Lompat ke isi

Lisoklin

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 09.06 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Surface ocean present-day omega calcite, GLODAPv2

Lisoklin adalah kedalaman di lautan yang bergantung pada kedalaman kompensasi karbonat (CCD), biasanya sekitar 5 km, di bawahnya laju pelarutan kalsit meningkat secara drastis akibat efek tekanan. Lisoklin merupakan batas atas dari zona transisi kejenuhan kalsit ini, sedangkan CCD merupakan batas bawah dari zona tersebut.[1]

Kandungan CaCO₃ dalam sedimen bervariasi tergantung kedalaman laut, dibatasi oleh tingkat-tingkat pemisah yang dikenal sebagai zona transisi. Pada kedalaman menengah lautan, sedimen kaya akan CaCO₃, dengan kadar mencapai 85–95%. Zona ini kemudian membentang ratusan meter ke bawah sebagai zona transisi, yang berakhir di kedalaman abisal dengan konsentrasi 0%. Lisoklin merupakan batas atas zona transisi, yaitu kedalaman di mana kandungan CaCO₃ mulai menurun secara mencolok dari kadar 85–95% di zona kedalaman menengah. Kandungan CaCO₃ turun hingga 0% pada batas bawah zona ini, yang dikenal sebagai kedalaman kompensasi kalsit (CCD).[2]

Perairan laut dangkal umumnya bersifat supersaturasi terhadap kalsit (CaCO₃), karena ketika organisme laut (yang sering kali memiliki cangkang dari kalsit atau polimorfnya, aragonit) mati, cangkangnya cenderung jatuh ke dasar laut tanpa larut.[3] Namun, seiring bertambahnya kedalaman dan tekanan dalam kolom air, kelarutan kalsit meningkat. Hal ini menyebabkan air di atas kedalaman kejenuhan tetap bersifat supersaturasi, memungkinkan pelestarian dan pengendapan CaCO₃ di dasar laut.[4] Sebaliknya, di bawah kedalaman kejenuhan, air menjadi di bawah saturasi, sehingga pengendapan CaCO₃ terhambat karena cangkang mulai larut.

Persamaan Ω = [Ca2+] X [CO32-]/K'sp menyatakan tingkat kejenuhan CaCO₃ dalam air laut. Garis kejenuhan kalsit adalah kedalaman di mana Ω = 1; pelarutan mulai terjadi secara perlahan di bawah kedalaman ini. Lisoklin adalah kedalaman di mana pelarutan ini kembali menjadi nyata, dan juga dikenal sebagai titik infleksi dalam grafik kandungan CaCO₃ sedimen terhadap berbagai kedalaman laut.[5]

Referensi

  1. W. S. Broecker. 6.19 – The Oceanic CaCO3 Cycle. Treatise on Geochemistry. Pergamon. 2003. hlm. 529–549. doi:10.1016/b0-08-043751-6/06119-3. ISBN 9780080437514.
  2. W. S. Broecker. 6.19 – The Oceanic CaCO3 Cycle. Treatise on Geochemistry. Pergamon. 2003. hlm. 529–549. doi:10.1016/b0-08-043751-6/06119-3. ISBN 9780080437514.
  3. Y. Shiraiwa. Physiological regulation of carbon fixation in the photosynthesis and calcification of coccolithophorids. Comparative Biochemistry and Physiology Part B: Biochemistry and Molecular Biology. 2003. Vol. 136 (4). hlm. 775–783. doi:10.1016/S1096-4959(03)00221-5.
  4. D. M. Sigman. Glacial/interglacial variations in atmospheric carbon dioxide. Nature. 2000. Vol. 407 (6806). hlm. 859–869. doi:10.1038/35038000.
  5. R. E. Zeebe. History of Seawater Carbonate Chemistry, Atmospheric CO2, and Ocean Acidification. Annual Review of Earth and Planetary Sciences. 2012. Vol. 40 (1). hlm. 141–165. doi:10.1146/annurev-earth-042711-105521.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29568515 (2026-08-12T23:53:00Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.