tewas dan luka parah sebesar 42% di lokasi kamera. ''[[BMJ|British Medical Journal]]'' baru-baru ini melaporkan bahwa kamera pengukur kecepatan efektif dalam mengurangi kecelakaan dan merekomendasikan pemasangan secara luas. Studi yang dibuat oleh [[Sekolah Ekonomi dan Ilmu Politik London|LSE]] pada tahun 2017 menunjukkan bahwa "memasang 1.000 kamera lagi ke jalan-jalan Inggris dapat menyelamatkan hingga 190 nyawa setiap tahun, mengurangi hingga 1.130 tabrakan dan mengurangi 330 cedera serius."
Tinjauan yang melibatkan lalu lintas di seluruh dunia membuktikan bahwa kamera pengukur kecepatan mampu mengurangi "angka kecelakaan fatal dan serius sebesar 11% hingga 44%".<ref>C Wilson. [http://espace.library.uq.edu.au/view/UQ:224791/UQ224791_OA.pdf Speed cameras for the prevention of road traffic injuries and deaths]. ''The Cochrane Database of Systematic Reviews''. 2010. hlm. CD004607. doi:10.1002/14651858.CD004607.pub3.</ref> [[Departemen Transportasi (Britania Raya)|Departemen Perhubungan Britania Raya]] memperkirakan bahwa pemasangan kamera telah mampu mengurangi korban luka ringan sebesar 22% dan korban tewas dan luka parah sebesar 42% di lokasi kamera. ''[[BMJ|British Medical Journal]]'' baru-baru ini melaporkan bahwa kamera pengukur kecepatan efektif dalam mengurangi kecelakaan dan merekomendasikan pemasangan secara luas. Studi yang dibuat oleh [[Sekolah Ekonomi dan Ilmu Politik London|LSE]] pada tahun 2017 menunjukkan bahwa "memasang 1.000 kamera lagi ke jalan-jalan Inggris dapat menyelamatkan hingga 190 nyawa setiap tahun, mengurangi hingga 1.130 tabrakan dan mengurangi 330 cedera serius." <ref>[http://www.lse.ac.uk/News/Latest-news-from-LSE/2017/10-October-2017/Speed-cameras-reduce-road-accidents-and-traffic-deaths-according-to-new-study Speed cameras reduce road accidents and traffic deaths, according to new study].</ref>
 
Sistem pengenal pelat nomor otomatis dapat digunakan untuk mendeteksi batas kecepatan rata-rata, tetapi sering kali meningkatkan kekhawatiran masyarakat atas bocornya data pribadi serta adanya peluang bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan massal terhadap lalu lintas kendaraan dan juga pergerakan pemilik kendaraan. Pemilik kendaraan sering kali diwajibkan berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk ikut memantau dan mengidentifikasi perilaku pengemudi kendaraan dan ada kasus yang dibawa ke [[Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa|Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa]] yang menganggap bukan pelanggaran hak asasi manusia. Beberapa kelompok, seperti [[American Civil Liberties Union]] di [[Amerika Serikat]], mengeklaim bahwa "penggunaan ''speed trap'' sebagai sumber [[Pendapatan Negara|pendapatan negara]] juga melemahkan legitimasi upaya keselamatan."
 
==Referensi==


Sistem pengenal pelat nomor otomatis dapat digunakan untuk mendeteksi batas kecepatan rata-rata, tetapi sering kali meningkatkan kekhawatiran masyarakat atas bocornya data pribadi serta adanya peluang bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan massal terhadap lalu lintas kendaraan dan juga pergerakan pemilik kendaraan. Pemilik kendaraan sering kali diwajibkan berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk ikut memantau dan mengidentifikasi perilaku pengemudi kendaraan dan ada kasus yang dibawa ke [[Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa|Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa]] yang menganggap bukan pelanggaran hak asasi manusia. Beberapa kelompok, seperti [[American Civil Liberties Union]] di [[Amerika Serikat]], mengeklaim bahwa "penggunaan ''speed trap'' sebagai sumber [[Pendapatan Negara|pendapatan negara]] juga melemahkan legitimasi upaya keselamatan."<ref>[https://www.aclu.org/blog/national-security/extreme-traffic-enforcement/ Extreme Traffic Enforcement]. American Civil Liberties Union.</ref>


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kamera+tilang+elektronik&oldid=28384626 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28384626 (2025-11-08T15:01:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kamera+tilang+elektronik&oldid=28384626 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28384626 (2025-11-08T15:01:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 14.12

Kamera tilang elektronik (, disingkat ETLE) adalah kamera yang dipasang di samping atau di atas jalan atau dipasang di kendaraan aparat kepolisian lalu lintas untuk mendeteksi perilaku pengguna jalan dan pelanggaran lalu lintas, seperti melanggar batas kecepatan, melanggar lampu merah, tidak membayar tol, menggunakan lajur khusus bus, atau perilaku individu seperti menggunakan telepon seluler, merokok, atau mabuk saat berkendara. Kamera ETLE dapat memiliki satu atau bermacam-macam fungsi. Kamera ini umumnya terhubung dengan sistem tilang otomatis.

Tinjauan yang melibatkan lalu lintas di seluruh dunia membuktikan bahwa kamera pengukur kecepatan mampu mengurangi "angka kecelakaan fatal dan serius sebesar 11% hingga 44%".[1] Departemen Perhubungan Britania Raya memperkirakan bahwa pemasangan kamera telah mampu mengurangi korban luka ringan sebesar 22% dan korban tewas dan luka parah sebesar 42% di lokasi kamera. British Medical Journal baru-baru ini melaporkan bahwa kamera pengukur kecepatan efektif dalam mengurangi kecelakaan dan merekomendasikan pemasangan secara luas. Studi yang dibuat oleh LSE pada tahun 2017 menunjukkan bahwa "memasang 1.000 kamera lagi ke jalan-jalan Inggris dapat menyelamatkan hingga 190 nyawa setiap tahun, mengurangi hingga 1.130 tabrakan dan mengurangi 330 cedera serius." [2]

Sistem pengenal pelat nomor otomatis dapat digunakan untuk mendeteksi batas kecepatan rata-rata, tetapi sering kali meningkatkan kekhawatiran masyarakat atas bocornya data pribadi serta adanya peluang bagi pemerintah untuk melakukan pengawasan massal terhadap lalu lintas kendaraan dan juga pergerakan pemilik kendaraan. Pemilik kendaraan sering kali diwajibkan berdasarkan peraturan perundang-undangan untuk ikut memantau dan mengidentifikasi perilaku pengemudi kendaraan dan ada kasus yang dibawa ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa yang menganggap bukan pelanggaran hak asasi manusia. Beberapa kelompok, seperti American Civil Liberties Union di Amerika Serikat, mengeklaim bahwa "penggunaan speed trap sebagai sumber pendapatan negara juga melemahkan legitimasi upaya keselamatan."[3]

Referensi

  1. C Wilson. Speed cameras for the prevention of road traffic injuries and deaths. The Cochrane Database of Systematic Reviews. 2010. hlm. CD004607. doi:10.1002/14651858.CD004607.pub3.
  2. Speed cameras reduce road accidents and traffic deaths, according to new study.
  3. Extreme Traffic Enforcement. American Civil Liberties Union.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28384626 (2025-11-08T15:01:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.