LinkAja: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29519485; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:LinkAja.svg|thumb|right|280px|LinkAja]] | |||
Hingga tahun 2017, TCASH sudah merangkul 10 juta pengguna yang tersebar 34 provinsi di Indonesia, dan terdapat 50 ribu usahawan yang melayani pembayaran dengan TCASH. TCASH juga telah mendapatkan sertifikat dari [[Bank Indonesia]] pada tahun 2007 untuk menjalankan bisnis uang elektronik di Indonesia. | '''LinkAja''' (ditulis sebagai '''LinkAja!''', sebelumnya bernama '''Telkomsel Cash''' atau '''TCASH''') adalah [[layanan keuangan digital]] dari [[Telkomsel]] dan anggota [[Badan Usaha Milik Negara]] (BUMN) berupa [[uang elektronik]] (''e-money''). TCASH berfungsi layaknya rekening bank yang fleksibel dan tanpa adanya bunga. Layanan yang dicakup oleh TCASH di antaranya adalah transfer ke Bayar dengan TAP, Bayar Beli di HP, belanja Online, dan Berbagi Uang.<ref>TCASH. [https://digitalpayment.telkomsel.com/about Apa Itu T-Cash?].</ref> Program pelayanan ini telah resmi diluncurkan pada tahun 2007.<ref>''Punya 10 Juta Pengguna, T-Cash Tak Cuma Sebatas 'Stiker'''. CNN Indonesia. 6 Desember 2017.</ref> Pada tahun 2015, Telkomsel meluncurkan TCASH TAP, yaitu produk baru dengan stiker dengan teknologi NFC yang memudahkan pembayaran di usahawan fisik dengan hanya menempelkan stiker ke mesin EDC (''Electronic Data Capture'') yang menerima pembayaran dengan TCASH. | ||
Hingga tahun 2017, TCASH sudah merangkul 10 juta pengguna yang tersebar 34 provinsi di Indonesia, dan terdapat 50 ribu usahawan yang melayani pembayaran dengan TCASH.<ref>''Punya 10 Juta Pengguna, T-Cash Tak Cuma Sebatas 'Stiker'''. CNN Indonesia. 6 Desember 2017.</ref> TCASH juga telah mendapatkan sertifikat dari [[Bank Indonesia]] pada tahun 2007 untuk menjalankan bisnis uang elektronik di Indonesia.<ref>''Punya 10 Juta Pengguna, T-Cash Tak Cuma Sebatas 'Stiker'''. CNN Indonesia. 6 Desember 2017.</ref> | |||
Pada tanggal 21 Januari 2019, '''PT Fintek Karya Nusantara''' ('''Finarya''') didirikan oleh Telkomsel bersama anggota [[Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia|Badan Usaha Milik Negara]] lainnya, yaitu [[Bank Mandiri]], [[Bank Negara Indonesia]], [[Bank Rakyat Indonesia]], [[Bank Tabungan Negara]], [[Pertamina]], [[Asuransi Jiwasraya]] dan [[Danareksa]]. LinkAja mulai beroperasi pada tanggal 21 Februari 2019 setelah Finarya secara resmi mendapatkan lisensi/izin dari Bank Indonesia sebagai | Pada tanggal 21 Januari 2019, '''PT Fintek Karya Nusantara''' ('''Finarya''') didirikan oleh Telkomsel bersama anggota [[Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia|Badan Usaha Milik Negara]] lainnya, yaitu [[Bank Mandiri]], [[Bank Negara Indonesia]], [[Bank Rakyat Indonesia]], [[Bank Tabungan Negara]], [[Pertamina]], [[Asuransi Jiwasraya]] dan [[Danareksa]]. LinkAja mulai beroperasi pada tanggal 21 Februari 2019 setelah Finarya secara resmi mendapatkan lisensi/izin dari Bank Indonesia sebagai | ||
| Baris 7: | Baris 9: | ||
Digital Badan Hukum, serta menggantikan aplikasi TCASH, Mandiri e-cash, yap! (BNI), UnikQu (BNI), My QR (Bank BRI) dan T-Bank (Bank BRI). | Digital Badan Hukum, serta menggantikan aplikasi TCASH, Mandiri e-cash, yap! (BNI), UnikQu (BNI), My QR (Bank BRI) dan T-Bank (Bank BRI). | ||
LinkAja secara resmi diluncurkan pada tanggal 30 Juni 2019. | LinkAja secara resmi diluncurkan pada tanggal 30 Juni 2019.<ref>Sylke Laucereno. [https://finance.detik.com/fintech/d-4605067/linkaja-fintech-besutan-bumn-resmi-diluncurkan-30-juni LinkAja, Fintech Besutan BUMN Resmi Diluncurkan 30 Juni]. ''detikfinance''. 2019-06-29.</ref> | ||
== Suntikan modal == | == Suntikan modal == | ||
Pada bulan Juli 2019, Bank Negara Indonesia resmi menyetorkan modal sebesar Rp. 225 miliar ke LinkAja. Bank Mandiri, melalui anak usahanya, Mandiri Capital juga menyetorkan modal sebesar Rp. 300 miliar ke LinkAja. | Pada bulan Juli 2019, Bank Negara Indonesia resmi menyetorkan modal sebesar Rp. 225 miliar ke LinkAja.<ref>Monica Wareza. [https://www.cnbcindonesia.com/tech/20190830155909-37-96011/terungkap-bni-sudah-suntik-linkaja-rp-225-m Terungkap! BNI Sudah Suntik LinkAja Rp 225 M]. ''CNBC Indonesia''. cnbcindonesia.com. 2019-08-30.</ref> Bank Mandiri, melalui anak usahanya, Mandiri Capital juga menyetorkan modal sebesar Rp. 300 miliar ke LinkAja.<ref>[https://www.kontan.co.id/news/setor-modal-ke-linkaja-bank-mandiri-suntik-mandiri-capital-rp-300-miliar Setor modal ke LinkAja, Bank Mandiri suntik Mandiri Capital Rp 300 miliar]. ''Kontan.co.id''. cnbcindonesia.com.</ref> | ||
== Lihat juga == | == Lihat juga == | ||
| Baris 16: | Baris 18: | ||
* [[Indosat Dompetku|IMkas]] | * [[Indosat Dompetku|IMkas]] | ||
* [[XL Tunai]] | * [[XL Tunai]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
* [https://www.linkaja.id/ Situs Resmi LinkAja] | * [https://www.linkaja.id/ Situs Resmi LinkAja] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=LinkAja&oldid=29519485 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29519485 (2026-08-03T11:49:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 18.12
LinkAja (ditulis sebagai LinkAja!, sebelumnya bernama Telkomsel Cash atau TCASH) adalah layanan keuangan digital dari Telkomsel dan anggota Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berupa uang elektronik (e-money). TCASH berfungsi layaknya rekening bank yang fleksibel dan tanpa adanya bunga. Layanan yang dicakup oleh TCASH di antaranya adalah transfer ke Bayar dengan TAP, Bayar Beli di HP, belanja Online, dan Berbagi Uang.[1] Program pelayanan ini telah resmi diluncurkan pada tahun 2007.[2] Pada tahun 2015, Telkomsel meluncurkan TCASH TAP, yaitu produk baru dengan stiker dengan teknologi NFC yang memudahkan pembayaran di usahawan fisik dengan hanya menempelkan stiker ke mesin EDC (Electronic Data Capture) yang menerima pembayaran dengan TCASH.
Hingga tahun 2017, TCASH sudah merangkul 10 juta pengguna yang tersebar 34 provinsi di Indonesia, dan terdapat 50 ribu usahawan yang melayani pembayaran dengan TCASH.[3] TCASH juga telah mendapatkan sertifikat dari Bank Indonesia pada tahun 2007 untuk menjalankan bisnis uang elektronik di Indonesia.[4]
Pada tanggal 21 Januari 2019, PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) didirikan oleh Telkomsel bersama anggota Badan Usaha Milik Negara lainnya, yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Pertamina, Asuransi Jiwasraya dan Danareksa. LinkAja mulai beroperasi pada tanggal 21 Februari 2019 setelah Finarya secara resmi mendapatkan lisensi/izin dari Bank Indonesia sebagai Perusahaan Penerbit Uang Elektronik dan Penyelenggara Layanan Keuangan Digital Badan Hukum, serta menggantikan aplikasi TCASH, Mandiri e-cash, yap! (BNI), UnikQu (BNI), My QR (Bank BRI) dan T-Bank (Bank BRI).
LinkAja secara resmi diluncurkan pada tanggal 30 Juni 2019.[5]
Suntikan modal
Pada bulan Juli 2019, Bank Negara Indonesia resmi menyetorkan modal sebesar Rp. 225 miliar ke LinkAja.[6] Bank Mandiri, melalui anak usahanya, Mandiri Capital juga menyetorkan modal sebesar Rp. 300 miliar ke LinkAja.[7]
Lihat juga
Layanan sejenis:
Pranala luar
Referensi
- ↑ TCASH. Apa Itu T-Cash?.
- ↑ Punya 10 Juta Pengguna, T-Cash Tak Cuma Sebatas 'Stiker'. CNN Indonesia. 6 Desember 2017.
- ↑ Punya 10 Juta Pengguna, T-Cash Tak Cuma Sebatas 'Stiker'. CNN Indonesia. 6 Desember 2017.
- ↑ Punya 10 Juta Pengguna, T-Cash Tak Cuma Sebatas 'Stiker'. CNN Indonesia. 6 Desember 2017.
- ↑ Sylke Laucereno. LinkAja, Fintech Besutan BUMN Resmi Diluncurkan 30 Juni. detikfinance. 2019-06-29.
- ↑ Monica Wareza. Terungkap! BNI Sudah Suntik LinkAja Rp 225 M. CNBC Indonesia. cnbcindonesia.com. 2019-08-30.
- ↑ Setor modal ke LinkAja, Bank Mandiri suntik Mandiri Capital Rp 300 miliar. Kontan.co.id. cnbcindonesia.com.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29519485 (2026-08-03T11:49:30Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.