Agen otonom: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28899803; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Agen otonom''' adalah sistem [[kecerdasan buatan]] (AI) yang mampu melaksanakan tugas-tugas kompleks secara mandiri. | '''Agen otonom''' adalah sistem [[kecerdasan buatan]] (AI) yang mampu melaksanakan tugas-tugas kompleks secara mandiri.<ref>[https://www.techopedia.com/definition/autonomous-agent Autonomous Agent]. ''Techopedia''. 11 April 2024.</ref> | ||
== Definisi == | == Definisi == | ||
Terdapat berbagai definisi mengenai agen otonom. Menurut Brustoloni (1991): | Terdapat berbagai definisi mengenai agen otonom. Menurut Brustoloni (1991): | ||
Menurut Maes (1995): | Menurut Maes (1995): | ||
Franklin dan Graesser (1997) meninjau beragam definisi dan kemudian mengajukan definisi mereka sendiri: | Franklin dan Graesser (1997) meninjau beragam definisi dan kemudian mengajukan definisi mereka sendiri: | ||
Mereka menjelaskan bahwa: | Mereka menjelaskan bahwa: | ||
== Penampilan agen == | == Penampilan agen == | ||
Lee dkk. (2015) menyoroti persoalan keselamatan yang timbul dari bagaimana kombinasi antara penampilan luar dan agen otonom internal memengaruhi reaksi manusia terhadap [[kendaraan otonom]]. Penelitian mereka menunjukkan bahwa agen yang menyerupai manusia dengan tingkat otonomi tinggi memiliki keterkaitan yang kuat dengan persepsi kehadiran sosial, kecerdasan, keselamatan, dan keandalan. Secara khusus, penampilan memiliki pengaruh paling besar terhadap kepercayaan afektif, sedangkan tingkat otonomi berpengaruh kuat pada kedua ranah kepercayaan, baik afektif maupun kognitif, di mana kepercayaan kognitif didasari oleh faktor-faktor berbasis pengetahuan, sementara kepercayaan afektif terutama digerakkan oleh emosi. | Lee dkk. (2015) menyoroti persoalan keselamatan yang timbul dari bagaimana kombinasi antara penampilan luar dan agen otonom internal memengaruhi reaksi manusia terhadap [[kendaraan otonom]]. Penelitian mereka menunjukkan bahwa agen yang menyerupai manusia dengan tingkat otonomi tinggi memiliki keterkaitan yang kuat dengan persepsi kehadiran sosial, kecerdasan, keselamatan, dan keandalan. Secara khusus, penampilan memiliki pengaruh paling besar terhadap kepercayaan afektif, sedangkan tingkat otonomi berpengaruh kuat pada kedua ranah kepercayaan, baik afektif maupun kognitif, di mana kepercayaan kognitif didasari oleh faktor-faktor berbasis pengetahuan, sementara kepercayaan afektif terutama digerakkan oleh emosi.<ref>Jae-Gil Lee. ''Can Autonomous Vehicles Be Safe and Trustworthy? Effects of Appearance and Autonomy of Unmanned Driving Systems''. ''International Journal of Human-Computer Interaction''. Musim Panas 2015. Vol. 31 (10). hlm. 682–691. doi:10.1080/10447318.2015.1070547.</ref> | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 25: | Baris 18: | ||
* | * | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Agen+otonom&oldid=28899803 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28899803 (2026-01-27T22:59:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Agen+otonom&oldid=28899803 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28899803 (2026-01-27T22:59:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 23 Agustus 2026 04.08
Agen otonom adalah sistem kecerdasan buatan (AI) yang mampu melaksanakan tugas-tugas kompleks secara mandiri.[1]
Definisi
Terdapat berbagai definisi mengenai agen otonom. Menurut Brustoloni (1991):
Menurut Maes (1995):
Franklin dan Graesser (1997) meninjau beragam definisi dan kemudian mengajukan definisi mereka sendiri:
Mereka menjelaskan bahwa:
Penampilan agen
Lee dkk. (2015) menyoroti persoalan keselamatan yang timbul dari bagaimana kombinasi antara penampilan luar dan agen otonom internal memengaruhi reaksi manusia terhadap kendaraan otonom. Penelitian mereka menunjukkan bahwa agen yang menyerupai manusia dengan tingkat otonomi tinggi memiliki keterkaitan yang kuat dengan persepsi kehadiran sosial, kecerdasan, keselamatan, dan keandalan. Secara khusus, penampilan memiliki pengaruh paling besar terhadap kepercayaan afektif, sedangkan tingkat otonomi berpengaruh kuat pada kedua ranah kepercayaan, baik afektif maupun kognitif, di mana kepercayaan kognitif didasari oleh faktor-faktor berbasis pengetahuan, sementara kepercayaan afektif terutama digerakkan oleh emosi.[2]
Pranala luar
Referensi
- ↑ Autonomous Agent. Techopedia. 11 April 2024.
- ↑ Jae-Gil Lee. Can Autonomous Vehicles Be Safe and Trustworthy? Effects of Appearance and Autonomy of Unmanned Driving Systems. International Journal of Human-Computer Interaction. Musim Panas 2015. Vol. 31 (10). hlm. 682–691. doi:10.1080/10447318.2015.1070547.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28899803 (2026-01-27T22:59:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.