Lompat ke isi

Indeks bias

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 14.04 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Snells law wavefronts

Indeks bias pada medium didefinisikan sebagai perbandingan antara kecepatan cahaya dalam ruang hampa udara dengan cepat rambat cahaya pada suatu medium.[1]

Umumnya, laju cahaya berbeda jika memasuki material yang berbeda. Laju cahaya dalam es adalah 2,3 x108 m/s sedangkan dalam intan adalah 1.24 x108 m/s. Oleh karena itu, perlu didefinisikan suatu besaran yang menentukan laju cahaya dalam material. Besaran tersebut disebut indeks bias.[2]

Beberapa nilai indeks bias
Material λ[3](nm) n Ref.
Hampa udara 1 (exactly)
Udara pada STP 1.000273
Gas pada 0 °C dan 1 atm
Udara 589.29 1.000293 [4]
Helium 589.29 1.000036 [5]
Hidrogen 589.29 1.000132 [6]
Karbon dioksida 589.29 1.00045 [7]

[8] [9]

Cairan pada 20 °C
Benzena 589.29 1.501 [10]
Air 589.29 1.3330 [11]
Ethyl alcohol (ethanol) 589.29 1.361 [12]
Karbon tetraklorida 589.29 1.461 [13]
Karbon disulfida 589.29 1.628 [14]
Benda padat pada suhu kamar
Intan 589.29 2.419 [15]
Strontium titanate 589.29 2.41
Ambar 589.29 1.55 [16]
Fused silica 589.29 1.458 [17]
Natrium klorida 589.29 1.50 [18]
Material lain
Pyrex 1.470 [19]
Sapphire 1.762–1.778
Es 1.31
Cryolite 1.338
Aseton 1.36
Ethanol 1.36
Teflon 1.35 - 1.38
Gliserol 1.4729
Kaca akrilik 1.490 - 1.492
Crown glass (optics) 1.50 - 1.54
Polikarbonat 1.584 - 1.586
PMMA 1.4893 - 1.4899
PET 1.5750
Flint glass 1.60 - 1.62
Kaca 1.485 - 1.755
Brom 1.661
Cubic zirconia 2.15 - 2.18
Silicon carbide 2.65 - 2.69
Cinnabar (Mercury sulfide) 3.02
Gallium phosphide 3.5
Gallium arsenide 3.927
Silikon 4.01 [20]

Secara matematis, indeks bias dapat ditulis:

n=cvp

di mana:

n = indeks bias
c = kecepatan cahaya dalam ruang hampa (299,792,458 meter/detik)
vp = cepat rambat cahaya pada suatu medium

Indeks bias tidak pernah lebih kecil dari 1 atau (n ≥ 1)

Pembiasan

Jika seberkas cahaya datang dan membentuk sudut terhadap permukaan, maka berkas cahaya tersebut ada yang dibelokkan sewaktu memasuki medium baru tersebut, di mana pembelokan itu disebut dengan pembiasan. Alat yang di gunakan untuk mengukur indeks bias adalah refractometer.

Sejarah

Thomas Young mungkin adalah orang yang pertama kali menggunakan dan menemukan nama "indeks bias", pada tahun 1807.[21] Pada saat yang sama ia mengubah nilai indeks bias ini menjadi satu bilangan, bukan rasio perbandingan dua bilangan yang sebelumnya digunakan. Rasio itu memiliki kelemahan untuk medium yang berbeda. Newton, yang menyebutnya "proporsi sinus untuk kejadian dan pembiasan", menulisnya sebagai rasio dua angka, seperti "529 banding 396" (atau "hampir 4 banding 3"; untuk air).[22] Hauksbee, yang menyebutnya "rasio refraksi", menuliskannya sebagai rasio dengan pembilang tetap, seperti "10.000 hingga 7451,9" (untuk urin).[23] Hutton menuliskannya sebagai rasio dengan penyebut tetap, seperti 1,3358 banding 1 (air).[24]

Young tidak menggunakan simbol untuk indeks bias, pada tahun 1807. Pada tahun-tahun berikutnya, ilmuwan lain mulai menggunakan simbol yang berbeda: n, m, dan µ.[25] Simbol n secara bertahap digunakan secara permanen.

Bacaan selanjutnya

  • Tipler, Paul A. and Ralph A. Llewellyn, (2003), Modern Physics. 4th ed. New York; W. H. Freeman and Company. ISBN 0-7167-4345-0. 222-3 pp.
  • Léon Brillouin, (1960), "Wave Propagation And Group Velocity" Academic Press Inc., New York and London ISBN 0-12-134968-3.
  • Main, Iain G., (1988), Vibrations and Waves in Physics. 2nd ed. New York; Cambridge University Press. ISBN 0-521-27846-5. 214-6 pp.
  • [1]

Referensi

  1. http://www.its.bldrdoc.gov refractive index
  2. Mikrajuddin Abdullah. Fisika Dasar II.
  3. untuk panjang gelombang (λ) ditentukan dengan menggunakan panjang gelombang kuning = 589.29 nm
  4. Alfred Zajac. Optics, Fourth Edition. Pearson Higher Education. 18 March 2003. ISBN 9780321188786.
  5. Alfred Zajac. Optics, Fourth Edition. Pearson Higher Education. 18 March 2003. ISBN 9780321188786.
  6. Alfred Zajac. Optics, Fourth Edition. Pearson Higher Education. 18 March 2003. ISBN 9780321188786.
  7. Morgan. Introduction to Geometrical and Physical Optics. McGraw-Hill Book Company, INC. 1953.
  8. Hodgman. Handbook of Chemistry and Physics. Chemical Rubber Publishing Co. 1957.
  9. Pedrotti. Introduction to Optics, Third Edition. Pearson Prentice Hall. 2007. hlm. 221. ISBN 0-13-149933-5.
  10. Alfred Zajac. Optics, Fourth Edition. Pearson Higher Education. 18 March 2003. ISBN 9780321188786.
  11. Alfred Zajac. Optics, Fourth Edition. Pearson Higher Education. 18 March 2003. ISBN 9780321188786.
  12. Alfred Zajac. Optics, Fourth Edition. Pearson Higher Education. 18 March 2003. ISBN 9780321188786.
  13. Alfred Zajac. Optics, Fourth Edition. Pearson Higher Education. 18 March 2003. ISBN 9780321188786.
  14. Alfred Zajac. Optics, Fourth Edition. Pearson Higher Education. 18 March 2003. ISBN 9780321188786.
  15. Alfred Zajac. Optics, Fourth Edition. Pearson Higher Education. 18 March 2003. ISBN 9780321188786.
  16. Alfred Zajac. Optics, Fourth Edition. Pearson Higher Education. 18 March 2003. ISBN 9780321188786.
  17. Alfred Zajac. Optics, Fourth Edition. Pearson Higher Education. 18 March 2003. ISBN 9780321188786.
  18. Alfred Zajac. Optics, Fourth Edition. Pearson Higher Education. 18 March 2003. ISBN 9780321188786.
  19. University of Liverpool. Absolute Refractive Index.
  20. Optical Properties of Silicon.
  21. Young, Thomas (1807). A course of lectures on natural philosphy and the mechanical arts. J.Johnson. p. 413.
  22. Newton, Isaac (1730). Opticks: Or, A Treatise of the Refractions, Inflections and Colours of Light. William Innys at the West-End of St. Paul's. p.247.
  23. Francis Hauksbee. VI. A description of the apparatus for making experiments on the refractions of fluids: with a table of the specifick gravities, angles of observations, and ratio of refractions of several fluids. Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 1710-01-01. Vol. 27 (328). hlm. 204–207. doi:10.1098/rstl.1710.0015.
  24. Hutton, Charles (1795). Philosophical and mmathematical dictionary. p. 299. Archived dari original teks
  25. Von Fraunhofer, Joseph (1817). "Bestimmung des Brechungs und Farbenzerstreuungs Vermogens verschiedener Glasarten". Denkschriften der Koniglichen akademie der Wissenschaften zu Munchen. 5: 208. Archived dari teks asli

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28589395 (2025-11-21T14:44:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.