Lompat ke isi

Sejarah perkembangan sistem komputer: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29014390; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
[[File:Computer.svg|thumb|right|280px|Komputer]]
komputer pertama kali ditemukan oleh [[Charles Babbage]] pada abad ke 19, ketika Charles Babbage mencoba untuk mendesain komputer mekanik yang bernama mesin analtikal.
komputer pertama kali ditemukan oleh [[Charles Babbage]] pada abad ke 19, ketika Charles Babbage mencoba untuk mendesain komputer mekanik yang bernama mesin analtikal.
'''Sejarah perkembangan sistem komputer''' adalah sejarah yang terkait dengan perkembangan [[sistem operasi]], di mana dapat dikelompokan menjadi lima kurun waktu (generasi).
'''Sejarah perkembangan sistem komputer''' adalah sejarah yang terkait dengan perkembangan [[sistem operasi]], di mana dapat dikelompokan menjadi lima kurun waktu (generasi).<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref>


== Generasi Pertama(1945-1955) ==
== Generasi Pertama(1945-1955) ==
[[Generasi]] ini merupakan awal pengembangan sistem komputasi elektronik, mengganti gagasan-gagasan mesin komputasi mekanis.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> Manusia memerlukan perangkat [[komputasi]] untuk mengatasi keterbatasannya dalam melakukan komputasi.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> Manusia mempunyai keterbatasan dalam komputasi, yaitu:
* Kecepatan penghitung manusia terbatas.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref>
* Manusia sangat mudah membuat kesalahan.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref>


[[Generasi]] ini merupakan awal pengembangan sistem komputasi elektronik, mengganti gagasan-gagasan mesin komputasi mekanis. Manusia memerlukan perangkat [[komputasi]] untuk mengatasi keterbatasannya dalam melakukan komputasi. Manusia mempunyai keterbatasan dalam komputasi, yaitu:
Upaya manusia untuk meningkatkan kemampuan komputasinya telah dimulai sejak awal peradaban manusia.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> Mulai dari merekam dengan tumpukan batu, potongan batang, [[Swipoa|sempoa]], serta cara-cara mekanis seperti mesin hitung buatan [[Blaise Pascal]].<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> Sebelum penciptaan komputer elektronik, manusia telah berusaha membuat komputer mekanis yaitu komputer yang memanfaatkan gerak dari benda-benda masif, tidak sampai level [[elektron]] serta tidak memanfaatkan [[listrik]] sebagai pembangkitnya.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> Komputer mekanis ini mempunyai banyak keterbatasan yang menyebabkan kegagalan.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> Komputer mekanis mempunyai dua penyebab kelemahan, yaitu:
* Kecepatan penghitung manusia terbatas.
* Kecepatan komputasi dibatasi inersia bagian-bagian yang bergerak.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref>
* Manusia sangat mudah membuat kesalahan.
* Transmisi informasi alat-alat mekanis tidak praktis, susah dipakai serta tidak andal.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref>


Upaya manusia untuk meningkatkan kemampuan komputasinya telah dimulai sejak awal peradaban manusia. Mulai dari merekam dengan tumpukan batu, potongan batang, [[Swipoa|sempoa]], serta cara-cara mekanis seperti mesin hitung buatan [[Blaise Pascal]]. Sebelum penciptaan komputer elektronik, manusia telah berusaha membuat komputer mekanis yaitu komputer yang memanfaatkan gerak dari benda-benda masif, tidak sampai level [[elektron]] serta tidak memanfaatkan [[listrik]] sebagai pembangkitnya. Komputer mekanis ini mempunyai banyak keterbatasan yang menyebabkan kegagalan. Komputer mekanis mempunyai dua penyebab kelemahan, yaitu:
Pada generasi pertama ini belum ada sistem operasi. Sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref>
* Kecepatan komputasi dibatasi inersia bagian-bagian yang bergerak.
* Transmisi informasi alat-alat mekanis tidak praktis, susah dipakai serta tidak andal.
 
Pada generasi pertama ini belum ada sistem operasi. Sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.


== Generasi Kedua(1955-1965) ==
== Generasi Kedua(1955-1965) ==
Komputer generasi kedua ini merupakan batch processing system.
Komputer generasi kedua ini merupakan batch processing system.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref>
* Batch Processing System
* Batch Processing System
Tugas-tugas dikumpulkan di dalam satu rangkaian kemudian dieksekusi secara berurutan. Pada generasi ini, tugas-tugas adalah program-program yang harus dikerjakan oleh komputer. program-program itu dituliskan di tape.
Tugas-tugas dikumpulkan di dalam satu rangkaian kemudian dieksekusi secara berurutan.<ref>Iwan Binanto. ''Sistem Operasi''. Andi. 2005. hlm. 24-33.</ref> Pada generasi ini, tugas-tugas adalah program-program yang harus dikerjakan oleh komputer.<ref>Iwan Binanto. ''Sistem Operasi''. Andi. 2005. hlm. 24-33.</ref> program-program itu dituliskan di tape.<ref>Iwan Binanto. ''Sistem Operasi''. Andi. 2005. hlm. 24-33.</ref>


Pada awal generasi ini, sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi dasar sistem operasi telah ada misalnya [[FMS]] (Fortran Monitoring System) dan [[IBSYS]] yang memberikan layanan [[perangkat keras]] merupakan bagian fungsi dari sistem operasi modern. Pada tahun 1964, [[IBM]] mengeluarkan komputer keluarga [[System/360]]. Komputer S/360 dirancang agar kompatibel secara perangkat keras yang merupakan bagian dari sistem operasi OS/360. System 360 berevolusi menjadi [[System 370]].
Pada awal generasi ini, sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi dasar sistem operasi telah ada misalnya [[FMS]] (Fortran Monitoring System) dan [[IBSYS]] yang memberikan layanan [[perangkat keras]] merupakan bagian fungsi dari sistem operasi modern.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> Pada tahun 1964, [[IBM]] mengeluarkan komputer keluarga [[System/360]].<ref>Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. ''Sistem Operasi''. Andi. 2010. hlm. 68-72.</ref> Komputer S/360 dirancang agar kompatibel secara perangkat keras yang merupakan bagian dari sistem operasi OS/360.<ref>Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. ''Sistem Operasi''. Andi. 2010. hlm. 68-72.</ref> System 360 berevolusi menjadi [[System 370]].<ref>Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. ''Sistem Operasi''. Andi. 2010. hlm. 68-72.</ref>


== Generasi Ketiga(1965-1980) ==
== Generasi Ketiga(1965-1980) ==
Perkembangan berlanjut, sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai interaktif sekaligus. Pemakai-pemakai interaktif berkomunikasi dengan komputer lewat terminal secara online (yang dihubungkan secara langsung) kesatu komputer. Sistem komputer menjadi:
Perkembangan berlanjut, sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai interaktif sekaligus.<ref>Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. ''Sistem Operasi''. Andi. 2010. hlm. 68-72.</ref> Pemakai-pemakai interaktif berkomunikasi dengan komputer lewat terminal secara online (yang dihubungkan secara langsung) kesatu komputer.<ref>Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. ''Sistem Operasi''. Andi. 2010. hlm. 68-72.</ref> Sistem komputer menjadi:
# Multiuser, yaitu sekaligus digunakan banyak orang.
# Multiuser, yaitu sekaligus digunakan banyak orang.<ref>Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. ''Sistem Operasi''. Andi. 2010. hlm. 68-72.</ref>
# Multiprogramming, yaitu sekaligus melayani banyak program.
# Multiprogramming, yaitu sekaligus melayani banyak program.<ref>Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. ''Sistem Operasi''. Andi. 2010. hlm. 68-72.</ref>


* Multiuser
* Multiuser
Dengan adanya kemampuan multiuser, membuat para pemakai yang berinteraksi langsung dengan komputer dapat sekaligus banyak dalam menggunakan komputer. Tetapi disatu sisi komputer harus menanggapi permintaan-permintaan pemakai secara cepat atau akan menyebabkan produktivitas pemakai menurun. Untuk kebutuhan itu dikembangkan timesharing.
Dengan adanya kemampuan multiuser, membuat para pemakai yang berinteraksi langsung dengan komputer dapat sekaligus banyak dalam menggunakan komputer.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> Tetapi disatu sisi komputer harus menanggapi permintaan-permintaan pemakai secara cepat atau akan menyebabkan produktivitas pemakai menurun.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> Untuk kebutuhan itu dikembangkan timesharing.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref>


* Multiprogramming
* Multiprogramming
Multiprogramming berarti komputer melayani banyak tugas atau proses (program yang dijalankan) sekaligus pada satu waktu. Teknik Multiprogramming meningkatkan utilisasi pemroses dengan mengorganisasikan semua tugas, dalam hal ini pemroses selalu mempunyai satu tugas yang harus dieksekusi. Teknik ini meningkatkan efisiensi pemroses. Teknik multiprogramming dilakukan dengan mempartisi memori menjadi beberapa bagian. Satu bagian memori berisi satu tugas berbeda. Sistem operasi menyimpan beberapa tugas di memori secara simultan. Saat satu tugas menunggu operasi masukkan atau keluaran diselesaikan, tugas lain menggunakan pemroses. Teknik ini memerlukan perangkat keras khusus untuk mencegah satu tugas menggangu tugas lain.
Multiprogramming berarti komputer melayani banyak tugas atau proses (program yang dijalankan) sekaligus pada satu waktu.<ref>Kusnadi DKK. ''Sistem Operasi''. Andi. 2008. hlm. 26-38.</ref> Teknik Multiprogramming meningkatkan utilisasi pemroses dengan mengorganisasikan semua tugas, dalam hal ini pemroses selalu mempunyai satu tugas yang harus dieksekusi.<ref>Kusnadi DKK. ''Sistem Operasi''. Andi. 2008. hlm. 26-38.</ref> Teknik ini meningkatkan efisiensi pemroses.<ref>Kusnadi DKK. ''Sistem Operasi''. Andi. 2008. hlm. 26-38.</ref> Teknik multiprogramming dilakukan dengan mempartisi memori menjadi beberapa bagian.<ref>Kusnadi DKK. ''Sistem Operasi''. Andi. 2008. hlm. 26-38.</ref> Satu bagian memori berisi satu tugas berbeda.<ref>Kusnadi DKK. ''Sistem Operasi''. Andi. 2008. hlm. 26-38.</ref> Sistem operasi menyimpan beberapa tugas di memori secara simultan.<ref>Kusnadi DKK. ''Sistem Operasi''. Andi. 2008. hlm. 26-38.</ref> Saat satu tugas menunggu operasi masukkan atau keluaran diselesaikan, tugas lain menggunakan pemroses.<ref>Kusnadi DKK. ''Sistem Operasi''. Andi. 2008. hlm. 26-38.</ref> Teknik ini memerlukan perangkat keras khusus untuk mencegah satu tugas menggangu tugas lain.<ref>Kusnadi DKK. ''Sistem Operasi''. Andi. 2008. hlm. 26-38.</ref>


* Timesharing
* Timesharing
Timesharing merupakan varian dari multiprogramming, yakni tiap pemakai satu terminal [[online]]. Pemroses hanya memberi layanan pada pemakai-pemakai aktif dengan bergantian secara cepat. Pemakai-pemakai itu akan merasa dilayani secara terus-menerus, padahal sebenarnya digilir satu per satuan waktu yang singkat. Efek ini biasa disebut [[pseudoparallelism]], yaitu efek seolah-olah terdapat banyak komputer paralel yang melayani banyak pemakai. Karena sumber daya lambat yang digunakan bersama sering menimbulkan [[bottleneck]], maka dikembangkan teknik Spooling.
Timesharing merupakan varian dari multiprogramming, yakni tiap pemakai satu terminal [[online]].<ref>Iwan Binanto. ''Sistem Operasi''. Andi. 2005. hlm. 24-33.</ref> Pemroses hanya memberi layanan pada pemakai-pemakai aktif dengan bergantian secara cepat.<ref>Iwan Binanto. ''Sistem Operasi''. Andi. 2005. hlm. 24-33.</ref> Pemakai-pemakai itu akan merasa dilayani secara terus-menerus, padahal sebenarnya digilir satu per satuan waktu yang singkat.<ref>Iwan Binanto. ''Sistem Operasi''. Andi. 2005. hlm. 24-33.</ref> Efek ini biasa disebut [[pseudoparallelism]], yaitu efek seolah-olah terdapat banyak komputer paralel yang melayani banyak pemakai.<ref>Iwan Binanto. ''Sistem Operasi''. Andi. 2005. hlm. 24-33.</ref> Karena sumber daya lambat yang digunakan bersama sering menimbulkan [[bottleneck]], maka dikembangkan teknik Spooling.<ref>Iwan Binanto. ''Sistem Operasi''. Andi. 2005. hlm. 24-33.</ref>


* Spooling
* Spooling
Teknik Spooling adalah membuat peripheral seolah-olah dapat digunakan bersama-sama sekaligus pada saat yang sama, dapat diakses secara simultan. Teknik ini dilakukan dengan cara menyediakan beberapa partisi memori. Saat terdapat permintaan layanan peripheral, permintaan langsung diterima dan data untuk layanan itu lebih dulu disimpan di memori yang disediakan. Kemudian layanan-layanan untuk permintaan-permintaan yang diantrekan dijadwalkan agar secara nyata dilayani oleh peripheral.
Teknik Spooling adalah membuat peripheral seolah-olah dapat digunakan bersama-sama sekaligus pada saat yang sama, dapat diakses secara simultan.<ref>Iwan Binanto. ''Sistem Operasi''. Andi. 2005. hlm. 24-33.</ref> Teknik ini dilakukan dengan cara menyediakan beberapa partisi memori.<ref>Iwan Binanto. ''Sistem Operasi''. Andi. 2005. hlm. 24-33.</ref> Saat terdapat permintaan layanan peripheral, permintaan langsung diterima dan data untuk layanan itu lebih dulu disimpan di memori yang disediakan.<ref>Iwan Binanto. ''Sistem Operasi''. Andi. 2005. hlm. 24-33.</ref> Kemudian layanan-layanan untuk permintaan-permintaan yang diantrekan dijadwalkan agar secara nyata dilayani oleh peripheral.<ref>Iwan Binanto. ''Sistem Operasi''. Andi. 2005. hlm. 24-33.</ref>


== Generasi Keempat(1980-2000AN) ==
== Generasi Keempat(1980-2000AN) ==
Pada generasi keempat ini, sistem operasi tidak lagi hanya diperutukan untuk satu mode pengolahan, tetapi telah ditujukan untuk banyak mode pengolahan, misalnya mendukung batch processing, timesharing, networking dan (soft) realtime applications sekaligus. Hanya hard real-time applications sulit disatukan dengan mode-mode pengolahan yang lainnya karena berisiko tinggi. Pada generasi ini, kenyamanan mengoperasikan sistem komputer juga dinilai penting. Komputer yang makin ampuh telah sanggup memberi antar muka grafis yang nyaman. Komputer [[desktop]] dinyamankan dengan [[GUI]] (Graphical User Interface). GUI ini dimulai X [[Windows System]] hasil penelitian di [[MIT]], kemudian [[Macintosh]], [[Sun View]], disusul [[Microsoft Windows]].
Pada generasi keempat ini, sistem operasi tidak lagi hanya diperutukan untuk satu mode pengolahan, tetapi telah ditujukan untuk banyak mode pengolahan, misalnya mendukung batch processing, timesharing, networking dan (soft) realtime applications sekaligus.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> Hanya hard real-time applications sulit disatukan dengan mode-mode pengolahan yang lainnya karena berisiko tinggi.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> Pada generasi ini, kenyamanan mengoperasikan sistem komputer juga dinilai penting.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> Komputer yang makin ampuh telah sanggup memberi antar muka grafis yang nyaman.<ref>[http://netsains.net/2013/06/sejarah-dan-perkembangan-sistem-operasi-komputer/ Sejarah dan Perkembangan Sistem Operasi Komputer]. NetSains.</ref> Komputer [[desktop]] dinyamankan dengan [[GUI]] (Graphical User Interface).<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> GUI ini dimulai X [[Windows System]] hasil penelitian di [[MIT]], kemudian [[Macintosh]], [[Sun View]], disusul [[Microsoft Windows]].<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref>


Generasi keempat ini ditandai berkembang dan meningkatnya kemampuan komputer desktop (komputer pribadi) dan teknologi jaringan. Jaringan [[TCP]] atau [[IP]] telah mulai digunakan secara luas oleh kalangan militer, peneliti, peguruan tinggi dan masyarakat secara umum.
Generasi keempat ini ditandai berkembang dan meningkatnya kemampuan komputer desktop (komputer pribadi) dan teknologi jaringan.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref> Jaringan [[TCP]] atau [[IP]] telah mulai digunakan secara luas oleh kalangan militer, peneliti, peguruan tinggi dan masyarakat secara umum.<ref>Bambang Hariyanto. ''Sistem Komputer''. Informatika. 2009. hlm. 31-33.</ref>


== Referensi ==
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah+perkembangan+sistem+komputer&oldid=29014390 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29014390 (2026-03-06T16:32:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


== Sumber dan atribusi ==
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->
 
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah+perkembangan+sistem+komputer&oldid=29014390 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29014390 (2026-03-06T16:32:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 18.09

Komputer

komputer pertama kali ditemukan oleh Charles Babbage pada abad ke 19, ketika Charles Babbage mencoba untuk mendesain komputer mekanik yang bernama mesin analtikal. Sejarah perkembangan sistem komputer adalah sejarah yang terkait dengan perkembangan sistem operasi, di mana dapat dikelompokan menjadi lima kurun waktu (generasi).[1]

Generasi Pertama(1945-1955)

Generasi ini merupakan awal pengembangan sistem komputasi elektronik, mengganti gagasan-gagasan mesin komputasi mekanis.[2] Manusia memerlukan perangkat komputasi untuk mengatasi keterbatasannya dalam melakukan komputasi.[3] Manusia mempunyai keterbatasan dalam komputasi, yaitu:

  • Kecepatan penghitung manusia terbatas.[4]
  • Manusia sangat mudah membuat kesalahan.[5]

Upaya manusia untuk meningkatkan kemampuan komputasinya telah dimulai sejak awal peradaban manusia.[6] Mulai dari merekam dengan tumpukan batu, potongan batang, sempoa, serta cara-cara mekanis seperti mesin hitung buatan Blaise Pascal.[7] Sebelum penciptaan komputer elektronik, manusia telah berusaha membuat komputer mekanis yaitu komputer yang memanfaatkan gerak dari benda-benda masif, tidak sampai level elektron serta tidak memanfaatkan listrik sebagai pembangkitnya.[8] Komputer mekanis ini mempunyai banyak keterbatasan yang menyebabkan kegagalan.[9] Komputer mekanis mempunyai dua penyebab kelemahan, yaitu:

  • Kecepatan komputasi dibatasi inersia bagian-bagian yang bergerak.[10]
  • Transmisi informasi alat-alat mekanis tidak praktis, susah dipakai serta tidak andal.[11]

Pada generasi pertama ini belum ada sistem operasi. Sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.[12]

Generasi Kedua(1955-1965)

Komputer generasi kedua ini merupakan batch processing system.[13]

  • Batch Processing System

Tugas-tugas dikumpulkan di dalam satu rangkaian kemudian dieksekusi secara berurutan.[14] Pada generasi ini, tugas-tugas adalah program-program yang harus dikerjakan oleh komputer.[15] program-program itu dituliskan di tape.[16]

Pada awal generasi ini, sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi dasar sistem operasi telah ada misalnya FMS (Fortran Monitoring System) dan IBSYS yang memberikan layanan perangkat keras merupakan bagian fungsi dari sistem operasi modern.[17] Pada tahun 1964, IBM mengeluarkan komputer keluarga System/360.[18] Komputer S/360 dirancang agar kompatibel secara perangkat keras yang merupakan bagian dari sistem operasi OS/360.[19] System 360 berevolusi menjadi System 370.[20]

Generasi Ketiga(1965-1980)

Perkembangan berlanjut, sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai interaktif sekaligus.[21] Pemakai-pemakai interaktif berkomunikasi dengan komputer lewat terminal secara online (yang dihubungkan secara langsung) kesatu komputer.[22] Sistem komputer menjadi:

  1. Multiuser, yaitu sekaligus digunakan banyak orang.[23]
  2. Multiprogramming, yaitu sekaligus melayani banyak program.[24]
  • Multiuser

Dengan adanya kemampuan multiuser, membuat para pemakai yang berinteraksi langsung dengan komputer dapat sekaligus banyak dalam menggunakan komputer.[25] Tetapi disatu sisi komputer harus menanggapi permintaan-permintaan pemakai secara cepat atau akan menyebabkan produktivitas pemakai menurun.[26] Untuk kebutuhan itu dikembangkan timesharing.[27]

  • Multiprogramming

Multiprogramming berarti komputer melayani banyak tugas atau proses (program yang dijalankan) sekaligus pada satu waktu.[28] Teknik Multiprogramming meningkatkan utilisasi pemroses dengan mengorganisasikan semua tugas, dalam hal ini pemroses selalu mempunyai satu tugas yang harus dieksekusi.[29] Teknik ini meningkatkan efisiensi pemroses.[30] Teknik multiprogramming dilakukan dengan mempartisi memori menjadi beberapa bagian.[31] Satu bagian memori berisi satu tugas berbeda.[32] Sistem operasi menyimpan beberapa tugas di memori secara simultan.[33] Saat satu tugas menunggu operasi masukkan atau keluaran diselesaikan, tugas lain menggunakan pemroses.[34] Teknik ini memerlukan perangkat keras khusus untuk mencegah satu tugas menggangu tugas lain.[35]

  • Timesharing

Timesharing merupakan varian dari multiprogramming, yakni tiap pemakai satu terminal online.[36] Pemroses hanya memberi layanan pada pemakai-pemakai aktif dengan bergantian secara cepat.[37] Pemakai-pemakai itu akan merasa dilayani secara terus-menerus, padahal sebenarnya digilir satu per satuan waktu yang singkat.[38] Efek ini biasa disebut pseudoparallelism, yaitu efek seolah-olah terdapat banyak komputer paralel yang melayani banyak pemakai.[39] Karena sumber daya lambat yang digunakan bersama sering menimbulkan bottleneck, maka dikembangkan teknik Spooling.[40]

  • Spooling

Teknik Spooling adalah membuat peripheral seolah-olah dapat digunakan bersama-sama sekaligus pada saat yang sama, dapat diakses secara simultan.[41] Teknik ini dilakukan dengan cara menyediakan beberapa partisi memori.[42] Saat terdapat permintaan layanan peripheral, permintaan langsung diterima dan data untuk layanan itu lebih dulu disimpan di memori yang disediakan.[43] Kemudian layanan-layanan untuk permintaan-permintaan yang diantrekan dijadwalkan agar secara nyata dilayani oleh peripheral.[44]

Generasi Keempat(1980-2000AN)

Pada generasi keempat ini, sistem operasi tidak lagi hanya diperutukan untuk satu mode pengolahan, tetapi telah ditujukan untuk banyak mode pengolahan, misalnya mendukung batch processing, timesharing, networking dan (soft) realtime applications sekaligus.[45] Hanya hard real-time applications sulit disatukan dengan mode-mode pengolahan yang lainnya karena berisiko tinggi.[46] Pada generasi ini, kenyamanan mengoperasikan sistem komputer juga dinilai penting.[47] Komputer yang makin ampuh telah sanggup memberi antar muka grafis yang nyaman.[48] Komputer desktop dinyamankan dengan GUI (Graphical User Interface).[49] GUI ini dimulai X Windows System hasil penelitian di MIT, kemudian Macintosh, Sun View, disusul Microsoft Windows.[50]

Generasi keempat ini ditandai berkembang dan meningkatnya kemampuan komputer desktop (komputer pribadi) dan teknologi jaringan.[51] Jaringan TCP atau IP telah mulai digunakan secara luas oleh kalangan militer, peneliti, peguruan tinggi dan masyarakat secara umum.[52]

Referensi

  1. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  2. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  3. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  4. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  5. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  6. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  7. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  8. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  9. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  10. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  11. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  12. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  13. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  14. Iwan Binanto. Sistem Operasi. Andi. 2005. hlm. 24-33.
  15. Iwan Binanto. Sistem Operasi. Andi. 2005. hlm. 24-33.
  16. Iwan Binanto. Sistem Operasi. Andi. 2005. hlm. 24-33.
  17. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  18. Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. Sistem Operasi. Andi. 2010. hlm. 68-72.
  19. Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. Sistem Operasi. Andi. 2010. hlm. 68-72.
  20. Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. Sistem Operasi. Andi. 2010. hlm. 68-72.
  21. Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. Sistem Operasi. Andi. 2010. hlm. 68-72.
  22. Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. Sistem Operasi. Andi. 2010. hlm. 68-72.
  23. Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. Sistem Operasi. Andi. 2010. hlm. 68-72.
  24. Abas Ali Pangera dan Dony Ariyus. Sistem Operasi. Andi. 2010. hlm. 68-72.
  25. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  26. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  27. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  28. Kusnadi DKK. Sistem Operasi. Andi. 2008. hlm. 26-38.
  29. Kusnadi DKK. Sistem Operasi. Andi. 2008. hlm. 26-38.
  30. Kusnadi DKK. Sistem Operasi. Andi. 2008. hlm. 26-38.
  31. Kusnadi DKK. Sistem Operasi. Andi. 2008. hlm. 26-38.
  32. Kusnadi DKK. Sistem Operasi. Andi. 2008. hlm. 26-38.
  33. Kusnadi DKK. Sistem Operasi. Andi. 2008. hlm. 26-38.
  34. Kusnadi DKK. Sistem Operasi. Andi. 2008. hlm. 26-38.
  35. Kusnadi DKK. Sistem Operasi. Andi. 2008. hlm. 26-38.
  36. Iwan Binanto. Sistem Operasi. Andi. 2005. hlm. 24-33.
  37. Iwan Binanto. Sistem Operasi. Andi. 2005. hlm. 24-33.
  38. Iwan Binanto. Sistem Operasi. Andi. 2005. hlm. 24-33.
  39. Iwan Binanto. Sistem Operasi. Andi. 2005. hlm. 24-33.
  40. Iwan Binanto. Sistem Operasi. Andi. 2005. hlm. 24-33.
  41. Iwan Binanto. Sistem Operasi. Andi. 2005. hlm. 24-33.
  42. Iwan Binanto. Sistem Operasi. Andi. 2005. hlm. 24-33.
  43. Iwan Binanto. Sistem Operasi. Andi. 2005. hlm. 24-33.
  44. Iwan Binanto. Sistem Operasi. Andi. 2005. hlm. 24-33.
  45. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  46. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  47. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  48. Sejarah dan Perkembangan Sistem Operasi Komputer. NetSains.
  49. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  50. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  51. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.
  52. Bambang Hariyanto. Sistem Komputer. Informatika. 2009. hlm. 31-33.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29014390 (2026-03-06T16:32:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.