Kaidah darab: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27844353; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
[[File:Produktregel.PNG|thumb|right|280px|Ilustrasi geometri bukti aturan perkalian]] | |||
Dalam [[kalkulus]], '''kaidah darab''' (), atau sering disebut '''hukum Leibniz''' (lihat [[turunan]]), adalah kaidah yang menentukan turunan dari hasil kali (darab) [[fungsi]] yang terdiferensialkan. | Dalam [[kalkulus]], '''kaidah darab''' (), atau sering disebut '''hukum Leibniz''' (lihat [[turunan]]), adalah kaidah yang menentukan turunan dari hasil kali (darab) [[fungsi]] yang terdiferensialkan. | ||
| Baris 10: | Baris 12: | ||
== Penemuan oleh Leibniz == | == Penemuan oleh Leibniz == | ||
Kaidah ini ditemukan oleh [[Gottfried Leibniz]] yang mendemonstrasikannya dengan menggunakan [[diferensial]]. Argumen Leibniz mengatakan: jika ''u''(''x'') dan ''v''(''x'') adalah dua fungsi ''x'' yang terdiferensialkan, maka diferensial dari ''uv'' adalah | Kaidah ini ditemukan oleh [[Gottfried Leibniz]] yang mendemonstrasikannya dengan menggunakan [[diferensial]].<ref>Michelle Cirillo. [http://www.nctm.org/publications/article.aspx?id=19302 Humanizing Calculus]. ''The Mathematics Teacher''. August 2007. Vol. 101 (1). hlm. 23–27. doi:10.5951/MT.101.1.0023.</ref> Argumen Leibniz mengatakan: jika ''u''(''x'') dan ''v''(''x'') adalah dua fungsi ''x'' yang terdiferensialkan, maka diferensial dari ''uv'' adalah | ||
: <math> | : <math> | ||
| Baris 32: | Baris 34: | ||
== Pembuktian kaidah darab == | == Pembuktian kaidah darab == | ||
Pembuktian yang cermat dari kaidah darab dapat diberikan menggunakan sifat-sifat [[limit]] dan definisi turunan sebagai limit dari [[hasil bagi beda]] [[Isaac Newton|Newton]]. | Pembuktian yang cermat dari kaidah darab dapat diberikan menggunakan sifat-sifat [[limit]] dan definisi turunan sebagai limit dari [[hasil bagi beda]] [[Isaac Newton|Newton]]. | ||
| Baris 105: | Baris 106: | ||
== Pembuktian alternatif: menggunakan kaidah rantai == | == Pembuktian alternatif: menggunakan kaidah rantai == | ||
Kaidah darab dapat dianggap sebagai kasus khusus dari kaidah rantai untuk beberapa variable. | Kaidah darab dapat dianggap sebagai kasus khusus dari kaidah rantai untuk beberapa variable. | ||
| Baris 112: | Baris 112: | ||
== Perumuman == | == Perumuman == | ||
=== Hasil kali dari lebih dari dua faktor === | === Hasil kali dari lebih dari dua faktor === | ||
Kaidah darab dapat diperumum ke hasil kali yang memiliki lebih dari dua faktor. Misalkan untuk tiga faktor: | Kaidah darab dapat diperumum ke hasil kali yang memiliki lebih dari dua faktor. Misalkan untuk tiga faktor: | ||
| Baris 124: | Baris 123: | ||
=== Turunan lebih tinggi === | === Turunan lebih tinggi === | ||
Kaidah ini juga dapat dirampatkan menjadi [[kaidah Leibniz]] untuk turunan lebih tinggi dari hasil kali dua faktor: jika ''y'' = ''uv'' dan ''y''<sup>(''n'')</sup> menandakan turunan ke-''n'' dari ''y'', maka | Kaidah ini juga dapat dirampatkan menjadi [[kaidah Leibniz]] untuk turunan lebih tinggi dari hasil kali dua faktor: jika ''y'' = ''uv'' dan ''y''<sup>(''n'')</sup> menandakan turunan ke-''n'' dari ''y'', maka | ||
| Baris 132: | Baris 130: | ||
=== Turunan parsial lebih tinggi === | === Turunan parsial lebih tinggi === | ||
Untuk [[turunan parsial]] lebih tinggi: | Untuk [[turunan parsial]] lebih tinggi: | ||
:<math>{\partial^n \over \partial x_1\,\cdots\,\partial x_n} (uv) | :<math>{\partial^n \over \partial x_1\,\cdots\,\partial x_n} (uv) | ||
= \sum_S {\partial^ u \over \prod_{i\in S} \partial x_i} \cdot {\partial^{n-|S|} v \over \prod_{i\not\in S} \partial x_i}</math> | = \sum_S {\partial^{|S|} u \over \prod_{i\in S} \partial x_i} \cdot {\partial^{n-|S|} v \over \prod_{i\not\in S} \partial x_i}</math> | ||
dengan indeks ''S'' adalah deret 2<sup>''n''</sup> dari subhimpunan dari {1, ..., ''n''}. Misalkan ''n'' = 3: | dengan indeks ''S'' adalah deret 2<sup>''n''</sup> dari subhimpunan dari {1, ..., ''n''}. Misalkan ''n'' = 3: | ||
| Baris 148: | Baris 145: | ||
=== Kaidah darab pada ruang Banach === | === Kaidah darab pada ruang Banach === | ||
Jika ''X'', ''Y'', dan ''Z'' adalah [[ruang Banach]] (yang meliputi [[ruang Euclide]]) dan ''B'': ''X'' × ''Y'' → ''Z'' adalah [[operator bilinear]] [[kontinu]]. Maka ''B'' terdiferensialkan dan turunannya pada titik (''x'',''y'') di ''X'' × ''Y'' adalah [[peta linear]] ''D''<sub>(''x'',''y'')</sub>''B'': ''X'' × ''Y'' → ''Z'' | Jika ''X'', ''Y'', dan ''Z'' adalah [[ruang Banach]] (yang meliputi [[ruang Euclide]]) dan ''B'': ''X'' × ''Y'' → ''Z'' adalah [[operator bilinear]] [[kontinu]]. Maka ''B'' terdiferensialkan dan turunannya pada titik (''x'',''y'') di ''X'' × ''Y'' adalah [[peta linear]] ''D''<sub>(''x'',''y'')</sub>''B'': ''X'' × ''Y'' → ''Z'' | ||
:<math> (D_\left( x,y \right)\,B)\left( u,v \right) = B\left( u,y \right) + B\left( x,v \right)\qquad\forall (u,v)\in X \times Y.</math> | :<math> (D_\left( x,y \right)\,B)\left( u,v \right) = B\left( u,y \right) + B\left( x,v \right)\qquad\forall (u,v)\in X \times Y.</math> | ||
=== Turunan dalam aljabar abstrak === | === Turunan dalam aljabar abstrak === | ||
Dalam [[aljabar abstrak]], kaidah darab digunakan untuk men''defnisi''kan apa yang disebut sebagai [[turunan (aljabar abstrak)|turunan]] dan tidak sebaliknya. | Dalam [[aljabar abstrak]], kaidah darab digunakan untuk men''defnisi''kan apa yang disebut sebagai [[turunan (aljabar abstrak)|turunan]] dan tidak sebaliknya. | ||
=== Untuk fungsi vektor === | === Untuk fungsi vektor === | ||
Dalam fungsi vektor, kaidah darab akan berubah sedikit dikarenakan sifat [[antikomutatif]] pada hasil kali vektor. Sehingga: | Dalam fungsi vektor, kaidah darab akan berubah sedikit dikarenakan sifat [[antikomutatif]] pada hasil kali vektor. Sehingga: | ||
:<math>(fg)'=f'g+fg' \,</math> | :<math>(fg)'=f'g+fg' \,</math> | ||
| Baris 172: | Baris 166: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kaidah+darab&oldid=27844353 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27844353 (2025-09-18T09:53:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 22.59
Dalam kalkulus, kaidah darab (), atau sering disebut hukum Leibniz (lihat turunan), adalah kaidah yang menentukan turunan dari hasil kali (darab) fungsi yang terdiferensialkan.
Kaidah ini dapat dituliskan sebagai:
atau dalam notasi Leibniz:
Penemuan oleh Leibniz
Kaidah ini ditemukan oleh Gottfried Leibniz yang mendemonstrasikannya dengan menggunakan diferensial.[1] Argumen Leibniz mengatakan: jika u(x) dan v(x) adalah dua fungsi x yang terdiferensialkan, maka diferensial dari uv adalah
Oleh karena (du)(dv) adalah "dapat diabaikan" (i.e. paling tidak kuadratis pada du dan dv), Leibniz berkesimpula bahwa
dan ini merupakan bentuk diferensial dari kaidah darab. Jika kita membaginya dengan dx, kita mendapatkan
yang dapat ditulis dengan "notasi prima" sebagai
Pembuktian kaidah darab
Pembuktian yang cermat dari kaidah darab dapat diberikan menggunakan sifat-sifat limit dan definisi turunan sebagai limit dari hasil bagi beda Newton.
Misalkan
dan f and g masing-masing terdiferensialkan pada bilangan tetap x. Maka
Perbedaannya:
adalah luas daerah persegi panjang besar dikurangi luas daerah persegi panjang kecil seperti yang digambarkan
Kita ketahui bahwa daerah berbentuk-L di atas dapat dibagi lagi menjadi dua persegi panjang, maka jumlah daerah tersebut dapat ditulis:
(Ilustrasi di atas tidak akan berlaku pada beberapa kasus khusus karena f(w) tidak seperlunya lebih besar dari f(x) dan g(w) tidak seperlunya lebih besar dari g(x). Walaupun begitu, persamaan (2) dan (3) dapat dievaluasi dengan mudah menggunakan aljabar.)
Oleh karena itu, persamaan (1) adalah sama dengan
Jika semua limit pada (5) ada, maka persamaan (4) sama dengan
Sekarang
karena f(x) tetaplah konstan ketika w → x;
karena g terdiferensialkan pada x;
karena f terdiferensialkan pada x;
karena g kontinu pada x (Teorema lainnya mengatakan fungsi yang terdiferensialkan haruslah kontinu)
Kita dapat berkesimpulan bahwa persamaan (5) sama dengan
Pembuktian alternatif: menggunakan logaritma
Misalkan f = uv dan u dan v adalah positif. Maka
Diferensialkan dua sisi:
kalikan sisi kiri dengan f dan sisi kanan dengan uv,
Pembuktian ini dapat dilihat di [1] . Perlu diperhatikan bahwa karena u, v haruslah kontinu, asumsi positif tidak akan menghilangkan kerampatan (generality).
Pembuktian ini bergantung pada kaidah rantai dan sifat-sifat fungsi logaritma natural.
Pembuktian alternatif: menggunakan kaidah rantai
Kaidah darab dapat dianggap sebagai kasus khusus dari kaidah rantai untuk beberapa variable.
Perumuman
Hasil kali dari lebih dari dua faktor
Kaidah darab dapat diperumum ke hasil kali yang memiliki lebih dari dua faktor. Misalkan untuk tiga faktor:
Untuk sekumpulan fungsi :
Turunan lebih tinggi
Kaidah ini juga dapat dirampatkan menjadi kaidah Leibniz untuk turunan lebih tinggi dari hasil kali dua faktor: jika y = uv dan y(n) menandakan turunan ke-n dari y, maka
Lihat pula koefisien binomial dan teorema binomial yang mirip dengan perampatan ini.
Turunan parsial lebih tinggi
Untuk turunan parsial lebih tinggi:
dengan indeks S adalah deret 2n dari subhimpunan dari {1, ..., n}. Misalkan n = 3:
Kaidah darab pada ruang Banach
Jika X, Y, dan Z adalah ruang Banach (yang meliputi ruang Euclide) dan B: X × Y → Z adalah operator bilinear kontinu. Maka B terdiferensialkan dan turunannya pada titik (x,y) di X × Y adalah peta linear D(x,y)B: X × Y → Z
Turunan dalam aljabar abstrak
Dalam aljabar abstrak, kaidah darab digunakan untuk mendefnisikan apa yang disebut sebagai turunan dan tidak sebaliknya.
Untuk fungsi vektor
Dalam fungsi vektor, kaidah darab akan berubah sedikit dikarenakan sifat antikomutatif pada hasil kali vektor. Sehingga:
dan bukannya
- , walaupun ini adalah benar pada perkalian skalar.
Lihat pula
- Kaidah hasil bagi
- Kaidah timbal balik
- Kaidah rantai
- Integrasi parsial
- Diferensial
- Turunan (aljabar abstrak)
Referensi
- ↑ Michelle Cirillo. Humanizing Calculus. The Mathematics Teacher. August 2007. Vol. 101 (1). hlm. 23–27. doi:10.5951/MT.101.1.0023.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27844353 (2025-09-18T09:53:34Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.