Mekanika persanggamaan
Mekanika hubungan seksual manusia, atau lebih tepat disebut biomekanika hubungan seksual, adalah kajian mengenai cara kerja tubuh selama persetubuhan. Contohnya mencakup penelitian tentang kekuatan jaringan vagina[1] dan mekanisme ereksi pada laki-laki.[2][3] Bahkan, para ilmuwan juga meneliti bagaimana hubungan seksual berlangsung dalam kondisi terbatas, seperti di ruang angkasa dengan keadaan tanpa gravitasi.[4]
Para peneliti perintis pernah mempelajari alat kelamin laki-laki dan perempuan saat berhubungan (penetrasi penis ke dalam vagina) menggunakan teknologi ultrasonik pada tahun 1992,[5] lalu dengan pencitraan resonansi magnetik (MRI) pada tahun 1999.[6] Dari penelitian ini, mereka memetakan bentuk anatomi saat hubungan terjadi, sekaligus menangkap gambar yang memperlihatkan bagaimana penis dan vagina saling menyesuaikan.[7][8][9] Hasil MRI menunjukkan bahwa penis tampak berbentuk menyerupai bumerang, sepertiga panjangnya terdiri dari pangkal yang tertanam, dan dinding vagina melingkupinya dengan rapat.
Selain itu, MRI juga memperlihatkan bahwa bagian dalam klitoris[10][11] ikut terangsang oleh gerakan penetrasi penis ke vagina.[12][13] Penelitian ini menekankan peran penting klitoris, sekaligus memberi pemahaman bahwa apa yang disebut titik G mungkin sebenarnya ada karena klitoris yang kaya saraf tertarik mendekati dinding depan vagina saat perempuan terangsang dan ketika terjadi penetrasi.[14]
Bacaan lanjutan
Referensi
- ↑ Michel Cosson. A biomechanical study of the strength of vaginal tissues. Results on 16 post-menopausal patients presenting with genital prolapse. European Journal of Obstetrics, Gynecology, and Reproductive Biology. 2004. Vol. 112 (2). hlm. 201–5. doi:10.1016/S0301-2115(03)00333-6.
- ↑ Daniel Udelson. Biomechanics of male erectile function. Journal of the Royal Society Interface. 2007. Vol. 4 (17). hlm. 1031–48. doi:10.1098/rsif.2007.0221.
- ↑ Ahmed M. Mohamed. The Biomechanics of Erections: Two- Versus One-Compartment Pressurized Vessel Modeling of the Penis. Journal of Biomechanical Engineering. 2010. Vol. 132 (12). doi:10.1115/1.4002794.
- ↑ Alan Boyle. Outer-space sex carries complications. NBC News. July 24, 2006.
- ↑ O. Buisson. Coitus as revealed by ultrasound in one volunteer couple. J. Sex. Med. 2010. Vol. 7 (8). hlm. 2750–2754. doi:10.1111/j.1743-6109.2010.01892.x.
- ↑ Willibrord Weijmar Schultz. Magnetic resonance imaging of male and female genitals during coitus and female sexual arousal. BMJ. 1999. Vol. 319 (7225). hlm. 1596–600. doi:10.1136/bmj.319.7225.1596.
- ↑ Willibrord Weijmar Schultz. Magnetic resonance imaging of male and female genitals during coitus and female sexual arousal. BMJ. 1999. Vol. 319 (7225). hlm. 1596–600. doi:10.1136/bmj.319.7225.1596.
- ↑ Willibrord Weijmar Schultz. Magnetic resonance imaging of male and female genitals during coitus and female sexual arousal. BMJ. 1999. Vol. 319 (7225). hlm. 1596–600. doi:10.1136/bmj.319.7225.1596.
- ↑ Thomas Stuttaford. Taking the first steps. The Times. October 6, 2007.
- ↑ H.E. O'Connell. Anatomical relationship between urethra and clitoris. The Journal of Urology. 1998. Vol. 159 (6). hlm. 1892–1897. doi:10.1016/s0022-5347(01)63188-4.
- ↑ H.E. O'Connell. Clitoral anatomy in nulliparous, healthy, premenopausal volunteers using unenhanced magnetic resonance imaging. The Journal of Urology. 2005. Vol. 173 (6). hlm. 2060–2063. doi:10.1097/01.ju.0000158446.21396.c0.
- ↑ O. Buisson. Coitus as revealed by ultrasound in one volunteer couple. J. Sex. Med. 2010. Vol. 7 (8). hlm. 2750–2754. doi:10.1111/j.1743-6109.2010.01892.x.
- ↑ P. Foldes. The clitoral complex: a dynamic sonographic study. J. Sex. Med. 2009. Vol. 6 (5). hlm. 1223–1231. doi:10.1111/j.1743-6109.2009.01231.x.
- ↑ O. Buisson. Pilot echographic study of the differences in clitoral involvement following clitoral or vaginal sexual stimulation. J. Sex. Med. 2013. Vol. 10 (11). hlm. 2734–2740. doi:10.1111/jsm.12279.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27965329 (2025-10-14T09:05:15Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.