Kaidā (glif): Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 18918572; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
atau '''Glif Kaidā''', adalah sistem aksara [[piktogram]] yang pernah digunakan di [[Kepulauan Yaeyama]] yang terletak di barat daya [[Jepang]]. Kata ''kaidā'' merupakan istilah dari [[bahasa Yonaguni]], dan hampir semua penelitian berfokus pada [[Pulau Yonaguni]]. Namun, ada bukti penggunaannya di pulau-pulau lain Yaeyama, terutama di [[Pulau Taketomi]]. Aksara itu digunakan terutama untuk survei pajak, sehingga terkait erat dengan [[pajak pemungutan suara]] yang dikenakan di Yaeyama oleh [[Kerajaan Ryukyu]] di [[Kepulauan Okinawa]], yang pada gilirannya didominasi oleh [[Domain Satsuma]] di [[Kyūshū]] selatan. | [[File:Yonaguni_symbol.jpg|thumb|right|280px|Yonaguni symbol]] | ||
atau '''Glif Kaidā''', adalah sistem aksara [[piktogram]] yang pernah digunakan di [[Kepulauan Yaeyama]] yang terletak di barat daya [[Jepang]]. Kata ''kaidā'' merupakan istilah dari [[bahasa Yonaguni]], dan hampir semua penelitian berfokus pada [[Pulau Yonaguni]]. Namun, ada bukti penggunaannya di pulau-pulau lain Yaeyama, terutama di [[Pulau Taketomi]].<ref>Uesedo Tōru 上勢頭亨. ''Taketomi-jima shi minwa min'yō hen''. 1976.</ref> Aksara itu digunakan terutama untuk survei pajak, sehingga terkait erat dengan [[pajak pemungutan suara]] yang dikenakan di Yaeyama oleh [[Kerajaan Ryukyu]] di [[Kepulauan Okinawa]], yang pada gilirannya didominasi oleh [[Domain Satsuma]] di [[Kyūshū]] selatan. | |||
== Etimologi == | == Etimologi == | ||
Sudō (1944) berhipotesis bahwa asal-usul kata ''kaidā'' adalah , yang berarti "kantor pemerintahan" di Domain Satsuma. Istilah ini dipinjam oleh Ryūkyū di Okinawa dan juga oleh birokrat Yaeyama (karja: dalam Bahasa Ishigaki Modern). Kata bahasa Jepang baku /j/ secara teratur sesuai dengan /d/ dalam [[bahasa Yonaguni]], dan /r/ sering tidak diucapkan setelah vokal. Teori ini sejalan dengan bukti pada aksara Kaidā. | Sudō (1944) berhipotesis bahwa asal-usul kata ''kaidā'' adalah , yang berarti "kantor pemerintahan" di Domain Satsuma. Istilah ini dipinjam oleh Ryūkyū di Okinawa dan juga oleh birokrat Yaeyama (karja: dalam Bahasa Ishigaki Modern). Kata bahasa Jepang baku /j/ secara teratur sesuai dengan /d/ dalam [[bahasa Yonaguni]], dan /r/ sering tidak diucapkan setelah vokal. Teori ini sejalan dengan bukti pada aksara Kaidā.<ref>Sudō Toshiichi 須藤利一. ''Nantō oboegaki''. 1982.</ref> | ||
== Sejarah == | == Sejarah == | ||
Segera setelah menaklukkan Ryūkyū, Domain Satsuma melakukan survei tanah di Okinawa pada tahun 1609 dan di Yaeyama pada tahun 1611. Dengan survei itu, Satsuma memutuskan jumlah upeti yang harus dibayarkan setiap tahun oleh Ryūkyū. Setelah itu, Ryūkyū memberlakukan pajak pemungutan suara di Yaeyama pada tahun 1640. Sebuah kuota tetap dialokasikan untuk setiap pulau dan kemudian dipecah menjadi setiap komunitas. Akhirnya, kuota ditetapkan untuk masing-masing penduduk pulau, disesuaikan hanya dengan usia dan jenis kelamin. Para pemimpin masyarakat diberitahu tentang kuota di kantor pemerintah di Ishigaki. Mereka memeriksa penghitungan menggunakan ''[[warazan]]'' (''barazan'' dalam [[bahasa Yaeyama]]), metode penghitungan dan pencatatan angka berbasis jerami yang hampir mirip dengan sistem [[Quipu]] di [[Kerajaan Inkan]]. Setelah itu, kuota tiap rumah tangga dituliskan di atas piring kayu yang disebut . Di situlah aksara logogram Kaidā digunakan. Meskipun bahasa Jepang tertulis gaya sōrō memiliki status bahasa administratif, pulau-pulau terpencil harus bergantung pada piktogram untuk memberi tahu petani yang buta huruf. Menurut dokumen abad ke-19 yang dikutip oleh Yaeyama rekishi (1954), seorang pejabat bernama Ōhama Seiki merancang "ideograf yang sempurna" untuk itafuda pada awal abad ke-19 meskipun hal itu menunjukkan adanya ideograf yang "tidak sempurna" sebelumnya. Sudo (1944) mencatat sejarah lisan tentang Yonaguni: 9 generasi yang lalu, seorang leluhur dari garis keturunan Kedagusuku bernama Mase mengajarkan aksara Kaidā dan warazan kepada publik. Sudo memperkirakan peristiwa itu terjadi pada paruh kedua abad ke-17. | Segera setelah menaklukkan Ryūkyū, Domain Satsuma melakukan survei tanah di Okinawa pada tahun 1609 dan di Yaeyama pada tahun 1611. Dengan survei itu, Satsuma memutuskan jumlah upeti yang harus dibayarkan setiap tahun oleh Ryūkyū. Setelah itu, Ryūkyū memberlakukan pajak pemungutan suara di Yaeyama pada tahun 1640. Sebuah kuota tetap dialokasikan untuk setiap pulau dan kemudian dipecah menjadi setiap komunitas. Akhirnya, kuota ditetapkan untuk masing-masing penduduk pulau, disesuaikan hanya dengan usia dan jenis kelamin. Para pemimpin masyarakat diberitahu tentang kuota di kantor pemerintah di Ishigaki. Mereka memeriksa penghitungan menggunakan ''[[warazan]]'' (''barazan'' dalam [[bahasa Yaeyama]]), metode penghitungan dan pencatatan angka berbasis jerami yang hampir mirip dengan sistem [[Quipu]] di [[Kerajaan Inkan]]. Setelah itu, kuota tiap rumah tangga dituliskan di atas piring kayu yang disebut . Di situlah aksara logogram Kaidā digunakan. Meskipun bahasa Jepang tertulis gaya sōrō memiliki status bahasa administratif, pulau-pulau terpencil harus bergantung pada piktogram untuk memberi tahu petani yang buta huruf. Menurut dokumen abad ke-19 yang dikutip oleh Yaeyama rekishi (1954), seorang pejabat bernama Ōhama Seiki merancang "ideograf yang sempurna" untuk itafuda pada awal abad ke-19 meskipun hal itu menunjukkan adanya ideograf yang "tidak sempurna" sebelumnya.<ref>''Yaeyama rekishi''. 1954.</ref> Sudo (1944) mencatat sejarah lisan tentang Yonaguni: 9 generasi yang lalu, seorang leluhur dari garis keturunan Kedagusuku bernama Mase mengajarkan aksara Kaidā dan warazan kepada publik. Sudo memperkirakan peristiwa itu terjadi pada paruh kedua abad ke-17.<ref>Sudō Toshiichi 須藤利一. ''Nantō oboegaki''. 1982.</ref> | ||
Menurut Ikema (1959), Kaidā glyphs dan ''warazan'' ternyata cukup akurat untuk mengoreksi survei resmi. Pajak pemungutan suara akhirnya dihapuskan pada tahun 1903. Pajak tersebut digunakan sampai diperkenalkannya sistem pendidikan dasar nasional yang dengan cepat menurunkan tingkat buta huruf selama [[Zaman Meiji]]. Aksara ini sekarang digunakan di Yonaguni dan Taketomi untuk kesenian rakyat, kaos oblong, dan produk lainnya, lebih karena nilai keseniannya daripada fungsi sebagai sistem pencatatan. | Menurut Ikema (1959), Kaidā glyphs dan ''warazan'' ternyata cukup akurat untuk mengoreksi survei resmi. Pajak pemungutan suara akhirnya dihapuskan pada tahun 1903. Pajak tersebut digunakan sampai diperkenalkannya sistem pendidikan dasar nasional yang dengan cepat menurunkan tingkat buta huruf selama [[Zaman Meiji]].<ref>Ikema Eizō 池間栄三. ''Yonaguni no rekishi''. 1959.</ref> Aksara ini sekarang digunakan di Yonaguni dan Taketomi untuk kesenian rakyat, kaos oblong, dan produk lainnya, lebih karena nilai keseniannya daripada fungsi sebagai sistem pencatatan. | ||
== Ciri-ciri == | == Ciri-ciri == | ||
| Baris 14: | Baris 16: | ||
*angka, atau satuan pokok seperti karung beras (俵), karung milet, cedok beras (斗), kotak beras (升), setengah karung beras. | *angka, atau satuan pokok seperti karung beras (俵), karung milet, cedok beras (斗), kotak beras (升), setengah karung beras. | ||
*simbol rumah tangga yang disebut sebagai ''dāhan''. | *simbol rumah tangga yang disebut sebagai ''dāhan''. | ||
Sedangkan untuk angka, sistem serupa yang disebut sebagai ''sūchūma'' dapat ditemukan di [[Kepulauan Okinawa|Okinawa]] dan [[Kepulauan Miyako|Miyako]], serta tampaknya berakar dari [[Bilangan Suzhou]]. | Sedangkan untuk angka, sistem serupa yang disebut sebagai ''sūchūma'' dapat ditemukan di [[Kepulauan Okinawa|Okinawa]] dan [[Kepulauan Miyako|Miyako]], serta tampaknya berakar dari [[Bilangan Suzhou]].<ref>Hagio Toshiaki 萩尾俊章. [https://okimu.jp/userfiles/files/page/museum/issue/report/yonaguni7.pdf Yonaguni-jima sōgō chōsa hōkokusho]. 2009. hlm. 49–64.</ref> | ||
== Riwayat penelitian == | == Riwayat penelitian == | ||
Penulis non-Yaeyama pertama yang mengomentari aksara kaidā yaitu [[Gisuke Sasamori]], yang meninggalkan salinan dari banyak teks kaidā singkat yang berjudul ''Nantō Tanken'' (南島探検, ''Eksplorasi Pulau Selatan''), catatan kunjungannya pada tahun 1893 ke [[Prefektur Okinawa]] yang juga menyebutkan kerja paksa yang diterapkan kepada penduduk pulau oleh rezim. [[Yasusada Tashiro]] mengumpulkan berbagai sistem angka yang ditemukan di Okinawa dan Miyako, serta menyumbangkannya ke [[Museum Nasional Tokyo]] pada tahun 1887. Sebuah makalah bernama ''sūchūma'' oleh ahli studi Jepang dari [[Britania Raya]] yang bernama [[Basil Hall Chamberlain|Basil Chamberlain]] (1898) tampaknya didasarkan pada koleksi Tashiro. | Penulis non-Yaeyama pertama yang mengomentari aksara kaidā yaitu [[Gisuke Sasamori]], yang meninggalkan salinan dari banyak teks kaidā singkat yang berjudul ''Nantō Tanken'' (南島探検, ''Eksplorasi Pulau Selatan''), catatan kunjungannya pada tahun 1893 ke [[Prefektur Okinawa]] yang juga menyebutkan kerja paksa yang diterapkan kepada penduduk pulau oleh rezim. [[Yasusada Tashiro]] mengumpulkan berbagai sistem angka yang ditemukan di Okinawa dan Miyako, serta menyumbangkannya ke [[Museum Nasional Tokyo]] pada tahun 1887. Sebuah makalah bernama ''sūchūma'' oleh ahli studi Jepang dari [[Britania Raya]] yang bernama [[Basil Hall Chamberlain|Basil Chamberlain]] (1898)<ref>Basil Hall Chamberlain. ''A Quinary System of Notation employed in Luchu on the Wooden Tallies termed Shō-Chū-Ma''. ''The Journal of the Anthropological Institute of Great Britain and Ireland''. 1898. Vol. 27. hlm. 383–395.</ref> tampaknya didasarkan pada koleksi Tashiro.<ref>Hagio Toshiaki 萩尾俊章. [https://okimu.jp/userfiles/files/page/museum/issue/report/yonaguni7.pdf Yonaguni-jima sōgō chōsa hōkokusho]. 2009. hlm. 49–64.</ref> | ||
Pada tahun 1915, guru matematika bernama Kiichi Yamuro (矢袋喜一) memasukkan lebih banyak contoh aksara kaidā, ''barazan'' tali hitung yang diikat dan kata-kata bilangan lokal (bersama dengan terbitan ulang catatan Sasamori) dalam bukunya tentang Matematika dalam bahasa Ryukyu Kuno (琉球古来の数学). Meskipun Yamuro tidak mengunjungi Yonaguni sendirian, catatannya menunjukkan bahwa aksara kaidā masih digunakan sehari-hari pada tahun 1880-an. Antropolog bernama [[Tadao Kawamura]], yang melakukan penelitian antropologis tentang kepulauan itu pada tahun 1930-an, mencatat bahwa "aksara itu masih digunakan sampai saat ini." Dia menunjukkan bagaimana aksara kaidā digunakan dalam pengiriman paket dan logistik. Sudo (1944) menunjukkan cara transaksi ekonomi dicatat pada daun menggunakan aksara kaidā. Dia juga mengusulkan etimologi untuk kaidā. | Pada tahun 1915, guru matematika bernama Kiichi Yamuro (矢袋喜一) memasukkan lebih banyak contoh aksara kaidā, ''barazan'' tali hitung yang diikat dan kata-kata bilangan lokal (bersama dengan terbitan ulang catatan Sasamori) dalam bukunya tentang Matematika dalam bahasa Ryukyu Kuno (琉球古来の数学). Meskipun Yamuro tidak mengunjungi Yonaguni sendirian, catatannya menunjukkan bahwa aksara kaidā masih digunakan sehari-hari pada tahun 1880-an. Antropolog bernama [[Tadao Kawamura]], yang melakukan penelitian antropologis tentang kepulauan itu pada tahun 1930-an, mencatat bahwa "aksara itu masih digunakan sampai saat ini." Dia menunjukkan bagaimana aksara kaidā digunakan dalam pengiriman paket dan logistik.<ref>Kawamura Tadao 河村只雄. ''Nanpō bunka no tankyū''. 1999.</ref> Sudo (1944) menunjukkan cara transaksi ekonomi dicatat pada daun menggunakan aksara kaidā. Dia juga mengusulkan etimologi untuk kaidā.<ref>Sudō Toshiichi 須藤利一. ''Nantō oboegaki''. 1982.</ref> | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
| Baris 25: | Baris 27: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kaid%C4%81+%28glif%29&oldid=18918572 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18918572 (2021-08-06T02:06:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | |||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 04.01

atau Glif Kaidā, adalah sistem aksara piktogram yang pernah digunakan di Kepulauan Yaeyama yang terletak di barat daya Jepang. Kata kaidā merupakan istilah dari bahasa Yonaguni, dan hampir semua penelitian berfokus pada Pulau Yonaguni. Namun, ada bukti penggunaannya di pulau-pulau lain Yaeyama, terutama di Pulau Taketomi.[1] Aksara itu digunakan terutama untuk survei pajak, sehingga terkait erat dengan pajak pemungutan suara yang dikenakan di Yaeyama oleh Kerajaan Ryukyu di Kepulauan Okinawa, yang pada gilirannya didominasi oleh Domain Satsuma di Kyūshū selatan.
Etimologi
Sudō (1944) berhipotesis bahwa asal-usul kata kaidā adalah , yang berarti "kantor pemerintahan" di Domain Satsuma. Istilah ini dipinjam oleh Ryūkyū di Okinawa dan juga oleh birokrat Yaeyama (karja: dalam Bahasa Ishigaki Modern). Kata bahasa Jepang baku /j/ secara teratur sesuai dengan /d/ dalam bahasa Yonaguni, dan /r/ sering tidak diucapkan setelah vokal. Teori ini sejalan dengan bukti pada aksara Kaidā.[2]
Sejarah
Segera setelah menaklukkan Ryūkyū, Domain Satsuma melakukan survei tanah di Okinawa pada tahun 1609 dan di Yaeyama pada tahun 1611. Dengan survei itu, Satsuma memutuskan jumlah upeti yang harus dibayarkan setiap tahun oleh Ryūkyū. Setelah itu, Ryūkyū memberlakukan pajak pemungutan suara di Yaeyama pada tahun 1640. Sebuah kuota tetap dialokasikan untuk setiap pulau dan kemudian dipecah menjadi setiap komunitas. Akhirnya, kuota ditetapkan untuk masing-masing penduduk pulau, disesuaikan hanya dengan usia dan jenis kelamin. Para pemimpin masyarakat diberitahu tentang kuota di kantor pemerintah di Ishigaki. Mereka memeriksa penghitungan menggunakan warazan (barazan dalam bahasa Yaeyama), metode penghitungan dan pencatatan angka berbasis jerami yang hampir mirip dengan sistem Quipu di Kerajaan Inkan. Setelah itu, kuota tiap rumah tangga dituliskan di atas piring kayu yang disebut . Di situlah aksara logogram Kaidā digunakan. Meskipun bahasa Jepang tertulis gaya sōrō memiliki status bahasa administratif, pulau-pulau terpencil harus bergantung pada piktogram untuk memberi tahu petani yang buta huruf. Menurut dokumen abad ke-19 yang dikutip oleh Yaeyama rekishi (1954), seorang pejabat bernama Ōhama Seiki merancang "ideograf yang sempurna" untuk itafuda pada awal abad ke-19 meskipun hal itu menunjukkan adanya ideograf yang "tidak sempurna" sebelumnya.[3] Sudo (1944) mencatat sejarah lisan tentang Yonaguni: 9 generasi yang lalu, seorang leluhur dari garis keturunan Kedagusuku bernama Mase mengajarkan aksara Kaidā dan warazan kepada publik. Sudo memperkirakan peristiwa itu terjadi pada paruh kedua abad ke-17.[4]
Menurut Ikema (1959), Kaidā glyphs dan warazan ternyata cukup akurat untuk mengoreksi survei resmi. Pajak pemungutan suara akhirnya dihapuskan pada tahun 1903. Pajak tersebut digunakan sampai diperkenalkannya sistem pendidikan dasar nasional yang dengan cepat menurunkan tingkat buta huruf selama Zaman Meiji.[5] Aksara ini sekarang digunakan di Yonaguni dan Taketomi untuk kesenian rakyat, kaos oblong, dan produk lainnya, lebih karena nilai keseniannya daripada fungsi sebagai sistem pencatatan.
Ciri-ciri
Aksara Kaidā terdiri dari:
- barang kebutuhan pokok seperti beras, milet, kacang-kacangan, lembu jantan, domba, kambing, ikan, dan tekstil.
- angka, atau satuan pokok seperti karung beras (俵), karung milet, cedok beras (斗), kotak beras (升), setengah karung beras.
- simbol rumah tangga yang disebut sebagai dāhan.
Sedangkan untuk angka, sistem serupa yang disebut sebagai sūchūma dapat ditemukan di Okinawa dan Miyako, serta tampaknya berakar dari Bilangan Suzhou.[6]
Riwayat penelitian
Penulis non-Yaeyama pertama yang mengomentari aksara kaidā yaitu Gisuke Sasamori, yang meninggalkan salinan dari banyak teks kaidā singkat yang berjudul Nantō Tanken (南島探検, Eksplorasi Pulau Selatan), catatan kunjungannya pada tahun 1893 ke Prefektur Okinawa yang juga menyebutkan kerja paksa yang diterapkan kepada penduduk pulau oleh rezim. Yasusada Tashiro mengumpulkan berbagai sistem angka yang ditemukan di Okinawa dan Miyako, serta menyumbangkannya ke Museum Nasional Tokyo pada tahun 1887. Sebuah makalah bernama sūchūma oleh ahli studi Jepang dari Britania Raya yang bernama Basil Chamberlain (1898)[7] tampaknya didasarkan pada koleksi Tashiro.[8]
Pada tahun 1915, guru matematika bernama Kiichi Yamuro (矢袋喜一) memasukkan lebih banyak contoh aksara kaidā, barazan tali hitung yang diikat dan kata-kata bilangan lokal (bersama dengan terbitan ulang catatan Sasamori) dalam bukunya tentang Matematika dalam bahasa Ryukyu Kuno (琉球古来の数学). Meskipun Yamuro tidak mengunjungi Yonaguni sendirian, catatannya menunjukkan bahwa aksara kaidā masih digunakan sehari-hari pada tahun 1880-an. Antropolog bernama Tadao Kawamura, yang melakukan penelitian antropologis tentang kepulauan itu pada tahun 1930-an, mencatat bahwa "aksara itu masih digunakan sampai saat ini." Dia menunjukkan bagaimana aksara kaidā digunakan dalam pengiriman paket dan logistik.[9] Sudo (1944) menunjukkan cara transaksi ekonomi dicatat pada daun menggunakan aksara kaidā. Dia juga mengusulkan etimologi untuk kaidā.[10]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Uesedo Tōru 上勢頭亨. Taketomi-jima shi minwa min'yō hen. 1976.
- ↑ Sudō Toshiichi 須藤利一. Nantō oboegaki. 1982.
- ↑ Yaeyama rekishi. 1954.
- ↑ Sudō Toshiichi 須藤利一. Nantō oboegaki. 1982.
- ↑ Ikema Eizō 池間栄三. Yonaguni no rekishi. 1959.
- ↑ Hagio Toshiaki 萩尾俊章. Yonaguni-jima sōgō chōsa hōkokusho. 2009. hlm. 49–64.
- ↑ Basil Hall Chamberlain. A Quinary System of Notation employed in Luchu on the Wooden Tallies termed Shō-Chū-Ma. The Journal of the Anthropological Institute of Great Britain and Ireland. 1898. Vol. 27. hlm. 383–395.
- ↑ Hagio Toshiaki 萩尾俊章. Yonaguni-jima sōgō chōsa hōkokusho. 2009. hlm. 49–64.
- ↑ Kawamura Tadao 河村只雄. Nanpō bunka no tankyū. 1999.
- ↑ Sudō Toshiichi 須藤利一. Nantō oboegaki. 1982.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 18918572 (2021-08-06T02:06:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.