Lompat ke isi

Bintang OH/IR

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 09.00 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
VLT image of the surroundings of VY Canis Majoris seen with SPHERE

Bintang OH/IR adalah bintang cabang raksasa asimtotik (AGB), superraksasa merah (RSG), atau hiperraksasa merah (RHG) yang menunjukkan emisi maser astrofisika OH yang kuat dan sangat terang pada panjang gelombang inframerah dekat.

Pada tahap evolusi AGB yang sangat lanjut, sebuah bintang mengembangkan angin super dengan kehilangan massa yang ekstrem. Gas dalam angin bintang mengembun saat mendingin menjauhi bintang, membentuk molekul seperti air (H2O) dan silikon monoksida (SiO). Hal ini dapat membentuk butiran debu, sebagian besar berupa silikat, yang menutupi bintang pada panjang gelombang yang lebih pendek, sehingga menghasilkan sumber inframerah yang kuat.[1] Radikal hidroksil (OH) dapat diproduksi melalui fotodisosiasi atau disosiasi tumbukan.[2]

H2O dan OH keduanya dapat dipompa untuk menghasilkan emisi maser. Maser OH khususnya dapat memunculkan aksi maser yang kuat pada 1612 MHz dan hal ini dianggap sebagai ciri khas dari bintang OH/IR. Banyak bintang AGB lainnya, seperti Variabel Mira, menunjukkan maser OH yang lebih lemah pada panjang gelombang lain, seperti 1667MHz atau 22MHz.[3]

Contoh

Bintang OH/IR

Superraksasa OH/IR

[5]

Catatan

Referensi

  1. F. Kemper. Dust and the spectral energy distribution of the OH/IR star OH 127.8+0.0: Evidence for circumstellar metallic iron. Astronomy and Astrophysics. 2002. Vol. 384 (2). hlm. 585. doi:10.1051/0004-6361:20020036.
  2. P. Goldreich. OH-IR stars. I - Physical properties of circumstellar envelopes. Astrophysical Journal. 1976. Vol. 205. hlm. 144. doi:10.1086/154257.
  3. B. M. Lewis. On Dead OH/IR Stars. The Astrophysical Journal. 2002. Vol. 576 (1). hlm. 445–449. doi:10.1086/341534.
  4. H. M. Tabernero. On the nature of VX Sagitarii. Is it a TZO, a RSG or a high-mass AGB star?. Astronomy & Astrophysics. 2021. Vol. 646. hlm. A98. doi:10.1051/0004-6361/202039236.
  5. P. F. Bowers. Supergiant OH/IR stars. The Astronomical Journal. Desember 1981. Vol. 86. hlm. 1930–1934. doi:10.1086/113074.
  6. R. F. Wing. Scans and narrow-band photometry of late-type stars in the one-micron region. Highlights of Astronomy. 1974. Vol. 3. hlm. 285. doi:10.1017/S1539299600001994.
  7. E. M. Levesque. The Physical Properties of the Red Supergiant WOH G64: The Largest Star Known?. The Astronomical Journal. 2009. Vol. 137 (6). hlm. 4744. doi:10.1088/0004-6256/137/6/4744.
  8. P. R. Wood. OH/IR Stars in the Magellanic Clouds. The Astrophysical Journal. Oktober 1992. Vol. 397. hlm. 552. doi:10.1086/171812.
  9. J. Kolena. Main-line OH emission in long-period variables and infrared stars. I. Discovery of new 1665/1667-MHz OH/IR sources. Astronomical Journal. 1977. Vol. 82. hlm. 150. doi:10.1086/112020.
  10. Roberta M. Humphreys. Exploring the Mass Loss Histories of the Red Supergiants. The Astronomical Journal. Agustus 2020. Vol. 160 (3). hlm. 145. doi:10.3847/1538-3881/abab15.
  11. P. Sivagnanam. An OH survey of Mira-like objects from the IRAS point source catalog. Astronomy and Astrophysics. Juli 1990. Vol. 233. hlm. 112.
  12. Sun Kwok. Classification and identification of IRAS sources with low-resolution spectra. The Astrophysical Journal Supplement Series. Oktober 1997. Vol. 112 (2). hlm. 557–584. doi:10.1086/313038.
  13. R. M. Humphreys. Visual and infrared observations of late-type supergiants in the southern sky. The Astrophysical Journal. Desember 1974. Vol. 194. hlm. 623. doi:10.1086/153282.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29269741 (2026-05-25T06:25:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.