Kalender Sunda
Penanggalan Sunda atau kalender Sunda () adalah sistem penanggalan atau kalender yang digunakan oleh masyarakat tradisional Sunda di Nusantara (kini Indonesia).[1] Kalender ini pertama kali dimulai perhitungannya bertepatan dengan tanggal 23 Desember 78 Masehi.[2] Kalender Sunda sendiri hampir memiliki jumlah bulan, minggu, dan hari yang sama dengan kalender Masehi, yang membedakannya ialah penamaan nama bulan, minggu, dan harinya. Sistem penanggalannya terdiri dari tiga sistem yaitu berdasarkan perhitungan terhadap peredaran Bulan atau disebut Kala Candra Caka Sunda, sistem perhitungan terhadap peredaran Matahari atau Kala Surya Saka Sunda, dan Kala Cakra Caka Sunda.[3]
Nama-nama bulan
Awal bulan atau bulan pertama pada kalender Sunda ialah Kartika dan bulan ke-12-nya disebut Asuji. Penyebutan nama bulan berikut jumlah hari untuk tiap bulan, mirip dengan yang digunakan dengan sistem kalender Hijriah. Sehingga sistem kalender Sunda yang ini cocok dengan sistem kalender Kala Sunda Candra, yang memiliki jumlah hari per tahun sejumlah 354/355 hari. Untuk sistem Kala Sunda Surya, atau sistem kalender Sunda yang berdasar matahari, mirip dengan kalender Masehi, atau kalender Gregorius, yang memiliki jumlah hari per tahun sejumlah 365/366 hari.
| No | Penanggalan Sunda | Lama Hari |
|---|---|---|
| 1 | Kartika | 30 |
| 2 | Margasira | 29 |
| 3 | Posya | 30 |
| 4 | Maga | 29 |
| 5 | Palguna | 30 |
| 6 | Setra | 29 |
| 7 | Wesaka | 30 |
| 8 | Yesta | 29 |
| 9 | Asada | 30 |
| 10 | Srawana | 29 |
| 11 | Badra | 30 |
| 12 | Asuji | 29/(30) |
| Total | 354/(355) | |
Nama-nama hari
Penamaan hari dalam kalender Sunda ialah[4]
- Radite (Minggu)
- Soma (Senin)
- Anggara (Selasa)
- Buda (Rabu)
- Respati (Kamis)
- Sukra (Jumat)
- Tumpek (Sabtu)
Dalam satu bulan, jumlah hari dalam kalender Sunda ada yang berjumlah 29 hari dan 30 hari seperti halnya kalender Masehi.[5][6]
Nama-nama Tahun
Nama-nama tahun dalam kalender Sunda adalah:[7]
| # | Nama tahun | Hari | |
|---|---|---|---|
| Bahasa Sunda | Bahasa Indonesia | ||
| 1 | Kebo | Kerbau | 354 |
| 2 | Monyét | Monyet | 355 |
| 3 | Hurang Tembey | Udang Pertama | 354 |
| 4 | Kalabang | Kelabang | 354 |
| 5 | Embé | Kambing | 355 |
| 6 | Keuyeup | Kepiting | 354 |
| 7 | Cacing | Cacing | 354 |
| 8 | Hurang Tutug | Udang Kedua | 355 |
| Total | 2.835 | ||
NB:
- 354 hari disebut (wastu) dan 355 hari disebut wuntu
Referensi
- ↑ Andi Pangerang. Mengenal Kalender Sunda. lapan.go.id. 27 Juli 2020.
- ↑ Janatun Firdaus. Analisis Penanggalan Sunda dalam Tinjauan Astronomi. Universitas Islam Negeri Walisongo. 2013.
- ↑ SYIFA AFIFAH NURHAMIMAH. STUDI ANALISIS PEMIKIRAN ALI SASTRAMIDJAJA TENTANG SISTEM CAKA DALAM PENANGGALAN SUNDA. PROGRAM STUDI ILMU FALAK FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG. 2017. hlm. x.
- ↑ Bogor-Kita. Ini Nama-Nama Bulan dan Hari Dalam Kalender Sunda. bogor-kita.com. 30 Agustus 2018.
- ↑ Kalender Sunda Diakui Oleh Kerajaan Kelantan Malaysia Kompas.com 3 November 2011, diakses 3 November 2011.
- ↑ Bogor-Kita. Ini Nama-Nama Bulan dan Hari Dalam Kalender Sunda. bogor-kita.com. 30 Agustus 2018.
- ↑ Andi Pangerang. Mengenal Kalender Sunda. lapan.go.id. 27 Juli 2020.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29355794 (2026-06-17T04:21:12Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.