Lompat ke isi

QuarantineChat: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27761613; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''QuarantineChat''' (dalam Bahasa Inggris: Obrolan Karantina) adalah [[layanan jejaring sosial]] berbasis suara [[Multilingualisme|multibahasa]] yang diluncurkan pada 1 Maret 2020 oleh seniman [[multimedia]] Danielle Baskin dan Max Hawkins. Layanan ini merupakan bagian dari DialUp, aplikasi dengan fitur yang sama. Layanan ini dibuat untuk orang-orang yang terjebak di rumah mereka untuk tetap terhubung dengan orang lain di tengah [[pandemi COVID-19]] pada waktu tertentu di pagi dan siang hari. Pada akhir April 2020, dilaporkan QuarantineChat memiliki lebih dari 15.000 pengguna.
'''QuarantineChat''' (dalam Bahasa Inggris: Obrolan Karantina) adalah [[layanan jejaring sosial]] berbasis suara [[Multilingualisme|multibahasa]] yang diluncurkan pada 1 Maret 2020 oleh seniman [[multimedia]] Danielle Baskin dan Max Hawkins.<ref>Devi Lockwood. [https://www.nytimes.com/2020/05/27/arts/quarantinechat-virus.html QuarantineChat Brings Back Spontaneity (and Distraction)]. ''The New York Times''. 2020-05-27.</ref><ref>Michael Schulman. [https://www.newyorker.com/magazine/2020/03/30/quarantinechat-connects-sheltering-strangers QuarantineChat Connects Sheltering Strangers]. ''The New Yorker''.</ref> Layanan ini merupakan bagian dari DialUp, aplikasi dengan fitur yang sama.<ref>[https://www.dhakatribune.com/world/2020/03/13/artists-create-voice-chat-service-to-connect-people-quarantined-during-coronavirus-outbreak QuarantineChat, a voice chat service connecting quarantined people]. ''Dhaka Tribune''. 2020-03-13.</ref> Layanan ini dibuat untuk orang-orang yang terjebak di rumah mereka untuk tetap terhubung dengan orang lain di tengah [[pandemi COVID-19]] pada waktu tertentu di pagi dan siang hari.<ref>Michael Schulman. [https://www.newyorker.com/magazine/2020/03/30/quarantinechat-connects-sheltering-strangers QuarantineChat Connects Sheltering Strangers]. ''The New Yorker''.</ref> Pada akhir April 2020, dilaporkan QuarantineChat memiliki lebih dari 15.000 pengguna.<ref>Devi Lockwood. [https://www.nytimes.com/2020/05/27/arts/quarantinechat-virus.html QuarantineChat Brings Back Spontaneity (and Distraction)]. ''The New York Times''. 2020-05-27.</ref><ref>[https://wtop.com/coronavirus/2020/04/for-those-seeking-socialization-quarantine-chat-app-pairs-strangers-across-the-globe/ For those seeking socialization, Quarantine Chat pairs strangers across the globe]. ''WTOP''. 2020-04-29.</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Hawkins membuat gambaran awal layanannya pada tahun 2012 bernama Call in the Night, yang menghubungkan orang-orang di zona waktu yang sama antara jam 2 dan jam 5 pagi untuk "percakapan tentang mimpi." Baskin dan Hawkins bertemu di sebuah pesta [[Halloween]], di mana Baskin memberi Hawkins bacaan [[tarot]], yang berbunyi, menurut Baskin, bahwa mereka tertarik pada "hal-hal teleponan," yang kemungkinan memotivasikan Hawkins untuk membagikan idenya. Pada 2019, mereka meluncurkan aplikasi DialUp.
Hawkins membuat gambaran awal layanannya pada tahun 2012 bernama Call in the Night, yang menghubungkan orang-orang di zona waktu yang sama antara jam 2 dan jam 5 pagi untuk "percakapan tentang mimpi."<ref>Devi Lockwood. [https://www.nytimes.com/2020/05/27/arts/quarantinechat-virus.html QuarantineChat Brings Back Spontaneity (and Distraction)]. ''The New York Times''. 2020-05-27.</ref> Baskin dan Hawkins bertemu di sebuah pesta [[Halloween]], di mana Baskin memberi Hawkins bacaan [[tarot]], yang berbunyi, menurut Baskin, bahwa mereka tertarik pada "hal-hal teleponan,"<ref>Michael Schulman. [https://www.newyorker.com/magazine/2020/03/30/quarantinechat-connects-sheltering-strangers QuarantineChat Connects Sheltering Strangers]. ''The New Yorker''.</ref> yang kemungkinan memotivasikan Hawkins untuk membagikan idenya. Pada 2019, mereka meluncurkan aplikasi DialUp.<ref>Michael Schulman. [https://www.newyorker.com/magazine/2020/03/30/quarantinechat-connects-sheltering-strangers QuarantineChat Connects Sheltering Strangers]. ''The New Yorker''.</ref>


Setahun kemudian, ketika [[Penyakit koronavirus 2019|COVID-19]] menyebar dengan cepat di [[Republik Rakyat Tiongkok|Tiongkok]], pacar Hawkins berbicara tentang kebosanan saat [[Perintah untuk tinggal di rumah|tinggal di rumah]], yang memotivasikan Hawkins dan Baskin untuk membuat QuarantineChat. Layanan ini kemudian diluncurkan pada 1 Maret. Dia berharap bahwa layanan "membawa keajaiban dan kebetulan ke realitas baru di mana ribuan orang terjebak di dalam sendirian untuk bulan depan." Baskin, melalui ''[[Business Insider]] Australia'', mengatakan bahwa tujuan dari layanan ini adalah untuk "menyatukan orang menggunakan humor."
Setahun kemudian, ketika [[Penyakit koronavirus 2019|COVID-19]] menyebar dengan cepat di [[Republik Rakyat Tiongkok|Tiongkok]], pacar Hawkins berbicara tentang kebosanan saat [[Perintah untuk tinggal di rumah|tinggal di rumah]],<ref>Michael Schulman. [https://www.newyorker.com/magazine/2020/03/30/quarantinechat-connects-sheltering-strangers QuarantineChat Connects Sheltering Strangers]. ''The New Yorker''.</ref> yang memotivasikan Hawkins dan Baskin untuk membuat QuarantineChat. Layanan ini kemudian diluncurkan pada 1 Maret. Dia berharap bahwa layanan "membawa keajaiban dan kebetulan ke realitas baru di mana ribuan orang terjebak di dalam sendirian untuk bulan depan."<ref>[https://news.artnet.com/art-world/artists-quarantine-chat-1800033 A Pair of Inventive Artists Developed an App That Enables Strangers in Quarantine All Over the World to Talk to Each Other]. ''artnet News''. 2020-03-11.</ref> Baskin, melalui ''[[Business Insider]] Australia'', mengatakan bahwa tujuan dari layanan ini adalah untuk "menyatukan orang menggunakan humor."<ref>Canela López. [https://www.businessinsider.com.au/quarantinechat-will-connect-lonely-people-during-coronavirus-outbreak-2020-3 Artists created a voice chat service to connect lonely people quarantined during the coronavirus outbreak]. ''Business Insider Australia''. 2020-03-10.</ref>


Kenaikan penggunaan terlihat di [[Iran]], [[Hong Kong]], [[Portugal]], dan [[London]], dengan sebagian besar pengguna berdasarkan zona waktu berada di [[Waktu Standar Pasifik|Pasifik]] dan [[Waktu Standar Iran]]. Pada 11 Maret, ada 70 pengguna yang terdeteksi, dan melonjak menjadi 15.000 pada 27 Mei.
Kenaikan penggunaan terlihat di [[Iran]], [[Hong Kong]], [[Portugal]], dan [[London]],<ref>Michael Schulman. [https://www.newyorker.com/magazine/2020/03/30/quarantinechat-connects-sheltering-strangers QuarantineChat Connects Sheltering Strangers]. ''The New Yorker''.</ref> dengan sebagian besar pengguna berdasarkan zona waktu berada di [[Waktu Standar Pasifik|Pasifik]] dan [[Waktu Standar Iran]].<ref>[https://news.artnet.com/art-world/artists-quarantine-chat-1800033 A Pair of Inventive Artists Developed an App That Enables Strangers in Quarantine All Over the World to Talk to Each Other]. ''artnet News''. 2020-03-11.</ref> Pada 11 Maret, ada 70 pengguna yang terdeteksi,<ref>[https://news.artnet.com/art-world/artists-quarantine-chat-1800033 A Pair of Inventive Artists Developed an App That Enables Strangers in Quarantine All Over the World to Talk to Each Other]. ''artnet News''. 2020-03-11.</ref> dan melonjak menjadi 15.000 pada 27 Mei.<ref>Devi Lockwood. [https://www.nytimes.com/2020/05/27/arts/quarantinechat-virus.html QuarantineChat Brings Back Spontaneity (and Distraction)]. ''The New York Times''. 2020-05-27.</ref>


== Teknik ==
== Teknik ==
Pengguna harus mendaftarkan nomor telepon mereka melalui situs web QuarantineChat. Mereka kemudian harus mengunduh aplikasi DialUp melalui [[App Store (iOS)|App Store]] atau [[Google Play|Play Store]], tergantung pada [[sistem operasi]] perangkat mereka. Setelah pengguna membuka aplikasi, mereka harus me-''redeem'' undangan yang diberikan, dan sebuah peringatan akan muncul, menjelaskan cara kerja QuarantineChat. Pengguna juga dapat memilih tema percakapan, sehingga sistem dapat menghubungkan pengguna dengan minat yang sama. Sebelum panggilan acak tiba, aplikasi akan memberi tahu pengguna melalui pesan yang telah direkam. Terkadang sebuah topik percakapan akan diberikan. Setelah panggilan masuk, pengguna mengetuk tombol panggil dan akan dapat memanggil orang asing acak. Jika ponsel pengguna tidak aktif, sistem akan mengalihkan panggilan ke pengguna lain.
Pengguna harus mendaftarkan nomor telepon mereka melalui situs web QuarantineChat. Mereka kemudian harus mengunduh aplikasi DialUp melalui [[App Store (iOS)|App Store]] atau [[Google Play|Play Store]], tergantung pada [[sistem operasi]] perangkat mereka. Setelah pengguna membuka aplikasi, mereka harus me-''redeem'' undangan yang diberikan, dan sebuah peringatan akan muncul, menjelaskan cara kerja QuarantineChat. Pengguna juga dapat memilih tema percakapan, sehingga sistem dapat menghubungkan pengguna dengan minat yang sama.<ref>[https://www.youtube.com/watch?v=RUWOCAlFwpI New App, QuarantineChat, Connects People Amid Social Distancing].</ref> Sebelum panggilan acak tiba, aplikasi akan memberi tahu pengguna melalui pesan yang telah direkam.<ref>[https://www.dailydot.com/irl/quarantinechat-coronavirus-app/ This app is connecting lonely people under coronavirus quarantine]. ''The Daily Dot''. 2020-03-04.</ref> Terkadang sebuah topik percakapan akan diberikan.<ref>Michael Schulman. [https://www.newyorker.com/magazine/2020/03/30/quarantinechat-connects-sheltering-strangers QuarantineChat Connects Sheltering Strangers]. ''The New Yorker''.</ref> Setelah panggilan masuk, pengguna mengetuk tombol panggil dan akan dapat memanggil orang asing acak. Jika ponsel pengguna tidak aktif, sistem akan mengalihkan panggilan ke pengguna lain.<ref>[https://laughingsquid.com/quarantinechat/ QuarantineChat, An Encrypted Phone Service That Connects Quarantined People With Each Other]. ''Laughing Squid''. 2020-03-16.</ref>


== Tanggapan ==
== Tanggapan ==
Layanan ini mendapat ulasan positif secara umum. Situs web teknologi ''Gadgets360'' menyatakan bahwa "[QuarantineChat] menyimulasikan keajaiban melakukan percakapan kejutan dengan orang asing, yang terjebak di rumah juga karena epidemi virus ini." ''[[The New York Times]]'' menyatakan, "Setiap percakapan memberiku ilusi mengambang, bahkan singkat, ke dalam arus kehidupan orang lain. Percakapan itu, sebagian besar, tanpa usaha, tidak penting. Aku tidak tahu kapan mereka akan datang, dan aku tak tahu ke mana mereka akan pergi. Ketika saya menutup telepon, aku merasa diluar." Anna Iovine dari ''[[Mashable]]'' menyatakan, "Mungkin ada hari-hari saya tidak mengangkat telepon [...], tetapi memiliki pilihan untuk bertemu seseorang yang baru di saat saya tidak dapat bertemu ''siapa pun'' adalah sebuah anugerah." Seorang reporter [[CBS News]] menunjukkan keraguan tentang apakah QuarantineChat akan menjadi populer, dengan mengatakan "Di [[Instagram]], kita semua berteman dengan orang-orang yang bahkan tidak kita kenal. Jadi saya tidak berpikir itu akan menjadi perbedaan yang besar."
Layanan ini mendapat ulasan positif secara umum. Situs web teknologi ''Gadgets360'' menyatakan bahwa "[QuarantineChat] menyimulasikan keajaiban melakukan percakapan kejutan dengan orang asing, yang terjebak di rumah juga karena epidemi virus ini."<ref>[https://gadgets.ndtv.com/apps/features/coronavirus-lockdown-apps-to-help-you-stay-connected-survive-outbreak-2199402 Apps to Help You Stay Connected (Survive) During Coronavirus Lockdown]. ''NDTV Gadgets 360''.</ref> ''[[The New York Times]]'' menyatakan, "Setiap percakapan memberiku ilusi mengambang, bahkan singkat, ke dalam arus kehidupan orang lain. Percakapan itu, sebagian besar, tanpa usaha, tidak penting. Aku tidak tahu kapan mereka akan datang, dan aku tak tahu ke mana mereka akan pergi. Ketika saya menutup telepon, aku merasa diluar."<ref>Devi Lockwood. [https://www.nytimes.com/2020/05/27/arts/quarantinechat-virus.html QuarantineChat Brings Back Spontaneity (and Distraction)]. ''The New York Times''. 2020-05-27.</ref> Anna Iovine dari ''[[Mashable]]'' menyatakan, "Mungkin ada hari-hari saya tidak mengangkat telepon [...], tetapi memiliki pilihan untuk bertemu seseorang yang baru di saat saya tidak dapat bertemu ''siapa pun'' adalah sebuah anugerah."<ref>Anna Iovine 3 months. [https://pk.mashable.com/culture/2076/quarantinechat-is-here-to-help-us-survive-social-distancing QuarantineChat is here to help us survive social distancing]. ''Mashable Pakistan''. 2020-03-23.</ref> Seorang reporter [[CBS News]] menunjukkan keraguan tentang apakah QuarantineChat akan menjadi populer, dengan mengatakan "Di [[Instagram]], kita semua berteman dengan orang-orang yang bahkan tidak kita kenal. Jadi saya tidak berpikir itu akan menjadi perbedaan yang besar."<ref>[https://www.youtube.com/watch?v=RUWOCAlFwpI New App, QuarantineChat, Connects People Amid Social Distancing].</ref>


Melalui publikasi online ''Built In,'' Hawkins mengatakan bahwa "Lebih banyak pengguna telah melaporkan bahwa kurangnya video[<nowiki/>[[Videotelefoni|telefoni]]] membebaskan mereka dari realita bergambar."
Melalui publikasi online ''Built In,'' Hawkins mengatakan bahwa "Lebih banyak pengguna telah melaporkan bahwa kurangnya video[<nowiki/>[[Videotelefoni|telefoni]]] membebaskan mereka dari realita bergambar."<ref>[https://builtin.com/founders-entrepreneurship/quarantinechat-dialup QuarantineChat Is Keeping Chance Encounters Alive in the Age of Distancing]. ''Built In''.</ref>


Layanan ini juga telah diverifikasi oleh [[Psikologi klinis|psikolog klinis]] Feinberg School of Medicine, Nancy Molitor, dengan menyatakan, "Saya pikir [aplikasi QuarantineChat] memang cara yang sangat menarik dan berpotensi sangat efektif untuk membantu orang yang terisolasi, hidup sendirian, dan yang jauh dari rumah, mengatasi kesepian dan kecemasan dikarantina."
Layanan ini juga telah diverifikasi oleh [[Psikologi klinis|psikolog klinis]] Feinberg School of Medicine, Nancy Molitor, dengan menyatakan, "Saya pikir [aplikasi QuarantineChat] memang cara yang sangat menarik dan berpotensi sangat efektif untuk membantu orang yang terisolasi, hidup sendirian, dan yang jauh dari rumah, mengatasi kesepian dan kecemasan dikarantina."<ref>[https://www.healthline.com/health-news/quarantine-chat-app-may-help-relieve-loneliness-during-covid-19-outbreak Chat App Can Help Relieve Loneliness During COVID-19 Outbreak]. ''Healthline''. 2020-03-18.</ref>


== Lihat juga ==
== Lihat juga ==
* [[Kesehatan mental ditengah pandemi COVID-19]]
* [[Kesehatan mental ditengah pandemi COVID-19]]
* [[Hubungan jarak jauh]]
* [[Hubungan jarak jauh]]
== Referensi ==


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [https://quarantinechat.com/ Situs web resmi QuarantineChat]
* [https://quarantinechat.com/ Situs web resmi QuarantineChat]


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=QuarantineChat&oldid=27761613 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27761613 (2025-08-31T07:40:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=QuarantineChat&oldid=27761613 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27761613 (2025-08-31T07:40:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 18.00

QuarantineChat (dalam Bahasa Inggris: Obrolan Karantina) adalah layanan jejaring sosial berbasis suara multibahasa yang diluncurkan pada 1 Maret 2020 oleh seniman multimedia Danielle Baskin dan Max Hawkins.[1][2] Layanan ini merupakan bagian dari DialUp, aplikasi dengan fitur yang sama.[3] Layanan ini dibuat untuk orang-orang yang terjebak di rumah mereka untuk tetap terhubung dengan orang lain di tengah pandemi COVID-19 pada waktu tertentu di pagi dan siang hari.[4] Pada akhir April 2020, dilaporkan QuarantineChat memiliki lebih dari 15.000 pengguna.[5][6]

Sejarah

Hawkins membuat gambaran awal layanannya pada tahun 2012 bernama Call in the Night, yang menghubungkan orang-orang di zona waktu yang sama antara jam 2 dan jam 5 pagi untuk "percakapan tentang mimpi."[7] Baskin dan Hawkins bertemu di sebuah pesta Halloween, di mana Baskin memberi Hawkins bacaan tarot, yang berbunyi, menurut Baskin, bahwa mereka tertarik pada "hal-hal teleponan,"[8] yang kemungkinan memotivasikan Hawkins untuk membagikan idenya. Pada 2019, mereka meluncurkan aplikasi DialUp.[9]

Setahun kemudian, ketika COVID-19 menyebar dengan cepat di Tiongkok, pacar Hawkins berbicara tentang kebosanan saat tinggal di rumah,[10] yang memotivasikan Hawkins dan Baskin untuk membuat QuarantineChat. Layanan ini kemudian diluncurkan pada 1 Maret. Dia berharap bahwa layanan "membawa keajaiban dan kebetulan ke realitas baru di mana ribuan orang terjebak di dalam sendirian untuk bulan depan."[11] Baskin, melalui Business Insider Australia, mengatakan bahwa tujuan dari layanan ini adalah untuk "menyatukan orang menggunakan humor."[12]

Kenaikan penggunaan terlihat di Iran, Hong Kong, Portugal, dan London,[13] dengan sebagian besar pengguna berdasarkan zona waktu berada di Pasifik dan Waktu Standar Iran.[14] Pada 11 Maret, ada 70 pengguna yang terdeteksi,[15] dan melonjak menjadi 15.000 pada 27 Mei.[16]

Teknik

Pengguna harus mendaftarkan nomor telepon mereka melalui situs web QuarantineChat. Mereka kemudian harus mengunduh aplikasi DialUp melalui App Store atau Play Store, tergantung pada sistem operasi perangkat mereka. Setelah pengguna membuka aplikasi, mereka harus me-redeem undangan yang diberikan, dan sebuah peringatan akan muncul, menjelaskan cara kerja QuarantineChat. Pengguna juga dapat memilih tema percakapan, sehingga sistem dapat menghubungkan pengguna dengan minat yang sama.[17] Sebelum panggilan acak tiba, aplikasi akan memberi tahu pengguna melalui pesan yang telah direkam.[18] Terkadang sebuah topik percakapan akan diberikan.[19] Setelah panggilan masuk, pengguna mengetuk tombol panggil dan akan dapat memanggil orang asing acak. Jika ponsel pengguna tidak aktif, sistem akan mengalihkan panggilan ke pengguna lain.[20]

Tanggapan

Layanan ini mendapat ulasan positif secara umum. Situs web teknologi Gadgets360 menyatakan bahwa "[QuarantineChat] menyimulasikan keajaiban melakukan percakapan kejutan dengan orang asing, yang terjebak di rumah juga karena epidemi virus ini."[21] The New York Times menyatakan, "Setiap percakapan memberiku ilusi mengambang, bahkan singkat, ke dalam arus kehidupan orang lain. Percakapan itu, sebagian besar, tanpa usaha, tidak penting. Aku tidak tahu kapan mereka akan datang, dan aku tak tahu ke mana mereka akan pergi. Ketika saya menutup telepon, aku merasa diluar."[22] Anna Iovine dari Mashable menyatakan, "Mungkin ada hari-hari saya tidak mengangkat telepon [...], tetapi memiliki pilihan untuk bertemu seseorang yang baru di saat saya tidak dapat bertemu siapa pun adalah sebuah anugerah."[23] Seorang reporter CBS News menunjukkan keraguan tentang apakah QuarantineChat akan menjadi populer, dengan mengatakan "Di Instagram, kita semua berteman dengan orang-orang yang bahkan tidak kita kenal. Jadi saya tidak berpikir itu akan menjadi perbedaan yang besar."[24]

Melalui publikasi online Built In, Hawkins mengatakan bahwa "Lebih banyak pengguna telah melaporkan bahwa kurangnya video[telefoni] membebaskan mereka dari realita bergambar."[25]

Layanan ini juga telah diverifikasi oleh psikolog klinis Feinberg School of Medicine, Nancy Molitor, dengan menyatakan, "Saya pikir [aplikasi QuarantineChat] memang cara yang sangat menarik dan berpotensi sangat efektif untuk membantu orang yang terisolasi, hidup sendirian, dan yang jauh dari rumah, mengatasi kesepian dan kecemasan dikarantina."[26]

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. Devi Lockwood. QuarantineChat Brings Back Spontaneity (and Distraction). The New York Times. 2020-05-27.
  2. Michael Schulman. QuarantineChat Connects Sheltering Strangers. The New Yorker.
  3. QuarantineChat, a voice chat service connecting quarantined people. Dhaka Tribune. 2020-03-13.
  4. Michael Schulman. QuarantineChat Connects Sheltering Strangers. The New Yorker.
  5. Devi Lockwood. QuarantineChat Brings Back Spontaneity (and Distraction). The New York Times. 2020-05-27.
  6. For those seeking socialization, Quarantine Chat pairs strangers across the globe. WTOP. 2020-04-29.
  7. Devi Lockwood. QuarantineChat Brings Back Spontaneity (and Distraction). The New York Times. 2020-05-27.
  8. Michael Schulman. QuarantineChat Connects Sheltering Strangers. The New Yorker.
  9. Michael Schulman. QuarantineChat Connects Sheltering Strangers. The New Yorker.
  10. Michael Schulman. QuarantineChat Connects Sheltering Strangers. The New Yorker.
  11. A Pair of Inventive Artists Developed an App That Enables Strangers in Quarantine All Over the World to Talk to Each Other. artnet News. 2020-03-11.
  12. Canela López. Artists created a voice chat service to connect lonely people quarantined during the coronavirus outbreak. Business Insider Australia. 2020-03-10.
  13. Michael Schulman. QuarantineChat Connects Sheltering Strangers. The New Yorker.
  14. A Pair of Inventive Artists Developed an App That Enables Strangers in Quarantine All Over the World to Talk to Each Other. artnet News. 2020-03-11.
  15. A Pair of Inventive Artists Developed an App That Enables Strangers in Quarantine All Over the World to Talk to Each Other. artnet News. 2020-03-11.
  16. Devi Lockwood. QuarantineChat Brings Back Spontaneity (and Distraction). The New York Times. 2020-05-27.
  17. New App, QuarantineChat, Connects People Amid Social Distancing.
  18. This app is connecting lonely people under coronavirus quarantine. The Daily Dot. 2020-03-04.
  19. Michael Schulman. QuarantineChat Connects Sheltering Strangers. The New Yorker.
  20. QuarantineChat, An Encrypted Phone Service That Connects Quarantined People With Each Other. Laughing Squid. 2020-03-16.
  21. Apps to Help You Stay Connected (Survive) During Coronavirus Lockdown. NDTV Gadgets 360.
  22. Devi Lockwood. QuarantineChat Brings Back Spontaneity (and Distraction). The New York Times. 2020-05-27.
  23. Anna Iovine 3 months. QuarantineChat is here to help us survive social distancing. Mashable Pakistan. 2020-03-23.
  24. New App, QuarantineChat, Connects People Amid Social Distancing.
  25. QuarantineChat Is Keeping Chance Encounters Alive in the Age of Distancing. Built In.
  26. Chat App Can Help Relieve Loneliness During COVID-19 Outbreak. Healthline. 2020-03-18.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27761613 (2025-08-31T07:40:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.