Persamaan diferensial biasa: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28837387; atribusi sumber disertakan. ย |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi ย |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[matematika]], '''persamaan diferensial biasa''' (atau '''PDB,'''ย singkatan '''ODE''') adalah [[persamaan diferensial]] di mana fungsi yang tidak diketahui (variabel terikat) adalah fungsi dari variabel bebas [[Ketunggalan (matematika)|tunggal]]. Dalam bentuk paling sederhana fungsi yang tidak diketahui ini adalah [[fungsi riil]] atau [[fungsi kompleks]], tetapi secara umum bisa juga berupa fungsi vektor maupun matriks. Lebih jauh lagi, persamaan diferensial biasa digolongkan berdasarkaan orde tertinggi dari turunan terhadap variabel terikat yang muncul dalam persamaan tersebut. Persamaan diferensial sederhana yaitu PD orde satu. Berdasarkan definisi, suatu PD orde satu dapat dinyatakan secara umum dalam dua bentuk, yaitu bentuk implisit dan eksplisit. Contoh-contoh mengidentifikasi PD orde satu dapat dikaji lebih lanjut. | [[File:Navier_Stokes_Laminar.svg|thumb|right|280px|Navier Stokes Laminar]] | ||
ย | |||
Dalam [[matematika]], '''persamaan diferensial biasa''' (atau '''PDB,'''ย singkatan '''ODE''') adalah [[persamaan diferensial]] di mana fungsi yang tidak diketahui (variabel terikat) adalah fungsi dari variabel bebas [[Ketunggalan (matematika)|tunggal]]. Dalam bentuk paling sederhana fungsi yang tidak diketahui ini adalah [[fungsi riil]] atau [[fungsi kompleks]], tetapi secara umum bisa juga berupa fungsi vektor maupun matriks. Lebih jauh lagi, persamaan diferensial biasa digolongkan berdasarkaan orde tertinggi dari turunan terhadap variabel terikat yang muncul dalam persamaan tersebut. Persamaan diferensial sederhana yaitu PD orde satu. Berdasarkan definisi, suatu PD orde satu dapat dinyatakan secara umum dalam dua bentuk, yaitu bentuk implisit dan eksplisit. Contoh-contoh mengidentifikasi PD orde satu dapat dikaji lebih lanjut.<ref>SM Nababan. [https://pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/MATA4323-M1.pdf Persamaan Diferensial Biasa]. Universitas Terbuka. 2014. hlm. 1-57. ISBN 9796896573.</ref> | |||
Contoh sederhana adalah hukum gerak kedua Newton, yang menghasilkan persamaan diferensial | Contoh sederhana adalah hukum gerak kedua Newton, yang menghasilkan persamaan diferensial | ||
| Baris 14: | Baris 16: | ||
== Persamaan diferensial == | == Persamaan diferensial == | ||
[[Persamaan diferensial linear]] adalah persamaan diferensial yang ditentukan oleh [[polinomial linear]] dalam fungsi yang tidak diketahui dan turunannya, hal ini adalah [[persamaan]] dari bentuk | [[Persamaan diferensial linear]] adalah persamaan diferensial yang ditentukan oleh [[polinomial linear]] dalam fungsi yang tidak diketahui dan turunannya, hal ini adalah [[persamaan]] dari bentuk | ||
:<math>a_0(x)y +a_1(x)y' + a_2(x)y'' +\cdots +a_n(x)y^{(n)}+b(x)=0,</math> | :<math>a_0(x)y +a_1(x)y' + a_2(x)y'' +\cdots +a_n(x)y^{(n)}+b(x)=0,</math> | ||
| Baris 20: | Baris 21: | ||
Di antara persamaan diferensial biasa, persamaan diferensial linear memainkan peran penting karena beberapa alasan. Sebagian besar fungsi [[Fungsi dasar|dasar]] dan [[Fungsi khusus|khusus]] yang ditemukan dalam [[fisika]] dan [[matematika terapan]] adalah solusi persamaan diferensial linier (lihat [[Fungsi holonomik]]). Ketika fenomena fisik dimodelkan dengan persamaan non-linier, umumnya didekati dengan persamaan diferensial linier untuk solusi yang lebih mudah. Beberapa PDB non-linier yang dapat diselesaikan secara eksplisit umumnya diselesaikan dengan mengubah persamaan menjadi PDB linier ekuivalen (lihat, contohnya [[persamaan Riccati]]). | Di antara persamaan diferensial biasa, persamaan diferensial linear memainkan peran penting karena beberapa alasan. Sebagian besar fungsi [[Fungsi dasar|dasar]] dan [[Fungsi khusus|khusus]] yang ditemukan dalam [[fisika]] dan [[matematika terapan]] adalah solusi persamaan diferensial linier (lihat [[Fungsi holonomik]]). Ketika fenomena fisik dimodelkan dengan persamaan non-linier, umumnya didekati dengan persamaan diferensial linier untuk solusi yang lebih mudah. Beberapa PDB non-linier yang dapat diselesaikan secara eksplisit umumnya diselesaikan dengan mengubah persamaan menjadi PDB linier ekuivalen (lihat, contohnya [[persamaan Riccati]]). | ||
==Definisi== | ==Definisi== | ||
| Baris 30: | Baris 30: | ||
:<math>F\left (x,y,y',\ldots, y^{(n-1)} \right )=y^{(n)}</math> | :<math>F\left (x,y,y',\ldots, y^{(n-1)} \right )=y^{(n)}</math> | ||
disebut sebagai [[Fungsi implisit dan eksplisit|eksplisit]] ''persamaan diferensial biasa'' dari nilai ''order'' ''n''. | disebut sebagai [[Fungsi implisit dan eksplisit|eksplisit]] ''persamaan diferensial biasa'' dari nilai ''order'' ''n''.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Persamaan+diferensial+biasa&oldid=28837387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Persamaan+diferensial+biasa&oldid=28837387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
Lebih umum lagi, persamaan diferensial biasa ''[[fungsi implisit dan eksplisit|implisit]]'' ''n'' mengambil bentuknya: | Lebih umum lagi, persamaan diferensial biasa ''[[fungsi implisit dan eksplisit|implisit]]'' ''n'' mengambil bentuknya:<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Persamaan+diferensial+biasa&oldid=28837387 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> | ||
:<math>F\left(x, y, y', y'',\ \ldots,\ y^{(n)}\right) = 0</math> | :<math>F\left(x, y, y', y'',\ \ldots,\ y^{(n)}\right) = 0</math> | ||
==Sistem PDB== | ==Sistem PDB== | ||
Sejumlah persamaan diferensial berpasangan membentuk sistem persamaan. Jika '''y''' adalah vektor yang elemennya adalah fungsi; '''y'''(''x'') = [''y''<sub>1</sub>(''x''), ''y''<sub>2</sub>(''x''),..., ''y<sub>m</sub>''(''x'')], dan '''F''' adalah [[fungsi nilai vektor]] dari '' 'y' '' dan turunannya, maka | Sejumlah persamaan diferensial berpasangan membentuk sistem persamaan. Jika '''y''' adalah vektor yang elemennya adalah fungsi; '''y'''(''x'') = [''y''<sub>1</sub>(''x''), ''y''<sub>2</sub>(''x''),..., ''y<sub>m</sub>''(''x'')], dan '''F''' adalah [[fungsi nilai vektor]] dari '' 'y' '' dan turunannya, maka | ||
| Baris 77: | Baris 75: | ||
\end{pmatrix}</math> | \end{pmatrix}</math> | ||
Untuk sistem bentuk <math>\mathbf{F} \left(x,\mathbf{y},\mathbf{y}'\right) = \boldsymbol{0}</math>, beberapa sumber juga mengharuskan [[matriks Jacobian]] <math>\frac{\partial\mathbf{F}(x,\mathbf{u},\mathbf{v})}{\partial \mathbf{v}}</math> jadilah [[matriks tunggal|non-singular]] untuk menyebutnya sebagai [sistem] PDB implisit; sistem PDB implisit yang memenuhi kondisi non-singularitas Jacobian ini dapat diubah menjadi sistem PDB eksplisit. Dalam sumber yang sama, sistem PDB implisit dengan Jacobian tunggal disebut [[persamaan aljabar diferensial]] (DAE). Perbedaan ini bukan hanya salah satu terminologi; DAE memiliki karakteristik yang berbeda secara fundamental dan umumnya lebih terlibat untuk diselesaikan daripada sistem PDB (nonsingular). Agaknya untuk turunan tambahan, [[matriks Hessian]] dan seterusnya juga diasumsikan non-singular menurut skema tersebut,ย meskipun perhatikan bahwa [[#Pengurangan ke sistem orde pertama|PDB apa pun dengan urutan yang lebih besar dari satu dapat [dan biasanya] ditulis ulang sebagai sistem PDB urutan pertama]], yang membuat kriteria singularitas Jacobian cukup untuk taksonomi ini menjadi komprehensif di semua urutan. | Untuk sistem bentuk <math>\mathbf{F} \left(x,\mathbf{y},\mathbf{y}'\right) = \boldsymbol{0}</math>, beberapa sumber juga mengharuskan [[matriks Jacobian]] <math>\frac{\partial\mathbf{F}(x,\mathbf{u},\mathbf{v})}{\partial \mathbf{v}}</math> jadilah [[matriks tunggal|non-singular]] untuk menyebutnya sebagai [sistem] PDB implisit; sistem PDB implisit yang memenuhi kondisi non-singularitas Jacobian ini dapat diubah menjadi sistem PDB eksplisit. Dalam sumber yang sama, sistem PDB implisit dengan Jacobian tunggal disebut [[persamaan aljabar diferensial]] (DAE). Perbedaan ini bukan hanya salah satu terminologi; DAE memiliki karakteristik yang berbeda secara fundamental dan umumnya lebih terlibat untuk diselesaikan daripada sistem PDB (nonsingular).<ref>Uri M. Ascher. ''Metode Komputer untuk Persamaan Diferensial Biasa dan Persamaan Diferensial-Aljabar''. SIAM. 1998. hlm. 12. ISBN 978-1-61197-139-2.</ref><ref>Achim Ilchmann. ''Survei dalam Persamaan Aljabar-Diferensial II''. Springer. 2014. hlm. 104โ105. ISBN 978-3-319-11050-9.</ref> Agaknya untuk turunan tambahan, [[matriks Hessian]] dan seterusnya juga diasumsikan non-singular menurut skema tersebut,ย meskipun perhatikan bahwa [[#Pengurangan ke sistem orde pertama|PDB apa pun dengan urutan yang lebih besar dari satu dapat [dan biasanya] ditulis ulang sebagai sistem PDB urutan pertama]],<ref>Uri M. Ascher. ''Metode Komputer untuk Persamaan Diferensial Biasa dan Persamaan Diferensial-Aljabar''. SIAM. 1998. hlm. 5. ISBN 978-1-61197-139-2.</ref> yang membuat kriteria singularitas Jacobian cukup untuk taksonomi ini menjadi komprehensif di semua urutan. | ||
Perilaku sistem PDB dapat divisualisasikan melalui penggunaan [[potret fase]]. | Perilaku sistem PDB dapat divisualisasikan melalui penggunaan [[potret fase]]. | ||
| Baris 89: | Baris 87: | ||
Given two solutionsย and , ''u'' is called an ''extension'' of ''v'' ifย and | Given two solutionsย and , ''u'' is called an ''extension'' of ''v'' ifย and | ||
:<math>u(x) = v(x) \quad x \in I.\,</math> | :<math>u(x) = v(x) \quad x \in I.\,</math> | ||
===Solusi tunggal=== | ===Solusi tunggal=== | ||
| Baris 98: | Baris 95: | ||
==Teori== | ==Teori== | ||
===Teori Fuchsian=== | ===Teori Fuchsian=== | ||
ย | Dua memoar oleh [[Lazarus Fuchs|Fuchs]]<ref>''Crelle'', 1866, 1868</ref> mengilhami pendekatan baru, yang kemudian diuraikan oleh Thomรฉ dan [[Ferdinand Georg Frobenius|Frobenius]]. Collet adalah kontributor terkemuka mulai tahun 1869. Metodenya untuk mengintegrasikan sistem non-linier dikomunikasikan ke Bertrand pada tahun 1868. [[Alfred Clebsch|Clebsch]] (1873) menyerang teori sepanjang garis sejajar dengan teori [[Abelian integral]]. Karena yang terakhir dapat diklasifikasikan menurut sifat-sifat kurva fundamental yang tetap tidak berubah di bawah transformasi rasional, Clebsch mengusulkan untuk mengklasifikasikan fungsi transenden yang ditentukan oleh persamaan diferensial sesuai dengan sifat invarian dari permukaan yang sesuai ''f'' = 0 di bawah transformasi satu-ke-satu yang rasional. | ||
Dua memoar oleh [[Lazarus Fuchs|Fuchs]] mengilhami pendekatan baru, yang kemudian diuraikan oleh Thomรฉ dan [[Ferdinand Georg Frobenius|Frobenius]]. Collet adalah kontributor terkemuka mulai tahun 1869. Metodenya untuk mengintegrasikan sistem non-linier dikomunikasikan ke Bertrand pada tahun 1868. [[Alfred Clebsch|Clebsch]] (1873) menyerang teori sepanjang garis sejajar dengan teori [[Abelian integral]]. Karena yang terakhir dapat diklasifikasikan menurut sifat-sifat kurva fundamental yang tetap tidak berubah di bawah transformasi rasional, Clebsch mengusulkan untuk mengklasifikasikan fungsi transenden yang ditentukan oleh persamaan diferensial sesuai dengan sifat invarian dari permukaan yang sesuai ''f'' = 0 di bawah transformasi satu-ke-satu yang rasional. | |||
===Teori Lie=== | ===Teori Lie=== | ||
Dari tahun 1870, karya [[Sophus Lie]] menempatkan teori persamaan diferensial di atas fondasi yang lebih baik. Dia menunjukkan bahwa teori integrasi dari ahli matematika yang lebih tua bisa, menggunakan [[Lie grup]], dirujuk ke sumber yang sama, dan persamaan diferensial biasa yang mengakui hal yang sama [[infinitesimal transformasi]] menghadirkan kesulitan integrasi yang sebanding. Dia juga menekankan subjek [[transformasi kontak]]. | Dari tahun 1870, karya [[Sophus Lie]] menempatkan teori persamaan diferensial di atas fondasi yang lebih baik. Dia menunjukkan bahwa teori integrasi dari ahli matematika yang lebih tua bisa, menggunakan [[Lie grup]], dirujuk ke sumber yang sama, dan persamaan diferensial biasa yang mengakui hal yang sama [[infinitesimal transformasi]] menghadirkan kesulitan integrasi yang sebanding. Dia juga menekankan subjek [[transformasi kontak]]. | ||
=== Teori Sturm-Liouville === | === Teori Sturm-Liouville === | ||
Teori Sturm-Liouville adalah teori jenis khusus dari persamaan diferensial biasa linier orde dua. Solusi mereka didasarkan pada [[eigenvalues]] dan korespondensi [[Fungsi eigen|eigenfunctions]] operator linier yang ditentukan melalui orde kedua [[Sistem persamaan lineatr|persamaan linier homogen]]. | Teori Sturm-Liouville adalah teori jenis khusus dari persamaan diferensial biasa linier orde dua. Solusi mereka didasarkan pada [[eigenvalues]] dan korespondensi [[Fungsi eigen|eigenfunctions]] operator linier yang ditentukan melalui orde kedua [[Sistem persamaan lineatr|persamaan linier homogen]]. | ||
==Eksistensi dan keunikan solusinya== | ==Eksistensi dan keunikan solusinya== | ||
Ada beberapa teorema yang menetapkan keberadaan dan keunikan solusi untuk [[masalah nilai awal]] yang melibatkan PDB baik secara lokal maupun global. Dua teorema utama tersebut adalah | Ada beberapa teorema yang menetapkan keberadaan dan keunikan solusi untuk [[masalah nilai awal]] yang melibatkan PDB baik secara lokal maupun global. Dua teorema utama tersebut adalah | ||
: | :{| class="wikitable" | ||
|- | |||
! Dalil | |||
! Anggapan | |||
! Kesimpulan | |||
|- | |||
|[[Teorema keberadaan Peano]] | |||
||F [[fungsi kontinu|kontinu]] | |||
||keberadaan lokal saja | |||
|- | |||
|[[Teorema PicardโLindelรถf]] | |||
||F [[Lipschitz terus menerus]] | |||
||keberadaan dan keunikan lokal | |||
|- | |||
|} | |||
Dalam bentuk dasarnya, kedua teorema ini hanya menjamin hasil lokal, meskipun yang terakhir dapat diperpanjang untuk memberikan hasil global, misalnya, jika kondisi [[Pertidaksamaan Grรถnwall]] terpenuhi. | Dalam bentuk dasarnya, kedua teorema ini hanya menjamin hasil lokal, meskipun yang terakhir dapat diperpanjang untuk memberikan hasil global, misalnya, jika kondisi [[Pertidaksamaan Grรถnwall]] terpenuhi. | ||
Selain itu, teorema keunikan seperti Lipschitz di atas tidak berlaku untuk sistem [[persamaan aljabar diferensial|DAE]], yang mungkin memiliki beberapa solusi yang berasal dari bagian aljabar (non-linear) saja. | Selain itu, teorema keunikan seperti Lipschitz di atas tidak berlaku untuk sistem [[persamaan aljabar diferensial|DAE]], yang mungkin memiliki beberapa solusi yang berasal dari bagian aljabar (non-linear) saja.<ref>Uri M. Ascher. ''Metode Komputer untuk Persamaan Diferensial Biasa dan Persamaan Diferensial-Aljabar''. SIAM. 1998. hlm. 13. ISBN 978-1-61197-139-2.</ref> | ||
===Eksistensi lokal dan teorema keunikan disederhanakan=== | ===Eksistensi lokal dan teorema keunikan disederhanakan=== | ||
ย | Teorema dapat dinyatakan secara sederhana sebagai berikut.<ref>Elementary Persamaan Diferensial dan Masalah Nilai Batas (Edisi ke-4), W.E. Boyce, R.C. Diprima, Wiley International, John Wiley & Sons, 1986,</ref> Untuk persamaan dan masalah nilai awal: | ||
Teorema dapat dinyatakan secara sederhana sebagai berikut. Untuk persamaan dan masalah nilai awal: | |||
:<math> y' = F(x,y)\,,\quad y_0 = y(x_0)</math> | :<math> y' = F(x,y)\,,\quad y_0 = y(x_0)</math> | ||
| Baris 134: | Baris 139: | ||
:<math>I = [x_0-h,x_0+h] \subset [x_0-a,x_0+a]</math> | :<math>I = [x_0-h,x_0+h] \subset [x_0-a,x_0+a]</math> | ||
== Pengurangan pesanan == | == Pengurangan pesanan == | ||
| Baris 167: | Baris 171: | ||
==Metode tebakan== | ==Metode tebakan== | ||
Ketika semua metode lain untuk menyelesaikan PDB gagal, atau dalam kasus di mana kami memiliki beberapa intuisi tentang seperti apa solusi untuk DE, Terkadang mungkin untuk menyelesaikan DE hanya dengan menebak solusi dan memvalidasinya benar. Untuk menggunakan metode ini, kita cukup menebak solusi dari persamaan diferensial, lalu memasukkan solusi tersebut ke dalam persamaan diferensial untuk memvalidasi apakah solusi tersebut memenuhi persamaan tersebut. Jika benar, maka kami memiliki solusi khusus untuk DE, jika tidak, kami mulai lagi dan coba tebakan lain.ย Misalnya kita bisa menebak bahwa solusi untuk DE memiliki bentuk: <math>y = Ae^{\alpha t}</math> karena ini adalah solusi yang sangat umum yang secara fisik berperilaku sinusoidal. | Ketika semua metode lain untuk menyelesaikan PDB gagal, atau dalam kasus di mana kami memiliki beberapa intuisi tentang seperti apa solusi untuk DE, Terkadang mungkin untuk menyelesaikan DE hanya dengan menebak solusi dan memvalidasinya benar. Untuk menggunakan metode ini, kita cukup menebak solusi dari persamaan diferensial, lalu memasukkan solusi tersebut ke dalam persamaan diferensial untuk memvalidasi apakah solusi tersebut memenuhi persamaan tersebut. Jika benar, maka kami memiliki solusi khusus untuk DE, jika tidak, kami mulai lagi dan coba tebakan lain.ย Misalnya kita bisa menebak bahwa solusi untuk DE memiliki bentuk: <math>y = Ae^{\alpha t}</math> karena ini adalah solusi yang sangat umum yang secara fisik berperilaku sinusoidal. | ||
| Baris 184: | Baris 187: | ||
== Catatan == | == Catatan == | ||
== Bibliografi == | == Bibliografi == | ||
* | * ย | ||
* | * ย | ||
* W. Johnson, [http://www.hti.umich.edu/cgi/b/bib/bibperm?q1=abv5010.0001.001 ''A Treatise on Ordinary and Partial Differential Equations''], John Wiley and Sons, 1913, in [http://hti.umich.edu/u/umhistmath/ University of Michigan Historical Math Collection] | * W. Johnson, [http://www.hti.umich.edu/cgi/b/bib/bibperm?q1=abv5010.0001.001 ''A Treatise on Ordinary and Partial Differential Equations''], John Wiley and Sons, 1913, in [http://hti.umich.edu/u/umhistmath/ University of Michigan Historical Math Collection] | ||
* | * ย | ||
* [[Witold Hurewicz]], ''Lectures on Ordinary Differential Equations'', Dover Publications, | * [[Witold Hurewicz]], ''Lectures on Ordinary Differential Equations'', Dover Publications, ย | ||
*. | *. | ||
* | * ย | ||
* [[Andrei Polyanin|A. D. Polyanin]], V. F. Zaitsev, and A. Moussiaux, Handbook of First Order Partial Differential Equations'', Taylor & Francis, London, 2002. | * [[Andrei Polyanin|A. D. Polyanin]], V. F. Zaitsev, and A. Moussiaux, Handbook of First Order Partial Differential Equations'', Taylor & Francis, London, 2002. ย | ||
* D. Zwillinger, ''Handbook of Differential Equations (3rd edition)'', Academic Press, Boston, 1997. | * D. Zwillinger, ''Handbook of Differential Equations (3rd edition)'', Academic Press, Boston, 1997. | ||
==Pranala luar== | ==Pranala luar== | ||
* | * | ||
* (termasuk daftar [[perangkat lunak]] untuk memecahkan persamaan diferensial). | * (termasuk daftar [[perangkat lunak]] untuk memecahkan persamaan diferensial). | ||
| Baris 221: | Baris 210: | ||
*[http://www.wolframalpha.com/input/?i=y%27%27+%2B+2xy+%3D+0 Solving an ordinary differential equation in Wolfram|Alpha] | *[http://www.wolframalpha.com/input/?i=y%27%27+%2B+2xy+%3D+0 Solving an ordinary differential equation in Wolfram|Alpha] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Persamaan+diferensial+biasa&oldid=28837387 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28837387 (2026-01-15T14:41:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 03.57

Dalam matematika, persamaan diferensial biasa (atau PDB, singkatan ODE) adalah persamaan diferensial di mana fungsi yang tidak diketahui (variabel terikat) adalah fungsi dari variabel bebas tunggal. Dalam bentuk paling sederhana fungsi yang tidak diketahui ini adalah fungsi riil atau fungsi kompleks, tetapi secara umum bisa juga berupa fungsi vektor maupun matriks. Lebih jauh lagi, persamaan diferensial biasa digolongkan berdasarkaan orde tertinggi dari turunan terhadap variabel terikat yang muncul dalam persamaan tersebut. Persamaan diferensial sederhana yaitu PD orde satu. Berdasarkan definisi, suatu PD orde satu dapat dinyatakan secara umum dalam dua bentuk, yaitu bentuk implisit dan eksplisit. Contoh-contoh mengidentifikasi PD orde satu dapat dikaji lebih lanjut.[1]
Contoh sederhana adalah hukum gerak kedua Newton, yang menghasilkan persamaan diferensial
untuk gerakan partikel dengan massa konstan m. Pada umumnya, gaya F tergantung kepada posisi partikel x(t) pada waktu t, dan demikian fungsi yang tidak diketahui x(t) muncul pada kedua ruas persamaan diferensial, seperti yang diindikasikan dalam notasi F(x(t)).
Persamaan diferensial biasa dibedakan dengan persamaan diferensial parsial, yang melibatkan turunan parsial dari beberapa variabel.
Persamaan diferensial biasa muncul dalam berbagai keadaan, termasuk geometri, mekanika, astronomi dan pemodelan populasi. Banyak matematikawan ternama telah mempelajari persamaan diferensial dan memberi sumbangan terhadap bidang studi ini, termasuk Isaac Newton, Gottfried Leibniz, keluarga Bernoulli, Riccati, Clairaut, d'Alembert dan Euler.
Dalam kasus persamaan tersebut linier, persamaan diferensial biasa dapat dipecahkan dengan metode analitik. Malangnya, kebanyakan persamaan diferensial nonlinier, dan kecuali sebagian kecil, tidak dapat dipecahkan secara eksak. Pemecahan hampiran dapat dicapai menggunakan komputer.
Persamaan diferensial
Persamaan diferensial linear adalah persamaan diferensial yang ditentukan oleh polinomial linear dalam fungsi yang tidak diketahui dan turunannya, hal ini adalah persamaan dari bentuk
di mana , ..., dan adalah nilai sembarang dari fungsi terdiferensiasi yang tidak perlu menggunakan linearr, dan adalah turunan berurutan dari fungsi yang tidak diketahui variabel .
Di antara persamaan diferensial biasa, persamaan diferensial linear memainkan peran penting karena beberapa alasan. Sebagian besar fungsi dasar dan khusus yang ditemukan dalam fisika dan matematika terapan adalah solusi persamaan diferensial linier (lihat Fungsi holonomik). Ketika fenomena fisik dimodelkan dengan persamaan non-linier, umumnya didekati dengan persamaan diferensial linier untuk solusi yang lebih mudah. Beberapa PDB non-linier yang dapat diselesaikan secara eksplisit umumnya diselesaikan dengan mengubah persamaan menjadi PDB linier ekuivalen (lihat, contohnya persamaan Riccati).
Definisi
Berikut ini, bila y menjadi variabel dependen dan x sebuah variabel independen, dan y = f(x) adalah fungsi yang tidak diketahui dari x. Notasi untuk diferensiasi bervariasi tergantung pada penulis dan notasi mana yang paling berguna untuk tugas yang sedang dikerjakan. Dalam konteks ini, notasi Leibniz (dy/dx,d2y/dx2,...,dny/dxn) lebih berguna untuk diferensiasi dan integrasi, sedangkan notasi Lagrange (y′,y′′, ..., y(n)) lebih berguna untuk merepresentasikan turunan dari urutan apa pun secara kompak, dan notasi Newton sering digunakan dalam fisika untuk mewakili turunan orde rendah sehubungan dengan waktu.
Definisi umum
biasanya F, fungsi dari x, y, dan turunan dari y. Kemudian persamaan bentuknya
disebut sebagai eksplisit persamaan diferensial biasa dari nilai order n.[2][3]
Lebih umum lagi, persamaan diferensial biasa implisit n mengambil bentuknya:[4]
Sistem PDB
Sejumlah persamaan diferensial berpasangan membentuk sistem persamaan. Jika y adalah vektor yang elemennya adalah fungsi; y(x) = [y1(x), y2(x),..., ym(x)], dan F adalah fungsi nilai vektor dari 'y' dan turunannya, maka
adalah sistem eksplisit persamaan diferensial biasa dari orde n dan dimensi m. Dalam bentuk vektor kolom:
Ini tidak selalu linier. Analog implisit adalah:
di mana 0 = (0, 0, ..., 0) adalah vektor nol. Dalam bentuk matriks
Untuk sistem bentuk , beberapa sumber juga mengharuskan matriks Jacobian jadilah non-singular untuk menyebutnya sebagai [sistem] PDB implisit; sistem PDB implisit yang memenuhi kondisi non-singularitas Jacobian ini dapat diubah menjadi sistem PDB eksplisit. Dalam sumber yang sama, sistem PDB implisit dengan Jacobian tunggal disebut persamaan aljabar diferensial (DAE). Perbedaan ini bukan hanya salah satu terminologi; DAE memiliki karakteristik yang berbeda secara fundamental dan umumnya lebih terlibat untuk diselesaikan daripada sistem PDB (nonsingular).[5][6] Agaknya untuk turunan tambahan, matriks Hessian dan seterusnya juga diasumsikan non-singular menurut skema tersebut, meskipun perhatikan bahwa PDB apa pun dengan urutan yang lebih besar dari satu dapat [dan biasanya] ditulis ulang sebagai sistem PDB urutan pertama,[7] yang membuat kriteria singularitas Jacobian cukup untuk taksonomi ini menjadi komprehensif di semua urutan.
Perilaku sistem PDB dapat divisualisasikan melalui penggunaan potret fase.
Solusi
Solusi dari persamaan diferensial
sebuah fungsi , di mana I adalah interval, disebut solusi atau kurva integral untuk F, if u adalah n-kali dibedakan I, and
Given two solutions and , u is called an extension of v if and
Solusi tunggal
Teori solusi tunggal s of biasa dan persamaan diferensial parsial adalah subjek penelitian dari zaman Leibniz, tetapi baru sejak pertengahan abad kesembilan belas hal itu mendapat perhatian khusus. Sebuah karya berharga tetapi sedikit diketahui tentang masalah hal ini adalah karya Houtain (1854). Darboux (dari tahun 1873) adalah pemimpin dalam teori, dan dalam interpretasi geometris solusi ini ia membuka bidang yang dikerjakan oleh berbagai penulis, terutama Casorati. Untuk yang terakhir adalah karena (1872) teori solusi tunggal dari persamaan diferensial orde pertama yang diterima sekitar tahun 1900.
Pengurangan menjadi kuadrat
Upaya primitif dalam menangani persamaan diferensial telah melihat pengurangan ke kuadrat. Sebagaimana telah menjadi harapan para ahli aljabar abad kedelapan belas untuk menemukan metode untuk memecahkan persamaan umum dari n derajat, jadi analis berharap untuk menemukan metode umum untuk mengintegralkan persamaan diferensial. Gauss (1799) menunjukkan, bagaimanapun, persamaan diferensial yang kompleks. Oleh karena itu, analis mulai menggantikan studi fungsi, sehingga membuka bidang baru dan subur. Cauchy adalah orang pertama yang menghargai pentingnya pandangan ini. Setelah itu, pertanyaan sebenarnya bukan lagi apakah suatu solusi dimungkinkan melalui fungsi yang diketahui atau integral, tetapi apakah persamaan diferensial yang diberikan cukup untuk definisi fungsi dari variabel bebas atau variabel, dan, jika demikian, apa sifat karakteristiknya.
Teori
Teori Fuchsian
Dua memoar oleh Fuchs[8] mengilhami pendekatan baru, yang kemudian diuraikan oleh Thomรฉ dan Frobenius. Collet adalah kontributor terkemuka mulai tahun 1869. Metodenya untuk mengintegrasikan sistem non-linier dikomunikasikan ke Bertrand pada tahun 1868. Clebsch (1873) menyerang teori sepanjang garis sejajar dengan teori Abelian integral. Karena yang terakhir dapat diklasifikasikan menurut sifat-sifat kurva fundamental yang tetap tidak berubah di bawah transformasi rasional, Clebsch mengusulkan untuk mengklasifikasikan fungsi transenden yang ditentukan oleh persamaan diferensial sesuai dengan sifat invarian dari permukaan yang sesuai f = 0 di bawah transformasi satu-ke-satu yang rasional.
Teori Lie
Dari tahun 1870, karya Sophus Lie menempatkan teori persamaan diferensial di atas fondasi yang lebih baik. Dia menunjukkan bahwa teori integrasi dari ahli matematika yang lebih tua bisa, menggunakan Lie grup, dirujuk ke sumber yang sama, dan persamaan diferensial biasa yang mengakui hal yang sama infinitesimal transformasi menghadirkan kesulitan integrasi yang sebanding. Dia juga menekankan subjek transformasi kontak.
Teori Sturm-Liouville
Teori Sturm-Liouville adalah teori jenis khusus dari persamaan diferensial biasa linier orde dua. Solusi mereka didasarkan pada eigenvalues dan korespondensi eigenfunctions operator linier yang ditentukan melalui orde kedua persamaan linier homogen.
Eksistensi dan keunikan solusinya
Ada beberapa teorema yang menetapkan keberadaan dan keunikan solusi untuk masalah nilai awal yang melibatkan PDB baik secara lokal maupun global. Dua teorema utama tersebut adalah
Dalil Anggapan Kesimpulan Teorema keberadaan Peano F kontinu keberadaan lokal saja Teorema PicardโLindelรถf F Lipschitz terus menerus keberadaan dan keunikan lokal
Dalam bentuk dasarnya, kedua teorema ini hanya menjamin hasil lokal, meskipun yang terakhir dapat diperpanjang untuk memberikan hasil global, misalnya, jika kondisi Pertidaksamaan Grรถnwall terpenuhi.
Selain itu, teorema keunikan seperti Lipschitz di atas tidak berlaku untuk sistem DAE, yang mungkin memiliki beberapa solusi yang berasal dari bagian aljabar (non-linear) saja.[9]
Eksistensi lokal dan teorema keunikan disederhanakan
Teorema dapat dinyatakan secara sederhana sebagai berikut.[10] Untuk persamaan dan masalah nilai awal:
bila F and โF/โy bersambung dalam persegi panjang tertutup
dalam x-y bidang, di mana a dan b adalah real (secara simbolis: a, b โ โ) dan ร menunjukkan produk kartesian, tanda kurung siku menunjukkan interval tertutup, lalu ada interval
Pengurangan pesanan
Persamaan diferensial biasanya dapat diselesaikan dengan lebih mudah jika urutan persamaan dapat dikurangi.
Pengurangan ke sistem orde pertama
Persamaan orde diferensial eksplisit apa pun n,
dapat ditulis sebagai sistem n persamaan diferensial orde pertama dengan mendefinisikan keluarga baru fungsi yang tidak diketahui
bagi i = 1, 2,..., n. Kemudian sistem dimensi n dari persamaan diferensial berpasangan orde satu
lebih kompak dalam notasi vektor:
di mana
Metode tebakan
Ketika semua metode lain untuk menyelesaikan PDB gagal, atau dalam kasus di mana kami memiliki beberapa intuisi tentang seperti apa solusi untuk DE, Terkadang mungkin untuk menyelesaikan DE hanya dengan menebak solusi dan memvalidasinya benar. Untuk menggunakan metode ini, kita cukup menebak solusi dari persamaan diferensial, lalu memasukkan solusi tersebut ke dalam persamaan diferensial untuk memvalidasi apakah solusi tersebut memenuhi persamaan tersebut. Jika benar, maka kami memiliki solusi khusus untuk DE, jika tidak, kami mulai lagi dan coba tebakan lain. Misalnya kita bisa menebak bahwa solusi untuk DE memiliki bentuk: karena ini adalah solusi yang sangat umum yang secara fisik berperilaku sinusoidal.
Dalam kasus PDB orde pertama yang tidak homogen, pertama-tama kita harus mencari solusi DE untuk bagian DE yang homogen, atau yang dikenal sebagai persamaan karakteristik.
Lihat pula
- Masalah nilai batas
- Contoh persamaan diferensial
- Transformasi Laplace diterapkan pada persamaan diferensial
- Daftar topik sistem dinamis dan persamaan diferensial
- Persamaan diferensial matriks
- Metode koefisien yang belum ditentukan
- Relasi perulangan
Catatan
Bibliografi
- W. Johnson, A Treatise on Ordinary and Partial Differential Equations, John Wiley and Sons, 1913, in University of Michigan Historical Math Collection
- Witold Hurewicz, Lectures on Ordinary Differential Equations, Dover Publications,
- .
- A. D. Polyanin, V. F. Zaitsev, and A. Moussiaux, Handbook of First Order Partial Differential Equations, Taylor & Francis, London, 2002.
- D. Zwillinger, Handbook of Differential Equations (3rd edition), Academic Press, Boston, 1997.
Pranala luar
- (termasuk daftar perangkat lunak untuk memecahkan persamaan diferensial).
- EqWorld: The World of Mathematical Equations, berisi daftar persamaan diferensial biasa beserta solusinya.
- Online Notes / Differential Equations oleh Paul Dawkins, Lamar University.
- Differential Equations, S.O.S. Matematika.
- A primer on analytical solution of differential equations dari Holistic Numerical Methods Institute, University of South Florida.
- Ordinary Differential Equations and Dynamical Systems lecture notes by Gerald Teschl.
- Notes on Diffy Qs: Differential Equations for Engineers Buku pengantar tentang persamaan diferensial oleh Jiri Lebl dari UIUC.
- Modeling with PDBs using Scilab Sebuah tutorial tentang bagaimana memodelkan sistem fisik yang dijelaskan oleh PDB menggunakan bahasa pemrograman standar Scilab oleh tim Openeering.
- Solving an ordinary differential equation in Wolfram|Alpha
Referensi
- โ SM Nababan. Persamaan Diferensial Biasa. Universitas Terbuka. 2014. hlm. 1-57. ISBN 9796896573.
- โ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- โ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- โ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- โ Uri M. Ascher. Metode Komputer untuk Persamaan Diferensial Biasa dan Persamaan Diferensial-Aljabar. SIAM. 1998. hlm. 12. ISBN 978-1-61197-139-2.
- โ Achim Ilchmann. Survei dalam Persamaan Aljabar-Diferensial II. Springer. 2014. hlm. 104โ105. ISBN 978-3-319-11050-9.
- โ Uri M. Ascher. Metode Komputer untuk Persamaan Diferensial Biasa dan Persamaan Diferensial-Aljabar. SIAM. 1998. hlm. 5. ISBN 978-1-61197-139-2.
- โ Crelle, 1866, 1868
- โ Uri M. Ascher. Metode Komputer untuk Persamaan Diferensial Biasa dan Persamaan Diferensial-Aljabar. SIAM. 1998. hlm. 13. ISBN 978-1-61197-139-2.
- โ Elementary Persamaan Diferensial dan Masalah Nilai Batas (Edisi ke-4), W.E. Boyce, R.C. Diprima, Wiley International, John Wiley & Sons, 1986,
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28837387 (2026-01-15T14:41:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.