Lompat ke isi

Rumus bunga: Perbedaan antara revisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Maintenance script (bicara | kontrib)
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28808999; atribusi sumber disertakan.
 
Maintenance script (bicara | kontrib)
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi
 
Baris 1: Baris 1:
'''Rumus bunga''' adalah [[Notasi ilmiah|notasi]] untuk menggambarkan struktur jenis [[bunga]] tertentu. Notasi tersebut menggunakan angka, huruf, dan berbagai simbol untuk menyampaikan informasi penting dalam bentuk yang ringkas. Rumus bunga dapat mewakili bentuk bunga dari spesies tertentu, atau dapat digeneralisasikan untuk mengkarakterisasi [[takson]] yang lebih tinggi, biasanya memberikan rentang jumlah organ. Rumus bunga adalah salah satu dari dua cara untuk menggambarkan struktur bunga yang dikembangkan selama abad ke-19, yang lainnya adalah [[diagram bunga]]. Format rumus bunga berbeda-beda menurut selera penulis dan periode tertentu, namun cenderung menyampaikan informasi yang sama.
[[File:Anagallis_arvensis_2.jpg|thumb|right|280px|Anagallis arvensis 2]]


Rumus bunga sering digunakan bersamaan dengan [[diagram bunga]].
'''Rumus bunga''' adalah [[Notasi ilmiah|notasi]] untuk menggambarkan struktur jenis [[bunga]] tertentu. Notasi tersebut menggunakan angka, huruf, dan berbagai simbol untuk menyampaikan informasi penting dalam bentuk yang ringkas. Rumus bunga dapat mewakili bentuk bunga dari spesies tertentu, atau dapat digeneralisasikan untuk mengkarakterisasi [[takson]] yang lebih tinggi, biasanya memberikan rentang jumlah organ. Rumus bunga adalah salah satu dari dua cara untuk menggambarkan struktur bunga yang dikembangkan selama abad ke-19, yang lainnya adalah [[diagram bunga]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Format rumus bunga berbeda-beda menurut selera penulis dan periode tertentu, namun cenderung menyampaikan informasi yang sama.
 
Rumus bunga sering digunakan bersamaan dengan [[diagram bunga]].<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>


== Sejarah ==
== Sejarah ==
Rumus bunga dikembangkan pada awal abad ke-19.  Penulis pertama yang menggunakannya adalah Cassel (1820), yang pertama kali merancang daftar bilangan bulat untuk menunjukkan jumlah bagian dalam lingkaran yang diberi nama, dan Martius (1828). Grisebach (1854) menggunakan rangkaian 4 bilangan bulat untuk mewakili 4 lingkaran bagian bunga dalam buku teksnya untuk menggambarkan karakteristik keluarga bunga, menyatakan jumlah organ yang berbeda yang dipisahkan oleh koma dan menyoroti fusi. Sachs  (1873) menggunakannya bersama dengan diagram bunga; ia mencatat keuntungannya karena terdiri dari "[[rupa huruf]] biasa".
Rumus bunga dikembangkan pada awal abad ke-19.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Penulis pertama yang menggunakannya adalah Cassel (1820),<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> yang pertama kali merancang daftar bilangan bulat untuk menunjukkan jumlah bagian dalam lingkaran yang diberi nama, dan Martius<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> (1828). Grisebach<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> (1854) menggunakan rangkaian 4 bilangan bulat untuk mewakili 4 lingkaran bagian bunga dalam buku teksnya untuk menggambarkan karakteristik keluarga bunga, menyatakan jumlah organ yang berbeda yang dipisahkan oleh koma dan menyoroti fusi. Sachs<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> (1873) menggunakannya bersama dengan diagram bunga; ia mencatat keuntungannya karena terdiri dari "[[rupa huruf]] biasa".


Meskipun [[August W. Eichler|Eichler]] banyak menggunakan diagram bunga dalam ''Blüthendiagramme'' -nya, ia menggunakan rumus bunga secara terbatas, terutama untuk famili dengan bunga sederhana. ''Organogenesis Bunga'' karya [[Rolf Sattler|Sattler]]  (1973) memanfaatkan rumus dan diagram bunga untuk menggambarkan [[ontogeni]] 50 spesies tumbuhan. Buku-buku yang lebih baru yang memuat rumus termasuk ''Sistematika Tumbuhan'' oleh Judd ''dkk.'' (2002) dan Simpson  (2010). Prenner ''dkk.'' merancang perluasan model yang ada untuk memperluas kemampuan deskriptif rumus dan berpendapat bahwa rumus harus dimasukkan dalam deskripsi [[Taksonomi (biologi)|taksonomi]] formal.  Ronse De Craene (2010)  sebagian memanfaatkan cara penulisan rumus mereka dalam bukunya ''Diagram Bunga''.
Meskipun [[August W. Eichler|Eichler]] banyak menggunakan diagram bunga dalam ''Blüthendiagramme'' -nya, ia menggunakan rumus bunga secara terbatas, terutama untuk famili dengan bunga sederhana. ''Organogenesis Bunga'' karya [[Rolf Sattler|Sattler]]  (1973) memanfaatkan rumus dan diagram bunga untuk menggambarkan [[ontogeni]] 50 spesies tumbuhan. Buku-buku yang lebih baru yang memuat rumus termasuk ''Sistematika Tumbuhan'' oleh Judd ''dkk.'' (2002) dan Simpson  (2010). Prenner ''dkk.'' merancang perluasan model yang ada untuk memperluas kemampuan deskriptif rumus dan berpendapat bahwa rumus harus dimasukkan dalam deskripsi [[Taksonomi (biologi)|taksonomi]] formal.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Ronse De Craene (2010)  sebagian memanfaatkan cara penulisan rumus mereka dalam bukunya ''Diagram Bunga''.


== Informasi yang terkandung ==
== Informasi yang terkandung ==
=== Jumlah organ dan fusi ===
=== Jumlah organ dan fusi ===
Rumus ini menyatakan jumlah organ bunga yang berbeda; ini biasanya didahului oleh huruf atau singkatan sesuai dengan jenis organ. Urutannya sesuai dengan susunan bagian-bagian bunga dari luar ke dalam:
Rumus ini menyatakan jumlah organ bunga yang berbeda;<ref>Daun Pelindung dan brakteola tidak dianggap sebagai bagian dari bunga itu sendiri, namun dapat dimasukkan dalam rumus bunga.</ref> ini biasanya didahului oleh huruf atau singkatan sesuai dengan jenis organ. Urutannya sesuai dengan susunan bagian-bagian bunga dari luar ke dalam:
 
{| class="wikitable"
! style="background: #d7d7d7" |[[Daun pelindung|Daun Pelindung]]
! style="background: #d7d7d7" |[[Daun pelindung|Brakteola]]
! colspan="2" |Tepal (''perigon'' atau [[Selubung bunga|selubung]]), atau [[sepal]] (''calyx'') dan [[petal]] (''corolla'')
![[Benang sari]](''androecium'')
![[Putik]] (''ginoecium'')
! style="background: #d7d7d7" |[[Ovula]]
|-
| rowspan="2" style="background: #d7d7d7" |B<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
| rowspan="2" style="background: #d7d7d7" |Bt<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
| colspan="2" |P<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> atau CaCo<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
| rowspan="2" |A
| rowspan="2" |G
| rowspan="2" style="background: #d7d7d7" |V<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> atau O<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
|-
|K<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> atau Ca<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
|C<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> atau Co<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
|}
Label dengan latar belakang lebih gelap kurang umum. Huruf "V" yang digunakan oleh Prenner ''dkk.'' untuk jumlah ovula per ginekium diikuti oleh huruf kecil yang menggambarkan jenis [[Bakal biji|plasentasi]]. Untuk [[epikaliks]]/[[kalikulus]], huruf "k" digunakan.
Label dengan latar belakang lebih gelap kurang umum. Huruf "V" yang digunakan oleh Prenner ''dkk.'' untuk jumlah ovula per ginekium diikuti oleh huruf kecil yang menggambarkan jenis [[Bakal biji|plasentasi]]. Untuk [[epikaliks]]/[[kalikulus]], huruf "k" digunakan.


Baris 25: Baris 43:
: A5² – 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 2 benang sari
: A5² – 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 2 benang sari


Rumus ini juga dapat mengekspresikan fusi organ. Fusi satu jenis organ dapat ditunjukkan dengan melingkari angka dalam lingkaran, fusi organ yang berbeda dapat diwakili oleh [[Tie (typography)|ikatan]], seperti misalnya dalam Judd ''et al.'' Prenner ''et al.'' menyatakan bahwa metode ini sulit dicapai melalui penataan huruf standar. Penggabungan organ dapat ditulis lebih mudah menggunakan [[tanda kurung]] "(…)" jika beberapa organ yang sama digabungkan. Penggabungan antara organ yang berbeda dapat dilakukan dengan tanda [[Tanda kurung|kurung siku]] "[…]", atau [[Tanda kurung|tanda kurung kurawal]] "{…}".
Rumus ini juga dapat mengekspresikan fusi organ. Fusi satu jenis organ dapat ditunjukkan dengan melingkari angka dalam lingkaran, fusi organ yang berbeda dapat diwakili oleh [[Tie (typography)|ikatan]], seperti misalnya dalam Judd ''et al.'' Prenner ''et al.'' menyatakan bahwa metode ini sulit dicapai melalui penataan huruf standar.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Penggabungan organ dapat ditulis lebih mudah menggunakan [[tanda kurung]] "(…)" jika beberapa organ yang sama digabungkan. Penggabungan antara organ yang berbeda dapat dilakukan dengan tanda [[Tanda kurung|kurung siku]] "[…]", atau [[Tanda kurung|tanda kurung kurawal]] "{…}".


:* A(5) – lima benang sari menyatu
:* A(5) – lima benang sari menyatu
Baris 36: Baris 54:


Posisi ovarium ditunjukkan dengan mengganti label "G". Simpson menghindari format yang rumit dengan menyatakan posisi ovarium dengan kata-kata.
Posisi ovarium ditunjukkan dengan mengganti label "G". Simpson menghindari format yang rumit dengan menyatakan posisi ovarium dengan kata-kata.
 
{| class="wikitable"
!
!superior ovary
!inferior ovary
!half-inferior ovary
|-
!Prenner ''et al.'',<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref> Ronse De Craene<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
| rowspan="2" |<u></u>
|Ĝ, Ğ
| -G-
|-
!Sattler<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
|
|<s>G</s>
|-
!Simpson<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
|G…, superior
|G…, inferior
|G…, half-inferior
|}


=== Simetri ===
=== Simetri ===
[[Simetri]] atau susunan dapat dijelaskan untuk seluruh bunga; dalam hal ini simbol yang sesuai biasanya ditempatkan di awal rumus. Simetri juga dapat diuraikan secara terpisah untuk organ yang berbeda, dengan menempatkannya setelah label atau nomornya, atau mungkin tidak disertakan dalam rumus sama sekali. Simetri dijelaskan dengan simbol-simbol berikut:
[[Simetri]] atau susunan dapat dijelaskan untuk seluruh bunga; dalam hal ini simbol yang sesuai biasanya ditempatkan di awal rumus. Simetri juga dapat diuraikan secara terpisah untuk organ yang berbeda, dengan menempatkannya setelah label atau nomornya, atau mungkin tidak disertakan dalam rumus sama sekali. Simetri dijelaskan dengan simbol-simbol berikut:
 
{| class="wikitable"
!
!polisimetri
(aktinomorfik)
!disimetri
!monosimetri
(zigomorfik)
!asimetri
!susunan spiral
|-
!Prenner ''dkk.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>''
|*
|┼
|↓, → atau Ø, tergantung pada orientasi bidang simetri.
|∂
| style="background: #d7d7d7" |tidak disebutkan
|-
!Ronse De Craene  <ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
|✶
|↔
|↓, orientasi panah bergantung pada orientasi bidang simetri
| rowspan="2" |↯
|↺
|-
!Sattler<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
|✳
| +
|<nowiki>∙|∙</nowiki>
| rowspan="3" style="background: #d7d7d7" |tidak disebutkan
|-
!Judd ''dkk.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>''
|*
| rowspan="2" style="background: #d7d7d7" |tidak disebutkan
|X
|$
|-
!Subrahmanyam<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
|⊕
|% pada bidang median, ÷ pada bidang lateral
| style="background: #d7d7d7" |tidak disebutkan
|-
!Rosypal<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>
|✳
|⤧
|↓
|↯
|
|}


== Seks ==
== Seks ==
Seksualitas bunga dapat ditunjukkan dengan ☿ atau ⚥ untuk hermafrodit (biseksual), ♂ untuk bunga jantan (staminate), dan ♀ untuk bunga betina (pistillate). Simbol-simbol ini biasanya ditempatkan di awal rumus, setelah atau sebelum simbol simetri. Prenner ''dkk.'' merekomendasikan untuk menggunakan simbol yang sesuai (♀ dan ♂) hanya untuk bunga dengan seksualitas terpisah. Ronse De Craene menggunakan kata "pistillate" atau "staminate" sebagai pengganti simbol.
Seksualitas bunga dapat ditunjukkan dengan ☿ atau ⚥ untuk hermafrodit (biseksual), ♂ untuk bunga jantan (staminate), dan ♀ untuk bunga betina (pistillate). Simbol-simbol ini biasanya ditempatkan di awal rumus, setelah atau sebelum simbol simetri. Prenner ''dkk.'' merekomendasikan untuk menggunakan simbol yang sesuai (♀ dan ♂) hanya untuk bunga dengan seksualitas terpisah. Ronse De Craene menggunakan kata "pistillate" atau "staminate" sebagai pengganti simbol.


Rumus bunga juga dapat menggabungkan jenis buah; Judd ''et al.'' menempatkannya di bagian paling akhir.
Rumus bunga juga dapat menggabungkan jenis buah; Judd ''et al.<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>'' menempatkannya di bagian paling akhir.


== Contoh ==
== Contoh ==
<big>↯ K3 [C3 A1°–3°+½:2°] Ğ(3)</big>– Rumus ''[[Canna indica]]'' ; bunga asimetris; kelopak terdiri dari tiga sepal terpisah; mahkota terdiri dari tiga petal terpisah yang menyatu dengan androecium; androecium dalam dua lingkaran, lingkaran luar berisi 1–3 staminode, lingkaran dalam berisi ½ benang sari dan 2 staminode; ginoecium menyatu dari 3 karpel, ovarium inferior
<big>↯ K3 [C3 A1°–3°+½:2°] Ğ(3)<ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref></big>– Rumus ''[[Canna indica]]'' ; bunga asimetris; kelopak terdiri dari tiga sepal terpisah; mahkota terdiri dari tiga petal terpisah yang menyatu dengan androecium; androecium dalam dua lingkaran, lingkaran luar berisi 1–3 staminode, lingkaran dalam berisi ½ benang sari dan 2 staminode; ginoecium menyatu dari 3 karpel, ovarium inferior


<big>B Bt <sup>C</sup> K3:(2) <sup>C</sup> ↓ C3:2 <sup>r</sup> ↓ A(3):2 <sup>r</sup> ↓+4 <sup>r</sup> :1 <sup>0</sup> <u></u> 1↓ Vm8–10</big>– Rumus ''[[Asam jawa|Tamarindus indica]]'' ; braktea dan brakteola petaloid; kelopak monosimetris terdiri dari tiga dan dua sepal petaloid; mahkota monosimetris terdiri dari tiga dan dua kelopak yang mengecil; dua lingkaran benang sari, lingkaran luar monosimetris terdiri dari tiga benang sari yang menyatu dan dua benang sari yang mengecil, lingkaran dalam terdiri dari 4 benang sari yang mengecil dan 1 benang sari yang hilang; ginekium monosimetris terdiri dari 1 karpel dengan ovarium superior; plasentasi marginal dengan 8–10 bakal biji per ginekium.
<big>B Bt <sup>C</sup> K3:(2) <sup>C</sup> ↓ C3:2 <sup>r</sup> ↓ A(3):2 <sup>r</sup> ↓+4 <sup>r</sup> :1 <sup>0</sup> <u></u> 1↓ Vm8–10</big><ref>[https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia]</ref>– Rumus ''[[Asam jawa|Tamarindus indica]]'' ; braktea dan brakteola petaloid; kelopak monosimetris terdiri dari tiga dan dua sepal petaloid; mahkota monosimetris terdiri dari tiga dan dua kelopak yang mengecil; dua lingkaran benang sari, lingkaran luar monosimetris terdiri dari tiga benang sari yang menyatu dan dua benang sari yang mengecil, lingkaran dalam terdiri dari 4 benang sari yang mengecil dan 1 benang sari yang hilang; ginekium monosimetris terdiri dari 1 karpel dengan ovarium superior; plasentasi marginal dengan 8–10 bakal biji per ginekium.


== Menggunakan kotak ==
== Menggunakan kotak ==
== Lihat pula ==
== Lihat pula ==
* [[Diagram bunga]]
* [[Diagram bunga]]


== Catatan ==
== Catatan ==
== Referensi ==
3-4 free sepals, 3-4 free petals (or absent), 2-8 stamens, inferior ovary with 2-4 fused carpels}}
== Daftar pustaka ==
== Daftar pustaka ==
* [https://books.google.com/books?id=m51GS7iOTigC N S Subrahmanyam, Modern Plant Taxonomy, Vikas Publishing House Pvt Ltd, 2009.]
* [https://books.google.com/books?id=m51GS7iOTigC N S Subrahmanyam, Modern Plant Taxonomy, Vikas Publishing House Pvt Ltd, 2009.]


== Pranala luar ==
== Pranala luar ==
* [https://web.archive.org/web/20171220031200/http://www.kvetnevzorce.sk/ Kvetné vzorce] – Sebuah situs web yang didedikasikan untuk rumus bunga (dalam bahasa Slovakia)
* [https://web.archive.org/web/20171220031200/http://www.kvetnevzorce.sk/ Kvetné vzorce] – Sebuah situs web yang didedikasikan untuk rumus bunga (dalam bahasa Slovakia)
* [https://books.google.com/books?id=24p-LgWPA50C&pg=PA39 Tabel 2.1. Rumus bunga; simbol yang digunakan dalam buku ini. Dalam Ronse De Craene, hlm. 39]
* [https://books.google.com/books?id=24p-LgWPA50C&pg=PA39 Tabel 2.1. Rumus bunga; simbol yang digunakan dalam buku ini. Dalam Ronse De Craene, hlm. 39]
Baris 80: Baris 151:
* [https://www2.csu.edu.au/herbarium/floral-formula/firefox3/index.html?dhtmlActivation=inplace Virtual Floral Formula], sumber belajar daring untuk rumus bunga.
* [https://www2.csu.edu.au/herbarium/floral-formula/firefox3/index.html?dhtmlActivation=inplace Virtual Floral Formula], sumber belajar daring untuk rumus bunga.


== Referensi ==
<references />


== Sumber dan atribusi ==


== Sumber dan atribusi ==
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28808999 (2026-01-13T12:10:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.


Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Rumus+bunga&oldid=28808999 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28808999 (2026-01-13T12:10:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 -->

Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 03.59

Anagallis arvensis 2

Rumus bunga adalah notasi untuk menggambarkan struktur jenis bunga tertentu. Notasi tersebut menggunakan angka, huruf, dan berbagai simbol untuk menyampaikan informasi penting dalam bentuk yang ringkas. Rumus bunga dapat mewakili bentuk bunga dari spesies tertentu, atau dapat digeneralisasikan untuk mengkarakterisasi takson yang lebih tinggi, biasanya memberikan rentang jumlah organ. Rumus bunga adalah salah satu dari dua cara untuk menggambarkan struktur bunga yang dikembangkan selama abad ke-19, yang lainnya adalah diagram bunga.[1] Format rumus bunga berbeda-beda menurut selera penulis dan periode tertentu, namun cenderung menyampaikan informasi yang sama.

Rumus bunga sering digunakan bersamaan dengan diagram bunga.[2]

Sejarah

Rumus bunga dikembangkan pada awal abad ke-19.[3] Penulis pertama yang menggunakannya adalah Cassel (1820),[4] yang pertama kali merancang daftar bilangan bulat untuk menunjukkan jumlah bagian dalam lingkaran yang diberi nama, dan Martius[5] (1828). Grisebach[6] (1854) menggunakan rangkaian 4 bilangan bulat untuk mewakili 4 lingkaran bagian bunga dalam buku teksnya untuk menggambarkan karakteristik keluarga bunga, menyatakan jumlah organ yang berbeda yang dipisahkan oleh koma dan menyoroti fusi. Sachs[7] (1873) menggunakannya bersama dengan diagram bunga; ia mencatat keuntungannya karena terdiri dari "rupa huruf biasa".

Meskipun Eichler banyak menggunakan diagram bunga dalam Blüthendiagramme -nya, ia menggunakan rumus bunga secara terbatas, terutama untuk famili dengan bunga sederhana. Organogenesis Bunga karya Sattler (1973) memanfaatkan rumus dan diagram bunga untuk menggambarkan ontogeni 50 spesies tumbuhan. Buku-buku yang lebih baru yang memuat rumus termasuk Sistematika Tumbuhan oleh Judd dkk. (2002) dan Simpson (2010). Prenner dkk. merancang perluasan model yang ada untuk memperluas kemampuan deskriptif rumus dan berpendapat bahwa rumus harus dimasukkan dalam deskripsi taksonomi formal.[8] Ronse De Craene (2010) sebagian memanfaatkan cara penulisan rumus mereka dalam bukunya Diagram Bunga.

Informasi yang terkandung

Jumlah organ dan fusi

Rumus ini menyatakan jumlah organ bunga yang berbeda;[9] ini biasanya didahului oleh huruf atau singkatan sesuai dengan jenis organ. Urutannya sesuai dengan susunan bagian-bagian bunga dari luar ke dalam:

Daun Pelindung Brakteola Tepal (perigon atau selubung), atau sepal (calyx) dan petal (corolla) Benang sari(androecium) Putik (ginoecium) Ovula
B[10] Bt[11] P[12] atau CaCo[13] A G V[14] atau O[15]
K[16] atau Ca[17] C[18] atau Co[19]

Label dengan latar belakang lebih gelap kurang umum. Huruf "V" yang digunakan oleh Prenner dkk. untuk jumlah ovula per ginekium diikuti oleh huruf kecil yang menggambarkan jenis plasentasi. Untuk epikaliks/kalikulus, huruf "k" digunakan.

Angka-angka disisipkan setelah label, dan dapat diformat sebagai subskrip atau superskrip. Jika suatu organ tidak ada, angkanya ditulis sebagai "0" atau dihilangkan; jika terdapat "banyak" (biasanya lebih dari 10–12) contoh, dapat ditulis sebagai "∞". Lingkaran organ yang sama dipisahkan oleh "+". Jumlah organ dalam satu lingkaran dapat dipisahkan oleh ":", misalnya ketika bagian dari lingkaran tersebut berbeda secara morfologis. Rentang dapat diberikan jika angkanya bervariasi, misalnya ketika rumus tersebut merangkum suatu takson

  • K 3+3 – calyx dengan enam sepal terpisah, tersusun dalam dua lingkaran terpisah
  • A∞ – banyak benang sari
  • P3–12 – selubung dari tiga hingga dua belas kelopak

Kelompok organ dapat dijelaskan dengan menuliskan jumlah contoh dalam kelompok tersebut sebagai superskrip.

A5² – 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 2 benang sari

Rumus ini juga dapat mengekspresikan fusi organ. Fusi satu jenis organ dapat ditunjukkan dengan melingkari angka dalam lingkaran, fusi organ yang berbeda dapat diwakili oleh ikatan, seperti misalnya dalam Judd et al. Prenner et al. menyatakan bahwa metode ini sulit dicapai melalui penataan huruf standar.[20] Penggabungan organ dapat ditulis lebih mudah menggunakan tanda kurung "(…)" jika beberapa organ yang sama digabungkan. Penggabungan antara organ yang berbeda dapat dilakukan dengan tanda kurung siku "[…]", atau tanda kurung kurawal "{…}".

  • A(5) – lima benang sari menyatu
  • [C(5) A5] – mahkota bunga menyatu dari 5 kelopak, menyatu dengan benang sari

Prenner dkk. mengusulkan angka nol sebagai superskrip untuk organ yang hilang, dan superskrip "r" untuk organ yang mengecil. Ronse De Craene menggunakan simbol derajat untuk menandai staminode (benang sari yang tidak subur) atau pistiloid (karpel yang tidak subur).

  • A3:2 r +5 0 – (Prenner et al. ) androecium dalam dua lingkaran, lingkaran pertama berisi 3 benang sari dan 2 staminode, lingkaran kedua hilang
  • A1+2° – (Ronse De Craene) androecium dalam dua lingkaran, lingkaran pertama berisi satu benang sari, lingkaran kedua berisi dua benang sari pada posisi ovarium

Posisi ovarium ditunjukkan dengan mengganti label "G". Simpson menghindari format yang rumit dengan menyatakan posisi ovarium dengan kata-kata.

superior ovary inferior ovary half-inferior ovary
Prenner et al.,[21] Ronse De Craene[22] Ĝ, Ğ -G-
Sattler[23] G
Simpson[24] G…, superior G…, inferior G…, half-inferior

Simetri

Simetri atau susunan dapat dijelaskan untuk seluruh bunga; dalam hal ini simbol yang sesuai biasanya ditempatkan di awal rumus. Simetri juga dapat diuraikan secara terpisah untuk organ yang berbeda, dengan menempatkannya setelah label atau nomornya, atau mungkin tidak disertakan dalam rumus sama sekali. Simetri dijelaskan dengan simbol-simbol berikut:

polisimetri

(aktinomorfik)

disimetri monosimetri

(zigomorfik)

asimetri susunan spiral
Prenner dkk.[25] * ↓, → atau Ø, tergantung pada orientasi bidang simetri. tidak disebutkan
Ronse De Craene [26] ↓, orientasi panah bergantung pada orientasi bidang simetri
Sattler[27] + ∙|∙ tidak disebutkan
Judd dkk.[28] * tidak disebutkan X $
Subrahmanyam[29] % pada bidang median, ÷ pada bidang lateral tidak disebutkan
Rosypal[30]

Seks

Seksualitas bunga dapat ditunjukkan dengan ☿ atau ⚥ untuk hermafrodit (biseksual), ♂ untuk bunga jantan (staminate), dan ♀ untuk bunga betina (pistillate). Simbol-simbol ini biasanya ditempatkan di awal rumus, setelah atau sebelum simbol simetri. Prenner dkk. merekomendasikan untuk menggunakan simbol yang sesuai (♀ dan ♂) hanya untuk bunga dengan seksualitas terpisah. Ronse De Craene menggunakan kata "pistillate" atau "staminate" sebagai pengganti simbol.

Rumus bunga juga dapat menggabungkan jenis buah; Judd et al.[31] menempatkannya di bagian paling akhir.

Contoh

↯ K3 [C3 A1°–3°+½:2°] Ğ(3)[32]– Rumus Canna indica ; bunga asimetris; kelopak terdiri dari tiga sepal terpisah; mahkota terdiri dari tiga petal terpisah yang menyatu dengan androecium; androecium dalam dua lingkaran, lingkaran luar berisi 1–3 staminode, lingkaran dalam berisi ½ benang sari dan 2 staminode; ginoecium menyatu dari 3 karpel, ovarium inferior

B Bt C K3:(2) C ↓ C3:2 r ↓ A(3):2 r ↓+4 r :1 0 1↓ Vm8–10[33]– Rumus Tamarindus indica ; braktea dan brakteola petaloid; kelopak monosimetris terdiri dari tiga dan dua sepal petaloid; mahkota monosimetris terdiri dari tiga dan dua kelopak yang mengecil; dua lingkaran benang sari, lingkaran luar monosimetris terdiri dari tiga benang sari yang menyatu dan dua benang sari yang mengecil, lingkaran dalam terdiri dari 4 benang sari yang mengecil dan 1 benang sari yang hilang; ginekium monosimetris terdiri dari 1 karpel dengan ovarium superior; plasentasi marginal dengan 8–10 bakal biji per ginekium.

Menggunakan kotak

Lihat pula

Catatan

Daftar pustaka

Pranala luar

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  3. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  4. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  5. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  6. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  7. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  8. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  9. Daun Pelindung dan brakteola tidak dianggap sebagai bagian dari bunga itu sendiri, namun dapat dimasukkan dalam rumus bunga.
  10. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  11. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  12. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  13. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  14. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  15. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  16. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  17. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  18. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  19. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  20. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  21. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  22. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  23. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  24. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  25. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  26. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  27. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  28. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  29. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  30. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  31. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  32. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  33. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28808999 (2026-01-13T12:10:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.