Lompat ke isi

Dedoag

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 04.08 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Forest-sun 01

Dedoag (bahasa Jepang : komorebi, 木漏れ日 ; bahasa Korea : byeotnwi, 볕뉘) mengacu pada pemandangan sinar matahari yang menembus pepohonan di hutan atau rumpun pepohonan lainnya.[1]

Terminologi

Kata dedoag diserap dari bahasa Melayu Riau yang bermaksud berkas matahari yang menembus di hutan.

Ada pun istilah berkaitan seperti telau yang mengacu belang atau bayangan yang dihasilkan tembusan berkas cahaya di daun.[2]

Ringkasan

Dedoag selalu bisa dilihat saat ada pepohonan dan matahari bersinar, tetapi akan terlihat lebih jelas pada tajuk pohon yang rapat dan rindang. Pemandangan ini juga lebih terlihat jelas saat setelah hujan, karena sinar matahari menerangi tetesan air yang melayang di udara dan nampak seperti tirai.

Proyeksi

Saat cahaya matahari melewati celah kecil di antara daun-daun, tiap celah akan bertindak mengikuti prinsip kamera lubang jarum. Prinsip ini membuat cahaya yang menembus akan selalu berbentuk bulat mengikuti rupa matahari meski bentuk tajuk atau dedaunannya tidak beraturan.

Ketika bentuk matahari berubah, misalnya selama gerhana matahari sebagian atau gerhana matahari cincin, maka bentuk dedoag juga ikut berubah menjadi sabit atau cincin.

Lihat pula

Referensi

  1. "dedoag". Kamus Besar Bahasa Indonesia VI.
  2. "telau". Kamus Besar Bahasa Indonesia VI.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29416101 (2026-07-03T15:30:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.