Lompat ke isi

Identitas Pythagoras: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26978079; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 2: Baris 2:


== Bukti identitas beserta hubungannya dengan teorema Pythagoras ==
== Bukti identitas beserta hubungannya dengan teorema Pythagoras ==
=== Bukti menggunakan bangun segitiga siku-siku ===
=== Bukti menggunakan bangun segitiga siku-siku ===
Diberikan bangun [[segitiga]] siku-siku dengan panjang  sebagai sisi miringnya, serta  dan  untuk sisi lainnya, dengan  sembarang [[bilangan riil]] positif yang memenuhi [[teorema Pythagoras]], yaitu<math display="block">a^2 + b^2 = c^2.</math>
Diberikan bangun [[segitiga]] siku-siku dengan panjang  sebagai sisi miringnya, serta  dan  untuk sisi lainnya, dengan  sembarang [[bilangan riil]] positif yang memenuhi [[teorema Pythagoras]], yaitu<math display="block">a^2 + b^2 = c^2.</math>


Baris 25: Baris 22:


==== Selang interval -π sampai 0 ====
==== Selang interval -π sampai 0 ====
Misalkan sudut <math>\beta</math> berada pada selang interval <math>- \pi < \beta < 0</math>. Maka, terdapat suatu nilai <math>\theta</math> sedemikian sehingga <math>\beta = - \theta</math>. Dari informasi di atas, maka diperoleh<math display="block">\begin{align}
Misalkan sudut <math>\beta</math> berada pada selang interval <math>- \pi < \beta < 0</math>. Maka, terdapat suatu nilai <math>\theta</math> sedemikian sehingga <math>\beta = - \theta</math>. Dari informasi di atas, maka diperoleh<math display="block">\begin{align}
\sin \beta &= \sin \left( - \theta \right)\\
\sin \beta &= \sin \left( - \theta \right)\\
Baris 35: Baris 31:


==== Identitas yang berkaitan ====
==== Identitas yang berkaitan ====
Identitas<math display="block">1 + \tan^2 \theta = \sec^2 \theta</math>dan
Identitas<math display="block">1 + \tan^2 \theta = \sec^2 \theta</math>dan


juga disebut sebagai identitas Pythagoras. Apabila salah satu sisi tegak lurus segitiganya memiliki panjang&nbsp;1, maka nilai tangen dari sudut yang disamping adalah panjang sisi tegak lurus yang satunya, dan nilai sekan sudutnya ialah panjang sisi miringnya.
juga disebut sebagai identitas Pythagoras.<ref>Lawrence S. Leff. [https://archive.org/details/precalculuseasyw00lawr PreCalculus the Easy Way]. Barron's Educational Series. 2005. hlm. [https://archive.org/details/precalculuseasyw00lawr/page/296 296]. ISBN 0-7641-2892-2.</ref> Apabila salah satu sisi tegak lurus segitiganya memiliki panjang&nbsp;1, maka nilai tangen dari sudut yang disamping adalah panjang sisi tegak lurus yang satunya, dan nilai sekan sudutnya ialah panjang sisi miringnya.
:<math> \tan \theta =\frac{b}{a}</math> dan <math> \sec \theta = \frac{c}{a}</math>
:<math> \tan \theta =\frac{b}{a}</math> dan <math> \sec \theta = \frac{c}{a}</math>


Baris 46: Baris 40:
Tabel berikut memberikan ilustrasi cara mendapatkan kedua identitas baru dengan suatu [[pembagi]] yang mengaitkan mereka dengan identitas utama.
Tabel berikut memberikan ilustrasi cara mendapatkan kedua identitas baru dengan suatu [[pembagi]] yang mengaitkan mereka dengan identitas utama.


{| class="wikitable sortable"
!Identitas awal
!Pembagi
!Hasil pembagian
!Identitas baru
!Identitas baru (Alternatif)
|-
| rowspan="2" | <math>\sin^2 \theta + \cos^2 \theta = 1</math> || <MATH> \cos^2 \theta </math> || <math>  \frac{\sin^2 \theta}{\cos^2 \theta}  + \frac{\cos^2 \theta}{\cos^2 \theta} = \frac{1}{\cos^2 \theta}</math>
|| <math> \tan^2 \theta + 1 = \sec^2 \theta</math> || <math> \begin{align}
\sec^2\theta - \tan^2\theta = 1\\
(\sec\theta - \tan\theta)(\sec\theta + \tan\theta) = 1\\
\end{align}</math>
|-
| <MATH> \sin^2 \theta </math> || <math>  \frac{\sin^2 \theta}{\sin^2 \theta}  + \frac{\cos^2 \theta}{\sin^2 \theta} = \frac{1}{\sin^2 \theta}</math>
|| <math> 1 + \cot^2 \theta = \csc^2 \theta</math> || <math> \begin{align}
\csc^2\theta - \cot^2\theta = 1\\
(\csc\theta - \cot\theta)(\csc\theta + \cot\theta) = 1\\
\end{align}</math>
|-
|}


=== Bukti menggunakan lingkaran satuan ===
=== Bukti menggunakan lingkaran satuan ===
 
Lingkaran satuan yang berpusat pada titik asal di [[ruang Euklides]] didefinisikan dengan rumus:<ref>Hasil ini dapat diperoleh dari rumus jarak d = \sqrt{x^2 +y^2} untuk menghitung jarak dari titik asal ke titik (x,\ y) . Lihat Cynthia Y. Young. [https://books.google.com/books?id=ARmvHS83xf0C&pg=PA210 Algebra and Trigonometry]. Wiley. 2009. hlm. 210. ISBN 978-0-470-22273-7. Pendekatan ini mengandalkan teorema Pythagoras.</ref>
 
Lingkaran satuan yang berpusat pada titik asal di [[ruang Euklides]] didefinisikan dengan rumus:


:<math>x^2 + y^2 = 1.</math>
:<math>x^2 + y^2 = 1.</math>


Diberikan suatu sudut <math>\theta</math>, maka terdapat satu buah titik <math>P</math> pada lingkaran satuan dengan sudut <math>\theta</math> dari sumbu-<math>x</math>, dengan koordinat <math>x</math> dan <math>y</math> dari titik ''<math>y</math>'' ialah:
Diberikan suatu sudut <math>\theta</math>, maka terdapat satu buah titik <math>P</math> pada lingkaran satuan dengan sudut <math>\theta</math> dari sumbu-<math>x</math>, dengan koordinat <math>x</math> dan <math>y</math> dari titik ''<math>y</math>'' ialah:<ref>Thomas W. Hungerford, Douglas J. Shaw. [https://books.google.com/books?id=esexVzMJwIMC&pg=PA442 Contemporary Precalculus: A Graphing Approach]. Cengage Learning. 2008. hlm. 442. ISBN 978-0-495-10833-7.</ref>


:<math>x = \cos \theta</math> dan <math>y = \sin \theta </math>
:<math>x = \cos \theta</math> dan <math>y = \sin \theta </math>
Baris 67: Baris 79:


=== Bukti menggunakan deret pangkat ===
=== Bukti menggunakan deret pangkat ===
Fungsi trigonometri bisa juga didefinisikan menggunakan [[deret pangkat]], yaitu:<math display="block">\begin{align}
Fungsi trigonometri bisa juga didefinisikan menggunakan [[deret pangkat]], yaitu:<ref>James Douglas Hamilton. [https://books.google.com/books?id=B8_1UBmqVUoC&pg=PA714 Time series analysis]. Princeton University Press. 1994. hlm. 714. ISBN 0-691-04289-6.</ref><ref>Steven George Krantz. [https://books.google.com/books?id=oWao9tYvYXAC&pg=PA269 Real analysis and foundations]. CRC Press. 2005. hlm. 269–270. ISBN 1-58488-483-5.</ref><math display="block">\begin{align}
   \sin x &= \sum_{n = 0}^\infty \frac{(-1)^n}{(2n + 1)!} x^{2n + 1},\\
   \sin x &= \sum_{n = 0}^\infty \frac{(-1)^n}{(2n + 1)!} x^{2n + 1},\\
   \cos x &= \sum_{n = 0}^\infty \frac{(-1)^n}{(2n)!} x^{2n},
   \cos x &= \sum_{n = 0}^\infty \frac{(-1)^n}{(2n)!} x^{2n},
Baris 94: Baris 106:
Akibatnya,<math display="block">\sin^2 x + \cos^2 x = 1</math>yang merupakan identitas Pythagoras.
Akibatnya,<math display="block">\sin^2 x + \cos^2 x = 1</math>yang merupakan identitas Pythagoras.
=== Bukti menggunakan rumus Euler ===
=== Bukti menggunakan rumus Euler ===
[[Rumus Euler]] menyatakan bahwa<math display="block">e^{i\theta} = \cos\theta + i\sin\theta.</math>Maka,<math display="block">\sin^2 \theta + \cos^2 \theta = \sin^2 \theta - (- \cos^2 \theta) = (\sin \theta)^2 - (i \cos \theta)^2 = (\cos \theta + i \sin \theta)(\cos \theta - i \sin \theta) = e^{i\theta} \cdot e^{-i\theta} = 1.</math>
[[Rumus Euler]] menyatakan bahwa<math display="block">e^{i\theta} = \cos\theta + i\sin\theta.</math>Maka,<math display="block">\sin^2 \theta + \cos^2 \theta = \sin^2 \theta - (- \cos^2 \theta) = (\sin \theta)^2 - (i \cos \theta)^2 = (\cos \theta + i \sin \theta)(\cos \theta - i \sin \theta) = e^{i\theta} \cdot e^{-i\theta} = 1.</math>


Baris 105: Baris 116:
== Catatan dan Rujukan ==
== Catatan dan Rujukan ==


 
== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==
== Sumber dan atribusi ==


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Identitas+Pythagoras&oldid=26978079 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26978079 (2025-02-28T08:00:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Identitas+Pythagoras&oldid=26978079 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 26978079 (2025-02-28T08:00:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 03.59

Identitas Pythagoras, atau identitas trigonometri Pythagoras (), adalah identitas yang menyatakan teorema Pythagoras dalam fungsi trigonometri. Bersama dengan rumus jumlah dan selisih sudut, identitas ini adalah salah satu relasi dasar antara fungsi sinus dan kosinus. Identitas tersebut dirumuskan sebagaisin2θ+cos2θ=1,untuk setiap bilangan riil θ, dengan yang berarti (sinθ)2.

Bukti identitas beserta hubungannya dengan teorema Pythagoras

Bukti menggunakan bangun segitiga siku-siku

Diberikan bangun segitiga siku-siku dengan panjang sebagai sisi miringnya, serta dan untuk sisi lainnya, dengan sembarang bilangan riil positif yang memenuhi teorema Pythagoras, yaitua2+b2=c2.

Dari informasi tadi, maka dapat memungkinkan untuk mengonstruksi segitiga siku-siku yang sebangun, dengan faktor dilatasi sebesar 1c. Dengan demikian, panjang sisi miring segitiga yang baru ialah 1, dan panjang sisi yang lain ialah ac dan bc. Karena segitiga yang telah didilatasi masih merupakan segitiga siku-siku, maka menurut teorema Pythagoras,(ac)2+(bc)2=1.

Definisi dasar dari fungsi sinus dan kosinus terhadap panjang sisi segitiga siku-siku ialah:sinθ=sisidepansisimiring=bccosθ=sisisampingsisimiring=acSubstitusikan kedua definisi dasar tersebut, maka diperolehcos2θ+sin2θ=1.Akan tetapi, langkah pembuktiannya belum selesai, lantaran konstruksinya mengandalkan kesebangunan dua segitiga siku-siku (dengan 0<θ<π2), sehingga relasi trigonometri akan digunakan untuk melengkapi pembuktiannya.

Selang interval π/2 sampai π

Misalkan sudut α berada pada selang interval π2α<π. Maka, terdapat suatu nilai θ sedemikian sehingga α=θ+π2. Dari informasi di atas, maka diperolehsinα=sin(θ+π2)=cosθcosα=cos(θ+π2)=sinθsehingga diperolehsin2α+cos2α=(cosθ)2+(sinθ)2=cos2θ+sin2θ=1

Selang interval -π sampai 0

Misalkan sudut β berada pada selang interval π<β<0. Maka, terdapat suatu nilai θ sedemikian sehingga β=θ. Dari informasi di atas, maka diperolehsinβ=sin(θ)=sinθcosβ=cos(θ)=cosθsehingga diperolehsin2β+cos2β=(sinθ)2+(cosθ)2=sin2θ+cos2θ=1.Karena fungsi sinus dan kosinus merupakan fungsi periodik, maka persamaansin2x+cos2x=1berlaku untuk setiap bilangan riil x, dan selesailah pembuktiannya.

Identitas yang berkaitan

Identitas1+tan2θ=sec2θdan

juga disebut sebagai identitas Pythagoras.[1] Apabila salah satu sisi tegak lurus segitiganya memiliki panjang 1, maka nilai tangen dari sudut yang disamping adalah panjang sisi tegak lurus yang satunya, dan nilai sekan sudutnya ialah panjang sisi miringnya.

tanθ=ba dan secθ=ca

Dengan cara ini, identitas trigonometri ini melibatkan fungsi tangen dan sekan yang didapatkan dari teorema Pythagoras. Sudut yang berhadapan dengan sisi depan yang panjangnya  1 (sudut ini dapat ditandai sebagai φ=π2θ) memiliki nilai kotangen yang sama dengan panjang sisi tegak lurus lainnya, dan nilai kosekannya sama dengan panjang sisi miringnya. Dengan cara ini, identitas trigonometri ini melibatkan kotangen dan kosekan juga, yang didapatkan dari teorema Pythagoras.

Tabel berikut memberikan ilustrasi cara mendapatkan kedua identitas baru dengan suatu pembagi yang mengaitkan mereka dengan identitas utama.

Identitas awal Pembagi Hasil pembagian Identitas baru Identitas baru (Alternatif)
sin2θ+cos2θ=1 cos2θ sin2θcos2θ+cos2θcos2θ=1cos2θ tan2θ+1=sec2θ sec2θtan2θ=1(secθtanθ)(secθ+tanθ)=1
sin2θ sin2θsin2θ+cos2θsin2θ=1sin2θ 1+cot2θ=csc2θ csc2θcot2θ=1(cscθcotθ)(cscθ+cotθ)=1

Bukti menggunakan lingkaran satuan

Lingkaran satuan yang berpusat pada titik asal di ruang Euklides didefinisikan dengan rumus:[2]

x2+y2=1.

Diberikan suatu sudut θ, maka terdapat satu buah titik P pada lingkaran satuan dengan sudut θ dari sumbu-x, dengan koordinat x dan y dari titik y ialah:[3]

x=cosθ dan y=sinθ

Akibatnya, dari persamaan lingkaran satuan, maka diperoleh:

cos2θ+sin2θ=1 ,

yang merupakan identitas Pythagoras.

Pada gambar berikut, titik P memiliki koordinat-x yang negatif, dan itu didapatkan dari x=cosθ, yang merupakan bilangan negatif: cosθ=cos(πθ). Titik P memiliki koordinat-y yang positif, lantaran sinθ=sin(πθ)>0. Saat θ bertambah dari nol menuju satu lingkaran penuh (θ=2π), nilai sinus dan kosinusnya berganti tanda di berbagai kuadran agar tanda x dan y nya benar. Gambar berikut menunjukkan beragam tanda pada fungsi sinus saat sudutnya berpindah kuadran.

Oleh karena sumbu-x dan sumbu-y itu tegak lurus, identitas Pythagoras ini setara dengan teorema Pythagoras untuk segitiga yang panjang sisi miringnya 1 (yang pada akhirnya setara dengan teorema Pythagoras secara utuh dengan menggunakan argumen kesebangunan segitiga). Lihat lingkaran satuan untuk penjelasan singkat.

Bukti menggunakan deret pangkat

Fungsi trigonometri bisa juga didefinisikan menggunakan deret pangkat, yaitu:[4][5]sinx=n=0(1)n(2n+1)!x2n+1,cosx=n=0(1)n(2n)!x2n,dengan asumsi satuan x adalah radian. Dengan menggunakan aturan perkalian pada deret pangkat, maka diperoleh :sin2x=i=0j=0(1)i(2i+1)!(1)j(2j+1)!x(2i+1)+(2j+1)=n=0(i=0n(1)n(2i+1)!(2(ni)+1)!)x2n+2=n=1(i=0n1(1)n1(2i+1)!(2(ni1)+1)!)x2n=n=1(i=0n1(1)n1(2i+1)!(2n(2i+1))!)x2n=n=1(i=0n1(2n2i+1))(1)n1(2n)!x2ncos2x=i=0j=0(1)i(2i)!(1)j(2j)!x(2i)+(2j)=n=0(i=0n(1)n(2i)!(2(ni))!)x2n=n=0(i=0n(2n2i))(1)n(2n)!x2n

Dalam ekspansi sin2x, nilai n dimulai dari 1, sedangkan nilai n dimulai dari 0 pada ekspansi cos2x. Agar nilai n sama-sama dimulai dari 1, dapat dilakukan sedikit manupulasi (dengan bantuan dari teorema binomial) :sin2x+cos2x=n=1(i=0n1(2n2i+1))(1)n1(2n)!x2n+n=0(i=0n(2n2i))(1)n(2n)!x2n=(n=1(i=0n1(2n2i+1))(1)n1(2n)!x2n+n=1(i=0n(2n2i))(1)n(2n)!x2n)+i=00(202i)(1)0(20)!x20n=0=(n=1(1)n(2n)!x2n(i=1n(2n2i)i=1n1(2n2i+1)))+(2020)10!x0=(n=1(1)n(2n)!x2n(k=1n(1)k(2nk)))+(00)111=(n=1(1)n(2n)!x2n(11)2n)+11=(n=10)+1=1

Akibatnya,sin2x+cos2x=1yang merupakan identitas Pythagoras.

Bukti menggunakan rumus Euler

Rumus Euler menyatakan bahwaeiθ=cosθ+isinθ.Maka,sin2θ+cos2θ=sin2θ(cos2θ)=(sinθ)2(icosθ)2=(cosθ+isinθ)(cosθisinθ)=eiθeiθ=1.

Lihat pula

Catatan dan Rujukan

Referensi

  1. Lawrence S. Leff. PreCalculus the Easy Way. Barron's Educational Series. 2005. hlm. 296. ISBN 0-7641-2892-2.
  2. Hasil ini dapat diperoleh dari rumus jarak d = \sqrt{x^2 +y^2} untuk menghitung jarak dari titik asal ke titik (x,\ y) . Lihat Cynthia Y. Young. Algebra and Trigonometry. Wiley. 2009. hlm. 210. ISBN 978-0-470-22273-7. Pendekatan ini mengandalkan teorema Pythagoras.
  3. Thomas W. Hungerford, Douglas J. Shaw. Contemporary Precalculus: A Graphing Approach. Cengage Learning. 2008. hlm. 442. ISBN 978-0-495-10833-7.
  4. James Douglas Hamilton. Time series analysis. Princeton University Press. 1994. hlm. 714. ISBN 0-691-04289-6.
  5. Steven George Krantz. Real analysis and foundations. CRC Press. 2005. hlm. 269–270. ISBN 1-58488-483-5.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26978079 (2025-02-28T08:00:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.