Lompat ke isi

Ungu

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 9 September 2026 09.10 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Pembersihan konten sesuai kebijakan Wiki Unissula)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Amatista Laye 2

Ungu atau violet adalah warna sebuah cahaya pada spektrum yang terlihat, antara biru dan ultraviolet yang tidak dapat dilihat. Warna ungu adalah salah satu dari tujuh warna yang diberi label Isaac Newton saat membagi spektrum cahaya yang dapat dilihat pada tahun 1672. Cahaya ungu memiliki panjang gelombang antara sekitar 380 dan 435 nanometer.[1] Nama warna ini berasal dari tanaman bunga lembayung.

Pada model warna RGB yang digunakan pada layar komputer dan televisi, warna ungu dihasilkan dengan mencampurkan cahaya merah dan biru, dengan lebih banyak biru daripada merah. Dalam model warna RYB yang secara historis digunakan oleh para pelukis, violet dibuat dengan kombinasi pigmen merah dan biru, di mana terletak di antara biru dan ungu pada roda warna. Dalam model warna CMYK yang digunakan dalam pencetakan, warna ungu dibuat dengan kombinasi pigmen magenta dan sian, dengan lebih banyak magenta daripada sian.

Warna ungu sangat erat kaitannya dengan lembayung. Dalam optika, warna ungu adalah warna spektral (mengacu pada warna dari panjang gelombang cahaya tunggal yang berbeda), sedangkan lembayung adalah warna dari berbagai kombinasi cahaya merah dan biru (atau ungu), beberapa di antaranya dianggap mirip dengan ungu oleh manusia. Dalam penggunaan umum, kedua istilah tersebut digunakan untuk merujuk pada berbagai warna antara rona biru dan merah.

Sejarah

Warna Ungu memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan kerajaan, awalnya karena pewarna ungu Tirus sangat mahal pada zaman kuno. Kaisar Roma mengenakan toga ungu, begitu pula kaisar Bizantium. Selama Abad Pertengahan, warna ungu dipakai oleh para uskup dan profesor universitas dan sering digunakan dalam seni sebagai warna jubah Bunda Maria. Dalam lukisan Tiongkok, warna ungu melambangkan "kesatuan yang melampaui dualitas Yin dan Yang" dan "harmoni tertinggi alam semesta". Satu studi Eropa menunjukkan bahwa ungu adalah warna yang paling sering diasosiasikan orang dengan pemborosan, individualisme, kesombongan, dan ambiguitas.

Pita warna ungu

Lihat pula

Referensi

  1. Georgia State University Department of Physics and Astronomy. Warna Spektral. HyperPhysics site.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29472883 (2026-07-18T16:16:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.