Lompat ke isi

Sistem Identifikasi Otomatis

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 25 Agustus 2026 23.06 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Ais dcu bridge

Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS) adalah sebuah sistem pelacakan otomatis digunakan pada kapal dan dengan pelayanan lalu lintas kapal (VTS) untuk mengidentifikasi dan menemukan kapal oleh elektronik pertukaran data dengan kapal lain di dekatnya, BTS AIS, dan satelit.

Ketika satelit digunakan untuk mendeteksi tanda tangan AIS maka istilah Satellite-AIS (S-AIS) digunakan. Informasi AIS melengkapi radar laut, yang terus menjadi metode utama menghindari tabrakan untuk transportasi air.

Informasi yang disediakan oleh peralatan AIS, seperti identifikasi yang unik, posisi, arah dan kecepatan, dapat ditampilkan pada layar atau ECDIS. AIS dimaksudkan untuk membantu petugas watchstanding kapal dan memungkinkan otoritas maritim untuk melacak dan memantau pergerakan kapal. AIS mengintegrasikan VHF transceiver standar dengan positioning system seperti GPS atau penerima LORAN-C, dengan sensor navigasi elektronik lainnya, seperti girokompas atau tingkat indikator gilirannya. Kapal dilengkapi dengan pemancar-penerima AIS dan transponder dapat dilacak oleh BTS AIS terletak di sepanjang garis pantai atau, ketika keluar dari jangkauan jaringan terestrial, melalui semakin banyak satelit yang dilengkapi dengan penerima AIS khusus yang mampu deconflicting sejumlah besar tanda tangan.

Format pesan modulasi sinyal AIS

Slot AIS memiliki panjang 26,66 ms. Modulasi datanya adalah 9600 bit/dtk, sehingga setiap slot memiliki kapasitas maksimum 256 bit. Pembingkaiannya berasal dari standar HDLC, yang dijelaskan dalam ISO/IEC 13239:2002.

Setiap slot disusun sebagai berikut: <8 bit ramp up><24 bit preamble><8 bit start flag><168 bit payload><16 bit CRC><8 bit stop flag><24 bit buffer>

  • Preamble 24 bit: ini adalah urutan 0101...
  • Start flag: 0x7e
  • Payload 168 bit, ini adalah isi pesan AIS. Untuk pesan yang membutuhkan lebih banyak data, beberapa slot (Maksimal 5) harus digunakan. * 16-bit CRC-16-CCITT: Polinomial 16-bit untuk menghitung checksum.
  • Stop flag: 0x7e
  • Buffer 24-bit digunakan untuk bit stuffing, jitter sinkronisasi, dan penundaan jarak.

Perhatikan bahwa sinyal pada pembawa VHF dikodekan NRZI dan menggunakan bit-stuffing untuk menghindari stop-flag yang tidak disengaja yang mungkin terjadi pada data. Oleh karena itu, bit mentah harus didekode terlebih dahulu, dan bit stuffing harus dihilangkan, untuk mendapatkan format pesan yang sebenarnya dapat digunakan seperti yang dijelaskan di atas.

Lihat pula

Pranala luar

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28078818 (2025-10-17T18:36:50Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.