Sejarah logika: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28075843; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Sejarah logika''' membahas tentang perkembangan [[Logika|Ilmu logika]]. Pembahasan ini dapat dilihat dari isi dan inti pemikiran para [[Filsafat|Filosof]], dimulai dari pemikiran para filosof alam hingga pemikiran filosof klasik. | '''Sejarah logika''' membahas tentang perkembangan [[Logika|Ilmu logika]]. Pembahasan ini dapat dilihat dari isi dan inti pemikiran para [[Filsafat|Filosof]], dimulai dari pemikiran para filosof alam hingga pemikiran filosof klasik.<ref>[https://repository.unikom.ac.id/37636/ Sejarah Perkembangan Logika]. ''Unikom Repository''. 10 Mar 2017.</ref> | ||
Logika dimulai sejak [[Thales]] (624 SM - 548 SM) filsuf alam dari [[Yunani Kuno|Yunani]] yang meninggalkan pemikiran [[takhayul]] dan berpaling pada [[akal budi]]. kemudian seorang Filososf klasik [[Aristoteles]] hadir dan mengenalkan logika sebagai ilmu yang kemudian disebut ''[[logica scientica]]'' | Logika dimulai sejak [[Thales]] (624 SM - 548 SM) filsuf alam dari [[Yunani Kuno|Yunani]] yang meninggalkan pemikiran [[takhayul]] dan berpaling pada [[akal budi]]. kemudian seorang Filososf klasik [[Aristoteles]] hadir dan mengenalkan logika sebagai ilmu yang kemudian disebut ''[[logica scientica]]''<ref>Muhammad Rakhmat. [https://www.academia.edu/27591785/PENGANTAR_LOGIKA_DASAR Pengantar Logika Dasar]. 2013. hlm. 8.</ref> | ||
[[Definisi]] logika secara umum adalah cabang [[filsafat]] yang sifatnya praktis dan dasarnya adalah [[penalaran]], sekaligus sebagai dasar filsafat dan sarana ilmu. Dengan fungsi sebagai jembatan penghubung antara filsafat dan ilmu. Secara [[Terminologi|terminologis]] logika didefinisikan sebagai teori tentang menarik kesimpulan yang valid. Penyimpulan yang sah berarti sesuai dengan pertimbangan akal dan runtut sehingga dapat dilacak kembali yang sekaligus juga benar. | [[Definisi]] logika secara umum adalah cabang [[filsafat]] yang sifatnya praktis dan dasarnya adalah [[penalaran]], sekaligus sebagai dasar filsafat dan sarana ilmu. Dengan fungsi sebagai jembatan penghubung antara filsafat dan ilmu. Secara [[Terminologi|terminologis]] logika didefinisikan sebagai teori tentang menarik kesimpulan yang valid. Penyimpulan yang sah berarti sesuai dengan pertimbangan akal dan runtut sehingga dapat dilacak kembali yang sekaligus juga benar. | ||
== Logika awal dan peradaban kuno == | == Logika awal dan peradaban kuno == | ||
=== Filosofi alam === | === Filosofi alam === | ||
Tokoh-tokoh seperti Thales, Anaximandros, Anaximenes dan Herakleitos, dalam berbagai literatur dianggap sebagai para pemilkir filsafat alam karena landasan pemikiran mereka yang naturalistik. Para tokoh ini hidup sekitar 625-574 SM. | Tokoh-tokoh seperti Thales, Anaximandros, Anaximenes dan Herakleitos, dalam berbagai literatur dianggap sebagai para pemilkir filsafat alam karena landasan pemikiran mereka yang naturalistik. Para tokoh ini hidup sekitar 625-574 SM.<ref>[https://repository.unikom.ac.id/37636/ Sejarah Perkembangan Logika]. ''Unikom Repository''. 10 Mar 2017.</ref> | ||
== Referensi == | == Referensi == | ||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | == Sumber dan atribusi == | ||
Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah+logika&oldid=28075843 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28075843 (2025-10-17T17:03:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sejarah+logika&oldid=28075843 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 28075843 (2025-10-17T17:03:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 08.59
Sejarah logika membahas tentang perkembangan Ilmu logika. Pembahasan ini dapat dilihat dari isi dan inti pemikiran para Filosof, dimulai dari pemikiran para filosof alam hingga pemikiran filosof klasik.[1]
Logika dimulai sejak Thales (624 SM - 548 SM) filsuf alam dari Yunani yang meninggalkan pemikiran takhayul dan berpaling pada akal budi. kemudian seorang Filososf klasik Aristoteles hadir dan mengenalkan logika sebagai ilmu yang kemudian disebut logica scientica[2]
Definisi logika secara umum adalah cabang filsafat yang sifatnya praktis dan dasarnya adalah penalaran, sekaligus sebagai dasar filsafat dan sarana ilmu. Dengan fungsi sebagai jembatan penghubung antara filsafat dan ilmu. Secara terminologis logika didefinisikan sebagai teori tentang menarik kesimpulan yang valid. Penyimpulan yang sah berarti sesuai dengan pertimbangan akal dan runtut sehingga dapat dilacak kembali yang sekaligus juga benar.
Logika awal dan peradaban kuno
Filosofi alam
Tokoh-tokoh seperti Thales, Anaximandros, Anaximenes dan Herakleitos, dalam berbagai literatur dianggap sebagai para pemilkir filsafat alam karena landasan pemikiran mereka yang naturalistik. Para tokoh ini hidup sekitar 625-574 SM.[3]
Referensi
- ↑ Sejarah Perkembangan Logika. Unikom Repository. 10 Mar 2017.
- ↑ Muhammad Rakhmat. Pengantar Logika Dasar. 2013. hlm. 8.
- ↑ Sejarah Perkembangan Logika. Unikom Repository. 10 Mar 2017.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28075843 (2025-10-17T17:03:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.