Arithmetica: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28644500; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''''Arithmetica''''' () adalah teks [[Bahasa Yunani Kuno|Yunani Kuno]] tentang [[Matematika|matematika yang]] ditulis oleh [[Matematikawan|ahli matematika]] [[Diofantos]] () pada abad ke-3 Masehi. Buku ini adalah kumpulan dari 150 masalah [[aljabar]] untuk memberikan solusi numerik dari [[persamaan]] ''determinate'' (yang memiliki solusi unik) dan [[persamaan tak tentu]]. | [[File:Diophantus-cover.jpg|thumb|right|280px|Diophantus-cover]] | ||
'''''Arithmetica''''' () adalah teks [[Bahasa Yunani Kuno|Yunani Kuno]] tentang [[Matematika|matematika yang]] ditulis oleh [[Matematikawan|ahli matematika]] [[Diofantos]] () pada abad ke-3 Masehi.<ref>[http://www.britannica.com/EBchecked/topic/164347/Diophantus-of-Alexandria#ref704023 Diophantus of Alexandria (Greek mathematician)]. Encyclopædia Britannica.</ref> Buku ini adalah kumpulan dari 150 masalah [[aljabar]] untuk memberikan solusi numerik dari [[persamaan]] ''determinate'' (yang memiliki solusi unik) dan [[persamaan tak tentu]].<ref>[''terjemahan''] "Dalam konteks ini [buku ini] dapat dibandingkan dengan karya klasik besar dari zaman Aleksandria sebelumnya; walau secara praktis tidak ada kesamaannya atau, pada kenyataannya, dengan matematika Yunani tradisional. Buku ini pada dasarnya mewakili cabang baru dan menggunakan pendekatan yang berbeda. Tidak menggunakan metode geometris, buku ini sebagian besar menyerupai aljabar Babilonia. Tapi sementara matematikawan Babilonia berfokus terutama pada prakiraan solusi persamaan ''determinate'' sampai pada derajat ketiga, ''Arithmetica'' Diofantos (seperti yang kita miliki) hampir seluruhnya dikhususkan untuk solusi persamaan yang tepat, baik pada kasus ''determinate'' maupun ''indeterminate''. [...] Sepanjang enam buku Arithmetica yang masih ada, terdapat penggunaan singkatan yang sistematis untuk perpangkatan angka dan untuk hubungan maupun operasi. Angka yang tidak diketahui diwakili oleh simbol yang menyerupai huruf Yunani ζ (mungkin berasal dari huruf terakhir arithmos). [...] Ini adalah kumpulan dari sekitar 150 masalah, semua dikerjakan dalam bentuk contoh numerik tertentu, meskipun mungkin adal metode umum yang dimaksudkan. Tidak ada pengembangan postulat, juga tidak ada upaya untuk menemukan semua solusi yang mungkin. Dalam kasus persamaan kuadrat dengan dua akar positif, hanya akar yang lebih besar yang diberikan, dan akar negatif tidak dikenal. Tidak ada perbedaan yang jelas dibuat antara masalah ''determinate'' dan ''indeterminate'', dan bahkan untuk masalah yang terakhir yang jumlah penyelesaiannya umumnya tidak terbatas, hanya satu solusi yang diberikan. Diophantus memecahkan masalah yang melibatkan beberapa bilangan yang tidak diketahui dengan mengekspresikan secara terampil semua variabel yang tidak diketahui, yang jika memungkinkan, hanya dalam salah satu dari mereka."</ref> | |||
== Konten == | == Konten == | ||
| Baris 6: | Baris 8: | ||
Dalam Buku 3, Diofantos menyelesaikan permasalahan menemukan nilai yang membuat dua ekspresi linier secara bersamaan memiliki solusi kuadratik atau kubik. Buku 4 membahas perpangkatan rasional pada bilangan-bilangan yang diberikan. Dia juga memperhatikan angka-angka yang berbentuk <math>4n + 3</math> tidak bisa berasal dari jumlah dari dua bilangan kuadrat. Diofantos tampaknya juga mengetahui bahwa setiap bilangan dapat ditulis sebagai jumlah dari empat bilangan kuadrat. Jika dia benar-benar mengetahui hasil ini (dalam arti telah membuktikannya dan bukan hanya sekadar menduga-duga), tindakannya itu akan benar-benar luar biasa: bahkan [[Pierre de Fermat|Fermat]], yang juga menemukan hasil ini, gagal memberikan bukti. Permasalahan tersebut tidak terbuktikan sampai [[Joseph-Louis de Lagrange|Joseph Louis Lagrange]] membuktikannya menggunakan hasil dari [[Leonhard Euler]]. | Dalam Buku 3, Diofantos menyelesaikan permasalahan menemukan nilai yang membuat dua ekspresi linier secara bersamaan memiliki solusi kuadratik atau kubik. Buku 4 membahas perpangkatan rasional pada bilangan-bilangan yang diberikan. Dia juga memperhatikan angka-angka yang berbentuk <math>4n + 3</math> tidak bisa berasal dari jumlah dari dua bilangan kuadrat. Diofantos tampaknya juga mengetahui bahwa setiap bilangan dapat ditulis sebagai jumlah dari empat bilangan kuadrat. Jika dia benar-benar mengetahui hasil ini (dalam arti telah membuktikannya dan bukan hanya sekadar menduga-duga), tindakannya itu akan benar-benar luar biasa: bahkan [[Pierre de Fermat|Fermat]], yang juga menemukan hasil ini, gagal memberikan bukti. Permasalahan tersebut tidak terbuktikan sampai [[Joseph-Louis de Lagrange|Joseph Louis Lagrange]] membuktikannya menggunakan hasil dari [[Leonhard Euler]]. | ||
''Arithmetica'' awalnya ditulis dalam tiga belas buku, tetapi manuskrip Yunani yang bertahan hingga saat ini berisi tidak lebih dari enam buku. Pada tahun 1968, [[Fuat Sezgin]] menemukan empat buku ''Arithmetica yang'' sebelumnya tidak diketahui di kompleks makam Imam Rezā, di kota [[Masyhad]] di bagian timur laut Iran. Keempat buku tersebut diperkirakan telah diterjemahkan dari bahasa Yunani ke [[bahasa Arab]] oleh [[Qusta bin Luqa]] (820–912). Norbert Schappacher telah menulis [''diterjemahkan'']:<blockquote>[Empat buku yang hilang] telah muncul kembali sekitar tahun 1971 di [[Perpustakaan Pusat Astan Quds Razavi|Perpustakaan Astan Quds]] di Meshed (Iran) dalam salinan dari tahun 1198 Masehi. Buku-bukut tersebut tidak dikatalogkan dengan nama Diofantos (tetapi oleh nama [[Qusta bin Luqa]]) karena pustakawan disana rupanya tidak dapat membaca baris utama halaman sampul karena tempat nama Diophantus muncul dalam [[Kufi|kaligrafi]] [[Kufi]].</blockquote>''Arithmetica'' dikenal oleh para [[Matematika Islam abad pertengahan|ahli matematika di dunia Islam]] pada abad kesepuluh ketika [[Abul Wafa Muhammad Al Buzjani|Abul Wafa]] menerjemahkannya ke dalam bahasa Arab. | ''Arithmetica'' awalnya ditulis dalam tiga belas buku, tetapi manuskrip Yunani yang bertahan hingga saat ini berisi tidak lebih dari enam buku.<ref>[https://books.google.com/books?id=_CMl8ziTbKYC&pg=PA362 Dictionary of World Biography]. Salem Press. 1998. Vol. 1. hlm. 362. ISBN 9781135457396.</ref> Pada tahun 1968, [[Fuat Sezgin]] menemukan empat buku ''Arithmetica yang'' sebelumnya tidak diketahui di kompleks makam Imam Rezā, di kota [[Masyhad]] di bagian timur laut Iran.<ref>Jan P. Hogendijk. [http://www.jphogendijk.nl/reviews/sesiano.html Review of J. Sesiano, Books IV to VII of Diophantus' Arithmetica]. 1985.</ref> Keempat buku tersebut diperkirakan telah diterjemahkan dari bahasa Yunani ke [[bahasa Arab]] oleh [[Qusta bin Luqa]] (820–912).<ref>[https://books.google.com/books?id=_CMl8ziTbKYC&pg=PA362 Dictionary of World Biography]. Salem Press. 1998. Vol. 1. hlm. 362. ISBN 9781135457396.</ref> Norbert Schappacher telah menulis [''diterjemahkan'']:<blockquote>[Empat buku yang hilang] telah muncul kembali sekitar tahun 1971 di [[Perpustakaan Pusat Astan Quds Razavi|Perpustakaan Astan Quds]] di Meshed (Iran) dalam salinan dari tahun 1198 Masehi. Buku-bukut tersebut tidak dikatalogkan dengan nama Diofantos (tetapi oleh nama [[Qusta bin Luqa]]) karena pustakawan disana rupanya tidak dapat membaca baris utama halaman sampul karena tempat nama Diophantus muncul dalam [[Kufi|kaligrafi]] [[Kufi]].<ref>Norbert Schappacher. [http://www-irma.u-strasbg.fr/~schappa/NSch/Publications_files/1998cBis_Dioph.pdf Diophantus of Alexandria : a Text and its History]. April 2005. hlm. 18.</ref></blockquote>''Arithmetica'' dikenal oleh para [[Matematika Islam abad pertengahan|ahli matematika di dunia Islam]] pada abad kesepuluh<ref>"Karena penghapusan nama Diofantos dan Pappus, mereka [sebagai penulis buku] tidak dikenal di Arab pada awalnya, walau karya ''Arithmetica'' Diofantos terkenal sebelum akhir abad kesepuluh"</ref> ketika [[Abul Wafa Muhammad Al Buzjani|Abul Wafa]] menerjemahkannya ke dalam bahasa Arab.<ref>[''terjemahan''] "Abul-Wefa adalah ahli aljabar dan ''trigonometer'' yang mumpuni. Ia mengomentrari ''Algebra'' karya Aal-Khwarizmi dan menerjemahkan salah satu karya Yunani klasik yang terakhir, ''Arithmetica'' karya Diophantus."</ref> | ||
== Aljabar sinkopasi == | == Aljabar sinkopasi == | ||
[[Diofantos|Diophantus]] adalah seorang matematikawan [[Periode Helenistik|Helenistik]] yang hidup sekitar tahun 250 M, tetapi ketidakpastian tanggal ini begitu besar sehingga mungkin meleset lebih dari satu abad. Dia dikenal karena menulis ''Arithmetica'', sebuah risalah yang awalnya tiga belas buku tetapi hanya enam yang pertama yang bertahan. ''Arithmetica'' memiliki sangat sedikit kesamaan dengan [[matematika Yunani]] tradisional karena ia tidak berdasarkan metode geometris, dan juga berbeda dari matematika Babylonia karena Diofantos berfokus pada solusi yang tepat, baik untuk kasus ''determinate'' maupun ''inderteminate'', bukan pada perkiraan sederhana. | [[Diofantos|Diophantus]] adalah seorang matematikawan [[Periode Helenistik|Helenistik]] yang hidup sekitar tahun 250 M, tetapi ketidakpastian tanggal ini begitu besar sehingga mungkin meleset lebih dari satu abad. Dia dikenal karena menulis ''Arithmetica'', sebuah risalah yang awalnya tiga belas buku tetapi hanya enam yang pertama yang bertahan.<ref>[''terjemahan''] "Ketidakpastian tentang hiduo Diofantos begitu besar sehingga kita tidak tahu secara pasti pada abad mana dia hidup. Umumnya ia diasumsikan berkembang sekitar tahun 250 M, tetapi selisih sebesar satu abad lebih awal atau kemudian terkadang digunakan [...] Jika teka-teki ini akurat secara historis, Diophantus hidup sampai usia delapan puluh empat tahun. [...] Karya utama Diophantine yang kita kenal adalah ''Arithmetica'', sebuah risalah yang aslinya ada dalam tiga belas buku, hanya enam yang pertama yang bertahan."</ref> ''Arithmetica'' memiliki sangat sedikit kesamaan dengan [[matematika Yunani]] tradisional karena ia tidak berdasarkan metode geometris, dan juga berbeda dari matematika Babylonia karena Diofantos berfokus pada solusi yang tepat, baik untuk kasus ''determinate'' maupun ''inderteminate'', bukan pada perkiraan sederhana.<ref>[''terjemahan''] "Dalam konteks ini [buku ini] dapat dibandingkan dengan karya klasik besar dari zaman Aleksandria sebelumnya; walau secara praktis tidak ada kesamaannya atau, pada kenyataannya, dengan matematika Yunani tradisional. Buku ini pada dasarnya mewakili cabang baru dan menggunakan pendekatan yang berbeda. Tidak menggunakan metode geometris, buku ini sebagian besar menyerupai aljabar Babilonia. Tapi sementara matematikawan Babilonia berfokus terutama pada prakiraan solusi persamaan ''determinate'' sampai pada derajat ketiga, ''Arithmetica'' Diofantos (seperti yang kita miliki) hampir seluruhnya dikhususkan untuk solusi persamaan yang tepat, baik pada kasus ''determinate'' maupun ''indeterminate''. [...] Sepanjang enam buku Arithmetica yang masih ada, terdapat penggunaan singkatan yang sistematis untuk perpangkatan angka dan untuk hubungan maupun operasi. Angka yang tidak diketahui diwakili oleh simbol yang menyerupai huruf Yunani ζ (mungkin berasal dari huruf terakhir arithmos). [...] Ini adalah kumpulan dari sekitar 150 masalah, semua dikerjakan dalam bentuk contoh numerik tertentu, meskipun mungkin adal metode umum yang dimaksudkan. Tidak ada pengembangan postulat, juga tidak ada upaya untuk menemukan semua solusi yang mungkin. Dalam kasus persamaan kuadrat dengan dua akar positif, hanya akar yang lebih besar yang diberikan, dan akar negatif tidak dikenal. Tidak ada perbedaan yang jelas dibuat antara masalah ''determinate'' dan ''indeterminate'', dan bahkan untuk masalah yang terakhir yang jumlah penyelesaiannya umumnya tidak terbatas, hanya satu solusi yang diberikan. Diophantus memecahkan masalah yang melibatkan beberapa bilangan yang tidak diketahui dengan mengekspresikan secara terampil semua variabel yang tidak diketahui, yang jika memungkinkan, hanya dalam salah satu dari mereka."</ref> | ||
Di ''Arithmetica'', Diofantos adalah orang pertama yang menggunakan simbol untuk angka yang tidak diketahui serta singkatan untuk kekuatan angka, hubungan, dan operasi; jadi dia menggunakan apa yang sekarang dikenal sebagai aljabar ''sinkopasi''. Perbedaan utama antara aljabar sinkopasi Diofantin dan notasi aljabar modern adalah bahwa notasi aljabar modern tidak memiliki simbol khusus untuk operasi, relasi, maupun eksponensial. Jadi, misalnya, apa yang kita tulis | Di ''Arithmetica'', Diofantos adalah orang pertama yang menggunakan simbol untuk angka yang tidak diketahui serta singkatan untuk kekuatan angka, hubungan, dan operasi;<ref>[''terjemahan''] "Dalam konteks ini [buku ini] dapat dibandingkan dengan karya klasik besar dari zaman Aleksandria sebelumnya; walau secara praktis tidak ada kesamaannya atau, pada kenyataannya, dengan matematika Yunani tradisional. Buku ini pada dasarnya mewakili cabang baru dan menggunakan pendekatan yang berbeda. Tidak menggunakan metode geometris, buku ini sebagian besar menyerupai aljabar Babilonia. Tapi sementara matematikawan Babilonia berfokus terutama pada prakiraan solusi persamaan ''determinate'' sampai pada derajat ketiga, ''Arithmetica'' Diofantos (seperti yang kita miliki) hampir seluruhnya dikhususkan untuk solusi persamaan yang tepat, baik pada kasus ''determinate'' maupun ''indeterminate''. [...] Sepanjang enam buku Arithmetica yang masih ada, terdapat penggunaan singkatan yang sistematis untuk perpangkatan angka dan untuk hubungan maupun operasi. Angka yang tidak diketahui diwakili oleh simbol yang menyerupai huruf Yunani ζ (mungkin berasal dari huruf terakhir arithmos). [...] Ini adalah kumpulan dari sekitar 150 masalah, semua dikerjakan dalam bentuk contoh numerik tertentu, meskipun mungkin adal metode umum yang dimaksudkan. Tidak ada pengembangan postulat, juga tidak ada upaya untuk menemukan semua solusi yang mungkin. Dalam kasus persamaan kuadrat dengan dua akar positif, hanya akar yang lebih besar yang diberikan, dan akar negatif tidak dikenal. Tidak ada perbedaan yang jelas dibuat antara masalah ''determinate'' dan ''indeterminate'', dan bahkan untuk masalah yang terakhir yang jumlah penyelesaiannya umumnya tidak terbatas, hanya satu solusi yang diberikan. Diophantus memecahkan masalah yang melibatkan beberapa bilangan yang tidak diketahui dengan mengekspresikan secara terampil semua variabel yang tidak diketahui, yang jika memungkinkan, hanya dalam salah satu dari mereka."</ref> jadi dia menggunakan apa yang sekarang dikenal sebagai aljabar ''sinkopasi''. Perbedaan utama antara aljabar sinkopasi Diofantin dan notasi aljabar modern adalah bahwa notasi aljabar modern tidak memiliki simbol khusus untuk operasi, relasi, maupun eksponensial.<ref>[''terjemahan''] "Perbedaan utama antara sinkopasi Diophantine dan notasi aljabar modern adalah kurangnya simbol-simbol khusus untuk operasi dan relasi, serta notasi eksponensial."</ref> Jadi, misalnya, apa yang kita tulis | ||
: <math>x^3 - 2x^2 + 10x -1 = 5</math> | : <math>x^3 - 2x^2 + 10x -1 = 5</math> | ||
| Baris 19: | Baris 21: | ||
: Κ <sup>υ</sup> ᾱ̄ ζ ί̄ ⫛ Δ <sup>υ</sup> β̄ Μ ᾱ̄ Μ ε̄ | : Κ <sup>υ</sup> ᾱ̄ ζ ί̄ ⫛ Δ <sup>υ</sup> β̄ Μ ᾱ̄ Μ ε̄ | ||
Berikut adalah simbol-simbol dan objek yang diwakilinya: | Berikut adalah simbol-simbol dan objek yang diwakilinya:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arithmetica&oldid=28644500 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arithmetica&oldid=28644500 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
{| class="wikitable" | |||
Perhatikan bahwa koefisien terletak setelah variabel dan penambahan tersebut diwakili oleh penggabungan suku-suku. Terjemahan simbol-demi-simbol secara literal dari persamaan sinkopasi Diofantos dalam persamaan simbolik modern adalah sebagai berikut: | !Simbol | ||
!Perwakilan | |||
|- | |||
| ᾱ̄ | |||
|mewakili 1 | |||
|- | |||
| β̄ | |||
|mewakili 2 | |||
|- | |||
| ε̄ | |||
|mewakili 5 | |||
|- | |||
| ί̄ | |||
|mewakili 10 | |||
|- | |||
|ζ | |||
|mewakili kuantitas yang tidak diketahui | |||
|- | |||
| | |||
|(kependekan dari ) mewakili "sama dengan" | |||
|- | |||
|⫛ | |||
|mewakili pengurangan dari semua yang mengikutinya hingga | |||
|- | |||
|Μ | |||
|mewakili pangkat nol (yaitu suku konstan) | |||
|- | |||
|Δ <sup>υ</sup> | |||
|mewakili kekuatan kedua, dari bahasa Yunani , artinya kekuatan atau kekuasaan | |||
|- | |||
|Κ <sup>υ</sup> | |||
|mewakili kekuatan ketiga, dari bahasa Yunani , artinya kubus | |||
|- | |||
|Δ <sup>υ</sup> Δ | |||
|mewakili kekuatan keempat | |||
|- | |||
|ΔΚ <sup>υ</sup> | |||
|mewakili kekuatan kelima | |||
|- | |||
|Κ <sup>υ</sup> Κ | |||
|mewakili kekuatan keenam | |||
|- | |||
|} | |||
Perhatikan bahwa koefisien terletak setelah variabel dan penambahan tersebut diwakili oleh penggabungan suku-suku. Terjemahan simbol-demi-simbol secara literal dari persamaan sinkopasi Diofantos dalam persamaan simbolik modern adalah sebagai berikut:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arithmetica&oldid=28644500 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | |||
: <math>{x^3}1{x}10 - {x^2}2{x^0}1 = {x^0}5</math> | : <math>{x^3}1{x}10 - {x^2}2{x^0}1 = {x^0}5</math> | ||
dan, dengan menggunakan tanda kurung dan tanda plus untuk memperjelas, maka persamaan di atas dapat ditulis ulang sebagai: | dan, dengan menggunakan tanda kurung dan tanda plus untuk memperjelas, maka persamaan di atas dapat ditulis ulang sebagai:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arithmetica&oldid=28644500 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
: <math>({x^3}1+{x}10) - ({x^2}2+{x^0}1) = {x^0}5</math> | : <math>({x^3}1+{x}10) - ({x^2}2+{x^0}1) = {x^0}5</math> | ||
''Arithmetica'' adalah koleksi sekitar 150 solusi penyelesaian masalah-masalah spesifik. Walau ada kemungkinan bahwa Diofantos mengharapkan keumuman dari metodenya, buku ini tidak menyertakan perkembangan teoretis maupun metode penyelesaian umum yang eksplisit. Diofantos juga tidak berusaha untuk mencari semua solusi dari persamaan-persamaan. ''Arithmetica'' berisi penyelesaian masalah yang melibatkan beberapa variabel, yang didapatkan (jika memungkinkan) dengan menyatakan sebuah variabel sebagai [[Ekspresi (matematika)|ekspresi]] dari variabel-variabel lainnya. ''Arithmetica'' juga menggunakan identitas: | ''Arithmetica'' adalah koleksi sekitar 150 solusi penyelesaian masalah-masalah spesifik. Walau ada kemungkinan bahwa Diofantos mengharapkan keumuman dari metodenya, buku ini tidak menyertakan perkembangan teoretis maupun metode penyelesaian umum yang eksplisit. Diofantos juga tidak berusaha untuk mencari semua solusi dari persamaan-persamaan.<ref>[''terjemahan''] "Dalam konteks ini [buku ini] dapat dibandingkan dengan karya klasik besar dari zaman Aleksandria sebelumnya; walau secara praktis tidak ada kesamaannya atau, pada kenyataannya, dengan matematika Yunani tradisional. Buku ini pada dasarnya mewakili cabang baru dan menggunakan pendekatan yang berbeda. Tidak menggunakan metode geometris, buku ini sebagian besar menyerupai aljabar Babilonia. Tapi sementara matematikawan Babilonia berfokus terutama pada prakiraan solusi persamaan ''determinate'' sampai pada derajat ketiga, ''Arithmetica'' Diofantos (seperti yang kita miliki) hampir seluruhnya dikhususkan untuk solusi persamaan yang tepat, baik pada kasus ''determinate'' maupun ''indeterminate''. [...] Sepanjang enam buku Arithmetica yang masih ada, terdapat penggunaan singkatan yang sistematis untuk perpangkatan angka dan untuk hubungan maupun operasi. Angka yang tidak diketahui diwakili oleh simbol yang menyerupai huruf Yunani ζ (mungkin berasal dari huruf terakhir arithmos). [...] Ini adalah kumpulan dari sekitar 150 masalah, semua dikerjakan dalam bentuk contoh numerik tertentu, meskipun mungkin adal metode umum yang dimaksudkan. Tidak ada pengembangan postulat, juga tidak ada upaya untuk menemukan semua solusi yang mungkin. Dalam kasus persamaan kuadrat dengan dua akar positif, hanya akar yang lebih besar yang diberikan, dan akar negatif tidak dikenal. Tidak ada perbedaan yang jelas dibuat antara masalah ''determinate'' dan ''indeterminate'', dan bahkan untuk masalah yang terakhir yang jumlah penyelesaiannya umumnya tidak terbatas, hanya satu solusi yang diberikan. Diophantus memecahkan masalah yang melibatkan beberapa bilangan yang tidak diketahui dengan mengekspresikan secara terampil semua variabel yang tidak diketahui, yang jika memungkinkan, hanya dalam salah satu dari mereka."</ref> ''Arithmetica'' berisi penyelesaian masalah yang melibatkan beberapa variabel, yang didapatkan (jika memungkinkan) dengan menyatakan sebuah variabel sebagai [[Ekspresi (matematika)|ekspresi]] dari variabel-variabel lainnya.<ref>[''terjemahan''] "Dalam konteks ini [buku ini] dapat dibandingkan dengan karya klasik besar dari zaman Aleksandria sebelumnya; walau secara praktis tidak ada kesamaannya atau, pada kenyataannya, dengan matematika Yunani tradisional. Buku ini pada dasarnya mewakili cabang baru dan menggunakan pendekatan yang berbeda. Tidak menggunakan metode geometris, buku ini sebagian besar menyerupai aljabar Babilonia. Tapi sementara matematikawan Babilonia berfokus terutama pada prakiraan solusi persamaan ''determinate'' sampai pada derajat ketiga, ''Arithmetica'' Diofantos (seperti yang kita miliki) hampir seluruhnya dikhususkan untuk solusi persamaan yang tepat, baik pada kasus ''determinate'' maupun ''indeterminate''. [...] Sepanjang enam buku Arithmetica yang masih ada, terdapat penggunaan singkatan yang sistematis untuk perpangkatan angka dan untuk hubungan maupun operasi. Angka yang tidak diketahui diwakili oleh simbol yang menyerupai huruf Yunani ζ (mungkin berasal dari huruf terakhir arithmos). [...] Ini adalah kumpulan dari sekitar 150 masalah, semua dikerjakan dalam bentuk contoh numerik tertentu, meskipun mungkin adal metode umum yang dimaksudkan. Tidak ada pengembangan postulat, juga tidak ada upaya untuk menemukan semua solusi yang mungkin. Dalam kasus persamaan kuadrat dengan dua akar positif, hanya akar yang lebih besar yang diberikan, dan akar negatif tidak dikenal. Tidak ada perbedaan yang jelas dibuat antara masalah ''determinate'' dan ''indeterminate'', dan bahkan untuk masalah yang terakhir yang jumlah penyelesaiannya umumnya tidak terbatas, hanya satu solusi yang diberikan. Diophantus memecahkan masalah yang melibatkan beberapa bilangan yang tidak diketahui dengan mengekspresikan secara terampil semua variabel yang tidak diketahui, yang jika memungkinkan, hanya dalam salah satu dari mereka."</ref> ''Arithmetica'' juga menggunakan identitas:<ref>"The book makes frequent use of the identities [...] which had appeared in Diophantus and had been widely used by the Arabs."</ref> | ||
: | :{| styles="background:none;" | ||
|- | |||
| <math>(a^2 + b^2)(c^2 + d^2)</math> | |||
| <math>= (ac + db)^2 + (bc - ad)^2</math> | |||
|- | |||
| | |||
| <math>= (ad + bc)^2 + (ac - bd)^2</math> | |||
|} | |||
== Daftar pustaka == | == Daftar pustaka == | ||
* | |||
* | * | ||
* | |||
* | * | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Arithmetica&oldid=28644500 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28644500 (2025-11-30T09:37:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 22.58

Arithmetica () adalah teks Yunani Kuno tentang matematika yang ditulis oleh ahli matematika Diofantos () pada abad ke-3 Masehi.[1] Buku ini adalah kumpulan dari 150 masalah aljabar untuk memberikan solusi numerik dari persamaan determinate (yang memiliki solusi unik) dan persamaan tak tentu.[2]
Konten
Persamaan-persamaan dalam buku ini sekarang dikenal sebagai persamaan Diofantin. Metode untuk menyelesaikan persamaan ini dikenal sebagai analisis Diofantin. Sebagian besar masalah Arithmetica mengarah pada persamaan kuadrat.
Dalam Buku 3, Diofantos menyelesaikan permasalahan menemukan nilai yang membuat dua ekspresi linier secara bersamaan memiliki solusi kuadratik atau kubik. Buku 4 membahas perpangkatan rasional pada bilangan-bilangan yang diberikan. Dia juga memperhatikan angka-angka yang berbentuk tidak bisa berasal dari jumlah dari dua bilangan kuadrat. Diofantos tampaknya juga mengetahui bahwa setiap bilangan dapat ditulis sebagai jumlah dari empat bilangan kuadrat. Jika dia benar-benar mengetahui hasil ini (dalam arti telah membuktikannya dan bukan hanya sekadar menduga-duga), tindakannya itu akan benar-benar luar biasa: bahkan Fermat, yang juga menemukan hasil ini, gagal memberikan bukti. Permasalahan tersebut tidak terbuktikan sampai Joseph Louis Lagrange membuktikannya menggunakan hasil dari Leonhard Euler.
Arithmetica awalnya ditulis dalam tiga belas buku, tetapi manuskrip Yunani yang bertahan hingga saat ini berisi tidak lebih dari enam buku.[3] Pada tahun 1968, Fuat Sezgin menemukan empat buku Arithmetica yang sebelumnya tidak diketahui di kompleks makam Imam Rezā, di kota Masyhad di bagian timur laut Iran.[4] Keempat buku tersebut diperkirakan telah diterjemahkan dari bahasa Yunani ke bahasa Arab oleh Qusta bin Luqa (820–912).[5] Norbert Schappacher telah menulis [diterjemahkan]:
[Empat buku yang hilang] telah muncul kembali sekitar tahun 1971 di Perpustakaan Astan Quds di Meshed (Iran) dalam salinan dari tahun 1198 Masehi. Buku-bukut tersebut tidak dikatalogkan dengan nama Diofantos (tetapi oleh nama Qusta bin Luqa) karena pustakawan disana rupanya tidak dapat membaca baris utama halaman sampul karena tempat nama Diophantus muncul dalam kaligrafi Kufi.[6]
Arithmetica dikenal oleh para ahli matematika di dunia Islam pada abad kesepuluh[7] ketika Abul Wafa menerjemahkannya ke dalam bahasa Arab.[8]
Aljabar sinkopasi
Diophantus adalah seorang matematikawan Helenistik yang hidup sekitar tahun 250 M, tetapi ketidakpastian tanggal ini begitu besar sehingga mungkin meleset lebih dari satu abad. Dia dikenal karena menulis Arithmetica, sebuah risalah yang awalnya tiga belas buku tetapi hanya enam yang pertama yang bertahan.[9] Arithmetica memiliki sangat sedikit kesamaan dengan matematika Yunani tradisional karena ia tidak berdasarkan metode geometris, dan juga berbeda dari matematika Babylonia karena Diofantos berfokus pada solusi yang tepat, baik untuk kasus determinate maupun inderteminate, bukan pada perkiraan sederhana.[10]
Di Arithmetica, Diofantos adalah orang pertama yang menggunakan simbol untuk angka yang tidak diketahui serta singkatan untuk kekuatan angka, hubungan, dan operasi;[11] jadi dia menggunakan apa yang sekarang dikenal sebagai aljabar sinkopasi. Perbedaan utama antara aljabar sinkopasi Diofantin dan notasi aljabar modern adalah bahwa notasi aljabar modern tidak memiliki simbol khusus untuk operasi, relasi, maupun eksponensial.[12] Jadi, misalnya, apa yang kita tulis
Diofantos akan menulisnya sebagai
- Κ υ ᾱ̄ ζ ί̄ ⫛ Δ υ β̄ Μ ᾱ̄ Μ ε̄
Berikut adalah simbol-simbol dan objek yang diwakilinya:[13][14]
| Simbol | Perwakilan |
|---|---|
| ᾱ̄ | mewakili 1 |
| β̄ | mewakili 2 |
| ε̄ | mewakili 5 |
| ί̄ | mewakili 10 |
| ζ | mewakili kuantitas yang tidak diketahui |
| (kependekan dari ) mewakili "sama dengan" | |
| ⫛ | mewakili pengurangan dari semua yang mengikutinya hingga |
| Μ | mewakili pangkat nol (yaitu suku konstan) |
| Δ υ | mewakili kekuatan kedua, dari bahasa Yunani , artinya kekuatan atau kekuasaan |
| Κ υ | mewakili kekuatan ketiga, dari bahasa Yunani , artinya kubus |
| Δ υ Δ | mewakili kekuatan keempat |
| ΔΚ υ | mewakili kekuatan kelima |
| Κ υ Κ | mewakili kekuatan keenam |
Perhatikan bahwa koefisien terletak setelah variabel dan penambahan tersebut diwakili oleh penggabungan suku-suku. Terjemahan simbol-demi-simbol secara literal dari persamaan sinkopasi Diofantos dalam persamaan simbolik modern adalah sebagai berikut:[15]
dan, dengan menggunakan tanda kurung dan tanda plus untuk memperjelas, maka persamaan di atas dapat ditulis ulang sebagai:[16]
Arithmetica adalah koleksi sekitar 150 solusi penyelesaian masalah-masalah spesifik. Walau ada kemungkinan bahwa Diofantos mengharapkan keumuman dari metodenya, buku ini tidak menyertakan perkembangan teoretis maupun metode penyelesaian umum yang eksplisit. Diofantos juga tidak berusaha untuk mencari semua solusi dari persamaan-persamaan.[17] Arithmetica berisi penyelesaian masalah yang melibatkan beberapa variabel, yang didapatkan (jika memungkinkan) dengan menyatakan sebuah variabel sebagai ekspresi dari variabel-variabel lainnya.[18] Arithmetica juga menggunakan identitas:[19]
Daftar pustaka
Referensi
- ↑ Diophantus of Alexandria (Greek mathematician). Encyclopædia Britannica.
- ↑ [terjemahan] "Dalam konteks ini [buku ini] dapat dibandingkan dengan karya klasik besar dari zaman Aleksandria sebelumnya; walau secara praktis tidak ada kesamaannya atau, pada kenyataannya, dengan matematika Yunani tradisional. Buku ini pada dasarnya mewakili cabang baru dan menggunakan pendekatan yang berbeda. Tidak menggunakan metode geometris, buku ini sebagian besar menyerupai aljabar Babilonia. Tapi sementara matematikawan Babilonia berfokus terutama pada prakiraan solusi persamaan determinate sampai pada derajat ketiga, Arithmetica Diofantos (seperti yang kita miliki) hampir seluruhnya dikhususkan untuk solusi persamaan yang tepat, baik pada kasus determinate maupun indeterminate. [...] Sepanjang enam buku Arithmetica yang masih ada, terdapat penggunaan singkatan yang sistematis untuk perpangkatan angka dan untuk hubungan maupun operasi. Angka yang tidak diketahui diwakili oleh simbol yang menyerupai huruf Yunani ζ (mungkin berasal dari huruf terakhir arithmos). [...] Ini adalah kumpulan dari sekitar 150 masalah, semua dikerjakan dalam bentuk contoh numerik tertentu, meskipun mungkin adal metode umum yang dimaksudkan. Tidak ada pengembangan postulat, juga tidak ada upaya untuk menemukan semua solusi yang mungkin. Dalam kasus persamaan kuadrat dengan dua akar positif, hanya akar yang lebih besar yang diberikan, dan akar negatif tidak dikenal. Tidak ada perbedaan yang jelas dibuat antara masalah determinate dan indeterminate, dan bahkan untuk masalah yang terakhir yang jumlah penyelesaiannya umumnya tidak terbatas, hanya satu solusi yang diberikan. Diophantus memecahkan masalah yang melibatkan beberapa bilangan yang tidak diketahui dengan mengekspresikan secara terampil semua variabel yang tidak diketahui, yang jika memungkinkan, hanya dalam salah satu dari mereka."
- ↑ Dictionary of World Biography. Salem Press. 1998. Vol. 1. hlm. 362. ISBN 9781135457396.
- ↑ Jan P. Hogendijk. Review of J. Sesiano, Books IV to VII of Diophantus' Arithmetica. 1985.
- ↑ Dictionary of World Biography. Salem Press. 1998. Vol. 1. hlm. 362. ISBN 9781135457396.
- ↑ Norbert Schappacher. Diophantus of Alexandria : a Text and its History. April 2005. hlm. 18.
- ↑ "Karena penghapusan nama Diofantos dan Pappus, mereka [sebagai penulis buku] tidak dikenal di Arab pada awalnya, walau karya Arithmetica Diofantos terkenal sebelum akhir abad kesepuluh"
- ↑ [terjemahan] "Abul-Wefa adalah ahli aljabar dan trigonometer yang mumpuni. Ia mengomentrari Algebra karya Aal-Khwarizmi dan menerjemahkan salah satu karya Yunani klasik yang terakhir, Arithmetica karya Diophantus."
- ↑ [terjemahan] "Ketidakpastian tentang hiduo Diofantos begitu besar sehingga kita tidak tahu secara pasti pada abad mana dia hidup. Umumnya ia diasumsikan berkembang sekitar tahun 250 M, tetapi selisih sebesar satu abad lebih awal atau kemudian terkadang digunakan [...] Jika teka-teki ini akurat secara historis, Diophantus hidup sampai usia delapan puluh empat tahun. [...] Karya utama Diophantine yang kita kenal adalah Arithmetica, sebuah risalah yang aslinya ada dalam tiga belas buku, hanya enam yang pertama yang bertahan."
- ↑ [terjemahan] "Dalam konteks ini [buku ini] dapat dibandingkan dengan karya klasik besar dari zaman Aleksandria sebelumnya; walau secara praktis tidak ada kesamaannya atau, pada kenyataannya, dengan matematika Yunani tradisional. Buku ini pada dasarnya mewakili cabang baru dan menggunakan pendekatan yang berbeda. Tidak menggunakan metode geometris, buku ini sebagian besar menyerupai aljabar Babilonia. Tapi sementara matematikawan Babilonia berfokus terutama pada prakiraan solusi persamaan determinate sampai pada derajat ketiga, Arithmetica Diofantos (seperti yang kita miliki) hampir seluruhnya dikhususkan untuk solusi persamaan yang tepat, baik pada kasus determinate maupun indeterminate. [...] Sepanjang enam buku Arithmetica yang masih ada, terdapat penggunaan singkatan yang sistematis untuk perpangkatan angka dan untuk hubungan maupun operasi. Angka yang tidak diketahui diwakili oleh simbol yang menyerupai huruf Yunani ζ (mungkin berasal dari huruf terakhir arithmos). [...] Ini adalah kumpulan dari sekitar 150 masalah, semua dikerjakan dalam bentuk contoh numerik tertentu, meskipun mungkin adal metode umum yang dimaksudkan. Tidak ada pengembangan postulat, juga tidak ada upaya untuk menemukan semua solusi yang mungkin. Dalam kasus persamaan kuadrat dengan dua akar positif, hanya akar yang lebih besar yang diberikan, dan akar negatif tidak dikenal. Tidak ada perbedaan yang jelas dibuat antara masalah determinate dan indeterminate, dan bahkan untuk masalah yang terakhir yang jumlah penyelesaiannya umumnya tidak terbatas, hanya satu solusi yang diberikan. Diophantus memecahkan masalah yang melibatkan beberapa bilangan yang tidak diketahui dengan mengekspresikan secara terampil semua variabel yang tidak diketahui, yang jika memungkinkan, hanya dalam salah satu dari mereka."
- ↑ [terjemahan] "Dalam konteks ini [buku ini] dapat dibandingkan dengan karya klasik besar dari zaman Aleksandria sebelumnya; walau secara praktis tidak ada kesamaannya atau, pada kenyataannya, dengan matematika Yunani tradisional. Buku ini pada dasarnya mewakili cabang baru dan menggunakan pendekatan yang berbeda. Tidak menggunakan metode geometris, buku ini sebagian besar menyerupai aljabar Babilonia. Tapi sementara matematikawan Babilonia berfokus terutama pada prakiraan solusi persamaan determinate sampai pada derajat ketiga, Arithmetica Diofantos (seperti yang kita miliki) hampir seluruhnya dikhususkan untuk solusi persamaan yang tepat, baik pada kasus determinate maupun indeterminate. [...] Sepanjang enam buku Arithmetica yang masih ada, terdapat penggunaan singkatan yang sistematis untuk perpangkatan angka dan untuk hubungan maupun operasi. Angka yang tidak diketahui diwakili oleh simbol yang menyerupai huruf Yunani ζ (mungkin berasal dari huruf terakhir arithmos). [...] Ini adalah kumpulan dari sekitar 150 masalah, semua dikerjakan dalam bentuk contoh numerik tertentu, meskipun mungkin adal metode umum yang dimaksudkan. Tidak ada pengembangan postulat, juga tidak ada upaya untuk menemukan semua solusi yang mungkin. Dalam kasus persamaan kuadrat dengan dua akar positif, hanya akar yang lebih besar yang diberikan, dan akar negatif tidak dikenal. Tidak ada perbedaan yang jelas dibuat antara masalah determinate dan indeterminate, dan bahkan untuk masalah yang terakhir yang jumlah penyelesaiannya umumnya tidak terbatas, hanya satu solusi yang diberikan. Diophantus memecahkan masalah yang melibatkan beberapa bilangan yang tidak diketahui dengan mengekspresikan secara terampil semua variabel yang tidak diketahui, yang jika memungkinkan, hanya dalam salah satu dari mereka."
- ↑ [terjemahan] "Perbedaan utama antara sinkopasi Diophantine dan notasi aljabar modern adalah kurangnya simbol-simbol khusus untuk operasi dan relasi, serta notasi eksponensial."
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ [terjemahan] "Dalam konteks ini [buku ini] dapat dibandingkan dengan karya klasik besar dari zaman Aleksandria sebelumnya; walau secara praktis tidak ada kesamaannya atau, pada kenyataannya, dengan matematika Yunani tradisional. Buku ini pada dasarnya mewakili cabang baru dan menggunakan pendekatan yang berbeda. Tidak menggunakan metode geometris, buku ini sebagian besar menyerupai aljabar Babilonia. Tapi sementara matematikawan Babilonia berfokus terutama pada prakiraan solusi persamaan determinate sampai pada derajat ketiga, Arithmetica Diofantos (seperti yang kita miliki) hampir seluruhnya dikhususkan untuk solusi persamaan yang tepat, baik pada kasus determinate maupun indeterminate. [...] Sepanjang enam buku Arithmetica yang masih ada, terdapat penggunaan singkatan yang sistematis untuk perpangkatan angka dan untuk hubungan maupun operasi. Angka yang tidak diketahui diwakili oleh simbol yang menyerupai huruf Yunani ζ (mungkin berasal dari huruf terakhir arithmos). [...] Ini adalah kumpulan dari sekitar 150 masalah, semua dikerjakan dalam bentuk contoh numerik tertentu, meskipun mungkin adal metode umum yang dimaksudkan. Tidak ada pengembangan postulat, juga tidak ada upaya untuk menemukan semua solusi yang mungkin. Dalam kasus persamaan kuadrat dengan dua akar positif, hanya akar yang lebih besar yang diberikan, dan akar negatif tidak dikenal. Tidak ada perbedaan yang jelas dibuat antara masalah determinate dan indeterminate, dan bahkan untuk masalah yang terakhir yang jumlah penyelesaiannya umumnya tidak terbatas, hanya satu solusi yang diberikan. Diophantus memecahkan masalah yang melibatkan beberapa bilangan yang tidak diketahui dengan mengekspresikan secara terampil semua variabel yang tidak diketahui, yang jika memungkinkan, hanya dalam salah satu dari mereka."
- ↑ [terjemahan] "Dalam konteks ini [buku ini] dapat dibandingkan dengan karya klasik besar dari zaman Aleksandria sebelumnya; walau secara praktis tidak ada kesamaannya atau, pada kenyataannya, dengan matematika Yunani tradisional. Buku ini pada dasarnya mewakili cabang baru dan menggunakan pendekatan yang berbeda. Tidak menggunakan metode geometris, buku ini sebagian besar menyerupai aljabar Babilonia. Tapi sementara matematikawan Babilonia berfokus terutama pada prakiraan solusi persamaan determinate sampai pada derajat ketiga, Arithmetica Diofantos (seperti yang kita miliki) hampir seluruhnya dikhususkan untuk solusi persamaan yang tepat, baik pada kasus determinate maupun indeterminate. [...] Sepanjang enam buku Arithmetica yang masih ada, terdapat penggunaan singkatan yang sistematis untuk perpangkatan angka dan untuk hubungan maupun operasi. Angka yang tidak diketahui diwakili oleh simbol yang menyerupai huruf Yunani ζ (mungkin berasal dari huruf terakhir arithmos). [...] Ini adalah kumpulan dari sekitar 150 masalah, semua dikerjakan dalam bentuk contoh numerik tertentu, meskipun mungkin adal metode umum yang dimaksudkan. Tidak ada pengembangan postulat, juga tidak ada upaya untuk menemukan semua solusi yang mungkin. Dalam kasus persamaan kuadrat dengan dua akar positif, hanya akar yang lebih besar yang diberikan, dan akar negatif tidak dikenal. Tidak ada perbedaan yang jelas dibuat antara masalah determinate dan indeterminate, dan bahkan untuk masalah yang terakhir yang jumlah penyelesaiannya umumnya tidak terbatas, hanya satu solusi yang diberikan. Diophantus memecahkan masalah yang melibatkan beberapa bilangan yang tidak diketahui dengan mengekspresikan secara terampil semua variabel yang tidak diketahui, yang jika memungkinkan, hanya dalam salah satu dari mereka."
- ↑ "The book makes frequent use of the identities [...] which had appeared in Diophantus and had been widely used by the Arabs."
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28644500 (2025-11-30T09:37:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.