Lompat ke isi

Gojek: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29240974; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Gojek''' (ditulis bergaya sebagai '''goȷek'''; sebelumnya ditulis '''GO-JEK''') merupakan  [[Situs web]] [[teknologi]] asal [[Indonesia]] yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun [[2009]] di [[Jakarta]] oleh [[Nadiem Makarim]]. Saat ini, Gojek telah tersedia di 50 kota di Indonesia. Hingga bulan [[Juni 2016]], aplikasi Gojek sudah diunduh sebanyak hampir 10 juta kali di [[Google Play]] pada sistem operasi [[Android (sistem operasi)|Android]], dan telah tersedia di [[App Store (iOS)|App Store]]. Gojek juga mempunyai layanan pembayaran digital yang bernama Gopay, pengantaran [[makanan]] dan [[minuman]]. Selain di Indonesia, layanan Gojek kini telah tersedia di [[Vietnam]] dan [[Singapura]].
'''Gojek''' (ditulis bergaya sebagai '''goȷek'''; sebelumnya ditulis '''GO-JEK''') merupakan  [[Situs web]] [[teknologi]] asal [[Indonesia]] yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun [[2009]] di [[Jakarta]] oleh [[Nadiem Makarim]].<ref>[http://www.newcitiessummit2015.org/speakers/nadiem-makarim/ NADIEM MAKARIM, CEO GO-JEK Indonesia]. New Cities Summit 2015.</ref><ref>Nograhany Widhi Koesmawardhani. [http://news.detik.com/read/2015/06/10/101658/2938089/608/1/nadiem-makarim-pendiri-go-jek-yang-sudah-bantu-10-ribu-sopir-ojek Nadiem Makarim, Pendiri Go-Jek yang Sudah Bantu 10 Ribu Sopir Ojek]. ''detikcom''.</ref> Saat ini, Gojek telah tersedia di 50 kota di Indonesia.<ref>[https://www.go-jek.com/about/ Welcoming a fresh start].</ref> Hingga bulan [[Juni 2016]], aplikasi Gojek sudah diunduh sebanyak hampir 10 juta kali di [[Google Play]] pada sistem operasi [[Android (sistem operasi)|Android]],<ref>[https://play.google.com/store/apps/details?id=com.gojek.app GO-JEK]. Google, Inc.</ref> dan telah tersedia di [[App Store (iOS)|App Store]]. Gojek juga mempunyai layanan pembayaran digital yang bernama Gopay, pengantaran [[makanan]] dan [[minuman]]. Selain di Indonesia, layanan Gojek kini telah tersedia di [[Vietnam]] dan [[Singapura]].


Pada [[17 Mei]] [[2021]], [[Tokopedia]] dan Gojek mengumumkan resmi merger dan membentuk [[GoTo Group|Grup GoTo]]. Nama [[GoTo Group|GoTo]] sendiri berasal dari singkatan Gojek dan Tokopedia dan juga berasal dari kata gotong-royong.
Pada [[17 Mei]] [[2021]], [[Tokopedia]] dan Gojek mengumumkan resmi merger dan membentuk [[GoTo Group|Grup GoTo]].<ref>Sylke Febrina Laucereno. [https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5571908/gojek-tokopedia-merger-ini-jajaran-direksinya Gojek-Tokopedia Merger, Ini Jajaran Direksinya]. ''detikcom''.</ref> Nama [[GoTo Group|GoTo]] sendiri berasal dari singkatan Gojek dan Tokopedia dan juga berasal dari kata gotong-royong.<ref>Tim. [https://inet.detik.com/business/d-5572012/asal-usul-nama-goto-hasil-gojek-tokopedia-merger Asal-usul Nama Goto, Hasil Gojek-Tokopedia Merger]. ''detikcom''.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Gojek didirikan oleh [[Nadiem Makarim]], warga negara [[Indonesia]] lulusan [[Master of Business Administration]] dari Harvard Business School. Ide mendirikan Gojek muncul dari pengalaman pribadi Nadiem Makarim menggunakan [[transportasi]] ojek hampir setiap hari ke tempat kerjanya untuk menembus kemacetan di [[Jakarta]].<ref>[https://www.viva.co.id/siapa/read/155-nadiem-makarim Profil Nadiem Makarim - VIVA]. ''VIVA.co.id''. 2016-11-10.</ref> Saat itu, Nadiem masih bekerja sebagai Co-Founder dan Managing Director [[Zalora Indonesia|Zalora]] Indonesia dan Chief Innovation Officer Kartuku.<ref>[https://ekonomi.kompas.com/read/2015/07/28/224600526/Nadiem.Makarim.Lulusan.Harvard.yang.Jadi.Juragan.Go-Jek?page=all Nadiem Makarim, Lulusan Harvard yang Jadi Juragan Go-Jek - Kompas.com]. ''Kompas.com''. 2015-07-28.</ref>


Sebagai seseorang yang sering menggunakan transportasi ojek, Nadiem melihat ternyata sebagian besar waktu yang dihabiskan oleh pengemudi ojek hanyalah sekadar mangkal menunggu penumpang. Padahal, pengemudi ojek akan mendapatkan [[penghasilan]] lebih banyak bila terus mencari penumpang. Selain itu, ia melihat ketersediaan jenis transportasi ini tidak sebanyak transportasi lainnya sehingga sering kali cukup sulit untuk dicari. Ia menginginkan ojek yang bisa ada setiap saat dibutuhkan. Dari pengalamannya tersebut, Nadiem Makarim melihat adanya peluang untuk membuat sebuah layanan yang dapat menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek.<ref>[https://republika.co.id/berita/koran/halaman-1/16/03/16/o44e4715-nadiem-makarim-pendiri-dan-ceo-gojek-indonesia-membangkitkan-gairah-usaha-tukang-ojek Nadiem Makarim, Pendiri dan CEO Gojek Indonesia: Membangkitkan Gairah Usaha Tukang Ojek]. ''Republika Online''.</ref>


Gojek didirikan oleh [[Nadiem Makarim]], warga negara [[Indonesia]] lulusan [[Master of Business Administration]] dari Harvard Business School. Ide mendirikan Gojek muncul dari pengalaman pribadi Nadiem Makarim menggunakan [[transportasi]] ojek hampir setiap hari ke tempat kerjanya untuk menembus kemacetan di [[Jakarta]]. Saat itu, Nadiem masih bekerja sebagai Co-Founder dan Managing Director [[Zalora Indonesia|Zalora]] Indonesia dan Chief Innovation Officer Kartuku.
Pada tanggal [[5 Oktober]] [[2010]], Gojek resmi berdiri dengan 20 orang pengemudi. Pada saat itu, Gojek masih mengandalkan call center untuk menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek dengan GoKilat. Pada pertengahan [[2014]], berkat popularitas [[Uber]] kala itu, Nadiem Makarim mulai mendapatkan tawaran [[investasi]]. Pada tanggal [[7 Januari]] [[2015]], Gojek akhirnya meluncurkan aplikasi berbasis [[Android (sistem operasi)|Android]] dan [[iOS]] untuk menggantikan sistem pemesanan menggunakan call center.<ref>[https://id.techinasia.com/infografis-perjalanan-go-jek-dari-berdiri-hingga-unicorn Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref>
 
Sebagai seseorang yang sering menggunakan transportasi ojek, Nadiem melihat ternyata sebagian besar waktu yang dihabiskan oleh pengemudi ojek hanyalah sekadar mangkal menunggu penumpang. Padahal, pengemudi ojek akan mendapatkan [[penghasilan]] lebih banyak bila terus mencari penumpang. Selain itu, ia melihat ketersediaan jenis transportasi ini tidak sebanyak transportasi lainnya sehingga sering kali cukup sulit untuk dicari. Ia menginginkan ojek yang bisa ada setiap saat dibutuhkan. Dari pengalamannya tersebut, Nadiem Makarim melihat adanya peluang untuk membuat sebuah layanan yang dapat menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek.
 
Pada tanggal [[5 Oktober]] [[2010]], Gojek resmi berdiri dengan 20 orang pengemudi. Pada saat itu, Gojek masih mengandalkan call center untuk menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek dengan GoKilat. Pada pertengahan [[2014]], berkat popularitas [[Uber]] kala itu, Nadiem Makarim mulai mendapatkan tawaran [[investasi]]. Pada tanggal [[7 Januari]] [[2015]], Gojek akhirnya meluncurkan aplikasi berbasis [[Android (sistem operasi)|Android]] dan [[iOS]] untuk menggantikan sistem pemesanan menggunakan call center.


=== Pendanaan ===
=== Pendanaan ===
Gojek pertama kali mendapatkan kucuran dana dari [[NSI Ventures]] pada Juni 2015 dengan besaran dana yang tidak dipublikasikan. Pada Oktober 2015, Gojek kembali mendapatkan kucuran dana. Kali ini dari [[Sequoia Capital]] dan DST Global yang juga tidak disebutkan jumlahnya.
Gojek pertama kali mendapatkan kucuran dana dari [[NSI Ventures]] pada Juni 2015 dengan besaran dana yang tidak dipublikasikan.<ref>Jeko I. R. [https://www.liputan6.com/tekno/read/3282432/seluk-beluk-perjalanan-go-jek-menjadi-startup-unicorn Seluk Beluk Perjalanan Go-Jek Menjadi Startup Unicorn]. ''Liputan6.com''.</ref> Pada Oktober 2015, Gojek kembali mendapatkan kucuran dana.<ref>Jeko I. R. [https://www.liputan6.com/tekno/read/3282432/seluk-beluk-perjalanan-go-jek-menjadi-startup-unicorn Seluk Beluk Perjalanan Go-Jek Menjadi Startup Unicorn]. ''Liputan6.com''.</ref> Kali ini dari [[Sequoia Capital]] dan DST Global yang juga tidak disebutkan jumlahnya.


Pada Agustus 2016, Gojek secara resmi mengumumkan pendanaan senilai US$550 juta atau sekitar Rp7,2 triliun dari [[KKR]], Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Private Markets dan investor-investor sebelumnya. Dengan adanya pendanaan tersebut, Gojek resmi berstatus sebagai [[Unicron|unicorn]] pertama di Indonesia, yaitu startup dengan valuasi lebih dari US$1 miliar. Pada saat itu, valuasi Gojek telah mencapai US$1,3 miliar (sekitar Rp17 triliun).
Pada Agustus 2016, Gojek secara resmi mengumumkan pendanaan senilai US$550 juta atau sekitar Rp7,2 triliun dari [[KKR]], Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Private Markets dan investor-investor sebelumnya.<ref>[https://id.techinasia.com/bagaimana-posisi-go-jek-setelah-menjadi-unicorn Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref><ref>[https://www.businesswire.com/news/home/20160804005797/en/KKR-Warburg-Pincus-Farallon-Capital-Group-Private KKR, Warburg Pincus, Farallon and Capital Group Private Markets Make Substantial Investment in GO-JEK, Indonesia’s Leading On-Demand Mobile Platform].</ref> Dengan adanya pendanaan tersebut, Gojek resmi berstatus sebagai [[Unicron|unicorn]] pertama di Indonesia, yaitu startup dengan valuasi lebih dari US$1 miliar. Pada saat itu, valuasi Gojek telah mencapai US$1,3 miliar (sekitar Rp17 triliun).<ref>[https://id.techinasia.com/infografis-perjalanan-go-jek-dari-berdiri-hingga-unicorn Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref>


Pada [[Januari]] 2018, [[Google]] melalui situs blog resminya mengumumkan bahwa mereka telah memberikan pendanaan untuk Gojek. Ini merupakan investasi pertama Google kepada startup di [[Asia]]. Kucuran dana tersebut merupakan bagian dari [[seri pendanaan]] yang diikuti oleh Tencent, JD, Temasek, dan Meituan-Dianping yang mencapai angka US$1,2 miliar (sekitar Rp16 triliun). Dalam pengumumannya, Google tidak merinci besaran jumlah investasinya kepada Gojek tetapi sebuah sumber dari [[Reuters]] menyebutkan totalnya sekitar 100 juta dollar AS (sekitar 1,3 triliun).
Pada [[Januari]] 2018, [[Google]] melalui situs blog resminya mengumumkan bahwa mereka telah memberikan pendanaan untuk Gojek.<ref>[https://www.blog.google/around-the-globe/google-asia/investing-in-indonesia/ Google Konfirmasi Investasi di Gojek]. ''Selular.ID''. 2018-01-29.</ref><ref>[https://id.techinasia.com/google-investasi-go-jek Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref> Ini merupakan investasi pertama Google kepada startup di [[Asia]].<ref>Agnes Savithri. [https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180129144926-185-272321/google-akui-investasi-ke-gojek Google Akui Investasi ke Gojek]. ''CNN Indonesia''.</ref> Kucuran dana tersebut merupakan bagian dari [[seri pendanaan]] yang diikuti oleh Tencent, JD, Temasek, dan Meituan-Dianping yang mencapai angka US$1,2 miliar (sekitar Rp16 triliun). Dalam pengumumannya, Google tidak merinci besaran jumlah investasinya kepada Gojek tetapi sebuah sumber dari [[Reuters]] menyebutkan totalnya sekitar 100 juta dollar AS (sekitar 1,3 triliun).<ref>Agnes Savithri. [https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180129144926-185-272321/google-akui-investasi-ke-gojek Google Akui Investasi ke Gojek]. ''CNN Indonesia''.</ref><ref>[https://tekno.kompas.com/read/2018/01/30/08364637/berapa-dana-segar-yang-diberikan-google-untuk-go-jek Berapa Dana Segar yang Diberikan Google untuk Go-Jek?]. ''Kompas.com''. 2018-01-30.</ref>


Tidak lama setelah [[Google]], pada 12 Februari 2018 [[Astra International|Astra Internasional]] yang merupakan salah satu perusahaan [[otomotif]] nasional mengumumkan investasinya kepada Gojek senilai US$ 150 juta atau sekitar Rp2 triliun. Suntikan dana tersebut merupakan investasi terbesar sepanjang sejarah Astra di sektor digital. Pada hari yang sama, [[Djarum|Djarum Group]] melalui PT Global Digital Niaga (GDN) yang merupakan anak usaha perusahaan modal ventura [[Global Digital Prima]] (GDP) milik Djarum, juga mengumumkan investasinya kepada Gojek. Dalam pengumuman tersebut. GDN tidak bersedia mengungkapkan berapa dana yang mereka investasikan ke Gojek.
Tidak lama setelah [[Google]], pada 12 Februari 2018 [[Astra International|Astra Internasional]] yang merupakan salah satu perusahaan [[otomotif]] nasional mengumumkan investasinya kepada Gojek senilai US$ 150 juta atau sekitar Rp2 triliun.<ref>[https://www.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/18/02/13/p41roy440-mengapa-astra-suntik-gojek-triliunan-rupiah Mengapa Astra Suntik Gojek Triliunan Rupiah?]. ''Republika Online''.</ref> Suntikan dana tersebut merupakan investasi terbesar sepanjang sejarah Astra di sektor digital.<ref>Tito Bosnia. [https://www.cnbcindonesia.com/fintech/20180212105832-37-4088/nadiem-makarim-astra-adalah-investor-terbesar-go-jek Nadiem Makarim: Astra Adalah Investor Terbesar Go-Jek]. ''CNBC Indonesia''.</ref> Pada hari yang sama, [[Djarum|Djarum Group]] melalui PT Global Digital Niaga (GDN) yang merupakan anak usaha perusahaan modal ventura [[Global Digital Prima]] (GDP) milik Djarum, juga mengumumkan investasinya kepada Gojek. Dalam pengumuman tersebut. GDN tidak bersedia mengungkapkan berapa dana yang mereka investasikan ke Gojek.<ref>Kustin Ayuwuragil. [https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180212201944-185-275725/djarum-akui-ikut-suntik-dana-ke-gojek Djarum Akui Ikut Suntik Dana ke Gojek]. ''CNN Indonesia''.</ref>


Pada Juni 2020, [[Facebook]] dan [[PayPal]] turut berpartisipasi memberikan pendanaan untuk Gojek.
Pada Juni 2020, [[Facebook]] dan [[PayPal]] turut berpartisipasi memberikan pendanaan untuk Gojek.<ref>[https://asia.nikkei.com/Business/Startups/Indonesia-s-Gojek-bags-investment-from-Facebook-PayPal Indonesia's Gojek bags investment from Facebook, PayPal]. ''Nikkei Asian Review''.</ref>


=== Akuisisi dan investasi ===
=== Akuisisi dan investasi ===
Dalam upaya melakukan pengembangan aplikasinya, Gojek mengakuisisi beberapa [[perusahaan]] di [[India]] dan membuka kantor di [[Bengaluru]], sebuah daerah yang terkenal sebagai "[[Silicon Valley]]-nya India".<ref>Rohini Mohan. [https://tirto.id/go-jek-karya-anak-bangsa-blasteran-india-cnXh Go-Jek, Karya Anak Bangsa Blasteran India]. ''Tirto.id''.</ref> Hubungan Gojek dengan India bermula pada [[April]] 2015, saat Gojek menyewa [[C42 Engineering]], sebuah perusahaan rekayasa [[perangkat lunak]] selama dua bulan di [[Daerah Khusus Ibukota Jakarta|Jakarta]] untuk membereskan [[kekutu]] (bug) dalam aplikasi mereka.<ref>Rohini Mohan. [https://tirto.id/go-jek-karya-anak-bangsa-blasteran-india-cnXh Go-Jek, Karya Anak Bangsa Blasteran India]. ''Tirto.id''.</ref> Hubungan ini tercipta berkat [[Sequoia Capital]] yang merupakan salah satu investor Gojek.


Februari 2016, Gojek akhirnya mengakuisisi C42 Engineering beserta [[CodeIgnition]], perusahaan pengembangan [[aplikasi]] di [[New Delhi]] yang sebelumnya juga pernah bekerja untuk Gojek.<ref>[https://id.techinasia.com/perbaiki-error-di-aplikasinya-go-jek-akuisisi-startup-india Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref> Kedua perusahaan teknologi ini ditugaskan membantu meningkatkan sistem IT untuk menanggulangi jumlah pengguna yang makin banyak.<ref>Susetyo Dwi Prihadi. [https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160221111821-185-112318/perbaiki-sistem-it-gojek-akuisisi-startup-asal-india Perbaiki Sistem IT, Gojek Akuisisi Startup Asal India]. ''CNN Indonesia''.</ref> Pada saat itu, pertumbuhan Gojek melaju dengan cepat. Jumlah pengunduh aplikasinya mencapai 11 juta dengan 200 ribu sopir Gojek. Pada tahun yang sama, tepatnya pada [[September]] 2016 Gojek mengakusisi Pianta, sebuah startup lokal di [[India]] yang menyediakan layanan kesehatan seperti terapi fisik, perawat, hingga pengumpulan sampel untuk pemeriksaan di [[laboratorium]].<ref>[https://id.techinasia.com/go-jek-akuisisi-startup-layanan-kesehatan-asal-india-pianta Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref> Menutup tahun 2016, Gojek mengakuisisi startup keempatnya di India yaitu LeftShift, perusahaan yang bergerak di bidang aplikasi [[Android (sistem operasi)|Android]], [[iOS]], dan situs internet.<ref>Agustinus Mario Damar. [https://www.liputan6.com/tekno/read/2648592/go-jek-kembali-akuisisi-perusahaan-asal-india Go-Jek Kembali Akuisisi Perusahaan Asal India]. ''Liputan6.com''.</ref>


Dalam upaya melakukan pengembangan aplikasinya, Gojek mengakuisisi beberapa [[perusahaan]] di [[India]] dan membuka kantor di [[Bengaluru]], sebuah daerah yang terkenal sebagai "[[Silicon Valley]]-nya India". Hubungan Gojek dengan India bermula pada [[April]] 2015, saat Gojek menyewa [[C42 Engineering]], sebuah perusahaan rekayasa [[perangkat lunak]] selama dua bulan di [[Daerah Khusus Ibukota Jakarta|Jakarta]] untuk membereskan [[kekutu]] (bug) dalam aplikasi mereka. Hubungan ini tercipta berkat [[Sequoia Capital]] yang merupakan salah satu investor Gojek.
Gojek tidak ingin berhenti hanya sebagai [[perusahaan]] [[transportasi]] berbasis [[daring]], tetapi bertransformasi sebagai sebuah perusahaan [[financial technology]] (fintech) melalui GoPay.<ref>Damianus Andreas. [https://tirto.id/evolusi-gojek-sebagai-fintech-lewat-go-pay-cAvw Evolusi Gojek Sebagai Fintech Lewat Go-Pay]. ''Tirto.id''.</ref> Pada akhir tahun 2016 Gojek mengakuisisi [[Ponselpay]], sebuah perusahaan keuangan milik [[MVComerce]] yang telah memiliki lisensi [[uang elektronik]] (e-money) dari [[Bank Indonesia]].<ref>[https://swa.co.id/swa/trends/economic-issues/setelah-pianta-halodoc-go-jek-gandeng-ponselpay Setelah Pianta & Halodoc, Go-Jek Gandeng PonselPay]. ''SWA.co.id''. 2016-10-25.</ref> Gojek membutuhkan lisensi tersebut guna mengembangkan GoPay yang telah mereka kembangkan untuk menjadi [[Uang elektronik|e-money]].<ref>[https://id.techinasia.com/go-jek-akuisisi-layanan-pembayaran-ponselpay-demi-go-pay Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref><ref>[https://swa.co.id/swa/trends/economic-issues/setelah-pianta-halodoc-go-jek-gandeng-ponselpay Setelah Pianta & Halodoc, Gojek Gandeng PonselPay]. ''SWA.co.id''. 2016-10-25.</ref>
 
Februari 2016, Gojek akhirnya mengakuisisi C42 Engineering beserta [[CodeIgnition]], perusahaan pengembangan [[aplikasi]] di [[New Delhi]] yang sebelumnya juga pernah bekerja untuk Gojek. Kedua perusahaan teknologi ini ditugaskan membantu meningkatkan sistem IT untuk menanggulangi jumlah pengguna yang makin banyak. Pada saat itu, pertumbuhan Gojek melaju dengan cepat. Jumlah pengunduh aplikasinya mencapai 11 juta dengan 200 ribu sopir Gojek. Pada tahun yang sama, tepatnya pada [[September]] 2016 Gojek mengakusisi Pianta, sebuah startup lokal di [[India]] yang menyediakan layanan kesehatan seperti terapi fisik, perawat, hingga pengumpulan sampel untuk pemeriksaan di [[laboratorium]]. Menutup tahun 2016, Gojek mengakuisisi startup keempatnya di India yaitu LeftShift, perusahaan yang bergerak di bidang aplikasi [[Android (sistem operasi)|Android]], [[iOS]], dan situs internet.
 
Gojek tidak ingin berhenti hanya sebagai [[perusahaan]] [[transportasi]] berbasis [[daring]], tetapi bertransformasi sebagai sebuah perusahaan [[financial technology]] (fintech) melalui GoPay. Pada akhir tahun 2016 Gojek mengakuisisi [[Ponselpay]], sebuah perusahaan keuangan milik [[MVComerce]] yang telah memiliki lisensi [[uang elektronik]] (e-money) dari [[Bank Indonesia]]. Gojek membutuhkan lisensi tersebut guna mengembangkan GoPay yang telah mereka kembangkan untuk menjadi [[Uang elektronik|e-money]].


Pada [[15 Desember]] 2017, Gojek mengumumkan akuisisinya terhadap tiga perusahaan [[financial technology]] yaitu [[Kartuku]], [[Midtrans]], dan [[Mapan]] untuk mendukung ekspansi GoPay di luar ekosistem Gojek. [[Kartuku]] merupakan sebuah perusahaan Pemroses Pihak Ketiga atau [[Third Party Processor]] (TPP) dan Penyedia Layanan Pembayaran (PSP). Kartuku yang telah mengoperasikan lebih dari 150 ribu alat pembayaran di gerai [[luring]] (''offline'') dan telah bekerja sama dengan sembilan [[bank]] acquirer ini, akan difokuskan untuk pengembangan penggunaan GoPay secara luring.
Pada [[15 Desember]] 2017, Gojek mengumumkan akuisisinya terhadap tiga perusahaan [[financial technology]] yaitu [[Kartuku]], [[Midtrans]], dan [[Mapan]] untuk mendukung ekspansi GoPay di luar ekosistem Gojek.<ref>[https://id.techinasia.com/gojek-akuisisi-kartuku-midtrans-mapan Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref> [[Kartuku]] merupakan sebuah perusahaan Pemroses Pihak Ketiga atau [[Third Party Processor]] (TPP) dan Penyedia Layanan Pembayaran (PSP).<ref>Kustin Ayuwuragil. [https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20171215150649-206-262674/mengenal-sekilas-3-perusahaan-fintech-yang-dicaplok-gojek Mengenal Sekilas 3 Perusahaan Fintech yang Dicaplok Gojek]. ''CNN Indonesia''.</ref> Kartuku yang telah mengoperasikan lebih dari 150 ribu alat pembayaran di gerai [[luring]] (''offline'') dan telah bekerja sama dengan sembilan [[bank]] acquirer ini, akan difokuskan untuk pengembangan penggunaan GoPay secara luring.<ref>Kustin Ayuwuragil. [https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20171215122327-206-262627/perkuat-gopay-gojek-caplok-kartuku-midtrans-dan-mapan Perkuat Gopay, Gojek Caplok Kartuku, Midtrans dan Mapan]. ''CNN Indonesia''.</ref>


[[Midtrans]] adalah salah satu perusahaan penyedia jasa pemrosesan pembayaran secara [[daring]] yang telah menjalin kemitraan dengan [[bank]]-bank di [[Indonesia]], [[maskapai penerbangan]], retail [[e-commerce]], dan perusahaan-perusahaan [[fintech]]. Sementara Mapan adalah jaringan layanan [[keuangan]] berbasis [[komunitas]] yang memungkinkan penggunanya mencicil barang yang mereka ingin beli dalam katalog barang Arisan Mapan. Mapan yang telah tersedia di 100 kota tersebut difokuskan oleh Gojek untuk mengakselerasi [[inklusi keuangan]] bagi [[masyarakat]] yang belum tersentuh layanan perbankan ([[unbanked]]).
[[Midtrans]] adalah salah satu perusahaan penyedia jasa pemrosesan pembayaran secara [[daring]] yang telah menjalin kemitraan dengan [[bank]]-bank di [[Indonesia]], [[maskapai penerbangan]], retail [[e-commerce]], dan perusahaan-perusahaan [[fintech]].<ref>[https://ekonomi.kompas.com/read/2017/12/18/172010026/menilik-tiga-fintech-yang-diakuisisi-go-pay Menilik Tiga Fintech yang Diakuisisi Go-Pay]. ''Kompas.com''. 2017-12-18.</ref> Sementara Mapan adalah jaringan layanan [[keuangan]] berbasis [[komunitas]] yang memungkinkan penggunanya mencicil barang yang mereka ingin beli dalam katalog barang Arisan Mapan.<ref>Kustin Ayuwuragil. [https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20171215150649-206-262674/mengenal-sekilas-3-perusahaan-fintech-yang-dicaplok-gojek Mengenal Sekilas 3 Perusahaan Fintech yang Dicaplok Gojek]. ''CNN Indonesia''.</ref><ref>[https://ekonomi.kompas.com/read/2017/12/18/172010026/menilik-tiga-fintech-yang-diakuisisi-go-pay Menilik Tiga Fintech yang Diakuisisi Go-Pay]. ''Kompas.com''. 2017-12-18.</ref> Mapan yang telah tersedia di 100 kota tersebut difokuskan oleh Gojek untuk mengakselerasi [[inklusi keuangan]] bagi [[masyarakat]] yang belum tersentuh layanan perbankan ([[unbanked]]).<ref>Pingit Aria. [https://katadata.co.id/berita/2017/12/15/dari-pembayaran-ke-arisan-ini-profil-3-fintech-yang-diakuisisi-gojek Dari Pembayaran ke Arisan, Ini Profil 3 Fintech yang Diakuisisi GoJek]. ''Katadata''.</ref>


Pada [[8 Agustus]] 2017, Gojek mengakuisisi LOKET, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ''event management & ticketing''. LOKET menghadirkan layanan pemesanan tiket secara daring, sampai menyediakan gelang RFID untuk pengunjung acara. Langkah ini diambil Gojek untuk mendorong perkembangan fitur penjualan tiket bioskop dan acara yang telah mereka miliki melalui GO-TIX.
Pada [[8 Agustus]] 2017, Gojek mengakuisisi LOKET, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang ''event management & ticketing''.<ref>[http://marketeers.com/go-jek-akuisisi-loket-perkuat-bisnis/ Go-Jek Akuisisi Loket, Perkuat Bisnis Ticketing dan Event]. ''marketeers.com''.</ref> LOKET menghadirkan layanan pemesanan tiket secara daring, sampai menyediakan gelang RFID untuk pengunjung acara.<ref>[https://id.techinasia.com/gojek-akuisisi-loket Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref> Langkah ini diambil Gojek untuk mendorong perkembangan fitur penjualan tiket bioskop dan acara yang telah mereka miliki melalui GO-TIX.<ref>[https://id.techinasia.com/gojek-akuisisi-loket Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref>


Pada tahun 2018, setelah sukses berekspansi ke [[Vietnam]] Gojek memperluas jaringan bisnisnya ke sektor [[periklanan]]. Kali ini, Gojek mengakuisisi [[Promogo]], sebuah layanan pemasangan [[iklan]] di kendaraan pada September 2018. Pada tahun 2018 pula tepatnya pada bulan Agustus, Gojek mengonfirmasi kehadiran [[Goventures]] yang merupakan unit permodalan dari Gojek. Hal ini sama dengan apa yang dilakukan oleh pesaing terdekatnya, [[Grab (aplikasi)|Grab]], yang telah memiliki [[Grab Ventures]]. Pasca mengumumkan kehadiran Goventures, Gojek memberi suntikan dana kepada [[Kumparan.com|Kumparan]], sebuah [[Perusahaan rintisan|startup]] [[media]] daring yang berdiri sejak tahun 2016 dengan nilai [[investasi]] yang tidak disebutkan.
Pada tahun 2018, setelah sukses berekspansi ke [[Vietnam]] Gojek memperluas jaringan bisnisnya ke sektor [[periklanan]]. Kali ini, Gojek mengakuisisi [[Promogo]], sebuah layanan pemasangan [[iklan]] di kendaraan pada September 2018.<ref>[https://tekno.kompas.com/read/2018/09/19/12092807/go-jek-akuisisi-promogo-hadirkan-2-layanan-baru-go-ice-dan-go-vend Go-Jek Akuisisi Promogo, Hadirkan 2 Layanan Baru Go-Ice dan Go-Vend]. ''Kompas.com''. 2018-09-19.</ref><ref>Muhammad Fikrie. [https://kumparan.com/@kumparantech/go-jek-akuisisi-promogo-startup-penyedia-iklan-di-mobil-dan-motor-1537246812785204292 Go-Jek Akuisisi Promogo, Startup Penyedia Iklan di Mobil dan Motor]. ''Kumparan''.</ref> Pada tahun 2018 pula tepatnya pada bulan Agustus, Gojek mengonfirmasi kehadiran [[Goventures]] yang merupakan unit permodalan dari Gojek.<ref>[https://dailysocial.id/post/go-jek-go-ventures GO-JEK Konfirmasi Kehadiran GO-Ventures]. ''dailysocial.id''.</ref> Hal ini sama dengan apa yang dilakukan oleh pesaing terdekatnya, [[Grab (aplikasi)|Grab]], yang telah memiliki [[Grab Ventures]]. Pasca mengumumkan kehadiran Goventures, Gojek memberi suntikan dana kepada [[Kumparan.com|Kumparan]], sebuah [[Perusahaan rintisan|startup]] [[media]] daring yang berdiri sejak tahun 2016 dengan nilai [[investasi]] yang tidak disebutkan.<ref>[https://www.reuters.com/article/us-indonesia-gojek-content/indonesias-go-jek-invests-in-online-media-startup-as-part-of-expansion-idUSKCN1LO07X Indonesia's Go-Jek invests in online media startup as part of expansion]. ''Reuters''.</ref>


[[Januari]] [[2019]], Gojek mengakuisisi mayoritas saham Coins.ph, startup fintech asal [[Filipina]] senilai US$72 juta atau setara dengan Rp1 triliun. Coins.ph merupakan fintech berbasis blockchain yang memiliki layanan dompet digital. Mereka telah memiliki lebih dari 100 ribu merchant yang menerima pembayaran via Coins.ph. [[Juli]] 2019, Gojek dikabarkan telah menyuntikkan dana sebesar US$5 juta atau sekitar Rp70 miliar pada ''startup'' bernama Rebel Foods di India. Rebel Foods merupakan ''startup'' "''cloud kitchen''" yang menjalankan pengantaran makanan dari ribuan [[restoran]]. Pasca mendapatkan suntikan dana dari Gojek, Rebel Foods juga dikabarkan akan menyiapkan bisnisnya di Indonesia. Pada [[September]], Gojek menyalurkan dana sebesar US$3 juta atau sekitar Rp42 miliar pada perusahaan fintech [[Pluang]] yang sebelumnya bernama [[EmasDigi]].
[[Januari]] [[2019]], Gojek mengakuisisi mayoritas saham Coins.ph, startup fintech asal [[Filipina]] senilai US$72 juta atau setara dengan Rp1 triliun.<ref>[https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190121094147-185-362398/gojek-akuisisi-fintech-filipina-senilai-rp1-triliun Gojek Akuisisi Fintech Filipina Senilai Rp1 Triliun]. ''CNN Indonesia''.</ref> Coins.ph merupakan fintech berbasis blockchain yang memiliki layanan dompet digital. Mereka telah memiliki lebih dari 100 ribu merchant yang menerima pembayaran via Coins.ph. [[Juli]] 2019, Gojek dikabarkan telah menyuntikkan dana sebesar US$5 juta atau sekitar Rp70 miliar pada ''startup'' bernama Rebel Foods di India.<ref>Cindy Mutia Annur. [https://katadata.co.id/berita/2019/07/09/gojek-investasi-rp-70-m-di-startup-restoran-delivery-rebel-foods-india Gojek Investasi Rp 70 M di Startup Restoran Delivery Rebel Foods India]. ''Katadata''. 2019-07-09.</ref> Rebel Foods merupakan ''startup'' "''cloud kitchen''" yang menjalankan pengantaran makanan dari ribuan [[restoran]].<ref>[https://dailysocial.id/post/gojek-go-kitchen-rebel-foods-cloud-kitchen-indonesia Bersama Gojek, Startup “Cloud Kitchen” Asal India Rebel Foods Siapkan Debut di Indonesia]. ''dailysocial.id''.</ref> Pasca mendapatkan suntikan dana dari Gojek, Rebel Foods juga dikabarkan akan menyiapkan bisnisnya di Indonesia. Pada [[September]], Gojek menyalurkan dana sebesar US$3 juta atau sekitar Rp42 miliar pada perusahaan fintech [[Pluang]] yang sebelumnya bernama [[EmasDigi]].<ref>Cindy Mutia Annur. [https://katadata.co.id/berita/2019/09/18/disuntik-gojek-rp42-miliar-fintech-pluang-buat-produk-investasi-valas Disuntik Gojek Rp42 Miliar, Fintech Pluang Buat Produk Investasi Valas]. ''Katadata''. 2019-09-18.</ref>


=== Ekspansi ===
=== Ekspansi ===
Pada [[24 Mei]] 2018, Gojek mengumumkan kepastiannya untuk berekspansi ke empat [[negara]] di [[Asia Tenggara]] yaitu [[Vietnam]], [[Thailand]], [[Singapura]], dan [[Filipina]]. Gojek mengaku menyiapkan dana sebesar USD500 juta atau sekitar Rp7,1 triliun untuk memuluskan langkahnya tersebut. Sebulan kemudian tepatnya pada [[25 Juni]] 2018, Gojek memperkenalkan [[Go-Viet|GO-Viet]] di [[Vietnam]] dan [[GET]] di [[Thailand]] sebagai bagian dari ekspansinya.
Pada [[24 Mei]] 2018, Gojek mengumumkan kepastiannya untuk berekspansi ke empat [[negara]] di [[Asia Tenggara]] yaitu [[Vietnam]], [[Thailand]], [[Singapura]], dan [[Filipina]]. Gojek mengaku menyiapkan dana sebesar USD500 juta atau sekitar Rp7,1 triliun untuk memuluskan langkahnya tersebut.<ref>[https://id.techinasia.com/go-jek-ekspansi-ke-empat-negara-asia-tenggara Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref> Sebulan kemudian tepatnya pada [[25 Juni]] 2018, Gojek memperkenalkan [[Go-Viet|GO-Viet]] di [[Vietnam]] dan [[GET]] di [[Thailand]] sebagai bagian dari ekspansinya.<ref>[https://id.techinasia.com/strategi-ekspansi-go-jek Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref>


Selain tidak menggunakan nama [[merek]]<nowiki/>nya seperti yang dilakukan [[Uber]] atau [[Grab (aplikasi)|Grab]], Gojek juga lebih memilih menggandeng tim lokal untuk menjalankan layanannya di luar negeri dan memberi kekuatan penuh untuk menetapkan kebijakan sesuai dengan karakteristik masing-masing negara. Namun, mereka tetap mendapatkan dukungan [[teknologi]], pengetahuan operasional, dan pendanaan dari Gojek. Sementara itu, kedua perusahaan tersebut berperan memberikan pengetahuan tentang kondisi pasar lokal.
Selain tidak menggunakan nama [[merek]]<nowiki/>nya seperti yang dilakukan [[Uber]] atau [[Grab (aplikasi)|Grab]], Gojek juga lebih memilih menggandeng tim lokal untuk menjalankan layanannya di luar negeri dan memberi kekuatan penuh untuk menetapkan kebijakan sesuai dengan karakteristik masing-masing negara.<ref>JNP. [https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180703131717-185-311075/ganti-nama-jadi-go-viet-get-gojek-lakukan-pendekatan-lokal Ganti Nama Jadi Go-Viet & GET, Gojek Lakukan Pendekatan Lokal]. ''CNN Indonesia''.</ref> Namun, mereka tetap mendapatkan dukungan [[teknologi]], pengetahuan operasional, dan pendanaan dari Gojek. Sementara itu, kedua perusahaan tersebut berperan memberikan pengetahuan tentang kondisi pasar lokal.


Pada [[12 September]] 2018, GoViet secara resmi diluncurkan di [[Vietnam]] setelah sebelumnya mulai beroperasi di [[Kota Ho Chi Minh]] sejak 1 Agustus 2018. Pemilihan Vietnam sebagai negara pertama dari rencana ekspansi Gojek bukannya tanpa alasan. Negara ini memiliki jumlah [[penduduk]] yang cukup besar yaitu sekitar 107 juta orang dengan penetrasi internetnya sekitar 54%. GoViet dipimpin oleh [[Duc Nguyen]] yang pernah bekerja pada [[Uber]] sebagai International Launcher untuk membantu melakukan [[riset pasar]], menjalin kemitraan, analitik pasokan, integrasi pembayaran, hubungan masyarakat, dan rekrutmen.
Pada [[12 September]] 2018, GoViet secara resmi diluncurkan di [[Vietnam]] setelah sebelumnya mulai beroperasi di [[Kota Ho Chi Minh]] sejak 1 Agustus 2018.<ref>Damianus Andreas. [https://tirto.id/go-jek-resmi-luncurkan-go-viet-di-vietnam-cYCe Go-Jek Resmi Luncurkan Go-Viet di Vietnam]. ''Tirto.id''.</ref><ref>IDN Times. [https://www.idntimes.com/business/economy/santi-dewi/go-jek-resmi-beroperasi-vietnam-menggunakan-nama-go-viet Go-Jek Resmi Berekspansi ke Vietnam]. ''IDN Times''.</ref> Pemilihan Vietnam sebagai negara pertama dari rencana ekspansi Gojek bukannya tanpa alasan. Negara ini memiliki jumlah [[penduduk]] yang cukup besar yaitu sekitar 107 juta orang dengan penetrasi internetnya sekitar 54%.<ref>Adi Fida Rahman. [https://inet.detik.com/business/d-4208800/alasan-go-jek-ekspansi-ke-vietnam-dan-pakai-nama-go-viet Alasan Go-Jek Ekspansi ke Vietnam dan Pakai Nama Go-Viet]. ''detikcom''.</ref><ref>[http://en.nhandan.org.vn/business/item/6830302-great-potential-to-help-vietnam-realise-its-digital-economy-dream.html Great potential to help Vietnam realise its digital economy dream].</ref> GoViet dipimpin oleh [[Duc Nguyen]] yang pernah bekerja pada [[Uber]] sebagai International Launcher untuk membantu melakukan [[riset pasar]], menjalin kemitraan, analitik pasokan, integrasi pembayaran, hubungan masyarakat, dan rekrutmen.<ref>[https://sepositif.com/biografi-nguyen-vu-duc-ceo-goviet/ Biografi Nguyen Vu Duc - CEO GO-VIET yang Lulusan Harvard - SEPOSITIF]. ''SEPOSITIF''. 2018-09-24.</ref>


Setelah sukses di Vietnam dan Thailand, Gojek mulai memasuki pangsa pasar Singapura. Secara resmi, Gojek memulai debutnya di [[Singapura]] pada [[29 November]] 2018 dalam versi beta di wilayah terbatas yang mencakup Central Business District, [[Jurong East]], Pungol, [[Ang Mo Kio]], dan [[Pulau Sentosa|Sentosa]]. Pada 10 Januari 2019, Gojek resmi beroperasi secara menyeluruh di wilayah Singapura. Di sana, Gojek tidak menjalankan layanan GoRide lantaran Pemerintah Singapura tidak mengizinkan penggunaan sepeda motor untuk [[transportasi]] umum. Hingga akhir tahun [[2019]], Singapura merupakan pasar terbesar kedua Gojek setelah [[Indonesia]] yang melayani lebih dari 30 juta perjalanan sejak memasuki [[negara]] tersebut.
Setelah sukses di Vietnam dan Thailand, Gojek mulai memasuki pangsa pasar Singapura. Secara resmi, Gojek memulai debutnya di [[Singapura]] pada [[29 November]] 2018 dalam versi beta di wilayah terbatas yang mencakup Central Business District, [[Jurong East]], Pungol, [[Ang Mo Kio]], dan [[Pulau Sentosa|Sentosa]].<ref>[https://tekno.kompas.com/read/2018/11/29/13410077/go-jek-meluncur-di-singapura Go-Jek Meluncur di Singapura]. ''Kompas.com''. 2018-11-29.</ref> Pada 10 Januari 2019, Gojek resmi beroperasi secara menyeluruh di wilayah Singapura.<ref>https://dunia.tempo.co/read/1163929/resmi-beroperasi-seluruh-wilayah-singapura-gojek-tebar-diskon/full&view=ok</ref> Di sana, Gojek tidak menjalankan layanan GoRide lantaran Pemerintah Singapura tidak mengizinkan penggunaan sepeda motor untuk [[transportasi]] umum.<ref>[https://tekno.kompas.com/read/2018/11/29/13410077/go-jek-meluncur-di-singapura Go-Jek Meluncur di Singapura]. ''Kompas.com''. 2018-11-29.</ref> Hingga akhir tahun [[2019]], Singapura merupakan pasar terbesar kedua Gojek setelah [[Indonesia]] yang melayani lebih dari 30 juta perjalanan sejak memasuki [[negara]] tersebut.<ref>[https://id.techinasia.com/gojek-dan-trans-cab-di-singapura Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref>


=== Kerja sama ===
=== Kerja sama ===
Gojek mengumumkan kerja sama dengan perusahaan taksi [[Blue Bird]] pada [[Mei 2016]]. Melalui kerja sama tersebut, Gojek membuatkan aplikasi untuk pengemudi Blue Bird dan mulai [[Januari 2017]] pengemudi Blue Bird bisa menerima pemesanan dari layanan Gocar milik Gojek. Pada Maret 2017, kedua perusahaan tersebut meningkatkan kerja samanya dengan meluncurkan fitur GO-Blue Bird. Melalui fitur tersebut, pengguna bisa langsung memesan taksi Blue Bird di aplikasi Gojek, tidak akan mendapatkan mitra pengemudi lain seperti ketika melalui Gocar. Di Singapura, Gojek juga menjalin kerjasama dengan layanan taksi lokal bernama Trans-Cab.
Gojek mengumumkan kerja sama dengan perusahaan taksi [[Blue Bird]] pada [[Mei 2016]].<ref>Jofie Yordan. [https://kumparan.com/@kumparantech/go-jek-dan-blue-bird-kolaborasi-luncurkan-go-blue-bird Go-Jek dan Blue Bird Kolaborasi Luncurkan 'Go Blue Bird']. ''Kumparan''.</ref> Melalui kerja sama tersebut, Gojek membuatkan aplikasi untuk pengemudi Blue Bird dan mulai [[Januari 2017]] pengemudi Blue Bird bisa menerima pemesanan dari layanan Gocar milik Gojek.<ref>Jofie Yordan. [https://kumparan.com/@kumparantech/go-jek-dan-blue-bird-kolaborasi-luncurkan-go-blue-bird Go-Jek dan Blue Bird Kolaborasi Luncurkan 'Go Blue Bird']. ''Kumparan''.</ref> Pada Maret 2017, kedua perusahaan tersebut meningkatkan kerja samanya dengan meluncurkan fitur GO-Blue Bird. Melalui fitur tersebut, pengguna bisa langsung memesan taksi Blue Bird di aplikasi Gojek, tidak akan mendapatkan mitra pengemudi lain seperti ketika melalui Gocar. Di Singapura, Gojek juga menjalin kerjasama dengan layanan taksi lokal bernama Trans-Cab.<ref>[https://id.techinasia.com/gojek-dan-trans-cab-di-singapura Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref>


Pada akhir [[Juli 2019]], Gojek mengumumkan kerja sama dengan [[Astra International|Astra]] untuk melakukan uji coba [[motor listrik]] sebagai kendaraan pengemudi Gojek. Langkah ini diklaim sebagai dukungan kedua [[perusahaan]] untuk gaya hidup ramah lingkungan. Sebelumnya, Gojek dan Astra juga mengumumkan kerja sama membentuk layanan GO-Fleet yang menyediakan kendaraan baru, layanan perawatan, hingga perbaikan di bengkel resmi Astra bagi mitra pengemudi Gocar. GO-Fleet yang berdiri di bawah naungan PT Solusi Mobilitas Bangsa ini juga melakukan monetisasi melalui [[iklan]] pada badan kendaraan Gocar. Mitra pengemudi nantinya akan mendapat insentif dari pemasangan iklan ini. Sementara kompetitor utama Gojek, yaitu [[Grab (aplikasi)|Grab]] sudah melakukan hal ini sejak beberapa tahun sebelumnya melalui kerja sama dengan [[Stickearn]].
Pada akhir [[Juli 2019]], Gojek mengumumkan kerja sama dengan [[Astra International|Astra]] untuk melakukan uji coba [[motor listrik]] sebagai kendaraan pengemudi Gojek.<ref>M. Luthfi Andika. [https://oto.detik.com/motor/d-4648027/pcx-listrik-buah-kolaborasi-astra-gojek PCX Listrik Buah Kolaborasi Astra-Gojek]. ''detikcom''.</ref> Langkah ini diklaim sebagai dukungan kedua [[perusahaan]] untuk gaya hidup ramah lingkungan. Sebelumnya, Gojek dan Astra juga mengumumkan kerja sama membentuk layanan GO-Fleet yang menyediakan kendaraan baru, layanan perawatan, hingga perbaikan di bengkel resmi Astra bagi mitra pengemudi Gocar.<ref>Tim Publikasi Katadata. [https://katadata.co.id/berita/2019/07/22/gofleet-solusi-mobilitas-roda-empat-masa-kini GOFLEET, Solusi Mobilitas Roda Empat Masa Kini]. ''Katadata''. 2019-07-22.</ref> GO-Fleet yang berdiri di bawah naungan PT Solusi Mobilitas Bangsa ini juga melakukan monetisasi melalui [[iklan]] pada badan kendaraan Gocar. Mitra pengemudi nantinya akan mendapat insentif dari pemasangan iklan ini. Sementara kompetitor utama Gojek, yaitu [[Grab (aplikasi)|Grab]] sudah melakukan hal ini sejak beberapa tahun sebelumnya melalui kerja sama dengan [[Stickearn]].<ref>[https://id.techinasia.com/stickmart-stickearn-grab Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia]. ''id.techinasia.com''.</ref>


=== Perubahan identitas ===
=== Perubahan identitas ===
Pada 22 Juli 2019, Gojek meluncurkan logo dan cara penulisan korporasi baru. Ikon barunya, yang dijuluki "Solv", melambangkan transformasi Gojek dari menjadi layanan ojek daring menjadi aplikasi super yang menyediakan berbagai cara cerdas untuk menghilangkan kerepotan. Sedangkan brand Gojek yang semula ditulis '''GO-JEK''' diganti dengan '''gojek''' saja tanpa ada tanda penghubung.
Pada 22 Juli 2019, Gojek meluncurkan logo dan cara penulisan korporasi baru. Ikon barunya, yang dijuluki "Solv", melambangkan transformasi Gojek dari menjadi layanan ojek daring menjadi aplikasi super yang menyediakan berbagai cara cerdas untuk menghilangkan kerepotan. Sedangkan brand Gojek yang semula ditulis '''GO-JEK''' diganti dengan '''gojek''' saja tanpa ada tanda penghubung.


Fokus layanan Gojek tak lagi pada kendaraan roda dua. Inilah yang mendorong perusahaan itu untuk mengganti logonya. Jika dulu mereka menggunakan logo pengendara motor dengan ikon sinyal di atas helmnya, kini Gojek menggunakan logo yang jauh lebih sederhana.
Fokus layanan Gojek tak lagi pada kendaraan roda dua. Inilah yang mendorong perusahaan itu untuk mengganti logonya. Jika dulu mereka menggunakan logo pengendara motor dengan ikon sinyal di atas helmnya, kini Gojek menggunakan logo yang jauh lebih sederhana.


Logo baru bernama Solv ini digambarkan dengan lingkaran tak sempurna dengan titik pada bagian tengah. Nama Solv sendiri diambil dari kata "Solve" yang artinya menyelesaikan. Gojek merasa, ini sesuai dengan misi mereka, yaitu menjadi "aplikasi super" yang bisa menyelesaikan berbagai masalah pelanggan.
Logo baru bernama Solv ini digambarkan dengan lingkaran tak sempurna dengan titik pada bagian tengah. Nama Solv sendiri diambil dari kata "Solve" yang artinya menyelesaikan. Gojek merasa, ini sesuai dengan misi mereka, yaitu menjadi "aplikasi super" yang bisa menyelesaikan berbagai masalah pelanggan.<ref>Mohammad Mamduh. [https://www.medcom.id/teknologi/news-teknologi/3NOXXZpb-ini-arti-logo-baru-gojek-solv Melihat Makna Solv, Logo Baru GoJek]. ''Medcom.id''. 2019-06-23.</ref>


=== Yayasan Anak Bangsa Bisa ===
=== Yayasan Anak Bangsa Bisa ===
Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) adalah organisasi non-profit yang didirikan oleh Gojek untuk membantu para mitra mereka yang terdampak oleh pandemi [[COVID-19]]. Pendanaan untuk yayasan yang mulai beroperasi pada bulan Maret 2020 ini berasal dari sebagian gaji tahunan tim manajemen senior Gojek dan anggaran kenaikan gaji seluruh karyawan Gojek.
Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) adalah organisasi non-profit yang didirikan oleh Gojek untuk membantu para mitra mereka yang terdampak oleh pandemi [[COVID-19]]. Pendanaan untuk yayasan yang mulai beroperasi pada bulan Maret 2020 ini berasal dari sebagian gaji tahunan tim manajemen senior Gojek dan anggaran kenaikan gaji seluruh karyawan Gojek.<ref>The Jakarta Post. [https://www.thejakartapost.com/news/2020/03/24/gojek-bosses-give-up-25-of-annual-salary-for-drivers-partners-as-covid-19-deals-blow.html Gojek bosses give up 25% of annual salary for drivers, partners as COVID-19 deals blow]. ''The Jakarta Post''.</ref>


== Dampak ==
== Dampak ==
 
[http://ldfebui.org/wp-content/uploads/2018/03/Lembar-Fakta-Ringkasan-Hasil-Survei-LD-FEB-UI.pdf Sebuah riset]  yang dilakukan oleh Lembaga Demografi [[Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia]] menyebut Gojek telah memberi kontribusi Rp8,2 triliun per tahun bagi perekonomian [[Indonesia]] melalui penghasilan mitra pengemudi. Gojek juga berkontribusi Rp1,7 triliun per tahun bagi perekonomian Indonesia melalui penghasilan mitra UMKM. Penelitian yang melibatkan 3.315 responden di 9 wilayah tersebut menunjukkan rata-rata penghasilan mitra pengemudi mencapai Rp3,31 juta lebih tinggi dari UMK 9 wilayah itu yang hanya Rp2,8 juta.<ref>Damianus Andreas. [https://tirto.id/go-jek-sumbang-rp82-triliun-per-tahun-ke-perekonomian-indonesia-cGz8 Go-Jek Sumbang Rp8,2 Triliun Per Tahun ke Perekonomian Indonesia]. ''Tirto.id''.</ref>
[http://ldfebui.org/wp-content/uploads/2018/03/Lembar-Fakta-Ringkasan-Hasil-Survei-LD-FEB-UI.pdf Sebuah riset]  yang dilakukan oleh Lembaga Demografi [[Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia]] menyebut Gojek telah memberi kontribusi Rp8,2 triliun per tahun bagi perekonomian [[Indonesia]] melalui penghasilan mitra pengemudi. Gojek juga berkontribusi Rp1,7 triliun per tahun bagi perekonomian Indonesia melalui penghasilan mitra UMKM. Penelitian yang melibatkan 3.315 responden di 9 wilayah tersebut menunjukkan rata-rata penghasilan mitra pengemudi mencapai Rp3,31 juta lebih tinggi dari UMK 9 wilayah itu yang hanya Rp2,8 juta.


== Daerah layanan ==
== Daerah layanan ==
Gojek telah tersedia di Indonesia, Singapura, [[Vietnam]], dan [[Thailand]] secara resmi pada tanggal 25 Juni 2018. Di sisi lain, Gojek kini telah tersedia di 167 kabupaten dan kota di [[Indonesia]], 2 kota di [[Vietnam]] dan 14 distrik di [[Bangkok]], [[Thailand]].
Gojek telah tersedia di Indonesia, Singapura, [[Vietnam]], dan [[Thailand]] secara resmi pada tanggal 25 Juni 2018. Di sisi lain, Gojek kini telah tersedia di 167 kabupaten dan kota di [[Indonesia]],<ref>[https://www.gojek.com/blog/go-jek-dimana-mana/ Kini GO-JEK Hadir di 167 Kota dan Kabupaten Indonesia].</ref> 2 kota di [[Vietnam]] dan 14 distrik di [[Bangkok]],<ref>Ka Lum. [https://www.dealstreetasia.com/stories/gojek-thailand-get-117354/ Go-Jek’s Thai affiliate GET expands services to 14 Bangkok districts]. ''dealstreetasia.com''.</ref> [[Thailand]].


== Kontroversi ==
== Kontroversi ==
Menjamurnya penggunaan jasa Gojek membuat adanya kecemburuan di antara tukang ojek pangkalan. Pada tanggal 9 Juni 2015 seseorang dalam [[akun]] [[Path (jejaring sosial)|Path]] menuliskan insiden bahwa pengemudi Gojek yang dipesannya diusir oleh tukang ojek pangkalan di [[Kuningan, Jakarta Selatan|Kuningan]], Jakarta Selatan yang tidak terima rezekinya dirampas. Dua kali dia memanggil sopir Gojek, dua kali pula pengemudi Gojek lari karena takut dipukuli tukang ojek pangkalan. Akhirnya dia naik ojek pangkalan dengan tarif jauh lebih mahal dibanding tarif sopir Gojek. Sekadar diketahui, [[tarif]] ojek Gojek lebih pasti karena ditentukan lewat aplikasi sehingga tidak perlu tawar-menawar.
Menjamurnya penggunaan jasa Gojek membuat adanya kecemburuan di antara tukang ojek pangkalan. Pada tanggal 9 Juni 2015 seseorang dalam [[akun]] [[Path (jejaring sosial)|Path]] menuliskan insiden bahwa pengemudi Gojek yang dipesannya diusir oleh tukang ojek pangkalan di [[Kuningan, Jakarta Selatan|Kuningan]], Jakarta Selatan yang tidak terima rezekinya dirampas.<ref>[http://tekno.kompas.com/read/2015/06/09/17564317/Pengemudinya.Diteror.Ini.Tanggapan.Go-jek Pengemudinya Diteror, Ini Tanggapan Go-jek]. ''Kompas.com''.</ref> Dua kali dia memanggil sopir Gojek, dua kali pula pengemudi Gojek lari karena takut dipukuli tukang ojek pangkalan. Akhirnya dia naik ojek pangkalan dengan tarif jauh lebih mahal dibanding tarif sopir Gojek. Sekadar diketahui, [[tarif]] ojek Gojek lebih pasti karena ditentukan lewat aplikasi sehingga tidak perlu tawar-menawar.<ref>[http://tekno.kompas.com/read/2015/06/09/17564317/Pengemudinya.Diteror.Ini.Tanggapan.Go-jek Pengemudinya Diteror, Ini Tanggapan Go-jek]. ''Kompas.com''.</ref>


== Legalitas ojek daring ==
== Legalitas ojek daring ==
Munculnya ojek [[Dalam jaringan dan luar jaringan|daring]] sebagai salah satu [[transportasi]] umum juga menuai pro dan kontra dari aspek [[hukum]]. Secara [[tradisional]], ojek memang sudah menjadi salah satu pilihan transportasi umum masyarakat di [[Indonesia]] meski keberadaannya tidak diakui secara hukum. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), kendaraan roda dua tidak termasuk sebagai sarana transportasi umum. Karena alasan itulah [[Kementerian Perhubungan Republik Indonesia|Kementerian Perhubungan]] yang pada saat itu dijabat [[Ignasius Jonan]] sempat melarang beroperasinya ojek daring pada 9 November 2015, meski larangan itu hanya berlaku selama kurang lebih 12 jam.
Munculnya ojek [[Dalam jaringan dan luar jaringan|daring]] sebagai salah satu [[transportasi]] umum juga menuai pro dan kontra dari aspek [[hukum]]. Secara [[tradisional]], ojek memang sudah menjadi salah satu pilihan transportasi umum masyarakat di [[Indonesia]] meski keberadaannya tidak diakui secara hukum. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), kendaraan roda dua tidak termasuk sebagai sarana transportasi umum.<ref>Eko Prasetya. [https://www.merdeka.com/peristiwa/resmi-menteri-jonan-larang-ojek-dan-taksi-online-beroperasi.html Resmi, Menteri Jonan larang ojek dan taksi online beroperasi!]. ''Merdeka.com''.</ref> Karena alasan itulah [[Kementerian Perhubungan Republik Indonesia|Kementerian Perhubungan]] yang pada saat itu dijabat [[Ignasius Jonan]] sempat melarang beroperasinya ojek daring pada 9 November 2015, meski larangan itu hanya berlaku selama kurang lebih 12 jam.<ref>Muhamad Agil Aliansyah. [https://www.merdeka.com/peristiwa/drama-12-jam-larangan-ojek-online-menteri-jonan.html Drama 12 jam larangan ojek online Menteri Jonan]. ''Merdeka.com''.</ref>


Larangan yang tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 itu langsung mendapatkan protes keras dari pengguna ojek daring. Lebih dari 12 ribu orang menandatangi petisi daring untuk memprotes kebijakan Kemenhub tersebut. Presiden [[Joko Widodo]] yang mendengar kabar tersebut, memanggil Ignasius Jonan ke Istana. Setelah pemanggilan tersebut, keputusan melarang ojek daring pun dibatalkan.
Larangan yang tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 itu langsung mendapatkan protes keras dari pengguna ojek daring. Lebih dari 12 ribu orang menandatangi petisi daring untuk memprotes kebijakan Kemenhub tersebut.<ref>Utami Diah Kusumawati. [https://www.cnnindonesia.com/nasional/20151218120346-20-99091/12-ribu-lebih-orang-dukung-petisi-tolak-larangan-ojek-daring 12 Ribu Lebih Orang Dukung Petisi Tolak Larangan Ojek Daring]. ''CNN Indonesia''.</ref> Presiden [[Joko Widodo]] yang mendengar kabar tersebut, memanggil Ignasius Jonan ke Istana. Setelah pemanggilan tersebut, keputusan melarang ojek daring pun dibatalkan.


== Tanggapan ==
== Tanggapan ==
Menjamurnya penggunaan layanan Gojek di Jabodetabek membuat perusahaan layanan [[transportasi]] pemesanan [[taksi]] asal [[Singapura]], [[Grab (aplikasi)|Grab]], juga turut meluncurkan layanan pemesanan ojek yang bernama GrabBike. Layanan tersebut diluncurkan pada bulan [[Mei 2015]].
Menjamurnya penggunaan layanan Gojek di Jabodetabek membuat perusahaan layanan [[transportasi]] pemesanan [[taksi]] asal [[Singapura]], [[Grab (aplikasi)|Grab]], juga turut meluncurkan layanan pemesanan ojek yang bernama GrabBike.<ref>[http://id.techinasia.com/grabtaxi-luncurkan-grabbike-ojek-jakarta/k GrabTaxi perkenalkan layanan booking ojek GrabBike di Jakarta].</ref> Layanan tersebut diluncurkan pada bulan [[Mei 2015]].<ref>[http://id.techinasia.com/grabtaxi-luncurkan-grabbike-ojek-jakarta/k GrabTaxi perkenalkan layanan booking ojek GrabBike di Jakarta].</ref>
 
== Referensi ==
 


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
*
*  
*
*  
*
*  
*
*


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gojek&oldid=29240974 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29240974 (2026-05-17T18:08:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gojek&oldid=29240974 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29240974 (2026-05-17T18:08:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 17.57

Gojek (ditulis bergaya sebagai goȷek; sebelumnya ditulis GO-JEK) merupakan Situs web teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2009 di Jakarta oleh Nadiem Makarim.[1][2] Saat ini, Gojek telah tersedia di 50 kota di Indonesia.[3] Hingga bulan Juni 2016, aplikasi Gojek sudah diunduh sebanyak hampir 10 juta kali di Google Play pada sistem operasi Android,[4] dan telah tersedia di App Store. Gojek juga mempunyai layanan pembayaran digital yang bernama Gopay, pengantaran makanan dan minuman. Selain di Indonesia, layanan Gojek kini telah tersedia di Vietnam dan Singapura.

Pada 17 Mei 2021, Tokopedia dan Gojek mengumumkan resmi merger dan membentuk Grup GoTo.[5] Nama GoTo sendiri berasal dari singkatan Gojek dan Tokopedia dan juga berasal dari kata gotong-royong.[6]

Sejarah

Gojek didirikan oleh Nadiem Makarim, warga negara Indonesia lulusan Master of Business Administration dari Harvard Business School. Ide mendirikan Gojek muncul dari pengalaman pribadi Nadiem Makarim menggunakan transportasi ojek hampir setiap hari ke tempat kerjanya untuk menembus kemacetan di Jakarta.[7] Saat itu, Nadiem masih bekerja sebagai Co-Founder dan Managing Director Zalora Indonesia dan Chief Innovation Officer Kartuku.[8]

Sebagai seseorang yang sering menggunakan transportasi ojek, Nadiem melihat ternyata sebagian besar waktu yang dihabiskan oleh pengemudi ojek hanyalah sekadar mangkal menunggu penumpang. Padahal, pengemudi ojek akan mendapatkan penghasilan lebih banyak bila terus mencari penumpang. Selain itu, ia melihat ketersediaan jenis transportasi ini tidak sebanyak transportasi lainnya sehingga sering kali cukup sulit untuk dicari. Ia menginginkan ojek yang bisa ada setiap saat dibutuhkan. Dari pengalamannya tersebut, Nadiem Makarim melihat adanya peluang untuk membuat sebuah layanan yang dapat menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek.[9]

Pada tanggal 5 Oktober 2010, Gojek resmi berdiri dengan 20 orang pengemudi. Pada saat itu, Gojek masih mengandalkan call center untuk menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek dengan GoKilat. Pada pertengahan 2014, berkat popularitas Uber kala itu, Nadiem Makarim mulai mendapatkan tawaran investasi. Pada tanggal 7 Januari 2015, Gojek akhirnya meluncurkan aplikasi berbasis Android dan iOS untuk menggantikan sistem pemesanan menggunakan call center.[10]

Pendanaan

Gojek pertama kali mendapatkan kucuran dana dari NSI Ventures pada Juni 2015 dengan besaran dana yang tidak dipublikasikan.[11] Pada Oktober 2015, Gojek kembali mendapatkan kucuran dana.[12] Kali ini dari Sequoia Capital dan DST Global yang juga tidak disebutkan jumlahnya.

Pada Agustus 2016, Gojek secara resmi mengumumkan pendanaan senilai US$550 juta atau sekitar Rp7,2 triliun dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Private Markets dan investor-investor sebelumnya.[13][14] Dengan adanya pendanaan tersebut, Gojek resmi berstatus sebagai unicorn pertama di Indonesia, yaitu startup dengan valuasi lebih dari US$1 miliar. Pada saat itu, valuasi Gojek telah mencapai US$1,3 miliar (sekitar Rp17 triliun).[15]

Pada Januari 2018, Google melalui situs blog resminya mengumumkan bahwa mereka telah memberikan pendanaan untuk Gojek.[16][17] Ini merupakan investasi pertama Google kepada startup di Asia.[18] Kucuran dana tersebut merupakan bagian dari seri pendanaan yang diikuti oleh Tencent, JD, Temasek, dan Meituan-Dianping yang mencapai angka US$1,2 miliar (sekitar Rp16 triliun). Dalam pengumumannya, Google tidak merinci besaran jumlah investasinya kepada Gojek tetapi sebuah sumber dari Reuters menyebutkan totalnya sekitar 100 juta dollar AS (sekitar 1,3 triliun).[19][20]

Tidak lama setelah Google, pada 12 Februari 2018 Astra Internasional yang merupakan salah satu perusahaan otomotif nasional mengumumkan investasinya kepada Gojek senilai US$ 150 juta atau sekitar Rp2 triliun.[21] Suntikan dana tersebut merupakan investasi terbesar sepanjang sejarah Astra di sektor digital.[22] Pada hari yang sama, Djarum Group melalui PT Global Digital Niaga (GDN) yang merupakan anak usaha perusahaan modal ventura Global Digital Prima (GDP) milik Djarum, juga mengumumkan investasinya kepada Gojek. Dalam pengumuman tersebut. GDN tidak bersedia mengungkapkan berapa dana yang mereka investasikan ke Gojek.[23]

Pada Juni 2020, Facebook dan PayPal turut berpartisipasi memberikan pendanaan untuk Gojek.[24]

Akuisisi dan investasi

Dalam upaya melakukan pengembangan aplikasinya, Gojek mengakuisisi beberapa perusahaan di India dan membuka kantor di Bengaluru, sebuah daerah yang terkenal sebagai "Silicon Valley-nya India".[25] Hubungan Gojek dengan India bermula pada April 2015, saat Gojek menyewa C42 Engineering, sebuah perusahaan rekayasa perangkat lunak selama dua bulan di Jakarta untuk membereskan kekutu (bug) dalam aplikasi mereka.[26] Hubungan ini tercipta berkat Sequoia Capital yang merupakan salah satu investor Gojek.

Februari 2016, Gojek akhirnya mengakuisisi C42 Engineering beserta CodeIgnition, perusahaan pengembangan aplikasi di New Delhi yang sebelumnya juga pernah bekerja untuk Gojek.[27] Kedua perusahaan teknologi ini ditugaskan membantu meningkatkan sistem IT untuk menanggulangi jumlah pengguna yang makin banyak.[28] Pada saat itu, pertumbuhan Gojek melaju dengan cepat. Jumlah pengunduh aplikasinya mencapai 11 juta dengan 200 ribu sopir Gojek. Pada tahun yang sama, tepatnya pada September 2016 Gojek mengakusisi Pianta, sebuah startup lokal di India yang menyediakan layanan kesehatan seperti terapi fisik, perawat, hingga pengumpulan sampel untuk pemeriksaan di laboratorium.[29] Menutup tahun 2016, Gojek mengakuisisi startup keempatnya di India yaitu LeftShift, perusahaan yang bergerak di bidang aplikasi Android, iOS, dan situs internet.[30]

Gojek tidak ingin berhenti hanya sebagai perusahaan transportasi berbasis daring, tetapi bertransformasi sebagai sebuah perusahaan financial technology (fintech) melalui GoPay.[31] Pada akhir tahun 2016 Gojek mengakuisisi Ponselpay, sebuah perusahaan keuangan milik MVComerce yang telah memiliki lisensi uang elektronik (e-money) dari Bank Indonesia.[32] Gojek membutuhkan lisensi tersebut guna mengembangkan GoPay yang telah mereka kembangkan untuk menjadi e-money.[33][34]

Pada 15 Desember 2017, Gojek mengumumkan akuisisinya terhadap tiga perusahaan financial technology yaitu Kartuku, Midtrans, dan Mapan untuk mendukung ekspansi GoPay di luar ekosistem Gojek.[35] Kartuku merupakan sebuah perusahaan Pemroses Pihak Ketiga atau Third Party Processor (TPP) dan Penyedia Layanan Pembayaran (PSP).[36] Kartuku yang telah mengoperasikan lebih dari 150 ribu alat pembayaran di gerai luring (offline) dan telah bekerja sama dengan sembilan bank acquirer ini, akan difokuskan untuk pengembangan penggunaan GoPay secara luring.[37]

Midtrans adalah salah satu perusahaan penyedia jasa pemrosesan pembayaran secara daring yang telah menjalin kemitraan dengan bank-bank di Indonesia, maskapai penerbangan, retail e-commerce, dan perusahaan-perusahaan fintech.[38] Sementara Mapan adalah jaringan layanan keuangan berbasis komunitas yang memungkinkan penggunanya mencicil barang yang mereka ingin beli dalam katalog barang Arisan Mapan.[39][40] Mapan yang telah tersedia di 100 kota tersebut difokuskan oleh Gojek untuk mengakselerasi inklusi keuangan bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan (unbanked).[41]

Pada 8 Agustus 2017, Gojek mengakuisisi LOKET, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang event management & ticketing.[42] LOKET menghadirkan layanan pemesanan tiket secara daring, sampai menyediakan gelang RFID untuk pengunjung acara.[43] Langkah ini diambil Gojek untuk mendorong perkembangan fitur penjualan tiket bioskop dan acara yang telah mereka miliki melalui GO-TIX.[44]

Pada tahun 2018, setelah sukses berekspansi ke Vietnam Gojek memperluas jaringan bisnisnya ke sektor periklanan. Kali ini, Gojek mengakuisisi Promogo, sebuah layanan pemasangan iklan di kendaraan pada September 2018.[45][46] Pada tahun 2018 pula tepatnya pada bulan Agustus, Gojek mengonfirmasi kehadiran Goventures yang merupakan unit permodalan dari Gojek.[47] Hal ini sama dengan apa yang dilakukan oleh pesaing terdekatnya, Grab, yang telah memiliki Grab Ventures. Pasca mengumumkan kehadiran Goventures, Gojek memberi suntikan dana kepada Kumparan, sebuah startup media daring yang berdiri sejak tahun 2016 dengan nilai investasi yang tidak disebutkan.[48]

Januari 2019, Gojek mengakuisisi mayoritas saham Coins.ph, startup fintech asal Filipina senilai US$72 juta atau setara dengan Rp1 triliun.[49] Coins.ph merupakan fintech berbasis blockchain yang memiliki layanan dompet digital. Mereka telah memiliki lebih dari 100 ribu merchant yang menerima pembayaran via Coins.ph. Juli 2019, Gojek dikabarkan telah menyuntikkan dana sebesar US$5 juta atau sekitar Rp70 miliar pada startup bernama Rebel Foods di India.[50] Rebel Foods merupakan startup "cloud kitchen" yang menjalankan pengantaran makanan dari ribuan restoran.[51] Pasca mendapatkan suntikan dana dari Gojek, Rebel Foods juga dikabarkan akan menyiapkan bisnisnya di Indonesia. Pada September, Gojek menyalurkan dana sebesar US$3 juta atau sekitar Rp42 miliar pada perusahaan fintech Pluang yang sebelumnya bernama EmasDigi.[52]

Ekspansi

Pada 24 Mei 2018, Gojek mengumumkan kepastiannya untuk berekspansi ke empat negara di Asia Tenggara yaitu Vietnam, Thailand, Singapura, dan Filipina. Gojek mengaku menyiapkan dana sebesar USD500 juta atau sekitar Rp7,1 triliun untuk memuluskan langkahnya tersebut.[53] Sebulan kemudian tepatnya pada 25 Juni 2018, Gojek memperkenalkan GO-Viet di Vietnam dan GET di Thailand sebagai bagian dari ekspansinya.[54]

Selain tidak menggunakan nama mereknya seperti yang dilakukan Uber atau Grab, Gojek juga lebih memilih menggandeng tim lokal untuk menjalankan layanannya di luar negeri dan memberi kekuatan penuh untuk menetapkan kebijakan sesuai dengan karakteristik masing-masing negara.[55] Namun, mereka tetap mendapatkan dukungan teknologi, pengetahuan operasional, dan pendanaan dari Gojek. Sementara itu, kedua perusahaan tersebut berperan memberikan pengetahuan tentang kondisi pasar lokal.

Pada 12 September 2018, GoViet secara resmi diluncurkan di Vietnam setelah sebelumnya mulai beroperasi di Kota Ho Chi Minh sejak 1 Agustus 2018.[56][57] Pemilihan Vietnam sebagai negara pertama dari rencana ekspansi Gojek bukannya tanpa alasan. Negara ini memiliki jumlah penduduk yang cukup besar yaitu sekitar 107 juta orang dengan penetrasi internetnya sekitar 54%.[58][59] GoViet dipimpin oleh Duc Nguyen yang pernah bekerja pada Uber sebagai International Launcher untuk membantu melakukan riset pasar, menjalin kemitraan, analitik pasokan, integrasi pembayaran, hubungan masyarakat, dan rekrutmen.[60]

Setelah sukses di Vietnam dan Thailand, Gojek mulai memasuki pangsa pasar Singapura. Secara resmi, Gojek memulai debutnya di Singapura pada 29 November 2018 dalam versi beta di wilayah terbatas yang mencakup Central Business District, Jurong East, Pungol, Ang Mo Kio, dan Sentosa.[61] Pada 10 Januari 2019, Gojek resmi beroperasi secara menyeluruh di wilayah Singapura.[62] Di sana, Gojek tidak menjalankan layanan GoRide lantaran Pemerintah Singapura tidak mengizinkan penggunaan sepeda motor untuk transportasi umum.[63] Hingga akhir tahun 2019, Singapura merupakan pasar terbesar kedua Gojek setelah Indonesia yang melayani lebih dari 30 juta perjalanan sejak memasuki negara tersebut.[64]

Kerja sama

Gojek mengumumkan kerja sama dengan perusahaan taksi Blue Bird pada Mei 2016.[65] Melalui kerja sama tersebut, Gojek membuatkan aplikasi untuk pengemudi Blue Bird dan mulai Januari 2017 pengemudi Blue Bird bisa menerima pemesanan dari layanan Gocar milik Gojek.[66] Pada Maret 2017, kedua perusahaan tersebut meningkatkan kerja samanya dengan meluncurkan fitur GO-Blue Bird. Melalui fitur tersebut, pengguna bisa langsung memesan taksi Blue Bird di aplikasi Gojek, tidak akan mendapatkan mitra pengemudi lain seperti ketika melalui Gocar. Di Singapura, Gojek juga menjalin kerjasama dengan layanan taksi lokal bernama Trans-Cab.[67]

Pada akhir Juli 2019, Gojek mengumumkan kerja sama dengan Astra untuk melakukan uji coba motor listrik sebagai kendaraan pengemudi Gojek.[68] Langkah ini diklaim sebagai dukungan kedua perusahaan untuk gaya hidup ramah lingkungan. Sebelumnya, Gojek dan Astra juga mengumumkan kerja sama membentuk layanan GO-Fleet yang menyediakan kendaraan baru, layanan perawatan, hingga perbaikan di bengkel resmi Astra bagi mitra pengemudi Gocar.[69] GO-Fleet yang berdiri di bawah naungan PT Solusi Mobilitas Bangsa ini juga melakukan monetisasi melalui iklan pada badan kendaraan Gocar. Mitra pengemudi nantinya akan mendapat insentif dari pemasangan iklan ini. Sementara kompetitor utama Gojek, yaitu Grab sudah melakukan hal ini sejak beberapa tahun sebelumnya melalui kerja sama dengan Stickearn.[70]

Perubahan identitas

Pada 22 Juli 2019, Gojek meluncurkan logo dan cara penulisan korporasi baru. Ikon barunya, yang dijuluki "Solv", melambangkan transformasi Gojek dari menjadi layanan ojek daring menjadi aplikasi super yang menyediakan berbagai cara cerdas untuk menghilangkan kerepotan. Sedangkan brand Gojek yang semula ditulis GO-JEK diganti dengan gojek saja tanpa ada tanda penghubung.

Fokus layanan Gojek tak lagi pada kendaraan roda dua. Inilah yang mendorong perusahaan itu untuk mengganti logonya. Jika dulu mereka menggunakan logo pengendara motor dengan ikon sinyal di atas helmnya, kini Gojek menggunakan logo yang jauh lebih sederhana.

Logo baru bernama Solv ini digambarkan dengan lingkaran tak sempurna dengan titik pada bagian tengah. Nama Solv sendiri diambil dari kata "Solve" yang artinya menyelesaikan. Gojek merasa, ini sesuai dengan misi mereka, yaitu menjadi "aplikasi super" yang bisa menyelesaikan berbagai masalah pelanggan.[71]

Yayasan Anak Bangsa Bisa

Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) adalah organisasi non-profit yang didirikan oleh Gojek untuk membantu para mitra mereka yang terdampak oleh pandemi COVID-19. Pendanaan untuk yayasan yang mulai beroperasi pada bulan Maret 2020 ini berasal dari sebagian gaji tahunan tim manajemen senior Gojek dan anggaran kenaikan gaji seluruh karyawan Gojek.[72]

Dampak

Sebuah riset yang dilakukan oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menyebut Gojek telah memberi kontribusi Rp8,2 triliun per tahun bagi perekonomian Indonesia melalui penghasilan mitra pengemudi. Gojek juga berkontribusi Rp1,7 triliun per tahun bagi perekonomian Indonesia melalui penghasilan mitra UMKM. Penelitian yang melibatkan 3.315 responden di 9 wilayah tersebut menunjukkan rata-rata penghasilan mitra pengemudi mencapai Rp3,31 juta lebih tinggi dari UMK 9 wilayah itu yang hanya Rp2,8 juta.[73]

Daerah layanan

Gojek telah tersedia di Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Thailand secara resmi pada tanggal 25 Juni 2018. Di sisi lain, Gojek kini telah tersedia di 167 kabupaten dan kota di Indonesia,[74] 2 kota di Vietnam dan 14 distrik di Bangkok,[75] Thailand.

Kontroversi

Menjamurnya penggunaan jasa Gojek membuat adanya kecemburuan di antara tukang ojek pangkalan. Pada tanggal 9 Juni 2015 seseorang dalam akun Path menuliskan insiden bahwa pengemudi Gojek yang dipesannya diusir oleh tukang ojek pangkalan di Kuningan, Jakarta Selatan yang tidak terima rezekinya dirampas.[76] Dua kali dia memanggil sopir Gojek, dua kali pula pengemudi Gojek lari karena takut dipukuli tukang ojek pangkalan. Akhirnya dia naik ojek pangkalan dengan tarif jauh lebih mahal dibanding tarif sopir Gojek. Sekadar diketahui, tarif ojek Gojek lebih pasti karena ditentukan lewat aplikasi sehingga tidak perlu tawar-menawar.[77]

Legalitas ojek daring

Munculnya ojek daring sebagai salah satu transportasi umum juga menuai pro dan kontra dari aspek hukum. Secara tradisional, ojek memang sudah menjadi salah satu pilihan transportasi umum masyarakat di Indonesia meski keberadaannya tidak diakui secara hukum. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), kendaraan roda dua tidak termasuk sebagai sarana transportasi umum.[78] Karena alasan itulah Kementerian Perhubungan yang pada saat itu dijabat Ignasius Jonan sempat melarang beroperasinya ojek daring pada 9 November 2015, meski larangan itu hanya berlaku selama kurang lebih 12 jam.[79]

Larangan yang tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 itu langsung mendapatkan protes keras dari pengguna ojek daring. Lebih dari 12 ribu orang menandatangi petisi daring untuk memprotes kebijakan Kemenhub tersebut.[80] Presiden Joko Widodo yang mendengar kabar tersebut, memanggil Ignasius Jonan ke Istana. Setelah pemanggilan tersebut, keputusan melarang ojek daring pun dibatalkan.

Tanggapan

Menjamurnya penggunaan layanan Gojek di Jabodetabek membuat perusahaan layanan transportasi pemesanan taksi asal Singapura, Grab, juga turut meluncurkan layanan pemesanan ojek yang bernama GrabBike.[81] Layanan tersebut diluncurkan pada bulan Mei 2015.[82]

Pranala luar

Referensi

  1. NADIEM MAKARIM, CEO GO-JEK Indonesia. New Cities Summit 2015.
  2. Nograhany Widhi Koesmawardhani. Nadiem Makarim, Pendiri Go-Jek yang Sudah Bantu 10 Ribu Sopir Ojek. detikcom.
  3. Welcoming a fresh start.
  4. GO-JEK. Google, Inc.
  5. Sylke Febrina Laucereno. Gojek-Tokopedia Merger, Ini Jajaran Direksinya. detikcom.
  6. Tim. Asal-usul Nama Goto, Hasil Gojek-Tokopedia Merger. detikcom.
  7. Profil Nadiem Makarim - VIVA. VIVA.co.id. 2016-11-10.
  8. Nadiem Makarim, Lulusan Harvard yang Jadi Juragan Go-Jek - Kompas.com. Kompas.com. 2015-07-28.
  9. Nadiem Makarim, Pendiri dan CEO Gojek Indonesia: Membangkitkan Gairah Usaha Tukang Ojek. Republika Online.
  10. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  11. Jeko I. R. Seluk Beluk Perjalanan Go-Jek Menjadi Startup Unicorn. Liputan6.com.
  12. Jeko I. R. Seluk Beluk Perjalanan Go-Jek Menjadi Startup Unicorn. Liputan6.com.
  13. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  14. KKR, Warburg Pincus, Farallon and Capital Group Private Markets Make Substantial Investment in GO-JEK, Indonesia’s Leading On-Demand Mobile Platform.
  15. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  16. Google Konfirmasi Investasi di Gojek. Selular.ID. 2018-01-29.
  17. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  18. Agnes Savithri. Google Akui Investasi ke Gojek. CNN Indonesia.
  19. Agnes Savithri. Google Akui Investasi ke Gojek. CNN Indonesia.
  20. Berapa Dana Segar yang Diberikan Google untuk Go-Jek?. Kompas.com. 2018-01-30.
  21. Mengapa Astra Suntik Gojek Triliunan Rupiah?. Republika Online.
  22. Tito Bosnia. Nadiem Makarim: Astra Adalah Investor Terbesar Go-Jek. CNBC Indonesia.
  23. Kustin Ayuwuragil. Djarum Akui Ikut Suntik Dana ke Gojek. CNN Indonesia.
  24. Indonesia's Gojek bags investment from Facebook, PayPal. Nikkei Asian Review.
  25. Rohini Mohan. Go-Jek, Karya Anak Bangsa Blasteran India. Tirto.id.
  26. Rohini Mohan. Go-Jek, Karya Anak Bangsa Blasteran India. Tirto.id.
  27. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  28. Susetyo Dwi Prihadi. Perbaiki Sistem IT, Gojek Akuisisi Startup Asal India. CNN Indonesia.
  29. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  30. Agustinus Mario Damar. Go-Jek Kembali Akuisisi Perusahaan Asal India. Liputan6.com.
  31. Damianus Andreas. Evolusi Gojek Sebagai Fintech Lewat Go-Pay. Tirto.id.
  32. Setelah Pianta & Halodoc, Go-Jek Gandeng PonselPay. SWA.co.id. 2016-10-25.
  33. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  34. Setelah Pianta & Halodoc, Gojek Gandeng PonselPay. SWA.co.id. 2016-10-25.
  35. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  36. Kustin Ayuwuragil. Mengenal Sekilas 3 Perusahaan Fintech yang Dicaplok Gojek. CNN Indonesia.
  37. Kustin Ayuwuragil. Perkuat Gopay, Gojek Caplok Kartuku, Midtrans dan Mapan. CNN Indonesia.
  38. Menilik Tiga Fintech yang Diakuisisi Go-Pay. Kompas.com. 2017-12-18.
  39. Kustin Ayuwuragil. Mengenal Sekilas 3 Perusahaan Fintech yang Dicaplok Gojek. CNN Indonesia.
  40. Menilik Tiga Fintech yang Diakuisisi Go-Pay. Kompas.com. 2017-12-18.
  41. Pingit Aria. Dari Pembayaran ke Arisan, Ini Profil 3 Fintech yang Diakuisisi GoJek. Katadata.
  42. Go-Jek Akuisisi Loket, Perkuat Bisnis Ticketing dan Event. marketeers.com.
  43. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  44. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  45. Go-Jek Akuisisi Promogo, Hadirkan 2 Layanan Baru Go-Ice dan Go-Vend. Kompas.com. 2018-09-19.
  46. Muhammad Fikrie. Go-Jek Akuisisi Promogo, Startup Penyedia Iklan di Mobil dan Motor. Kumparan.
  47. GO-JEK Konfirmasi Kehadiran GO-Ventures. dailysocial.id.
  48. Indonesia's Go-Jek invests in online media startup as part of expansion. Reuters.
  49. Gojek Akuisisi Fintech Filipina Senilai Rp1 Triliun. CNN Indonesia.
  50. Cindy Mutia Annur. Gojek Investasi Rp 70 M di Startup Restoran Delivery Rebel Foods India. Katadata. 2019-07-09.
  51. Bersama Gojek, Startup “Cloud Kitchen” Asal India Rebel Foods Siapkan Debut di Indonesia. dailysocial.id.
  52. Cindy Mutia Annur. Disuntik Gojek Rp42 Miliar, Fintech Pluang Buat Produk Investasi Valas. Katadata. 2019-09-18.
  53. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  54. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  55. JNP. Ganti Nama Jadi Go-Viet & GET, Gojek Lakukan Pendekatan Lokal. CNN Indonesia.
  56. Damianus Andreas. Go-Jek Resmi Luncurkan Go-Viet di Vietnam. Tirto.id.
  57. IDN Times. Go-Jek Resmi Berekspansi ke Vietnam. IDN Times.
  58. Adi Fida Rahman. Alasan Go-Jek Ekspansi ke Vietnam dan Pakai Nama Go-Viet. detikcom.
  59. Great potential to help Vietnam realise its digital economy dream.
  60. Biografi Nguyen Vu Duc - CEO GO-VIET yang Lulusan Harvard - SEPOSITIF. SEPOSITIF. 2018-09-24.
  61. Go-Jek Meluncur di Singapura. Kompas.com. 2018-11-29.
  62. https://dunia.tempo.co/read/1163929/resmi-beroperasi-seluruh-wilayah-singapura-gojek-tebar-diskon/full&view=ok
  63. Go-Jek Meluncur di Singapura. Kompas.com. 2018-11-29.
  64. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  65. Jofie Yordan. Go-Jek dan Blue Bird Kolaborasi Luncurkan 'Go Blue Bird'. Kumparan.
  66. Jofie Yordan. Go-Jek dan Blue Bird Kolaborasi Luncurkan 'Go Blue Bird'. Kumparan.
  67. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  68. M. Luthfi Andika. PCX Listrik Buah Kolaborasi Astra-Gojek. detikcom.
  69. Tim Publikasi Katadata. GOFLEET, Solusi Mobilitas Roda Empat Masa Kini. Katadata. 2019-07-22.
  70. Tech in Asia Indonesia - Komunitas Online Startup di Asia. id.techinasia.com.
  71. Mohammad Mamduh. Melihat Makna Solv, Logo Baru GoJek. Medcom.id. 2019-06-23.
  72. The Jakarta Post. Gojek bosses give up 25% of annual salary for drivers, partners as COVID-19 deals blow. The Jakarta Post.
  73. Damianus Andreas. Go-Jek Sumbang Rp8,2 Triliun Per Tahun ke Perekonomian Indonesia. Tirto.id.
  74. Kini GO-JEK Hadir di 167 Kota dan Kabupaten Indonesia.
  75. Ka Lum. Go-Jek’s Thai affiliate GET expands services to 14 Bangkok districts. dealstreetasia.com.
  76. Pengemudinya Diteror, Ini Tanggapan Go-jek. Kompas.com.
  77. Pengemudinya Diteror, Ini Tanggapan Go-jek. Kompas.com.
  78. Eko Prasetya. Resmi, Menteri Jonan larang ojek dan taksi online beroperasi!. Merdeka.com.
  79. Muhamad Agil Aliansyah. Drama 12 jam larangan ojek online Menteri Jonan. Merdeka.com.
  80. Utami Diah Kusumawati. 12 Ribu Lebih Orang Dukung Petisi Tolak Larangan Ojek Daring. CNN Indonesia.
  81. GrabTaxi perkenalkan layanan booking ojek GrabBike di Jakarta.
  82. GrabTaxi perkenalkan layanan booking ojek GrabBike di Jakarta.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29240974 (2026-05-17T18:08:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.