Lompat ke isi

Energi sekunder

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 14.05 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Energi sekunder adalah energi yang bersumber dari energi primer dan dapat dimanfaatkan secara langsung dalam kehidupan manusia. Sifat utama dari energi sekunder ialah mudah diubah menjadi bentuk energi lain dan mudah dipindah-pindahkan keberadaannya. Beberapa jenisnya yaitu energi listrik dan energi panas. Energi sekunder menjadi salah satu komponen efisiensi energi dalam suatu sistem.

Sumber

Sumber energi bagi energi sekunder berasal dari energi primer.[1] Energi tersebut diperoleh oleh energi sekunder setelah energi primer telah melalui proses-proses tertentu.[2] Pada dasarnya, energi sekunder merupakan sebuah subjek dari energi primer yang mengalami perubahan.[3] Perubahan ini melalui pengolahan dengan teknologi sehingga energi sekunder dapat dimanfaatkan dalam kehidupan manusia.[4]

Sifat

Pengubahan energi sekunder dari energi primer dapat terjadi melalui reaksi kimia. Tujuan dari pengubahan ini untuk memberikan nilai manfaat yang lebih besar dari hasil pemrosesan menjadi energi baru.[5] Dalam aliran energi, energi sekunder memiliki sifat yaitu siap untuk disalurkan atau diangkut.[6]

Jenis

Energi listrik

Energi listrik merupakan energi sekunder yang paling bermanfaat bagi manusia. Alasannya ialah mudah diperoleh dari berbagai jenis energi primer. Beberapa energi primer yang dapat diubah menjadi energi listrik ialah batu bara, gas alam, biomassa, sinar matahari, angin, air dan reaksi nuklir.[7] Listrik dikenal sebagai pembawa energi.[8] Alasannya karena energi listrik secara mudah dapat disimpan, dipindahkan, dan dibagi-bagikan.[9] Karena fungsinya ini, energi listrik menjadi sumber bagi energi sekunder lainnya.[10] Keberadaan energi listrik menggantikan peran dari energi lain sebagai bahan bakar. Energi listrik dapat menggantikan minyak dan gas sebagai bahan bakar pada mobil.[11]

Energi panas

Energi panas merupakan energi sekunder yang selalu dihasilkan melalu proses konversi energi. Keberadaannya ada yang menjadi energi yang terbuang tanpa terpakai, dan ada yang dimanfaatkan. Energi panas yang tidak terpakai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi efisiensi kerja dari suatu proses konversi energi. Salah satu proses konversi yang menghasilkan energi panas yang terbuang ialah konversi energi listrik ke energi mekanik pada generator listrik yang menggerakkan motor listrik.[12]

Efisiensi

Efisiensi dari proses konversi dari energi primer ke energi sekunder diperhitungkan sebagai salah satu jenis komponen efisiensi energi dalam suatu sistem. Posisinya sebagai komponen diperhitungkan setelah efisiensi proses ekstraksi dari sumber energi yang diolah ke infrastruktur konversi energi awal. Lokasi sumber energi yang dimaksud berada di bawah permukaan Bumi atau dari angin dan Matahari.[13]

Referensi

  1. Hadimuljono, M. B., Kurniawan, P., dan Rahardjo, W. Geothermal Economics Handbook in Indonesia: Peluang dan Tantangan. Penerbit ANDI. 2019. hlm. 4. ISBN 978-979-29-8339-5.
  2. Patoding, H. E., dan Sau, M. Buku Ajar Energi dan Operasi Tenaga Listrik dengan Aplikasi ETAP. Penerbit Deepublish. Agustus 2019. hlm. 5. ISBN 978-623-02-0061-8.
  3. Hamdi. Energi Terbarukan. Kencana. November 2016. hlm. 11. ISBN 978-602-422-099-0.
  4. Universitas Michigan. Visualisasi Hasil Pembangunan Orde Baru Pelita I - Pelita II - Pelita III. Dumas Sari Warna. 1984. hlm. 9.
  5. Sudjito Sooparman. Teknologi Tenaga Surya: Pemanfaatan dalam Bentuk Energi Panas. UB Press. Juli 2015. hlm. 38. ISBN 978-602-203-719-4.
  6. Lusiani, dkk. Perpindahan Kalor. Penerbit Media Sains Indonesia. November 2022. hlm. 18. ISBN 978-623-362-815-0.
  7. Eko Sulistyo. Jejak Listrik di Tanah Raja: Listrik dan Kolonialisme di Surakarta 1901-1957. Kepustakaan Populer Gramedia. November 2021. hlm. 1-2. ISBN 978-602-481-676-6.
  8. Mangalla, L. K., Sisworo, R. R., dan Pagiling, L. Aplikasi Torefaksi Microwave: Sebuah Upaya Perbaikan Energi Biomassa. CV. Sarnu Untung. Desember 2022. hlm. 7. ISBN 978-623-5497-46-4.
  9. Silitonga, A. S., dan Ibrahim, H. Buku Ajar Energi Baru dan Terbarukan. Penerbit Deepublish. Maret 2020. hlm. 2. ISBN 978-623-02-0805-8.
  10. Simarmata, M. M., dkk. Ekonomi Sumber Daya Alam. Yayasan Kita Menulis. 2021. hlm. 204. ISBN 978-623-342-003-7.
  11. Zhou Tianyong. Mimpi dan Jalan Tiongkok Menuju Kejayaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Juni 2019. hlm. 112. ISBN 978-602-433-747-6.
  12. Unggul Wibawa. Pembangkit Energi Baru dan Terbarukan. UB Press. Agustus 2017. hlm. 8. ISBN 978-602-432-241-0.
  13. Rachmawan Budiarto. Kebijakan Energi: Menuju Sistem Energi yang Berkelanjutan. Penerbit Samudra Biru. September 2011. hlm. 95. ISBN 978-602-9276-00-8.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28696585 (2025-12-13T23:12:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.