Modus ponens: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29523287; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
Dalam [[kalkulus proposisional]], '''''modus ponens''''' (disingkat '''MP''', , terj. ''modus yang menegaskan dengan menegaskan'') atau '''implikasi penghapusan''' adalah aturan penarikan kesimpulan. Hal ini dapat diringkas sebagai "''P maka Q'' dan ''P'' adalah keduanya dianggap benar, maka ''Q'' harus benar." | Dalam [[kalkulus proposisional]], '''''modus ponens''''' (disingkat '''MP''', , terj. ''modus yang menegaskan dengan menegaskan'')<ref>Jon R. Stone. [https://books.google.com/books?id=p6_KRzXsnKIC&pg=PA60 Latin for the Illiterati: Exorcizing the Ghosts of a Dead Language]. Routledge. 1996. hlm. 60. ISBN 0-415-91775-1.</ref> atau '''implikasi penghapusan''' adalah aturan penarikan kesimpulan.<ref>Enderton 2001:110</ref> Hal ini dapat diringkas sebagai "''P maka Q'' dan ''P'' adalah keduanya dianggap benar, maka ''Q'' harus benar." | ||
''Modus ponens'' berkaitan erat dengan aturan lain, ''[[modus tollens]]''. ''Silogisme'' berkaitan erat dengan ''modus ponens'' dan kadang-kadang dianggap sebagai "''modus ponens'' ganda." | ''Modus ponens'' berkaitan erat dengan aturan lain, ''[[modus tollens]]''. ''Silogisme'' berkaitan erat dengan ''modus ponens'' dan kadang-kadang dianggap sebagai "''modus ponens'' ganda." | ||
Sejarah ''modus ponens'' berawal dari [[Era Klasik|zaman kuno]]. Yang pertama secara eksplisit menggambarkan bentuk argumen ''modus ponens'' adalah [[Theophrastus]]. | Sejarah ''modus ponens'' berawal dari [[Era Klasik|zaman kuno]].<ref>[//en.wikipedia.org/wiki/Susanne_Bobzien Susanne Bobzien] (2002). "The Development of Modus Ponens in Antiquity", ''Phronesis'' 47, No. 4, 2002.</ref> Yang pertama secara eksplisit menggambarkan bentuk argumen ''modus ponens'' adalah [[Theophrastus]].<ref>[http://plato.stanford.edu/entries/logic-ancient/#StoSyl "Ancient Logic: Forerunners of ''Modus Ponens'' and ''Modus Tollens''"]. ''[//en.wikipedia.org/wiki/Stanford_Encyclopedia_of_Philosophy Stanford Encyclopedia of Philosophy].''</ref> | ||
== Formal notasi == | == Formal notasi == | ||
| Baris 25: | Baris 25: | ||
== Pembenaran melalui tabel kebenaran == | == Pembenaran melalui tabel kebenaran == | ||
Validitas ''modus ponens ''dalam logika dua-nilai dapat ditunjukkan secara jelas dengan menggunakan [[tabel kebenaran]]. | Validitas ''modus ponens ''dalam logika dua-nilai dapat ditunjukkan secara jelas dengan menggunakan [[tabel kebenaran]]. | ||
{| class="wikitable" style="font-weight:bold; text-align:center;" cellspacing="0" cellpadding="8" border="1" align="center" | |||
!''p'' | |||
!''q'' | |||
!''p'' → ''q'' | |||
|- | |||
|B<br /> | |||
|B<br /> | |||
|B<br /> | |||
|- style="color:red" | |||
|B<br /> | |||
|S<br /> | |||
|S<br /> | |||
|- style="color:pink" | |||
|S<br /> | |||
|B<br /> | |||
|B<br /> | |||
|- style="color:blue" | |||
|S<br /> | |||
|S<br /> | |||
|B<br /> | |||
|} | |||
Dalam kasus ''modus ponens'' kita asumsikan sebagai premis bahwa ''p'' → ''q'' benar dan ''p'' benar. Hanya satu baris dari tabel kebenaran—pertama— yang memenuhi dua kondisi (''p'' dan ''p'' → ''q''). Pada baris ini, ''q'' juga benar. Oleh karena itu, setiap kali ''p'' → ''q'' benar dan ''p'' benar, ''q'' juga harus benar. | Dalam kasus ''modus ponens'' kita asumsikan sebagai premis bahwa ''p'' → ''q'' benar dan ''p'' benar. Hanya satu baris dari tabel kebenaran—pertama— yang memenuhi dua kondisi (''p'' dan ''p'' → ''q''). Pada baris ini, ''q'' juga benar. Oleh karena itu, setiap kali ''p'' → ''q'' benar dan ''p'' benar, ''q'' juga harus benar. | ||
== Dugaan kasus kegagalan == | == Dugaan kasus kegagalan == | ||
Filsuf dan ahli logika Vann McGee berpendapat bahwa ''modus ponens'' dapat gagal untuk menjadi valid apabila akibat itu sendiri adalah kalimat bersyarat. Berikut adalah contoh: | Filsuf dan ahli logika Vann McGee berpendapat bahwa ''modus ponens'' dapat gagal untuk menjadi valid apabila akibat itu sendiri adalah kalimat bersyarat.<ref>Vann McGee (1985). "A Counterexample to Modus Ponens", ''The Journal of Philosophy'' 82, 462–471.</ref> Berikut adalah contoh: | ||
: [[William Shakespeare|Shakespeare]] atau [[Thomas Hobbes|Hobbes]] menulis ''[[Hamlet]]''. | : [[William Shakespeare|Shakespeare]] atau [[Thomas Hobbes|Hobbes]] menulis ''[[Hamlet]]''. | ||
| Baris 40: | Baris 60: | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Modus+ponens&oldid=29523287 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29523287 (2026-08-04T07:55:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Modus+ponens&oldid=29523287 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 29523287 (2026-08-04T07:55:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 04.04
Dalam kalkulus proposisional, modus ponens (disingkat MP, , terj. modus yang menegaskan dengan menegaskan)[1] atau implikasi penghapusan adalah aturan penarikan kesimpulan.[2] Hal ini dapat diringkas sebagai "P maka Q dan P adalah keduanya dianggap benar, maka Q harus benar."
Modus ponens berkaitan erat dengan aturan lain, modus tollens. Silogisme berkaitan erat dengan modus ponens dan kadang-kadang dianggap sebagai "modus ponens ganda."
Sejarah modus ponens berawal dari zaman kuno.[3] Yang pertama secara eksplisit menggambarkan bentuk argumen modus ponens adalah Theophrastus.[4]
Formal notasi
Dalam modus ponens aturan dapat ditulis dalam notasi sebagai
dengan P, Q, dan P → Q adalah pernyataan (atau proposisi) dalam bahasa formal dan ⊢ adalah simbol metalogical yang berarti bahwa Q adalah konsekuensi logis dari P dan P → Q dalam sebuah sistem.
Penjelasan
Argumen memiliki dua premis (hipotesis). Premis pertama adalah "jika–maka", yaitu bahwa P maka Q. Premis kedua adalah bahwa P, benar. Dari kedua premis dapat secara logis disimpulkan bahwa Q, juga benar.
Contoh argumen yang sesuai dengan bentuk modus ponens:
- Premis 1: Jika hari ini adalah hari selasa, maka John akan pergi bekerja.
- Premis 2: Hari ini adalah hari selasa.
- Kesimpulan: Oleh karena itu, John akan pergi bekerja.
Ini adalah argumen yang valid, tetapi ini tidak memiliki hubungan apakah salah satu pernyataan dalam argumen adalah benar; agar modus ponens untuk menjadi argumen lengkap, premis harus benar untuk setiap benar contoh kesimpulan. Sebuah argumen dapat berlaku tapi tetap saja tidak lengkap jika salah satu atau lebih premis salah; jika argumen valid dan semua premis benar, maka argumen lengkap. Misalnya, John mungkin akan bekerja pada hari rabu. Dalam hal ini, alasan untuk John akan bekerja (karena itu adalah hari rabu) adalah tidak lengkap. Argumen ini tidak hanya slogis pada hari selasa (ketika John pergi untuk bekerja), tetapi berlaku pada setiap hari. Sebuah argumen propositional menggunakan modus ponens dikatakan deduktif.
Pembenaran melalui tabel kebenaran
Validitas modus ponens dalam logika dua-nilai dapat ditunjukkan secara jelas dengan menggunakan tabel kebenaran.
| p | q | p → q |
|---|---|---|
| B |
B |
B |
| B |
S |
S |
| S |
B |
B |
| S |
S |
B |
Dalam kasus modus ponens kita asumsikan sebagai premis bahwa p → q benar dan p benar. Hanya satu baris dari tabel kebenaran—pertama— yang memenuhi dua kondisi (p dan p → q). Pada baris ini, q juga benar. Oleh karena itu, setiap kali p → q benar dan p benar, q juga harus benar.
Dugaan kasus kegagalan
Filsuf dan ahli logika Vann McGee berpendapat bahwa modus ponens dapat gagal untuk menjadi valid apabila akibat itu sendiri adalah kalimat bersyarat.[5] Berikut adalah contoh:
- Shakespeare atau Hobbes menulis Hamlet.
- Jika Shakespeare atau Hobbes menulis Hamlet, maka jika Shakespeare tidak melakukannya, Hobbes yang melakukannya.
- Oleh karena itu, jika Shakespeare tidak menulis Hamlet, Hobbes melakukannya
Premis pertama tampaknya cukup masuk akal, karena Shakespeare umumnya dikaitkan dengan menulis Hamlet. Premis kedua tampaknya masuk akal juga, karena kemungkinan penulis Hamlet terbatas hanya Shakespere dan Hobbes, menghilangkan satu akan meninggalkan yang lain. Tapi kesimpulan ini meragukan, karena jika Shakespeare dikesampingkan sebagai Hamlet's penulis, ada banyak alternatif yang masuk akal dari Hobbes.
Bentuk umum dari tipe penyangkalan McGee untuk modus ponens adalah , therefore oleh karena itu ; tidak penting bahwa memiliki bentuk disjungsi, seperti dalam contoh yang diberikan. Kasus-kasus seperti ini merupakan kegagalan dari modus ponens tetap menjadi minoritas pandangan di kalangan ulama, tetapi tidak ada konsensus tentang bagaimana kasus-kasus ini harus dibuang.
Referensi
- ↑ Jon R. Stone. Latin for the Illiterati: Exorcizing the Ghosts of a Dead Language. Routledge. 1996. hlm. 60. ISBN 0-415-91775-1.
- ↑ Enderton 2001:110
- ↑ Susanne Bobzien (2002). "The Development of Modus Ponens in Antiquity", Phronesis 47, No. 4, 2002.
- ↑ "Ancient Logic: Forerunners of Modus Ponens and Modus Tollens". Stanford Encyclopedia of Philosophy.
- ↑ Vann McGee (1985). "A Counterexample to Modus Ponens", The Journal of Philosophy 82, 462–471.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29523287 (2026-08-04T07:55:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.