Lompat ke isi

Komposisi fungsi: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27509367; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
Dalam [[matematika]], '''komposisi fungsi''' adalah operasi yang mengambil dua [[Fungsi (matematika)|fungsi]] <math>f </math> dan <math>g </math> dan menghasilkan fungsi <math>h = g \circ f</math> sehingga <math>h(x) = g(f(x))</math>. Fungsi <math>g </math> pada operasi ini [[Penerapan fungsi|diterapkan]] ke dalam hasil penerapan fungsi <math>f </math> ke <math>x</math>. Artinya, fungsi <math>f: X \to Y</math> dan <math>g:Y \to Z</math> '''dikomposisikan''' untuk menghasilkan sebuah fungsi yang memetakan <math>x</math> di <math>X</math> ke <math>g(f(x))</math> di <math>Z</math>. Secara intuitif, jika <math>z </math> adalah fungsi <math>y</math>, dan <math>y</math> adalah fungsi <math>x</math>, maka <math>z </math> adalah fungsi <math>x</math>. Hasil fungsi ''komposisi'' yang dinyatakan sebagai <math>g \circ f : X \to Z </math>, didefinisikan sebagai <math>(g \circ f)(x) = g(f(x))</math> untuk semua <math>x</math> dalam <math>X</math>.
Dalam [[matematika]], '''komposisi fungsi''' adalah operasi yang mengambil dua [[Fungsi (matematika)|fungsi]] <math>f </math> dan <math>g </math> dan menghasilkan fungsi <math>h = g \circ f</math> sehingga <math>h(x) = g(f(x))</math>. Fungsi <math>g </math> pada operasi ini [[Penerapan fungsi|diterapkan]] ke dalam hasil penerapan fungsi <math>f </math> ke <math>x</math>. Artinya, fungsi <math>f: X \to Y</math> dan <math>g:Y \to Z</math> '''dikomposisikan''' untuk menghasilkan sebuah fungsi yang memetakan <math>x</math> di <math>X</math> ke <math>g(f(x))</math> di <math>Z</math>. Secara intuitif, jika <math>z </math> adalah fungsi <math>y</math>, dan <math>y</math> adalah fungsi <math>x</math>, maka <math>z </math> adalah fungsi <math>x</math>. Hasil fungsi ''komposisi'' yang dinyatakan sebagai <math>g \circ f : X \to Z </math>, didefinisikan sebagai <math>(g \circ f)(x) = g(f(x))</math> untuk semua <math>x</math> dalam <math>X</math>.<ref>Ada beberapa penulis yang menggunakan , yang didefinisikan dengan . Biasanya ini terjadi ketika memakai notasi postfiks , khususnya jika fungsi diwakili dengan eksponen, contohnya, dalam studi tindakan grup. Lihat [https://archive.org/details/permutationgroup0000dixo/page/5 Permutation groups]. Springer. 1996. hlm. [https://archive.org/details/permutationgroup0000dixo/page/5 5]. ISBN 0-387-94599-7.</ref>


Notasi <math>g \circ f</math> dibaca sebagai "<math>g </math> komposisi <math>f </math>" atau "<math>g </math> bundaran <math>f </math>". Secara intuitif, mengomposisikan fungsi-fungsi adalah proses perangkaian yang memasukkan nilai keluaran () fungsi <math>f </math> ke nilai masukan () fungsi <math>g</math>.
Notasi <math>g \circ f</math> dibaca sebagai "<math>g </math> komposisi <math>f </math>" atau "<math>g </math> bundaran <math>f </math>". Secara intuitif, mengomposisikan fungsi-fungsi adalah proses perangkaian yang memasukkan nilai keluaran () fungsi <math>f </math> ke nilai masukan () fungsi <math>g</math>.


Komposisi fungsi adalah sebuah kasus istimewa dari [[komposisi hubungan]]. Komposisi fungsi terkadang juga dinyatakan sebagai <math>\circ</math>. Akibatnya, semua sifat-sifat komposisi relasi adalah benar untuk komposisi fungsi, contohnya seperti sifat asosiatif. Namun komposisi fungsi berbeda dari [[Fungsi darab|perkalian]] fungsi, dan memiliki beberapa sifat-sifat yang cukup berbeda. Penjelasan secara khususnya, komposisi fungsi tidak memiliki sifat [[Sifat komutatif|komutatif]].
Komposisi fungsi adalah sebuah kasus istimewa dari [[komposisi hubungan]]. Komposisi fungsi terkadang juga dinyatakan sebagai <math>\circ</math>. Akibatnya, semua sifat-sifat komposisi relasi adalah benar untuk komposisi fungsi, contohnya seperti sifat asosiatif.<ref>[https://books.google.com/books?id=sXt-ROLLNHcC&pg=PA232 How to Prove It: A Structured Approach]. Cambridge University Press. 2006. hlm. 232. ISBN 978-1-139-45097-3.</ref> Namun komposisi fungsi berbeda dari [[Fungsi darab|perkalian]] fungsi, dan memiliki beberapa sifat-sifat yang cukup berbeda. Penjelasan secara khususnya, komposisi fungsi tidak memiliki sifat [[Sifat komutatif|komutatif]].<ref>[https://math.libretexts.org/Courses/Western_Connecticut_State_University/Draft_Custom_Version_MAT_131_College_Algebra/03%3A_Functions/3.04%3A_Composition_of_Functions 3.4: Composition of Functions]. ''Mathematics LibreTexts''. 2020-01-16.</ref>


== Contoh-contoh ==
== Contoh-contoh ==
Contoh komposisi fungsi biasanya melibatkan himpunan hingga dan himpunan takhingga.
Contoh komposisi fungsi biasanya melibatkan himpunan hingga dan himpunan takhingga.


Baris 19: Baris 18:


== Sifat-sifat komposisi fungsi ==
== Sifat-sifat komposisi fungsi ==
Komposisi fungsi selalu [[Sifat asosiatif|asosiatif]]. Artinya, jika <math>f</math>, <math>g</math>, dan <math>h</math> terkomposisikan, maka <math>f \circ (g \circ h) = (f \circ g) \circ h</math>. Biasanya, tanda kurung dihilangkan karena tidak mengubah hasil komposisi fungsi tersebut.
Komposisi fungsi selalu [[Sifat asosiatif|asosiatif]].<ref>[https://books.google.com/books?id=sXt-ROLLNHcC&pg=PA232 How to Prove It: A Structured Approach]. Cambridge University Press. 2006. hlm. 232. ISBN 978-1-139-45097-3.</ref> Artinya, jika <math>f</math>, <math>g</math>, dan <math>h</math> terkomposisikan, maka <math>f \circ (g \circ h) = (f \circ g) \circ h</math>.<ref>Eric W. Weisstein. [https://mathworld.wolfram.com/Composition.html Composition]. ''mathworld.wolfram.com''.</ref> Biasanya, tanda kurung dihilangkan karena tidak mengubah hasil komposisi fungsi tersebut.


Penjelasan singkatnya, komposisi <math>g \circ f  </math> hanya berarti bahwa jika kodomain <math>f</math> sama dengan domain <math>g</math>. Namun dalam penjelasan yang lebih luas, komposisi <math>g \circ f  </math> cukup dikatakan bahwa fungsi pertama merupakan [[himpunan bagian]] dari fungsi terakhir. Bahkan, hal tersebut sering kali membatasi domain <math>f</math> secara diam-diam, sehingga <math>f</math> hanya menghasilkan nilai dalam domain <math>g</math>. Sebagai contoh, komposisi <math>g \circ f  </math> dari fungsi  dinyatakan sebagai fungsi <math>f(x) = 9 - x^2</math>, dan  yang dinyatakan sebagai fungsi <math>g(x) = \sqrt{x}</math>, dapat dinyatakan pada interval <math>[-3, +3]</math>.
Penjelasan singkatnya, komposisi <math>g \circ f  </math> hanya berarti bahwa jika kodomain <math>f</math> sama dengan domain <math>g</math>. Namun dalam penjelasan yang lebih luas, komposisi <math>g \circ f  </math> cukup dikatakan bahwa fungsi pertama merupakan [[himpunan bagian]] dari fungsi terakhir.<ref>Contohnya, dalam teori kategori, Komposisi fungsi dijelaskan secara singkat, dengan relasi subhimpunan dimodelkan secara eksplisit melalui fungsi inklusi.</ref> Bahkan, hal tersebut sering kali membatasi domain <math>f</math> secara diam-diam, sehingga <math>f</math> hanya menghasilkan nilai dalam domain <math>g</math>. Sebagai contoh, komposisi <math>g \circ f  </math> dari fungsi  dinyatakan sebagai fungsi <math>f(x) = 9 - x^2</math>, dan  yang dinyatakan sebagai fungsi <math>g(x) = \sqrt{x}</math>, dapat dinyatakan pada interval <math>[-3, +3]</math>.


Fungsi <math>g</math> dan <math>f</math> dikatakan [[komutatif]] dengan satu sama lain jika <math>g \circ f = f \circ g</math>, karena komutatif adalah sebuah sifat yang istimewa, yang hanya didapatkan dengan fungsi khusus dan sering kali dalam keadaan khusus. Sebagai contoh, <math>\left| x \right| + 3 = \left| x + 3 \right|</math> hanya ketika <math>x \geq 0</math>.
Fungsi <math>g</math> dan <math>f</math> dikatakan [[komutatif]] dengan satu sama lain jika <math>g \circ f = f \circ g</math>, karena komutatif adalah sebuah sifat yang istimewa, yang hanya didapatkan dengan fungsi khusus dan sering kali dalam keadaan khusus. Sebagai contoh, <math>\left| x \right| + 3 = \left| x + 3 \right|</math> hanya ketika <math>x \geq 0</math>.


Komposisi dari [[fungsi injektif]] selalu injektif. Mirip dengan sebelumnya, komposisi dari fungsi surjektif selalu [[Fungsi surjektif|surjektif]]. Jadi, komposisi dari dua fungsi [[bijeksi]] juga bijeksi. [[Fungsi invers|Kebalikan]] dari komposisi fungsi memiliki sifat <math>(f \circ g)^{-1} = g^{-1} \circ f^{-1}</math>.
Komposisi dari [[fungsi injektif]] selalu injektif. Mirip dengan sebelumnya, komposisi dari fungsi surjektif selalu [[Fungsi surjektif|surjektif]]. Jadi, komposisi dari dua fungsi [[bijeksi]] juga bijeksi. [[Fungsi invers|Kebalikan]] dari komposisi fungsi memiliki sifat <math>(f \circ g)^{-1} = g^{-1} \circ f^{-1}</math>.<ref>[https://books.google.com/books?id=NuN2Iyqzqp4C&q=composition Learning to Reason: An Introduction to Logic, Sets, and Relations]. John Wiley & Sons. 2000. hlm. 359–362. ISBN 978-0-471-37122-9.</ref>


Turunan komposisi fungsi yang melibatkan fungsi terdiferensialkan dapat dicari dengan menggunakan [[Kaidah rantai|aturan rantai]]. Namun, [[Turunan|turunan tingkat tinggi]] dari fungsi tersebut dapat dicari dengan menggunakan [[rumus Faà di Bruno]].
Turunan komposisi fungsi yang melibatkan fungsi terdiferensialkan dapat dicari dengan menggunakan [[Kaidah rantai|aturan rantai]]. Namun, [[Turunan|turunan tingkat tinggi]] dari fungsi tersebut dapat dicari dengan menggunakan [[rumus Faà di Bruno]].<ref>Eric W. Weisstein. [https://mathworld.wolfram.com/Composition.html Composition]. ''mathworld.wolfram.com''.</ref>


== Monoid komposisi ==
== Monoid komposisi ==
 
Misalkan komposisi fungsi mempunyai dua fungsi lebih <math>f: X \to X</math>, <math>g: X \to X</math> yang memiliki domain dan kodomain yang sama'','' maka komposisi fungsi tersebut dapat dibentuk rantai dari transformasi yang dikomposisi bersama, contohnya seperti <math>f \circ f \circ g \circ f</math>. Rantai tersebut memiliki [[struktur aljabar]] dari sebuah [[monoid]], yang disebut sebagai ''monoid komposisi'' atau (istilah yang jarang dipakai disebut) ''monoid transformasi''. Biasanya, monoid transformasi dapat memiliki struktur yang sangat rumit. Contoh penting yang terkait dengannya adalah [[kurva de Rham]]. Himpunan ''semua'' fungsi <math>f: X \to X</math> disebut [[semigrup transformasi penuh]] ()<ref>[https://books.google.com/books?id=O9wJBAAAQBAJ&pg=PA334 Mathematics across the Iron Curtain: A History of the Algebraic Theory of Semigroups]. American Mathematical Society. 2014. hlm. 334. ISBN 978-1-4704-1493-1.</ref> atau ''semigrup simetris'' ()<ref>[https://books.google.com/books?id=yM544W1N2UUC&pg=PA2 Semigroups: An Introduction to the Structure Theory]. CRC Press. 1995. hlm. 2. ISBN 978-0-8247-9662-4.</ref> pada <math>X </math>. (Sebenarnya hal ini dapat mendefinisikan dua semigrup tergantung bagaimana caranya mendefinisikan operasi semigrup sebagai komposisi fungsi dari kiri atau dari kanan.<ref>[https://books.google.com/books?id=W0i5nfQLOGIC&pg=PA8 Algebraic Theory of Automata Networks: An introduction]. SIAM. 2005. hlm. 8. ISBN 978-0-89871-569-9.</ref>)
Misalkan komposisi fungsi mempunyai dua fungsi lebih <math>f: X \to X</math>, <math>g: X \to X</math> yang memiliki domain dan kodomain yang sama'','' maka komposisi fungsi tersebut dapat dibentuk rantai dari transformasi yang dikomposisi bersama, contohnya seperti <math>f \circ f \circ g \circ f</math>. Rantai tersebut memiliki [[struktur aljabar]] dari sebuah [[monoid]], yang disebut sebagai ''monoid komposisi'' atau (istilah yang jarang dipakai disebut) ''monoid transformasi''. Biasanya, monoid transformasi dapat memiliki struktur yang sangat rumit. Contoh penting yang terkait dengannya adalah [[kurva de Rham]]. Himpunan ''semua'' fungsi <math>f: X \to X</math> disebut [[semigrup transformasi penuh]] () atau ''semigrup simetris'' () pada <math>X </math>. (Sebenarnya hal ini dapat mendefinisikan dua semigrup tergantung bagaimana caranya mendefinisikan operasi semigrup sebagai komposisi fungsi dari kiri atau dari kanan.)


Jika transformasi adalah [[Bijeksi|bijektif]] (dan akibatnya transformasinya dikatakan terbalikkan), maka himpunan dari semua kombinasi dari fungsi-fungsi ini kemungkinan membentuk sebuah [[Grup automorfisme|grup transformasi]], dan adapula yang mengatakan bahwa grupnya [[Generator grup|dihasilkan]] oleh fungsi-fungsi ini.
Jika transformasi adalah [[Bijeksi|bijektif]] (dan akibatnya transformasinya dikatakan terbalikkan), maka himpunan dari semua kombinasi dari fungsi-fungsi ini kemungkinan membentuk sebuah [[Grup automorfisme|grup transformasi]], dan adapula yang mengatakan bahwa grupnya [[Generator grup|dihasilkan]] oleh fungsi-fungsi ini.


[[Teorema Cayley]], teorema yang menjelaskan hasil dasar dalam teori grup, mengatakan bahwa setiap grup [[Isomorfisme|isomorfimis]] ke subgrup dari grup permutasi. Himpunan dari semua fungsi bijektif <math>f: X \to X </math> (yang disebut [[permutasi]]) membentuk sebuah grup terhadap komposisi fungsi. Grup tersebut disebut [[grup simetri]], atau terkadang juga disebut ''grup komposisi''.
[[Teorema Cayley]], teorema yang menjelaskan hasil dasar dalam teori grup, mengatakan bahwa setiap grup [[Isomorfisme|isomorfimis]] ke subgrup dari grup permutasi.<ref>[https://books.google.com/books?id=T_o0CnMZecMC&pg=PA95 Visual Group Theory]. MAA. 2009-04-09. hlm. 95. ISBN 978-0-88385-757-1.</ref> Himpunan dari semua fungsi bijektif <math>f: X \to X </math> (yang disebut [[permutasi]]) membentuk sebuah grup terhadap komposisi fungsi. Grup tersebut disebut [[grup simetri]], atau terkadang juga disebut ''grup komposisi''.


Dalam semigrup simetrik (dari semua transformasi), ada juga yang menemukan gagasan tidak unik dan lebih lemah mengenai invers (yang disebut invers-semu), karena semigrup simetrik merupakan [[semigrup reguler]].
Dalam semigrup simetrik (dari semua transformasi), ada juga yang menemukan gagasan tidak unik dan lebih lemah mengenai invers (yang disebut invers-semu), karena semigrup simetrik merupakan [[semigrup reguler]].<ref>[https://books.google.com/books?id=LC3jxfGEcpYC&pg=PA24 Classical Finite Transformation Semigroups: An Introduction]. Springer Science & Business Media. 2008. hlm. 24. ISBN 978-1-84800-281-4.</ref>


== Pangkat fungsional ==
== Pangkat fungsional ==
Fungsi <math>f : X \to Y</math> dapat mengomposisikan dengan dirinya sendiri, jika <math>Y</math> adalah subhimpunan dari <math>X</math>. Terkadang secara simbolis, hal ini dinyatakan dalam bentuk perpangkatan fungsi. Sebagai contoh,
Fungsi <math>f : X \to Y</math> dapat mengomposisikan dengan dirinya sendiri, jika <math>Y</math> adalah subhimpunan dari <math>X</math>. Terkadang secara simbolis, hal ini dinyatakan dalam bentuk perpangkatan fungsi. Sebagai contoh,


Baris 48: Baris 44:
* <math>(f \circ f \circ f \circ)(x) = f(f(f(f(x)))) = f^4(x)</math>
* <math>(f \circ f \circ f \circ)(x) = f(f(f(f(x)))) = f^4(x)</math>


Lebih umumnya lagi, untuk setiap bilangan asli <math>n \geq 2</math>, '''[[Eksponensiasi|pangkat]] fungsional''' ke-<math>n</math> dapat didefinisikan secara induktif dengan<math>f^n = f \circ f^{n - 1} = f^{n - 1} \circ f</math>. Notasi ini diperkenalkan oleh [[Hans Heinrich Bürmann]] dan [[John Frederick William Herschel]]. Komposisi berulang dari fungsi tersebut dengan sendirinya disebut [[fungsi teriterasi]].
Lebih umumnya lagi, untuk setiap bilangan asli <math>n \geq 2</math>, '''[[Eksponensiasi|pangkat]] fungsional''' ke-<math>n</math> dapat didefinisikan secara induktif dengan<math>f^n = f \circ f^{n - 1} = f^{n - 1} \circ f</math>. Notasi ini diperkenalkan oleh [[Hans Heinrich Bürmann]]<ref>[https://books.google.com/books?id=PWcSAAAAIAAJ&pg=PA5 A Collection of Examples of the Applications of the Calculus of Finite Differences]. Printed by J. Smith, sold by J. Deighton & sons. 1820. hlm. 1–13 [5–6]. [https://archive.org/details/acollectionexam00lacrgoog] (NB. Inhere, Herschel refers to his and mentions Hans Heinrich Bürmann's older work.)</ref><ref>[https://books.google.com/books?id=bT5suOONXlgC A History of Mathematical Notations]. Open court publishing company. 1952. Vol. 2. hlm. 108, 176–179, 336, 346. ISBN 978-1-60206-714-1. (xviii+367+1 pages including 1 addenda page) (NB. ISBN and link for reprint of 2nd edition by Cosimo, Inc., New York, USA, 2013.)</ref> dan [[John Frederick William Herschel]].<ref>[https://books.google.com/books?id=PWcSAAAAIAAJ&pg=PA5 A Collection of Examples of the Applications of the Calculus of Finite Differences]. Printed by J. Smith, sold by J. Deighton & sons. 1820. hlm. 1–13 [5–6]. [https://archive.org/details/acollectionexam00lacrgoog] (NB. Inhere, Herschel refers to his and mentions Hans Heinrich Bürmann's older work.)</ref><ref>[https://books.google.com/books?id=bT5suOONXlgC A History of Mathematical Notations]. Open court publishing company. 1952. Vol. 2. hlm. 108, 176–179, 336, 346. ISBN 978-1-60206-714-1. (xviii+367+1 pages including 1 addenda page) (NB. ISBN and link for reprint of 2nd edition by Cosimo, Inc., New York, USA, 2013.)</ref><ref>''On a Remarkable Application of Cotes's Theorem''. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London''. Royal Society of London, printed by W. Bulmer and Co., Cleveland-Row, St. James's, sold by G. and W. Nicol, Pall-Mall. 1813. Vol. 103. hlm. 8–26 [10]. doi:10.1098/rstl.1813.0005.</ref><ref>''Formulaire mathématique''. 1903. Vol. IV. hlm. 229.</ref> Komposisi berulang dari fungsi tersebut dengan sendirinya disebut [[fungsi teriterasi]].


* Menurut konvensi, <math>f^0</math> didefinisikan sebagai pemetaan identitas pada domain <math>f  </math>, <math>\operatorname{id}_X</math>.
* Menurut konvensi, <math>f^0</math> didefinisikan sebagai pemetaan identitas pada domain <math>f  </math>, <math>\operatorname{id}_X</math>.
* Bahkan jika <math>Y = X </math> dan <math>f: X \to X </math> memuat [[fungsi invers]] <math>f^{-1}</math>, maka perpangkatan fungsional negatif <math>f^{-n}</math> didefinisikan untuk <math>n > 0</math> sebagai perpangkatan [[Invers aditif|negatif]] dari fungsi inversː <math>f^{-n} = \left(f^{-1}\right)^n</math>.
* Bahkan jika <math>Y = X </math> dan <math>f: X \to X </math> memuat [[fungsi invers]] <math>f^{-1}</math>, maka perpangkatan fungsional negatif <math>f^{-n}</math> didefinisikan untuk <math>n > 0</math> sebagai perpangkatan [[Invers aditif|negatif]] dari fungsi inversː <math>f^{-n} = \left(f^{-1}\right)^n</math>.<ref>[https://books.google.com/books?id=PWcSAAAAIAAJ&pg=PA5 A Collection of Examples of the Applications of the Calculus of Finite Differences]. Printed by J. Smith, sold by J. Deighton & sons. 1820. hlm. 1–13 [5–6]. [https://archive.org/details/acollectionexam00lacrgoog] (NB. Inhere, Herschel refers to his and mentions Hans Heinrich Bürmann's older work.)</ref><ref>[https://books.google.com/books?id=bT5suOONXlgC A History of Mathematical Notations]. Open court publishing company. 1952. Vol. 2. hlm. 108, 176–179, 336, 346. ISBN 978-1-60206-714-1. (xviii+367+1 pages including 1 addenda page) (NB. ISBN and link for reprint of 2nd edition by Cosimo, Inc., New York, USA, 2013.)</ref><ref>''On a Remarkable Application of Cotes's Theorem''. ''Philosophical Transactions of the Royal Society of London''. Royal Society of London, printed by W. Bulmer and Co., Cleveland-Row, St. James's, sold by G. and W. Nicol, Pall-Mall. 1813. Vol. 103. hlm. 8–26 [10]. doi:10.1098/rstl.1813.0005.</ref>


Selain itu, gagasannya dapat diperumum sehingga [[Fungsi berulang|perhitungan berulang]] menjadi parameter kontinu, dalam kasus ini. Sistem tersebut dinamakan [[Alir (matematika)|alir]], yang dipakai untuk menyelesaikan [[persamaan Schröder]]. Fungsi yang berulang dan alir terjadi secara alami dalam studi [[fraktal]] dan [[sistem dinamikal]].
Selain itu, gagasannya dapat diperumum sehingga [[Fungsi berulang|perhitungan berulang]] menjadi parameter kontinu, dalam kasus ini. Sistem tersebut dinamakan [[Alir (matematika)|alir]], yang dipakai untuk menyelesaikan [[persamaan Schröder]]. Fungsi yang berulang dan alir terjadi secara alami dalam studi [[fraktal]] dan [[sistem dinamikal]].


Sayangnya, notasi pangkat fungsional memiliki makna yang bersifat ambigu. Sebagai contoh, jika <math>f  </math> mengambil nilainya dari [[Gelanggang (matematika)|gelanggang]] (khususnya untuk <math>f  </math> bernilai real atau kompleks), maka yang ada menimbulkan kebingungan. Hal ini karena notasi <math>f^n</math> juga dapat diartikan sebagai darab <math>n</math>-lipat dari <math>f  </math>, misalnya <math>f^2(x) = f(x)f(x)</math>. Selain itu, dalam [[Fungsi trigonometri|fungsi]] [[trigonometri]], notasi yang terakhir biasanya mengartikan setidaknya untuk eksponen positif. Notasi superskrip tersebut mewakili [[eksponensiasi]], contohnya <math>\sin^2 x = \sin x \cdot \sin x</math>. Namun, adapula eksponen bernilai negatif. Biasanya, eksponen bernilai negatif (khususnya hanya untuk <math>-1</math>) merujuk pada fungsi invers, contohnya, <math>\tan^{-1}</math> mengartikan [[Fungsi invers trigonometri|invers dari tangen]], bukan <math display="inline">\frac{1}{\tan}</math>.
Sayangnya, notasi pangkat fungsional memiliki makna yang bersifat ambigu. Sebagai contoh, jika <math>f  </math> mengambil nilainya dari [[Gelanggang (matematika)|gelanggang]] (khususnya untuk <math>f  </math> bernilai real atau kompleks), maka yang ada menimbulkan kebingungan. Hal ini karena notasi <math>f^n</math> juga dapat diartikan sebagai darab <math>n</math>-lipat dari <math>f  </math>, misalnya <math>f^2(x) = f(x)f(x)</math>. Selain itu, dalam [[Fungsi trigonometri|fungsi]] [[trigonometri]], notasi yang terakhir biasanya mengartikan setidaknya untuk eksponen positif.<ref>[https://books.google.com/books?id=bT5suOONXlgC A History of Mathematical Notations]. Open court publishing company. 1952. Vol. 2. hlm. 108, 176–179, 336, 346. ISBN 978-1-60206-714-1. (xviii+367+1 pages including 1 addenda page) (NB. ISBN and link for reprint of 2nd edition by Cosimo, Inc., New York, USA, 2013.)</ref> Notasi superskrip tersebut mewakili [[eksponensiasi]], contohnya <math>\sin^2 x = \sin x \cdot \sin x</math>. Namun, adapula eksponen bernilai negatif. Biasanya, eksponen bernilai negatif (khususnya hanya untuk <math>-1</math>) merujuk pada fungsi invers, contohnya, <math>\tan^{-1}</math> mengartikan [[Fungsi invers trigonometri|invers dari tangen]], bukan <math display="inline">\frac{1}{\tan}</math>.


Pencegahan keambiguan pada notasi pangkat fungsional dapat dilihat di [[Komposisi fungsi#Notasi alternatif untuk pangkat fungsional|sini]].
Pencegahan keambiguan pada notasi pangkat fungsional dapat dilihat di [[Komposisi fungsi#Notasi alternatif untuk pangkat fungsional|sini]].
Baris 63: Baris 59:


== Notasi alternatif ==
== Notasi alternatif ==
Dalam cabang [[teori grup]], banyak matematikawan menghilangkan simbol pada operasi komposisi fungsi, yaitu simbol bundar. Dengan kata lain, mereka menulis <math>gf</math> alih-alih <math>g \circ f</math>.
Dalam cabang [[teori grup]], banyak matematikawan menghilangkan simbol pada operasi komposisi fungsi, yaitu simbol bundar. Dengan kata lain, mereka menulis <math>gf</math> alih-alih <math>g \circ f</math>.<ref>[https://books.google.com/books?id=z7EHBAAAQBAJ&pg=PA217 Making Mathematics Come to Life: A Guide for Teachers and Students]. American Mathematical Society. 2009-01-01. hlm. 217–. ISBN 978-0-8218-4808-1.</ref>


Pada pertengahan abad ke-20, ada beberapa matematikawan mengatakan bahwa menulis "<math>g \circ f</math>" mengartikan "terapkan fungsi <math>f  </math> dahulu, lalu terapkan fungsi <math>g  </math>" terlalu membingungkan dan memutuskan untuk mengubah notasi tersebut. Mereka menulis "<math>xf</math>" untuk "<math>f(x)</math>" dan "<math>(xf)g</math>" untuk "<math>g(f(x))  </math>". Penulisan ini dapat lebih alami dan tampak lebih sederhana daripada menulis [[Notasi prefiks|fungsi di sebelah kiri]] dalam beberapa cabang matematika, misalnya dalam [[aljabar linear]], ketika <math>x    </math> adalah [[Vektor baris dan kolom|vektor baris]] dan <math>f  </math> dan <math>g  </math> melambangkan matriks dan komposisinya dilambangkan dengan [[perkalian matriks]]. Notasi alternatif yang ditulis tadi disebut [[notasi postfiks]]. Urutan komposisi fungsi tersebut penting karena tidak memerlukan sifat komutatif, contohnya seperti perkalian matriks. Transformasi penerusnya menerapkan dan menyusun ke kanannya agar sesuai dengan urutan pembacaan dari kiri-ke-kanan.
Pada pertengahan abad ke-20, ada beberapa matematikawan mengatakan bahwa menulis "<math>g \circ f</math>" mengartikan "terapkan fungsi <math>f  </math> dahulu, lalu terapkan fungsi <math>g  </math>" terlalu membingungkan dan memutuskan untuk mengubah notasi tersebut. Mereka menulis "<math>xf</math>" untuk "<math>f(x)</math>" dan "<math>(xf)g</math>" untuk "<math>g(f(x))  </math>".<ref>[https://books.google.com/books?id=HXSjIP0OgCUC&pg=PA118 Discrete Mathematics]. Springer. 2011. hlm. 118. ISBN 978-1-4419-8047-2.</ref> Penulisan ini dapat lebih alami dan tampak lebih sederhana daripada menulis [[Notasi prefiks|fungsi di sebelah kiri]] dalam beberapa cabang matematika, misalnya dalam [[aljabar linear]], ketika <math>x    </math> adalah [[Vektor baris dan kolom|vektor baris]] dan <math>f  </math> dan <math>g  </math> melambangkan matriks dan komposisinya dilambangkan dengan [[perkalian matriks]]. Notasi alternatif yang ditulis tadi disebut [[notasi postfiks]]. Urutan komposisi fungsi tersebut penting karena tidak memerlukan sifat komutatif, contohnya seperti perkalian matriks. Transformasi penerusnya menerapkan dan menyusun ke kanannya agar sesuai dengan urutan pembacaan dari kiri-ke-kanan.


Para matematikawan yang menggunakan notasi postfiks dapat menulis "<math>fg</math>", yang berarti "terapkan <math>f  </math> dahulu, kemudian terapkan <math>g    </math>," Hal ini disesuaikan dengan urutan simbol-simbol yang terjadi dalam notasi postfiks, sehingga membuat notasi "<math>fg</math>" menjadi ambigu.
Para matematikawan yang menggunakan notasi postfiks dapat menulis "<math>fg</math>", yang berarti "terapkan <math>f  </math> dahulu, kemudian terapkan <math>g    </math>," Hal ini disesuaikan dengan urutan simbol-simbol yang terjadi dalam notasi postfiks, sehingga membuat notasi "<math>fg</math>" menjadi ambigu.


Para ilmuwan komputer dapat menulis "<math>f ; g</math>", namun hal ini mengakibatkan urutan komposisi fungsi menjadi disambiguasi. Agar dapat membedakan operator komposisi kiri dari semikolon teks, dalam [[notasi Z]], karakter ⨾ digunakan untuk mengartikan [[komposisi relasi]] kiri. Karena semua fungsi adalah [[relasi biner]], maka hal ini benar untuk semikolon [tebal] yang dipakai sebagai komposisi fungsi juga (lihat artikel [[komposisi relasi]] untuk mengetahui lebih banyak tentang notasi tersebut).
Para ilmuwan komputer dapat menulis "<math>f ; g</math>",<ref>[http://www.math.mcgill.ca/triples/Barr-Wells-ctcs.pdf Category Theory for Computing Science]. 1998. hlm. 6. (NB. This is the updated and free version of book originally published by Prentice Hall in 1990 as .)</ref> namun hal ini mengakibatkan urutan komposisi fungsi menjadi disambiguasi. Agar dapat membedakan operator komposisi kiri dari semikolon teks, dalam [[notasi Z]], karakter ⨾ digunakan untuk mengartikan [[komposisi relasi]] kiri.<ref>ISO/IEC 13568:2002(E), p. 23</ref> Karena semua fungsi adalah [[relasi biner]], maka hal ini benar untuk semikolon [tebal] yang dipakai sebagai komposisi fungsi juga (lihat artikel [[komposisi relasi]] untuk mengetahui lebih banyak tentang notasi tersebut).


=== Notasi alternatif untuk pangkat fungsional ===
=== Notasi alternatif untuk pangkat fungsional ===
Selain itu, notasi pangkat fungsional juga mempunyai pengertian yang bersifat ambigu. Untuk menghindari hal tersebut, beberapa matematikawan menggunakan simbol <math>\circ </math> untuk melambangkan pengertian komposisional, dengan menulis <math>f^{\circ n}(x)</math> sebagai iterasi ke-<math>n</math> dari fungsi <math>f(x)</math>, sebagai contoh, <math>f^{\circ 3}(x)</math> berarti <math>f(f(f(x)))</math>. [[Benjamin Peirce]] menggunakan notasi <math>f^{[n]}(x)  </math>, sedangkan [[Alfred Pringsheim]] dan [[Jules Molk]] menyarankan untuk menggunakan notasi <math>^n\!f(x)</math>.
Selain itu, notasi pangkat fungsional juga mempunyai pengertian yang bersifat ambigu. Untuk menghindari hal tersebut, beberapa matematikawan menggunakan simbol <math>\circ </math> untuk melambangkan pengertian komposisional, dengan menulis <math>f^{\circ n}(x)</math> sebagai iterasi ke-<math>n</math> dari fungsi <math>f(x)</math>, sebagai contoh, <math>f^{\circ 3}(x)</math> berarti <math>f(f(f(x)))</math>. [[Benjamin Peirce]] menggunakan notasi <math>f^{[n]}(x)  </math>,<ref>[https://books.google.com/books?id=bT5suOONXlgC A History of Mathematical Notations]. Open court publishing company. 1952. Vol. 2. hlm. 108, 176–179, 336, 346. ISBN 978-1-60206-714-1. (xviii+367+1 pages including 1 addenda page) (NB. ISBN and link for reprint of 2nd edition by Cosimo, Inc., New York, USA, 2013.)</ref><ref>''Curves, Functions and Forces''. 1852. Vol. I. hlm. 203.</ref> sedangkan [[Alfred Pringsheim]] dan [[Jules Molk]] menyarankan untuk menggunakan notasi <math>^n\!f(x)</math>.<ref>[https://books.google.com/books?id=bT5suOONXlgC A History of Mathematical Notations]. Open court publishing company. 1952. Vol. 2. hlm. 108, 176–179, 336, 346. ISBN 978-1-60206-714-1. (xviii+367+1 pages including 1 addenda page) (NB. ISBN and link for reprint of 2nd edition by Cosimo, Inc., New York, USA, 2013.)</ref><ref>''Encyclopédie des sciences mathématiques pures et appliquées''. 1907. Vol. I. hlm. 195.</ref><ref>Alfred Pringsheim dan Jules Molk menggunakan notasi untuk melambangkan komposisi fungsi. Namun, jangan bingung dengan notasi Rudolf von Bitter Rucker , yang diperkenalkan oleh Hans Maurer dan Reuben Louis Goodstein karena notasi tersebut mengartikan tetrasi, atau notasi David Patterson Ellerman yang mengartikan akar ke- n .</ref>


== Fungsi multivariabel ==
== Fungsi multivariabel ==
Baris 79: Baris 75:
: <math>f|_{x_i = g} = f (x_1, \ldots, x_{i-1}, g(x_1, x_2, \ldots, x_n), x_{i+1}, \ldots, x_n).</math>
: <math>f|_{x_i = g} = f (x_1, \ldots, x_{i-1}, g(x_1, x_2, \ldots, x_n), x_{i+1}, \ldots, x_n).</math>


Ketika <math>g    </math> adalah konstanta sederhana <math>b  </math>, maka komposisinya merosot menjadi penilaian (parsial). Hasil dari komposisi tersebut juga dikenal sebagai [[Pembatasan (matematika)|pembatasan]] atau ''ko-faktor''.
Ketika <math>g    </math> adalah konstanta sederhana <math>b  </math>, maka komposisinya merosot menjadi penilaian (parsial). Hasil dari komposisi tersebut juga dikenal sebagai [[Pembatasan (matematika)|pembatasan]] atau ''ko-faktor''.<ref>[https://www.cs.cmu.edu/~bryant/pubdir/ieeetc86.pdf Logic Minimization Algorithms for VLSI Synthesis]. ''IEEE Transactions on Computers''. August 1986. Vol. C-35 (8). hlm. 677–691. doi:10.1109/tc.1986.1676819.</ref>


: <math>f|_{x_i = b} = f (x_1, \ldots, x_{i-1}, b, x_{i+1}, \ldots, x_n).</math>
: <math>f|_{x_i = b} = f (x_1, \ldots, x_{i-1}, b, x_{i+1}, \ldots, x_n).</math>
Baris 87: Baris 83:
: <math>h(x_1,\ldots,x_m) = f(g_1(x_1,\ldots,x_m),\ldots,g_n(x_1,\ldots,x_m))</math>.
: <math>h(x_1,\ldots,x_m) = f(g_1(x_1,\ldots,x_m),\ldots,g_n(x_1,\ldots,x_m))</math>.


Komposisi fungsi di atas terkadang disebut '''komposit perumuman''' atau '''superposisi''' dari <math>f  </math> dengan <math>g_1,\dots,g_n  </math>. Seperti yang disebutkan sebelumnya, komposisi parsial yang hanya dalam satu argumen dapat dipakai dari skema yang lebih umum dengan membuat semua fungsi argumen, kecuali merupakan [[fungsi proyeksi]]. Fungsi <math>g_1,\dots,g_n  </math> dapat dipandang sebagai fungsi vektor tunggal atau fungsi bernilai [[tupel]] dalam skema yang umum ini, dan ini merupakan definisi standar dari komposisi fungsi yang tepat.
Komposisi fungsi di atas terkadang disebut '''komposit perumuman''' atau '''superposisi''' dari <math>f  </math> dengan <math>g_1,\dots,g_n  </math>.<ref>[https://books.google.com/books?id=QXi3BZWoMRwC Universal Algebra: Fundamentals and Selected Topics]. CRC Press. 2011. hlm. [https://books.google.com/books?id=QXi3BZWoMRwC&pg=PA79 79]–80, [https://books.google.com/books?id=QXi3BZWoMRwC&pg=PA90 90]–91. ISBN 978-1-4398-5129-6.</ref> Seperti yang disebutkan sebelumnya, komposisi parsial yang hanya dalam satu argumen dapat dipakai dari skema yang lebih umum dengan membuat semua fungsi argumen, kecuali merupakan [[fungsi proyeksi]]. Fungsi <math>g_1,\dots,g_n  </math> dapat dipandang sebagai fungsi vektor tunggal atau fungsi bernilai [[tupel]] dalam skema yang umum ini, dan ini merupakan definisi standar dari komposisi fungsi yang tepat.<ref>[https://books.google.com/books?id=zy3M24m5cykC&pg=PA100 Theory of Computation]. John Wiley & Sons. 2012. hlm. 100. ISBN 978-1-118-31533-0.</ref>


Himpunan [[Operasi (matematika)|operasi]] finiter pada suatu himpunan dasar <math>X  </math> disebut [[Klon (aljabar)|klon]] jika ia memuat semua proyeksi dan tertutup terhadap komposisi perumuman. Perhatikan bahwa klon biasanya memuat operasi berbagai [[Ariti|ariter]]. Perumuman menarik dari gagasan tentang pertukaran dari komposisi fungsi multivariabel tersebut mengatakan: fungsi <math>f  </math> ariter <math>n    </math> dikatakan komutatif dengan fungsi <math>g    </math> ariter <math>m  </math> jika <math>f  </math> adalah fungsi kekal [[Homomorfisma|homomorfisme]] <math>g    </math>, dan begitupula dengan sebaliknya. Ini dirumuskan sebagai
Himpunan [[Operasi (matematika)|operasi]] finiter pada suatu himpunan dasar <math>X  </math> disebut [[Klon (aljabar)|klon]] jika ia memuat semua proyeksi dan tertutup terhadap komposisi perumuman. Perhatikan bahwa klon biasanya memuat operasi berbagai [[Ariti|ariter]]. Perumuman menarik dari gagasan tentang pertukaran dari komposisi fungsi multivariabel tersebut mengatakan: fungsi <math>f  </math> ariter <math>n    </math> dikatakan komutatif dengan fungsi <math>g    </math> ariter <math>m  </math> jika <math>f  </math> adalah fungsi kekal [[Homomorfisma|homomorfisme]] <math>g    </math>, dan begitupula dengan sebaliknya. Ini dirumuskan sebagai<ref>[https://books.google.com/books?id=QXi3BZWoMRwC Universal Algebra: Fundamentals and Selected Topics]. CRC Press. 2011. hlm. [https://books.google.com/books?id=QXi3BZWoMRwC&pg=PA79 79]–80, [https://books.google.com/books?id=QXi3BZWoMRwC&pg=PA90 90]–91. ISBN 978-1-4398-5129-6.</ref>


: <math>f(g(a_{11},\ldots,a_{1m}),\ldots,g(a_{n1},\ldots,a_{nm})) = g(f(a_{11},\ldots,a_{n1}),\ldots,f(a_{1m},\ldots,a_{nm}))</math>.
: <math>f(g(a_{11},\ldots,a_{1m}),\ldots,g(a_{n1},\ldots,a_{nm})) = g(f(a_{11},\ldots,a_{n1}),\ldots,f(a_{1m},\ldots,a_{nm}))</math>.


Operasi uner selalu komutatif dengan dirinya sendiri, tetapi pernyataan ini tidak sepenuhnya benar untuk sebuah operasi biner (atau operasi ariter yang lebih tinggi). Operasi biner (atau operasi ariter yang lebih tinggi) yang komutatif dengan dirinya disebut [[Magma medial|medial atau entropik]].
Operasi uner selalu komutatif dengan dirinya sendiri, tetapi pernyataan ini tidak sepenuhnya benar untuk sebuah operasi biner (atau operasi ariter yang lebih tinggi). Operasi biner (atau operasi ariter yang lebih tinggi) yang komutatif dengan dirinya disebut [[Magma medial|medial atau entropik]].<ref>[https://books.google.com/books?id=QXi3BZWoMRwC Universal Algebra: Fundamentals and Selected Topics]. CRC Press. 2011. hlm. [https://books.google.com/books?id=QXi3BZWoMRwC&pg=PA79 79]–80, [https://books.google.com/books?id=QXi3BZWoMRwC&pg=PA90 90]–91. ISBN 978-1-4398-5129-6.</ref>


== Perumuman ==
== Perumuman ==
Perumuman [[Komposisi relasi|komposisi]] ke [[relasi biner]] sebarang mengatakan bahwa  jika <math>R \subseteq X \times Y  </math> dan <math>S \subseteq Y \times Z  </math> merupakan dua relasi biner, maka komposisi <math>R \circ S  </math> adalah relasi yang didefinisikan sebagai <math>\{(x; z) \in X \times Z : \exist y \in Y, (x, y) \in R \wedge (y, z) \in S \}  </math>. Untuk memahaminya lebih lanjut, anggaplah sebuah fungsi sebagai sebuah kasus istimewa dari relasi biner (yaitu [[Relasi biner|relasi fungsional]]), maka komposisi fungsi memenuhi definisi tentang komposisi relasi. Sebuah lingkaran kecil pada notasi komposisi <math>R \circ S  </math> digunakan untuk [[Komposisi relasi#Variasi notasi|notasi infiks dari komposisi relasi]], dan juga untuk fungsi. Namun ketika simbol tersebut dipakai untuk mewakili komposisi fungsi <math>(g \circ f)(x)= g(f(x))  </math>, maka urutan teksnya dibalik agar menjelaskan berbagai urutan operasi.
Perumuman [[Komposisi relasi|komposisi]] ke [[relasi biner]] sebarang mengatakan bahwa  jika <math>R \subseteq X \times Y  </math> dan <math>S \subseteq Y \times Z  </math> merupakan dua relasi biner, maka komposisi <math>R \circ S  </math> adalah relasi yang didefinisikan sebagai <math>\{(x; z) \in X \times Z : \exist y \in Y, (x, y) \in R \wedge (y, z) \in S \}  </math>. Untuk memahaminya lebih lanjut, anggaplah sebuah fungsi sebagai sebuah kasus istimewa dari relasi biner (yaitu [[Relasi biner|relasi fungsional]]), maka komposisi fungsi memenuhi definisi tentang komposisi relasi. Sebuah lingkaran kecil pada notasi komposisi <math>R \circ S  </math> digunakan untuk [[Komposisi relasi#Variasi notasi|notasi infiks dari komposisi relasi]], dan juga untuk fungsi. Namun ketika simbol tersebut dipakai untuk mewakili komposisi fungsi <math>(g \circ f)(x)= g(f(x))  </math>, maka urutan teksnya dibalik agar menjelaskan berbagai urutan operasi.


Komposisinya didefinisikan dengan cara yang sama untuk [[fungsi parsial]], dan teorema Cayley mempunyai pernyataan yang menyerupai [[teorema Wagner–Preston]].
Komposisinya didefinisikan dengan cara yang sama untuk [[fungsi parsial]], dan teorema Cayley mempunyai pernyataan yang menyerupai [[teorema Wagner–Preston]].<ref>''Symmetric Inverse Semigroups''. 1997. hlm. xv. ISBN 0-8218-0627-0.</ref>


[[Kategori himpunan]] dengan fungsi sebagai [[morfisme]] merupakan [[Kategori (matematika)|kategori]] prototipikal. Aksioma dari sebuah kategori sebenarnya terinspirasi dari sifat-sifat (dan juga definisi) komposisi fungsi. Strukturnya dinyatakan dengan komposisi yang bersifat aksiomatisasi dan diperumum dalam [[teori kategori]] dengan konsep [[morfisme]] sebagai fungsi pengganti teoretis-kategori. Kebalikan urutan komposisi dalam rumus <math>(f \circ g)^{-1} = \left(g^{-1} \circ f^{-1} \right)  </math> berlaku untuk [[komposisi relasi]] yang menggunakan [[relasi sebalik]], dan demikian juga dalam [[teori grup]]. Struktur ini membentuk [[kategori belati]].
[[Kategori himpunan]] dengan fungsi sebagai [[morfisme]] merupakan [[Kategori (matematika)|kategori]] prototipikal. Aksioma dari sebuah kategori sebenarnya terinspirasi dari sifat-sifat (dan juga definisi) komposisi fungsi.<ref>[https://books.google.com/books?id=ua5gKZt3R6AC&pg=PA65 A Course in Modern Algebra]. John Wiley & Sons. 1989. hlm. 65. ISBN 978-0-471-50405-4.</ref> Strukturnya dinyatakan dengan komposisi yang bersifat aksiomatisasi dan diperumum dalam [[teori kategori]] dengan konsep [[morfisme]] sebagai fungsi pengganti teoretis-kategori. Kebalikan urutan komposisi dalam rumus <math>(f \circ g)^{-1} = \left(g^{-1} \circ f^{-1} \right)  </math> berlaku untuk [[komposisi relasi]] yang menggunakan [[relasi sebalik]], dan demikian juga dalam [[teori grup]]. Struktur ini membentuk [[kategori belati]].


== Tipografi ==
== Tipografi ==
Baris 106: Baris 102:


== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Akar kuadrat fungsional]]
* [[Akar kuadrat fungsional]]
* [[Alir (matematika)]]
* [[Alir (matematika)]]
Baris 122: Baris 117:


== Catatan ==
== Catatan ==
== Bacaan lebih lanjut ==
*


== Pranala luar ==
*
* "[http://demonstrations.wolfram.com/CompositionOfFunctions/ Composition of Functions]" by Bruce Atwood, the Wolfram Demonstrations Project, 2007.
*


== Referensi ==
== Referensi ==
 
<references />
 


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komposisi+fungsi&oldid=27509367 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27509367 (2025-07-07T14:44:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Komposisi+fungsi&oldid=27509367 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 27509367 (2025-07-07T14:44:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 24 Agustus 2026 23.04

Dalam matematika, komposisi fungsi adalah operasi yang mengambil dua fungsi f dan g dan menghasilkan fungsi h=gf sehingga h(x)=g(f(x)). Fungsi g pada operasi ini diterapkan ke dalam hasil penerapan fungsi f ke x. Artinya, fungsi f:XY dan g:YZ dikomposisikan untuk menghasilkan sebuah fungsi yang memetakan x di X ke g(f(x)) di Z. Secara intuitif, jika z adalah fungsi y, dan y adalah fungsi x, maka z adalah fungsi x. Hasil fungsi komposisi yang dinyatakan sebagai gf:XZ, didefinisikan sebagai (gf)(x)=g(f(x)) untuk semua x dalam X.[1]

Notasi gf dibaca sebagai "g komposisi f" atau "g bundaran f". Secara intuitif, mengomposisikan fungsi-fungsi adalah proses perangkaian yang memasukkan nilai keluaran () fungsi f ke nilai masukan () fungsi g.

Komposisi fungsi adalah sebuah kasus istimewa dari komposisi hubungan. Komposisi fungsi terkadang juga dinyatakan sebagai . Akibatnya, semua sifat-sifat komposisi relasi adalah benar untuk komposisi fungsi, contohnya seperti sifat asosiatif.[2] Namun komposisi fungsi berbeda dari perkalian fungsi, dan memiliki beberapa sifat-sifat yang cukup berbeda. Penjelasan secara khususnya, komposisi fungsi tidak memiliki sifat komutatif.[3]

Contoh-contoh

Contoh komposisi fungsi biasanya melibatkan himpunan hingga dan himpunan takhingga.

  • Komposisi fungsi pada himpunan hingga: Jika f={(1,1),(2,3),(3,1),(4,2)}, dan g={(1,2),(2,3),(3,1),(4,2)}, maka gf={(1,2),(2,1),(3,2),(4,3)}. Lihat di gambar.
  • Komposisi fungsi pada himpunan takhinggaː Jika f: (dengan adalah himpunan dari semua bilangan real) dinyatakan, sebagai contoh, f(x)=2x+4 dan g: dinyatakan, sebagai contoh pula, g(x)=x3, maka
(fg)(x)=f(g(x))=f(x3)=2x3+4
dan
(gf)(x)=g(f(x))=g(2x+4)=(2x+4)3.

Selain contoh di atas, komposisi fungsi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh,

  • Jika sebuah ketinggian pesawat terbang pada waktu t adalah a(t) dan tekanan udara pada ketinggian x adalah p(x), maka (pa)(t) adalah tekanan di sekitar pesawat pada waktu t.

Sifat-sifat komposisi fungsi

Komposisi fungsi selalu asosiatif.[4] Artinya, jika f, g, dan h terkomposisikan, maka f(gh)=(fg)h.[5] Biasanya, tanda kurung dihilangkan karena tidak mengubah hasil komposisi fungsi tersebut.

Penjelasan singkatnya, komposisi gf hanya berarti bahwa jika kodomain f sama dengan domain g. Namun dalam penjelasan yang lebih luas, komposisi gf cukup dikatakan bahwa fungsi pertama merupakan himpunan bagian dari fungsi terakhir.[6] Bahkan, hal tersebut sering kali membatasi domain f secara diam-diam, sehingga f hanya menghasilkan nilai dalam domain g. Sebagai contoh, komposisi gf dari fungsi dinyatakan sebagai fungsi f(x)=9x2, dan yang dinyatakan sebagai fungsi g(x)=x, dapat dinyatakan pada interval [3,+3].

Fungsi g dan f dikatakan komutatif dengan satu sama lain jika gf=fg, karena komutatif adalah sebuah sifat yang istimewa, yang hanya didapatkan dengan fungsi khusus dan sering kali dalam keadaan khusus. Sebagai contoh, |x|+3=|x+3| hanya ketika x0.

Komposisi dari fungsi injektif selalu injektif. Mirip dengan sebelumnya, komposisi dari fungsi surjektif selalu surjektif. Jadi, komposisi dari dua fungsi bijeksi juga bijeksi. Kebalikan dari komposisi fungsi memiliki sifat (fg)1=g1f1.[7]

Turunan komposisi fungsi yang melibatkan fungsi terdiferensialkan dapat dicari dengan menggunakan aturan rantai. Namun, turunan tingkat tinggi dari fungsi tersebut dapat dicari dengan menggunakan rumus Faà di Bruno.[8]

Monoid komposisi

Misalkan komposisi fungsi mempunyai dua fungsi lebih f:XX, g:XX yang memiliki domain dan kodomain yang sama, maka komposisi fungsi tersebut dapat dibentuk rantai dari transformasi yang dikomposisi bersama, contohnya seperti ffgf. Rantai tersebut memiliki struktur aljabar dari sebuah monoid, yang disebut sebagai monoid komposisi atau (istilah yang jarang dipakai disebut) monoid transformasi. Biasanya, monoid transformasi dapat memiliki struktur yang sangat rumit. Contoh penting yang terkait dengannya adalah kurva de Rham. Himpunan semua fungsi f:XX disebut semigrup transformasi penuh ()[9] atau semigrup simetris ()[10] pada X. (Sebenarnya hal ini dapat mendefinisikan dua semigrup tergantung bagaimana caranya mendefinisikan operasi semigrup sebagai komposisi fungsi dari kiri atau dari kanan.[11])

Jika transformasi adalah bijektif (dan akibatnya transformasinya dikatakan terbalikkan), maka himpunan dari semua kombinasi dari fungsi-fungsi ini kemungkinan membentuk sebuah grup transformasi, dan adapula yang mengatakan bahwa grupnya dihasilkan oleh fungsi-fungsi ini.

Teorema Cayley, teorema yang menjelaskan hasil dasar dalam teori grup, mengatakan bahwa setiap grup isomorfimis ke subgrup dari grup permutasi.[12] Himpunan dari semua fungsi bijektif f:XX (yang disebut permutasi) membentuk sebuah grup terhadap komposisi fungsi. Grup tersebut disebut grup simetri, atau terkadang juga disebut grup komposisi.

Dalam semigrup simetrik (dari semua transformasi), ada juga yang menemukan gagasan tidak unik dan lebih lemah mengenai invers (yang disebut invers-semu), karena semigrup simetrik merupakan semigrup reguler.[13]

Pangkat fungsional

Fungsi f:XY dapat mengomposisikan dengan dirinya sendiri, jika Y adalah subhimpunan dari X. Terkadang secara simbolis, hal ini dinyatakan dalam bentuk perpangkatan fungsi. Sebagai contoh,

  • (ff)(x)=f(f(x))=f2(x)
  • (fff)(x)=f(f(f(x)))=f3(x)
  • (fff)(x)=f(f(f(f(x))))=f4(x)

Lebih umumnya lagi, untuk setiap bilangan asli n2, pangkat fungsional ke-n dapat didefinisikan secara induktif denganfn=ffn1=fn1f. Notasi ini diperkenalkan oleh Hans Heinrich Bürmann[14][15] dan John Frederick William Herschel.[16][17][18][19] Komposisi berulang dari fungsi tersebut dengan sendirinya disebut fungsi teriterasi.

  • Menurut konvensi, f0 didefinisikan sebagai pemetaan identitas pada domain f, idX.
  • Bahkan jika Y=X dan f:XX memuat fungsi invers f1, maka perpangkatan fungsional negatif fn didefinisikan untuk n>0 sebagai perpangkatan negatif dari fungsi inversː fn=(f1)n.[20][21][22]

Selain itu, gagasannya dapat diperumum sehingga perhitungan berulang menjadi parameter kontinu, dalam kasus ini. Sistem tersebut dinamakan alir, yang dipakai untuk menyelesaikan persamaan Schröder. Fungsi yang berulang dan alir terjadi secara alami dalam studi fraktal dan sistem dinamikal.

Sayangnya, notasi pangkat fungsional memiliki makna yang bersifat ambigu. Sebagai contoh, jika f mengambil nilainya dari gelanggang (khususnya untuk f bernilai real atau kompleks), maka yang ada menimbulkan kebingungan. Hal ini karena notasi fn juga dapat diartikan sebagai darab n-lipat dari f, misalnya f2(x)=f(x)f(x). Selain itu, dalam fungsi trigonometri, notasi yang terakhir biasanya mengartikan setidaknya untuk eksponen positif.[23] Notasi superskrip tersebut mewakili eksponensiasi, contohnya sin2x=sinxsinx. Namun, adapula eksponen bernilai negatif. Biasanya, eksponen bernilai negatif (khususnya hanya untuk 1) merujuk pada fungsi invers, contohnya, tan1 mengartikan invers dari tangen, bukan 1tan.

Pencegahan keambiguan pada notasi pangkat fungsional dapat dilihat di sini.

Pangkat fungsional berupa pecahan

Dalam beberapa kasus, ketika, untuk fungsi f yang dinyatakan sebagai persamaan gg=f mempunyai sebuah penyelesaian tunggal g, maka fungsi tersebut dapat didefinisikan sebagai akar kuadrat fungsional f, yang dinyatakan sebagai g=f1/2. Lebih umumnya lagi, jika gn=f mempunyai sebuah penyelesaian tunggal untuk suatu bilangan asli n>0, maka fm/n dapat didefinisikan sebagai gm.

Notasi alternatif

Dalam cabang teori grup, banyak matematikawan menghilangkan simbol pada operasi komposisi fungsi, yaitu simbol bundar. Dengan kata lain, mereka menulis gf alih-alih gf.[24]

Pada pertengahan abad ke-20, ada beberapa matematikawan mengatakan bahwa menulis "gf" mengartikan "terapkan fungsi f dahulu, lalu terapkan fungsi g" terlalu membingungkan dan memutuskan untuk mengubah notasi tersebut. Mereka menulis "xf" untuk "f(x)" dan "(xf)g" untuk "g(f(x))".[25] Penulisan ini dapat lebih alami dan tampak lebih sederhana daripada menulis fungsi di sebelah kiri dalam beberapa cabang matematika, misalnya dalam aljabar linear, ketika x adalah vektor baris dan f dan g melambangkan matriks dan komposisinya dilambangkan dengan perkalian matriks. Notasi alternatif yang ditulis tadi disebut notasi postfiks. Urutan komposisi fungsi tersebut penting karena tidak memerlukan sifat komutatif, contohnya seperti perkalian matriks. Transformasi penerusnya menerapkan dan menyusun ke kanannya agar sesuai dengan urutan pembacaan dari kiri-ke-kanan.

Para matematikawan yang menggunakan notasi postfiks dapat menulis "fg", yang berarti "terapkan f dahulu, kemudian terapkan g," Hal ini disesuaikan dengan urutan simbol-simbol yang terjadi dalam notasi postfiks, sehingga membuat notasi "fg" menjadi ambigu.

Para ilmuwan komputer dapat menulis "f;g",[26] namun hal ini mengakibatkan urutan komposisi fungsi menjadi disambiguasi. Agar dapat membedakan operator komposisi kiri dari semikolon teks, dalam notasi Z, karakter ⨾ digunakan untuk mengartikan komposisi relasi kiri.[27] Karena semua fungsi adalah relasi biner, maka hal ini benar untuk semikolon [tebal] yang dipakai sebagai komposisi fungsi juga (lihat artikel komposisi relasi untuk mengetahui lebih banyak tentang notasi tersebut).

Notasi alternatif untuk pangkat fungsional

Selain itu, notasi pangkat fungsional juga mempunyai pengertian yang bersifat ambigu. Untuk menghindari hal tersebut, beberapa matematikawan menggunakan simbol untuk melambangkan pengertian komposisional, dengan menulis fn(x) sebagai iterasi ke-n dari fungsi f(x), sebagai contoh, f3(x) berarti f(f(f(x))). Benjamin Peirce menggunakan notasi f[n](x),[28][29] sedangkan Alfred Pringsheim dan Jules Molk menyarankan untuk menggunakan notasi nf(x).[30][31][32]

Fungsi multivariabel

Komposisi parsial dapat berlaku untuk fungsi multivariabel. Pada beberapa konteks dalam teknik komputer, fungsinya dihasilkan ketika ada suatu argumen xi dari fungsi f yang digantikan dengan fungsi g. Ini disebut komposisi f dan g, dan secara simbolis dilambangkan sebagai fxi=g.

f|xi=g=f(x1,,xi1,g(x1,x2,,xn),xi+1,,xn).

Ketika g adalah konstanta sederhana b, maka komposisinya merosot menjadi penilaian (parsial). Hasil dari komposisi tersebut juga dikenal sebagai pembatasan atau ko-faktor.[33]

f|xi=b=f(x1,,xi1,b,xi+1,,xn).

Biasanya, komposisi fungsi banyak variabel dapat melibatkan beberapa fungsi lainnya sebagai argumen, seperti dalam definisi fungsi rekursif primitif. Penjelasan lebih lanjut, misalkan f adalah fungsi n-er dan g1,,gn adalah fungsi m-er, maka komposisi f dengan g1,,gn adalah fungsi m-er.

h(x1,,xm)=f(g1(x1,,xm),,gn(x1,,xm)).

Komposisi fungsi di atas terkadang disebut komposit perumuman atau superposisi dari f dengan g1,,gn.[34] Seperti yang disebutkan sebelumnya, komposisi parsial yang hanya dalam satu argumen dapat dipakai dari skema yang lebih umum dengan membuat semua fungsi argumen, kecuali merupakan fungsi proyeksi. Fungsi g1,,gn dapat dipandang sebagai fungsi vektor tunggal atau fungsi bernilai tupel dalam skema yang umum ini, dan ini merupakan definisi standar dari komposisi fungsi yang tepat.[35]

Himpunan operasi finiter pada suatu himpunan dasar X disebut klon jika ia memuat semua proyeksi dan tertutup terhadap komposisi perumuman. Perhatikan bahwa klon biasanya memuat operasi berbagai ariter. Perumuman menarik dari gagasan tentang pertukaran dari komposisi fungsi multivariabel tersebut mengatakan: fungsi f ariter n dikatakan komutatif dengan fungsi g ariter m jika f adalah fungsi kekal homomorfisme g, dan begitupula dengan sebaliknya. Ini dirumuskan sebagai[36]

f(g(a11,,a1m),,g(an1,,anm))=g(f(a11,,an1),,f(a1m,,anm)).

Operasi uner selalu komutatif dengan dirinya sendiri, tetapi pernyataan ini tidak sepenuhnya benar untuk sebuah operasi biner (atau operasi ariter yang lebih tinggi). Operasi biner (atau operasi ariter yang lebih tinggi) yang komutatif dengan dirinya disebut medial atau entropik.[37]

Perumuman

Perumuman komposisi ke relasi biner sebarang mengatakan bahwa jika RX×Y dan SY×Z merupakan dua relasi biner, maka komposisi RS adalah relasi yang didefinisikan sebagai {(x;z)X×Z:yY,(x,y)R(y,z)S}. Untuk memahaminya lebih lanjut, anggaplah sebuah fungsi sebagai sebuah kasus istimewa dari relasi biner (yaitu relasi fungsional), maka komposisi fungsi memenuhi definisi tentang komposisi relasi. Sebuah lingkaran kecil pada notasi komposisi RS digunakan untuk notasi infiks dari komposisi relasi, dan juga untuk fungsi. Namun ketika simbol tersebut dipakai untuk mewakili komposisi fungsi (gf)(x)=g(f(x)), maka urutan teksnya dibalik agar menjelaskan berbagai urutan operasi.

Komposisinya didefinisikan dengan cara yang sama untuk fungsi parsial, dan teorema Cayley mempunyai pernyataan yang menyerupai teorema Wagner–Preston.[38]

Kategori himpunan dengan fungsi sebagai morfisme merupakan kategori prototipikal. Aksioma dari sebuah kategori sebenarnya terinspirasi dari sifat-sifat (dan juga definisi) komposisi fungsi.[39] Strukturnya dinyatakan dengan komposisi yang bersifat aksiomatisasi dan diperumum dalam teori kategori dengan konsep morfisme sebagai fungsi pengganti teoretis-kategori. Kebalikan urutan komposisi dalam rumus (fg)1=(g1f1) berlaku untuk komposisi relasi yang menggunakan relasi sebalik, dan demikian juga dalam teori grup. Struktur ini membentuk kategori belati.

Tipografi

Simbol komposisi memiliki kode dalam Unicode, yaitu . Namun simbol komposisi dalam markah TeX ditulis sebagai\circ.

Lihat pula

Catatan

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Referensi

  1. Ada beberapa penulis yang menggunakan , yang didefinisikan dengan . Biasanya ini terjadi ketika memakai notasi postfiks , khususnya jika fungsi diwakili dengan eksponen, contohnya, dalam studi tindakan grup. Lihat Permutation groups. Springer. 1996. hlm. 5. ISBN 0-387-94599-7.
  2. How to Prove It: A Structured Approach. Cambridge University Press. 2006. hlm. 232. ISBN 978-1-139-45097-3.
  3. 3.4: Composition of Functions. Mathematics LibreTexts. 2020-01-16.
  4. How to Prove It: A Structured Approach. Cambridge University Press. 2006. hlm. 232. ISBN 978-1-139-45097-3.
  5. Eric W. Weisstein. Composition. mathworld.wolfram.com.
  6. Contohnya, dalam teori kategori, Komposisi fungsi dijelaskan secara singkat, dengan relasi subhimpunan dimodelkan secara eksplisit melalui fungsi inklusi.
  7. Learning to Reason: An Introduction to Logic, Sets, and Relations. John Wiley & Sons. 2000. hlm. 359–362. ISBN 978-0-471-37122-9.
  8. Eric W. Weisstein. Composition. mathworld.wolfram.com.
  9. Mathematics across the Iron Curtain: A History of the Algebraic Theory of Semigroups. American Mathematical Society. 2014. hlm. 334. ISBN 978-1-4704-1493-1.
  10. Semigroups: An Introduction to the Structure Theory. CRC Press. 1995. hlm. 2. ISBN 978-0-8247-9662-4.
  11. Algebraic Theory of Automata Networks: An introduction. SIAM. 2005. hlm. 8. ISBN 978-0-89871-569-9.
  12. Visual Group Theory. MAA. 2009-04-09. hlm. 95. ISBN 978-0-88385-757-1.
  13. Classical Finite Transformation Semigroups: An Introduction. Springer Science & Business Media. 2008. hlm. 24. ISBN 978-1-84800-281-4.
  14. A Collection of Examples of the Applications of the Calculus of Finite Differences. Printed by J. Smith, sold by J. Deighton & sons. 1820. hlm. 1–13 [5–6]. [1] (NB. Inhere, Herschel refers to his and mentions Hans Heinrich Bürmann's older work.)
  15. A History of Mathematical Notations. Open court publishing company. 1952. Vol. 2. hlm. 108, 176–179, 336, 346. ISBN 978-1-60206-714-1. (xviii+367+1 pages including 1 addenda page) (NB. ISBN and link for reprint of 2nd edition by Cosimo, Inc., New York, USA, 2013.)
  16. A Collection of Examples of the Applications of the Calculus of Finite Differences. Printed by J. Smith, sold by J. Deighton & sons. 1820. hlm. 1–13 [5–6]. [2] (NB. Inhere, Herschel refers to his and mentions Hans Heinrich Bürmann's older work.)
  17. A History of Mathematical Notations. Open court publishing company. 1952. Vol. 2. hlm. 108, 176–179, 336, 346. ISBN 978-1-60206-714-1. (xviii+367+1 pages including 1 addenda page) (NB. ISBN and link for reprint of 2nd edition by Cosimo, Inc., New York, USA, 2013.)
  18. On a Remarkable Application of Cotes's Theorem. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. Royal Society of London, printed by W. Bulmer and Co., Cleveland-Row, St. James's, sold by G. and W. Nicol, Pall-Mall. 1813. Vol. 103. hlm. 8–26 [10]. doi:10.1098/rstl.1813.0005.
  19. Formulaire mathématique. 1903. Vol. IV. hlm. 229.
  20. A Collection of Examples of the Applications of the Calculus of Finite Differences. Printed by J. Smith, sold by J. Deighton & sons. 1820. hlm. 1–13 [5–6]. [3] (NB. Inhere, Herschel refers to his and mentions Hans Heinrich Bürmann's older work.)
  21. A History of Mathematical Notations. Open court publishing company. 1952. Vol. 2. hlm. 108, 176–179, 336, 346. ISBN 978-1-60206-714-1. (xviii+367+1 pages including 1 addenda page) (NB. ISBN and link for reprint of 2nd edition by Cosimo, Inc., New York, USA, 2013.)
  22. On a Remarkable Application of Cotes's Theorem. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. Royal Society of London, printed by W. Bulmer and Co., Cleveland-Row, St. James's, sold by G. and W. Nicol, Pall-Mall. 1813. Vol. 103. hlm. 8–26 [10]. doi:10.1098/rstl.1813.0005.
  23. A History of Mathematical Notations. Open court publishing company. 1952. Vol. 2. hlm. 108, 176–179, 336, 346. ISBN 978-1-60206-714-1. (xviii+367+1 pages including 1 addenda page) (NB. ISBN and link for reprint of 2nd edition by Cosimo, Inc., New York, USA, 2013.)
  24. Making Mathematics Come to Life: A Guide for Teachers and Students. American Mathematical Society. 2009-01-01. hlm. 217–. ISBN 978-0-8218-4808-1.
  25. Discrete Mathematics. Springer. 2011. hlm. 118. ISBN 978-1-4419-8047-2.
  26. Category Theory for Computing Science. 1998. hlm. 6. (NB. This is the updated and free version of book originally published by Prentice Hall in 1990 as .)
  27. ISO/IEC 13568:2002(E), p. 23
  28. A History of Mathematical Notations. Open court publishing company. 1952. Vol. 2. hlm. 108, 176–179, 336, 346. ISBN 978-1-60206-714-1. (xviii+367+1 pages including 1 addenda page) (NB. ISBN and link for reprint of 2nd edition by Cosimo, Inc., New York, USA, 2013.)
  29. Curves, Functions and Forces. 1852. Vol. I. hlm. 203.
  30. A History of Mathematical Notations. Open court publishing company. 1952. Vol. 2. hlm. 108, 176–179, 336, 346. ISBN 978-1-60206-714-1. (xviii+367+1 pages including 1 addenda page) (NB. ISBN and link for reprint of 2nd edition by Cosimo, Inc., New York, USA, 2013.)
  31. Encyclopédie des sciences mathématiques pures et appliquées. 1907. Vol. I. hlm. 195.
  32. Alfred Pringsheim dan Jules Molk menggunakan notasi untuk melambangkan komposisi fungsi. Namun, jangan bingung dengan notasi Rudolf von Bitter Rucker , yang diperkenalkan oleh Hans Maurer dan Reuben Louis Goodstein karena notasi tersebut mengartikan tetrasi, atau notasi David Patterson Ellerman yang mengartikan akar ke- n .
  33. Logic Minimization Algorithms for VLSI Synthesis. IEEE Transactions on Computers. August 1986. Vol. C-35 (8). hlm. 677–691. doi:10.1109/tc.1986.1676819.
  34. Universal Algebra: Fundamentals and Selected Topics. CRC Press. 2011. hlm. 79–80, 90–91. ISBN 978-1-4398-5129-6.
  35. Theory of Computation. John Wiley & Sons. 2012. hlm. 100. ISBN 978-1-118-31533-0.
  36. Universal Algebra: Fundamentals and Selected Topics. CRC Press. 2011. hlm. 79–80, 90–91. ISBN 978-1-4398-5129-6.
  37. Universal Algebra: Fundamentals and Selected Topics. CRC Press. 2011. hlm. 79–80, 90–91. ISBN 978-1-4398-5129-6.
  38. Symmetric Inverse Semigroups. 1997. hlm. xv. ISBN 0-8218-0627-0.
  39. A Course in Modern Algebra. John Wiley & Sons. 1989. hlm. 65. ISBN 978-0-471-50405-4.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27509367 (2025-07-07T14:44:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.