Dilema tunggu/jalan: Perbedaan antara revisi
Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 18160639; atribusi sumber disertakan. |
Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi |
||
| Baris 1: | Baris 1: | ||
'''Dilema tunggu/jalan''' terjadi ketika menunggu [[bus]] di [[halte]], tetapi waktu yang dihabiskan saat menunggu melebihi waktu yang diperlukan untuk tiba di tempat tujuan dengan cara lain, misalnya berjalan kaki. Dilema ini diliput dalam ''The New York Times Magazine'' edisi "Year in Ideas" tahun 2008. | [[File:Waiting_for_the_bus_2765.jpg|thumb|right|280px|Waiting for the bus 2765]] | ||
'''Dilema tunggu/jalan''' terjadi ketika menunggu [[bus]] di [[halte]], tetapi waktu yang dihabiskan saat menunggu melebihi waktu yang diperlukan untuk tiba di tempat tujuan dengan cara lain, misalnya berjalan kaki. Dilema ini diliput dalam ''The New York Times Magazine'' edisi "Year in Ideas" tahun 2008.<ref>Clive Thompson. [https://www.nytimes.com/interactive/2008/12/14/magazine/2008_IDEAS.html The Bus-Wait Formula]. The New York Times Magazine: Year in Ideas. 2008-12-13.</ref> | |||
== Penelitian == | == Penelitian == | ||
Dilema ini dibahas dalam sebuah laporan penelitian berjudul "Walk Versus Wait: The Lazy Mathematician Wins" (tidak diterbitkan). Penelitian Anthony B. Morton, "A Note on Walking Versus Waiting", mendukung dan mendalami hasil penelitian Chen et al. Penelitian Ramnik Arora, "A Note on Walk versus Wait: Lazy Mathematician Wins", membahas sebagian kesalahan argumen Chen et al.; hasil penelitian Chen et al. tetap benar meski dikoreksi Arora. | Dilema ini dibahas dalam sebuah laporan penelitian berjudul "Walk Versus Wait: The Lazy Mathematician Wins" (tidak diterbitkan).<ref>Noah Bierman. [http://www.boston.com/news/local/articles/2008/02/03/cellphones_remain_mum_in_tunnels/?page=full Cellphones remain mum in tunnels]. The Boston Globe. 2008-02-03.</ref><ref>[https://www.newscientist.com/article/mg19726404.600-lazy-option-is-best-when-waiting-for-the-bus.html Lazy option is best when waiting for the bus]. New Scientist Magazine. 2008-01-23.</ref> Penelitian Anthony B. Morton, "A Note on Walking Versus Waiting", mendukung dan mendalami hasil penelitian Chen et al.<ref>Morton. ''A Note on Walking Versus Waiting''. 2008-02-25.</ref> Penelitian Ramnik Arora, "A Note on Walk versus Wait: Lazy Mathematician Wins", membahas sebagian kesalahan argumen Chen et al.; hasil penelitian Chen et al. tetap benar meski dikoreksi Arora.<ref>Ramnik Arora. ''A Note on Walk versus Wait: Lazy Mathematician Wins''. 2008-03-21.</ref> | ||
Matematikawan [[Harvard]], Scott D. Kominers, pertama kali meneliti persoalan ini saat sedang berjalan dari [[MIT]] ke [[Harvard]] yang berjarak satu mil (1,6 km) menyusuri [[Rute bus utama MBTA|rute bus MBTA 1]] di [[Cambridge, Massachusetts]]. Ia meminta bantuan fisikawan [[Caltech]] Justin G. Chen dan statistikawan [[Harvard]] Robert W. Sinnott untuk melakukan analisis. | Matematikawan [[Harvard]], Scott D. Kominers, pertama kali meneliti persoalan ini saat sedang berjalan dari [[MIT]] ke [[Harvard]]<ref>Noah Bierman. [http://www.boston.com/news/local/articles/2008/02/03/cellphones_remain_mum_in_tunnels/?page=full Cellphones remain mum in tunnels]. The Boston Globe. 2008-02-03.</ref> yang berjarak satu mil (1,6 km) menyusuri [[Rute bus utama MBTA|rute bus MBTA 1]] di [[Cambridge, Massachusetts]]. Ia meminta bantuan fisikawan [[Caltech]] Justin G. Chen dan statistikawan [[Harvard]] Robert W. Sinnott untuk melakukan analisis.<ref>Noah Bierman. [http://www.boston.com/news/local/articles/2008/02/03/cellphones_remain_mum_in_tunnels/?page=full Cellphones remain mum in tunnels]. The Boston Globe. 2008-02-03.</ref> | ||
Penelitian mereka menyimpulkan bahwa dari sudut pandang matematika, menunggu bus lebih cepat meski terasa lama. Apabila seseorang memutuskan untuk jalan, keputusan itu tidak boleh diubah. Orang tersebut sebaiknya tidak menunggu di halte berikutnya. | Penelitian mereka menyimpulkan bahwa dari sudut pandang matematika, menunggu bus lebih cepat meski terasa lama. Apabila seseorang memutuskan untuk jalan, keputusan itu tidak boleh diubah. Orang tersebut sebaiknya tidak menunggu di halte berikutnya.<ref>Noah Bierman. [http://www.boston.com/news/local/articles/2008/02/03/cellphones_remain_mum_in_tunnels/?page=full Cellphones remain mum in tunnels]. The Boston Globe. 2008-02-03.</ref><ref>Clive Thompson. [https://www.nytimes.com/interactive/2008/12/14/magazine/2008_IDEAS.html The Bus-Wait Formula]. The New York Times Magazine: Year in Ideas. 2008-12-13.</ref> | ||
Prinsip ini diterapkan secara luas dalam konsep [[kapal generasi|kapal generasi antariksa]]. | Prinsip ini diterapkan secara luas dalam konsep [[kapal generasi|kapal generasi antariksa]]. | ||
== Lihat pula == | == Lihat pula == | ||
* [[Kemacetan bus]] | * [[Kemacetan bus]] | ||
* [[Dilema pertemuan]] | * [[Dilema pertemuan]] | ||
== Pranala luar == | == Pranala luar == | ||
| Baris 25: | Baris 23: | ||
* [http://www.robwsinnott.com/ Robert Sinnott's Homepage] | * [http://www.robwsinnott.com/ Robert Sinnott's Homepage] | ||
== Referensi == | |||
<references /> | |||
== Sumber dan atribusi == | |||
== | Konten artikel ini diadaptasi dari [https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dilema+tunggu%2Fjalan&oldid=18160639 Wikipedia bahasa Indonesia], revisi 18160639 (2021-03-21T15:05:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku. | ||
<!-- WIKI_UNISSULA_PRESENTATION_V4 --> | |||
Revisi terkini sejak 25 Agustus 2026 09.04

Dilema tunggu/jalan terjadi ketika menunggu bus di halte, tetapi waktu yang dihabiskan saat menunggu melebihi waktu yang diperlukan untuk tiba di tempat tujuan dengan cara lain, misalnya berjalan kaki. Dilema ini diliput dalam The New York Times Magazine edisi "Year in Ideas" tahun 2008.[1]
Penelitian
Dilema ini dibahas dalam sebuah laporan penelitian berjudul "Walk Versus Wait: The Lazy Mathematician Wins" (tidak diterbitkan).[2][3] Penelitian Anthony B. Morton, "A Note on Walking Versus Waiting", mendukung dan mendalami hasil penelitian Chen et al.[4] Penelitian Ramnik Arora, "A Note on Walk versus Wait: Lazy Mathematician Wins", membahas sebagian kesalahan argumen Chen et al.; hasil penelitian Chen et al. tetap benar meski dikoreksi Arora.[5]
Matematikawan Harvard, Scott D. Kominers, pertama kali meneliti persoalan ini saat sedang berjalan dari MIT ke Harvard[6] yang berjarak satu mil (1,6 km) menyusuri rute bus MBTA 1 di Cambridge, Massachusetts. Ia meminta bantuan fisikawan Caltech Justin G. Chen dan statistikawan Harvard Robert W. Sinnott untuk melakukan analisis.[7]
Penelitian mereka menyimpulkan bahwa dari sudut pandang matematika, menunggu bus lebih cepat meski terasa lama. Apabila seseorang memutuskan untuk jalan, keputusan itu tidak boleh diubah. Orang tersebut sebaiknya tidak menunggu di halte berikutnya.[8][9]
Prinsip ini diterapkan secara luas dalam konsep kapal generasi antariksa.
Lihat pula
Pranala luar
- "Walk Versus Wait: The Lazy Mathematician Wins" (PDF)
- "A Note on Walking Versus Waiting" (PDF)
- "A Note on Walk versus Wait: Lazy Mathematician Wins" (PDF)
- Scott Kominers's Homepage
- Robert Sinnott's Homepage
Referensi
- ↑ Clive Thompson. The Bus-Wait Formula. The New York Times Magazine: Year in Ideas. 2008-12-13.
- ↑ Noah Bierman. Cellphones remain mum in tunnels. The Boston Globe. 2008-02-03.
- ↑ Lazy option is best when waiting for the bus. New Scientist Magazine. 2008-01-23.
- ↑ Morton. A Note on Walking Versus Waiting. 2008-02-25.
- ↑ Ramnik Arora. A Note on Walk versus Wait: Lazy Mathematician Wins. 2008-03-21.
- ↑ Noah Bierman. Cellphones remain mum in tunnels. The Boston Globe. 2008-02-03.
- ↑ Noah Bierman. Cellphones remain mum in tunnels. The Boston Globe. 2008-02-03.
- ↑ Noah Bierman. Cellphones remain mum in tunnels. The Boston Globe. 2008-02-03.
- ↑ Clive Thompson. The Bus-Wait Formula. The New York Times Magazine: Year in Ideas. 2008-12-13.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 18160639 (2021-03-21T15:05:43Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.