Stephen Hawking

Stephen William Hawking ( 8 Januari 1942 – 14 Maret 2018) adalah fisikawan teoretis, kosmologi, pengarang, dan Direktur Penelitian Centre for Theoretical Cosmology di Universitas Cambridge.[1][2] Karya-karya ilmiahnya meliputi kolaborasi bersama Roger Penrose tentang teorema singularitas gravitasi dalam kerangka relativitas umum dan prediksi teori bahwa lubang hitam mengeluarkan radiasi (biasa disebut radiasi Hawking). Hawking adalah orang pertama yang memaparkan teori kosmologi yang dijelaskan dengan menggabungkan teori relativitas umum dan mekanika kuantum. Ia adalah pendukung interpretasi multidunia teori mekanika kuantum.[3][4]
Hawking adalah Anggota Kehormatan Royal Society of Arts (FRSA), anggota seumur hidup Pontifical Academy of Sciences, dan penerima anugerah Presidential Medal of Freedom, penghargaan sipil tertinggi di Amerika Serikat. Pada tahun 2002, Hawking menempati peringkat 25 dalam jajak pendapat 100 Greatest Britons oleh BBC. Ia menjabat sebagai Guru Besar Matematika Lucasian di Universitas Cambridge pada tahun 1979 sampai 2009. Ia dikenal sebagai penulis buku sains populer yang membahas teorinya sendiri dan kosmologi secara umum. Bukunya, A Brief History of Time, masuk daftar buku terlaris Britania Raya versi Sunday Times selama 237 pekan.
Hawking mengalami sklerosis lateral amiotrof (ALS) yang lambat, dini, dan langka (juga dikenal sebagai penyakit saraf motorik atau penyakit Lou Gehrig) yang melumpuhkan tubuhnya secara perlahan selama puluhan tahun.[5][6] Sepanjang hidupnya, ia berkomunikasi menggunakan satu otot pipi yang tersambung dengan alat bicara. Hawking meninggal dunia tanggal 14 Maret 2018 pada usia 76 tahun.[7][8]
Kehidupan awal dan pendidikan
Keluarga
Hawking lahir tanggal 8 Januari 1942[9] di Oxford dari pasangan Frank (1905–1986) dan Isobel Hawking (née Walker; 1915–2013). Ibunya adalah orang Skotlandia.[10] Meski keluarganya mengalami kesulitan keuangan, kedua orang tuanya kuliah di Universitas Oxford. Frank masuk jurusan kedokteran dan Isobel masuk jurusan filsafat, politik, dan ekonomi. Keduanya bertemu tidak lama setelah pecahnya Perang Dunia II di sebuah lembaga riset medis; Isobel bekerja sebagai sekretaris dan Frank bekerja sebagai peneliti medis. Mereka tinggal di Highgate. Namun, karena London dibom, Isobel pindah ke Oxford untuk melahirkan anaknya dengan selamat. Hawking memiliki dua adik, Philippa dan Mary, dan adik adopsi, Edward.
Pada tahun 1950, ketika bapak Hawking mengepalai divisi parasitologi di National Institute for Medical Research, Hawking bersama keluarganya pindah ke St Albans, Hertfordshire. Di St Albans, keluarganya dianggap sangat cerdas dan agak eksentrik; keluarga Hawking biasanya makan bersama sambil baca buku. Mereka hidup hemat di rumah yang besar dan berantakan dan bepergian menggunakan mobil bekas taksi London. Ketika bapak Hawking berdinas di Afrika, istri dan anak-anaknya berkunjung ke Majorca selama empat bulan untuk menjenguk sahabat ibunya, Beryl, dan suaminya, seorang penyair bernama Robert Graves.
Sekolah dasar dan menengah
Hawking mulai mengenyam pendidikan di Byron House School di Highgate, London. Ia mengungkapkan bahwa "metode pengajaran progresif" membuatnya gagal belajar membaca saat masih sekolah.[11] Di St Albans, Hawking yang masih berusia 8 tahun bersekolah di St Albans High School for Girls selama beberapa bulan. Waktu itu, anak laki-laki boleh tinggal di salah satu asramanya.
Meski dijuluki "Einstein" di sekolah, Hawking awalnya tidak mendapat nilai yang bagus. Seiring waktu, ia mulai menunjukkan kegemarannya terhadap mata pelajaran ilmu pengetahuan. Ia terinspirasi oleh Tahta dan memutuskan belajar matematika di universitas.[12] Bapak Hawking menyarankannya agar belajar kedokteran; ia khawatir karena tidak banyak lapangan pekerjaan untuk sarjana matematika.
Ia juga ingin anaknya kuliah di University College, Oxford, alma maternya sendiri. Karena waktu itu belum ada jurusan matematika di sana, Hawking memutuskan belajar fisika dan kimia. Walaupun kepala sekolahnya menyarankan agar Hawking menunggu satu tahun, Hawking dianugerahi beasiswa setelah menjalani ujian pada Maret 1959.
Sarjana
Hawking mengawali pendidikan tingginya di University College, Oxford,[13] bulan Oktober 1959 pada usia 17 tahun. Selama 18 bulan pertama, ia bosan dan kesepiania menganggap tugas kuliahnya "terlalu mudah". Guru fisikanya, Robert Berman, kelak mengungkapkan, "Ia perlu tahu bahwa ia dapat melakukan sesuatu, dan ia dapat melakukannya tanpa mempelajari cara yang digunakan orang lain." Menurut Berman, pada tahun kedua dan ketiga, Hawking mulai berusaha "membaur dengan sesama mahasiswa". Ia mulai dikenal sebagai mahasiswa populer, ceria, dan lucu, tertarik dengan musik klasik dan fiksi ilmiah. Perubahan kepribadian ini terjadi setelah ia memutuskan bergabung dengan klub perahu University College Boat Club. Ia menjadi penyetir dalam tim dayung perahu. Pelatih dayung saat itu mengamati bahwa Hawking memiliki citra yang nekat. Hawking sering menyetir timnya ke arus-arus berisiko yang menyebabkan perahunya rusak.
Hawking menghitung bahwa ia belajar selama seribu jam dalam tiga tahun masa kuliahnya di Oxford. Kebiasaan belajar yang biasa-biasa saja ini membuat ujian akhirnya terasa seperti tantangan. Ia memutuskan untuk menjawab pertanyaan fisika teoretis saja dan mengosongkan pertanyaan lain yang memerlukan pengetahuan fakta. Gelar kehormatan terbaik adalah syarat melanjutkan pendidikan kosmologi di Universitas Cambridge. Karena gugup, ia kurang tidur sehari sebelum tanggal ujian. Hasilnya, nilainya pas di antara gelar terbaik dan terbaik kedua sehingga memerlukan viva (ujian lisan). Hawking takut dipandang sebagai mahasiswa pemalas dan sulit diatur. Jadi, ketika ia ditanyai soal rencananya dalam ujian lisan, ia menjawab, "Kalau Anda memberi saya gelar terbaik, saya akan melanjutkan pendidikan ke Cambridge. Apabila saya diberi gelar terbaik kedua, saya akan bertahan di Oxford. Saya harap Anda memberi saya gelar terbaik." He was held in higher regard than he believed; menurut Berman, para penguji "sadar bahwa mereka sedang berbicara dengan sosok yang lebih pintar daripada mereka sendiri". Setelah meenrima gelar BA (Hons.) terbaik di bidang ilmu alam dan pulang dari petualangannya di Iran bersama seorang teman, ia melanjutkan pendidikannya di Trinity Hall, Cambridge, pada Oktober 1962.[14]
Doktoral
Tahun pertama Hawking sebagai mahasiswa doktoral diterpa kesulitan. Ia awalnya kecewa karena dibimbing oleh Dennis William Sciama, salah satu pendiri kosmologi modern, alih-alih astronom ternama Fred Hoyle. Ia mengetahui bahwa pengetahuan matematikanya tidak memadai untuk meneliti relativitas umum dan kosmologi. Setelah didiagnosis mengidap penyakit saraf motorik, Hawking mengalami depresiwalaupun semua dokternya menyarankan agar ia melanjutkan penelitiannya, ia merasa tidak ada gunanya. Penyakitnya berkembang lebih lambat daripada prediksi dokter. Meski Hawking kesulitan jalan tanpa bantuan, ujarannya hampir tidak bisa dipahami. Diagnosis awal bahwa ia akan meninggal dua tahun lagi terbukti tidak benar. Berkat dorongan Sciama, ia melanjutkan penelitiannya. Hawking mulai dikenal atas kecerdasan keberaniannya setelah ia menantang secara terbuka tulisan Fred Hoyle dan bimbingannya, Jayant Narlikar, dalam sebuah kuliah pada bulan Juni 1964.
Ketika memulai kuliah doktoralnya, kalangan fisikawan sedang memperdebatkan dua teori penciptaan alam semesta, Dentuman Besar dan Keadaan Tetap. Terinspirasi oleh teorema singularitas ruang-waktu Roger Penrose di tengah lubang hitam, Hawking menerapkan pemikiran yang sama untuk seluruh alam semesta. Pada tahun 1965, ia menulis tesisnya tentang topik ini.[15] Tesis Hawking[16] disetujui tahun 1966.[17] Hawking mengalami banyak perkembangan positif: ia menerima keanggotaan sebagai peneliti di Gonville and Caius College; ia mendapat gelar PhD dalam matematika terapan dan fisika teoretis dengan spesialisasi relativitas umum dan kosmologi pada Maret 1966; dan esainya yang berjudul "Singularities and the Geometry of Space-Time" dan esai Penrose sama-sama memenangi Adams Prize.
Karier
1966–1975
Dalam karyanya yang ditulis bersama Penrose, Hawking memperluas konsep-konsep teorema singularitas yang dijelaskan dalam tesis doktoralnya. Perluasan konsep ini mencakup eksistensi singularitas serta teori bahwa alam semesta itu sendiri berawal dari singularitas. Esai mereka menjadi finalis lomba Gravity Research Foundation tahun 1968. Tahun 1970, mereka mengumumkan bukti bahwa apabila alam semesta mematuhi teori relativitas umum dan pas dengan semua model kosmologi fisik Alexander Friedmann, alam semesta pasti berawal dari singularitas (ketunggalan).[18] Pada tahun 1969, Hawking menerima anugerah Fellowship for Distinction in Science di Caius.
Sejak 1973, Hawking beralih ke kajian gravitasi kuantum dan mekanika kuantum. Karyanya di bidang ini dipicu oleh kunjungannya ke Moskow dan diskusi dengan Yakov Borisovich Zel'dovich dan Alexei Starobinsky; karya kedua ilmuwan ini menunjukkan bahwa menurut prinsip ketidakpastian, lubang hitam yang berputar mengeluarkan partikel. Hawking baru tahu bahwa kalkulasinya menghasilkan temuan yang berlawanan dengan hukum keduanya (lubang hitam tidak akan bisa mengecil) dan mendukung pandangan Bekenstein tentang entropi lubang hitam. Hasil penelitiannya yang dipaparkan tahun 1974 menunjukkan bahwa lubang hitam mengeluarkan radiasi yang kini dikenal sebagai radiasi Hawking. Radiasi ini akan terus berlanjut sampai lubang hitam kehabisan energi dan menguap.[19][20] Awalnya, radiasi Hawking menuai kontroversi. Pada akhir 1970-an dan usai penerbitan artikel tambahan, temuan ini diakui secara luas sebagai terobosan dalam fisika teoretis. Hawking diangkat sebagai Fellow of the Royal Society (FRS) tahun 1974, beberapa pekan setelah pengumuman temuan radiasi Hawking. Kala itu ia merupakan salah satu ilmuwan termuda yang menjadi anggota Royal Society.
Hawking diangkat sebagai Profesor Tamu Kehormatan Sherman Fairchild di California Institute of Technology (Caltech) tahun 1970. Ia bekerja dengan temannya, Kip Thorne, dan membuat taruhan ilmiah tentang status lubang hitam bintang gelap Cygnus X-1. Taruhan ini adalah "polis asuransi" untuk pandangan bahwa lubang hitam tidak ada. Hawking mengakui bahwa ia kalah taruhan pada tahun 1990, kekalahan pertama dari serangkaian taruhan yang kelak ia buat bersama Thorne dan rekan-rekannya. Hawking membina hubungan dengan Caltech dan menghabiskan satu bulan di sana setiap tahun sejak kunjungan pertamanya.
1975–1990
Hawking kembali ke Cambridge tahun 1975 untuk menduduki jabatan akademik yang lebih senior, yaitu reader fisika gravitasi. Pada pertengahan hingga akhir 1970-an, publik semakin tertarik dengan lubang hitam dan para fisikawan yang mempelajarinya. Hawking sering diwawancarai oleh media cetak dan televisi. Ia juga mendapat banyak penghargaan akademik atas karya-karyanya. Pada tahun 1975, ia dianugerahi Eddington Medal dan Pius XI Gold Medal, lalu Dannie Heineman Prize, Maxwell Prize dan Hughes Medal tahun 1976. Ia diangkat sebagai guru besar di bidang fisika gravitasi tahun 1977. Pada tahun berikutnya, ia menerima Albert Einstein Medal dan gelar doktor kehormatan dari Universitas Oxford.
Pada akhir 1970-an, Hawking diangkat sebagai Guru Besar Matematika Lucasian di Universitas Cambridge.[21] Kuliah pertamanya dalam kapasitasnya sebagai guru besar berjudul "Is the End in Sight for Theoretical Physics". Ia mengusulkan Supergravitasi N=8 sebagai teori utama untuk menyelesaikan berbagai persoalan besar yang dipelajari fisikawan. Pengangkatannya bertepatan dengan masalah kesehatan yang memaksanya dirawat di rumah. Pada saat yang sama, ia juga mengubah pendekatannya terhadap fisika. Ia semakin intuitif dan spekulatif dan tidak lagi menuntut bukti matematis. "Bagi saya, lebih baik benar daripada cermat", kata Hawking kepada Kip Thorne. Pada tahun 1981, ia berpendapat bahwa informasi di lubang hitam tidak dapat diselamatkan apabila lubang hitam menghilang. Paradoks informasi ini melanggar dasar mekanika kuantum dan memicu perdebatan yang menahun, termasuk "Perang Lubang Hitam" dengan Leonard Susskind dan Gerard 't Hooft.[22]
Saat itu Hawking tidak membantah eksistensi Sang Pencipta. Ia mengajukan pertanyaan di A Brief History of Time: "Apakah teori terpadu sangat meyakinkan sehingga teori ini melahirkan dirinya sendiri?" Dalam karya awalnya, Hawking berbicara tentang Tuhan menggunakan metafora. Ia menulis di A Brief History of Time: "Apabila kita menemukan teori yang lengkap, temuan ini akan menjadi kemenangan tertinggi nalar manusiakarena dengan itu, kita pun tahu isi pikiran Tuhan."[23] Dalam buku yang sama, ia berpendapat bahwa keberadaan Tuhan tidak diperlukan untuk menjelaskan asal-usul alam semesta. Diskusi dengan Neil Turok membuat Hawking sadar bahwa pandangan keberadaan Tuhan cocok dengan alam semesta terbuka.
Penelitian Hawking selanjutnya di bidang arah waktu menghasilkan artikel tahun 1985 yang memaparkan bahwa apabila dugaan tanpa batas itu benar, maka ketika alam semesta berhenti meluas dan runtuh, waktu akan berjalan terbalik. Artikel yang ditulis Don Page dan penghitungan independen oleh Raymond Laflamme memaksa Hawking mencabut konsep ini. Ia menerima berbagai penghargaan pada periode ini. Pada tahun 1981, ia dianugerahi Franklin Medal. Dalam rangkaian 1982 New Year Honours, ia diberi gelar Commander of the Order of the British Empire (CBE).[24] Penghargaan-penghargaan ini tidak berdampak besar terhadap kekayaan Hawking. Karena termotivasi oleh keinginan mendanai pendidikan anak-anaknya dan pengeluaran rumah tangganya, pada tahun 1982, ia memutuskan untuk menulis buku sains populer tentang alam semesta yang dapat dipahami masyarakat luas. Alih-alih pers universitas, ia menandatangani kontrak penerbitannya dengan Bantam Books, sebuah penerbit massal, dan mendapat hasil penjualan yang besar. Draf pertama bukunya yang berjudul A Brief History of Time selesai ditulis pada tahun 1984.
Salah satu pesan pertama yang disampaikan Hawking lewat alat bicaranya adalah permintaan kepada asistennya untuk membantunya menyelesaikan A Brief History of Time. Peter Guzzardi, penyuntingnya di Bantam, mendorongnya untuk menjelaskan gagasannya dengan jelas dalam bahasa yang tidak teknis. Proses ini melibatkan banyak sekali revisi yang lama-kelamaan membuat Hawking kesal. Buku ini terbit pada April 1988 di Amerika Serikat dan Juni di Britania Raya. Buku ini laris terjual dan langsung memuncaki daftar buku terlaris di kedua negara selama beberapa bulan.[25] Buku ini diterjemahkan ke berbagai bahasa dan terjual sebanyak 9juta eksemplar.[26] Hawking pun menjadi sorotan media. Sampul majalah Newsweek dan sebuah acara televisi menjulukinya sebagai "Master of the Universe". Kesuksesannya mendatangkan banyak keuntungan sekaligus tantangan terhadap status selebritinya. Hawking sering bepergian untuk mempromosikan bukunya, menikmati pesta, dan berdansa sampai dini hari. Ia sulit menolak undangan dan pengunjung sehingga karya dan mahasiswanya agak terabaikan. Sejumlah rekannya tidak suka dengan perhatian masyarakat luas kepada Hawking dan merasa bahwa ia terkenal karena disabilitas yang dialaminya. Ia mendapat banyak penghargaan akademik, termasuk lima gelar kehormatan, Gold Medal of the Royal Astronomical Society (1985), Paul Dirac Medal (1987) dan Wolf Prize bersama Penrose (1988). Dalam rangkaian 1989 Birthday Honours, ia dianugerahi gelar Companion of Honour (CH).[27] Kabarnya ia menolak gelar ksatria dari Ratu.[28]
1990–2000
Hawking melanjutkan kariernya di bidang fisika: pada tahun 1993, ia ikut menyunting sebuah buku tentang gravitasi kuantum Euklides bersama Gary Gibbons dan menerbitkan edisi koleksi artikelnya tentang lubang hitam dan Dentuman Besar. Tahun 1994, di Newton Institute Cambridge, Hawking dan Penrose menyampaikan serangkaian kuliah yang diterbitkan pada tahun 1996 dengan judul "The Nature of Space and Time". Tahun 1997, ia mengaku kalah taruhan ilmiah terbuka tahun 1991 yang dibuatnya bersama Kip Thorne dan John Preskill dari Caltech. Hawking bertaruh bahwa usulan Penrose tentang "konjektur penyensoran kosmik" (tidak ada "singularitas telanjang" di dalam cakrawala) benar. Setelah mengetahui bahwa pengakuan kalahnya sedikit terburu-buru, ia pun membuat taruhan baru yang lebih terperinci. Taruhan kali ini menyatakan bahwa singularitas seperti itu akan terjadi tanpa syarat tambahan. Pada tahun itu juga, Thorne, Hawking, dan Preskill membuat taruhan lain tentang paradoks informasi lubang hitam.[29][30] Thorne dan Hawking berpendapat bahwa karena relativitas umum membuat lubang hitam mustahil mengeluarkan radiasi dan kehilangan informasi, massa-energi dan informasi yang terkandung dalam radiasi Hawking pasti "baru" dan bukan berasal dari dalam cakrawala peristiwa lubang hitam. Karena ini bertentangan dengan mekanika kuantum mikrokausalitas, teori mekanika kuantum harus dirombak. Sebaliknya, Preskill berpendapat bahwa karena mekanika kuantum menunjukkan bahwa informasi yang dikeluarkan oleh lubang hitam berkaitan dengan informasi yang disedot sebelumnya, konsep lubang hitam yang dipaparkan oleh relativitas umum pasti mengalami penyesuaian.[31]
Hawking juga memiliki kepribadian terbuka demi memperkenalkan sains kepada khalayak ramai. Film A Brief History of Time yang disutradarai Errol Morris dan diproduseri Steven Spielberg tayang perdana pada tahun 1992. Hawking ingin filmnya lebih menyoroti ilmu pengetahuan daripada biografinya, tetapi ia akhirnya mengalah. Meski mendapat banyak pujian, film ini tidak didistribusikan secara luas. Koleksi esai, wawancara, dan diskusi berjudul Black Holes and Baby Universes and Other Essays diterbitkan tahun 1993. Seri televisi enam episode berjudul Stephen Hawking's Universe dan buku pengiringnya dirilis tahun 1997. Kali ini, serinya berfokus pada ilmu pengetahuan seperti yang dikehendaki Hawking.
2000–2018
Hawking sering menulis untuk pembaca awam. Ia menerbitkan The Universe in a Nutshell tahun 2001. Ia menulis A Briefer History of Time pada tahun 2005 bersama Leonard Mlodinow untuk memperbarui buku sebelumnya agar dapat dibaca oleh masyarakat luas. Ia juga menerbitkan God Created the Integers tahun 2006. Bersama Thomas Hertog di CERN dan Jim Hartle, sejak 2006 sampai seterusnya, Hawking mengembangkan teori "kosmologi ke bawah". Menurut teori ini, alam semesta tidak memiliki satu kondisi tunggal, melainkan beberapa kondisi. Karena itu, teori yang memprediksi konfigurasi semesta masa kini dari satu kondisi tunggal itu tidak cocok.[32] Kosmologi ke bawah menyatakan bahwa masa kini "menyeleksi" masa lalu dari superposisi berbagai versi sejarah yang mungkin ada. Teori ini mengusulkan solusi bagi persoalan kesempurnaan semesta.[33][34]
Hawking sering bepergian, termasuk ke Cile, Pulau Paskah, Afrika Selatan, Spanyol (untuk menerima Fonseca Prize tahun 2008),[35] Kanada, dan Amerika Serikat. Karena disabilitas yang dialaminya, Hawking sering bepergian dengan jet pribadi karena praktis. Pada 2011, jet pribadi menjadi satu-satunya cara ia bepergian ke luar negeri.
Per 2003, para fisikawan sepakat bahwa Hawking keliru mengenai hilangnya informasi dalam lubang hitam. Dalam kuliah tahun 2004 di Dublin, ia mengaku kalah taruhan dengan Preskill, tetapi menjelaskan solusinya sendiri yang cukup kontroversial terhadap masalah paradoks informasi. Solusi ini meliputi kemungkinan bahwa lubang hitam memiliki lebih dari satu topologi.[36] Dalam artikel tahun 2005 yang ia tulis tentang hal ini, ia berpendapat bahwa paradoks informasi dijelaskan dengan mempelajari semua sejarah alam semesta alternatif; hilangnya informasi dalam lubang hitam dibatalkan oleh lubang hitam yang tidak kehilangan informasi.[37] Pada Januari 2014, ia mengaku bahwa dugaan hilangnya informasi dalam lubang hitam adalah "blunder terbesarnya".[38]
Dalam perdebatan ilmiah lain, Hawking menegaskan dan bertaruh bahwa boson Higgs tidak akan pernah ditemukan. Partikel ini diduga ada menurut teori medan Higgs oleh pada tahun 1964. Hawking dan Higgs terlibat dalam debat terbuka yang sengit tentang persoalan ini pada tahun 2002 dan 2008. Higgs mengkritik pandangan Hawking dan mengeluh bahwa "status selebriti [Hawking] memberinya kredibilitas instan yang tidak dimiliki ilmuwan lain." Partikel ini ditemukan pada Juli 2012 di CERN setelah Large Hadron Collider dibangun. Hawking mengaku bahwa ia kalah taruhan[39][40] dan mengatakan bahwa Higgs sepatutnya memenangi Hadiah Nobel Fisika;[41] Higgs menerima hadiah ini pada tahun 2013.[42]
Tahun 2007, Hawking bersama putrinya, Lucy, menerbitkan George's Secret Key to the Universe, buku anak-anak yang menjelaskan fisika teoretis secara sederhana dan menampilkan tokoh-tokoh yang mirip dengan keluarga Hawking. Buku ini memiliki beberapa sekuel yang terbit tahun 2009, 2011, dan 2014.[43]
Pada tahun 2002, dalam jajak pendapat nasional, BBC memasukkan Hawking dalam daftar 100 Orang Britania Paling Berpengaruh.[44] Ia dianugerahi Copley Medal oleh Royal Society (2006),[45] Presidential Medal of Freedom, penghargaan sipil tertinggi Amerika Serikat (2009),[46] dan Special Fundamental Physics Prize di Rusia (2013).[47]
Beberapa bangunan diberi nama sesuai nama dirinya, termasuk Stephen W. Hawking Science Museum di San Salvador, ElSalvador,[48] Stephen Hawking Building di Cambridge,[49] dan Stephen Hawking Centre di Perimeter Institute di Kanada.[50] Karena Hawking meneliti tentang waktu, ia diundang untuk meresmikan jam mekanik "Chronophage" ("pemakan waktu") Corpus Clock di Corpus Christi College, Cambridge pada bulan September 2008.[51]
Sepanjang kariernya, Hawking membimbing 39 mahasiswa PhD ternama.[52] Sesuai peraturan Universitas Cambridge, Hawking pensiun sebagai Guru Besar Matematika Lucasian pada tahun 2009. Meski muncul dugaan bahwa ia berencana meninggalkan Britania Raya sebagai bentuk protes atas pemotongan anggaran penelitian ilmiah dasar, Hawking bekerja sebagai direktur penelitian di Departemen Matematika Terapan dan Fisika Teoretis Universitas Cambridge.[53]
Tanggal 28 Juni 2009, untuk menguji konjektur yang dipaparkannya tahun 1992 tentang mustahilnya perjalanan ke masa lalu, Hawking mengadakan pesta bagi semua orang, lengkap dengan makanan pembuka dan sampanye dingin, tetapi undangannya baru disebar setelah pestanya berakhir sehingga hanya petualang lintas waktu yang bisa hadir; sesuai dugaan, tidak ada yang hadir.[54]
Tanggal 20 Juli 2015, Hawking turut meluncurkan Breakthrough Initiatives, proyek pencarian kehidupan luar bumi.[55] Hawking membuat Stephen Hawking: Expedition New Earth, dokumenter tentang kolonisasi luar angkasa sebagai salah satu episode Tomorrow's World (2017).[56][57]
Pada Agustus 2015, Hawking mengatakan bahwa tidak semua informasi hilang ketika benda lain memasuki lubang hitam. Menurut teorinya, informasi dapat diambil/diselamatkan dari lubang hitam.[58] Pada Juli 2017, Hawking dianugerahi gelar doktor kehormatan dari Imperial College London.[59]
Kehidupan pribadi
Hawking menikah dengan Jane Wilde, seorang murid bahasa, pada tahun 1965.[60] Jane Hawking mengurusnya hingga perceraian mereka pada tahun 1991. Mereka bercerai karena tekanan ketenaran dan meningkatnya kecacatan Hawking. Mereka telah dikaruniai tiga anak: Robert (lahir 1967), Lucy (lahir 1969), dan Timothy (lahir 1979). Hawking lalu menikahi perawatnya, Elaine Mason (sebelumnya menikah dengan David Mason, perancang komputer bicara Hawking), pada tahun 1995. Pada Oktober 2006, Hawking meminta bercerai dari istri keduanya.[61]
Ketika ditanyakan mengenai IQnya pada tahun 2004, Hawking menjawab, "Saya tidak tahu. Orang yang membanggakan IQnya adalah seorang pecundang."[62]
Kematian
Hawking meninggal di rumahnya di Cambridge pada pagi hari tanggal 14 Maret 2018 (GMT), menurut seorang juru bicara keluarga. Keluarganya mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengungkapkan kesedihan mereka.[63][64] Keluarga Hawking tidak mengungkapkan penyebab kematiannya, mereka menyatakan bahwa dia "meninggal dengan damai".[65][66]
Pandangan pribadi
Masa depan umat manusia
Pada tahun 2006, Hawking mengajukan pertanyaan terbuka di Internet: "Di dunia yang mengalami kekacauan politik, sosial, dan lingkungan, bagaimana cara umat manusia bertahan hidup sampai 100 tahun berikutnya?" Ia kemudian mengklarifikasi: "Saya tidak tahu jawabannya. Itu sebabnya saya bertanya supaya masyarakat memikirkan hal ini dan sadar akan bahaya yang kita hadapi saat ini."[67]
Hawking khawatir bahwa kehidupan di Bumi terancam oleh perang nuklir mendadak, virus yang mengalami rekayasa genetik, pemanasan global, dan ancaman lain yang belum kita ketahui.[68][69] Bencana berskala planet tidak akan memusnahkan manusia apabila manusia sudah mendirikan koloni di beberapa planet lain terlebih dahulu.[70] Hawking memandang bahwa penerbangan antariksa dan kolonisasi antariksa penting bagi masa depan manusia.[71][72]
Hawking menyatakan bahwa karena alam semesta sangat luas, alien mungkin ada, tetapi manusia sebaiknya menghindari kontak dengan alien.[73][74] Ia memperingatkan bahwa alien mungkin menguras sumber daya di Bumi. Pada tahun 2010, ia mengatakan, "apabila alien berkunjung ke sini, dampaknya kurang lebih seperti ketika Columbus mendarat di benua Amerika yang malah merugikan penduduk pribuminya."[75]
Hawking mengingatkan bahwa kecerdasan buatan supercerdas sangat berperan penting dalam menentukan nasib umat manusia. Ia menyatakan, "peluang manfaatnya sangat besar... Penciptaan kecerdasan buatan akan menjadi peristiwa terpenting dalam sejarah manusia dan mungkin peristiwa terakhir, kecuali kita belajar menghindari risikonya."[76][77]
Hawking berpendapat bahwa virus komputer perlu dipertimbangkan sebagai benda hidup baru. Ia mengatakan, "mungkin [virus komputer] merupakan pertanda sifat manusia. Satu-satunya benda hidup yang kita ciptakan sejauh ini bersifat merusak. Kita menciptakan kehidupan sesuai sifat kita sendiri."
Sains vs. filsafat
Dalam Google's Zeitgeist Conference tahun 2011, Hawking mengatakan bahwa "filsafat sudah mati". Ia percaya bahwa para filsuf "belum sanggup mengejar perkembangan sains modern" dan para ilmuwan "menjadi sosok terdepan dalam estafet pencarian pengetahuan manusia". Ia mengatakan bahwa masalah filsafat dapat dijawab oleh sains, terutama teori-teori ilmiah baru yang "memberikan kita gambaran semesta yang baru dan berbeda serta tempat kita di dalam semesta".[78]
Agama dan ateisme
Hawking menyatakan bahwa ia "tidak setaat orang-orang pada umumnya" dan ia percaya bahwa "alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan". Hawking mengatakan:
"Hukum-hukum [sains] ini bisa jadi ditetapkan oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak campur tangan untuk melanggarnya," kata Hawking.[79] Dalam wawancara di The Guardian, Hawking memandang konsep surga sebagai mitos. Ia yakin bahwa "surga atau akhirat itu tidak ada" dan hal-hal seperti itu "hanyalah dongeng bagi orang-orang yang takut kegelapan".[80] Pada tahun 2011, ketika menarasikan episode pertama seri televisi Curiosity di Discovery Channel, Hawking mengatakan:
Pada September 2014, ia hadir di Starmus Festival sebagai pembicara dan mengumumkan bahwa dirinya adalah seorang ateis.[81] Dalam wawancara dengan El Mundo, ia berkomentar:
Hawking sangat peduli dengan layanan kesehatan dan menegaskan bahwa tanpa UK National Health Service, ia tidak akan hidup sekarang.[82] Hawking mengatakan:
Hawking khawatir bahwa privatisasi dan pihak ketiga akan mengurangi pendapatan National Health Service. Hawking mengatakan, "Semakin banyak laba yang diperas dari sistem ini, semakin cepat pula pertumbuhan monopoli swasta dan semakin mahal pula biaya kesehatan. NHS perlu dilindungi dari kepentingan komersial dan pihak-pihak yang ingin menyerahkannya ke swasta."[83] Stephen Hawking menuduh para menteri kabinet mengacaukan NHS. Ia menyalahkan Partai Konservatif karena memangkas anggaran, melemahkan NHS lewat privatisasi, menurunkan moral staf dengan menunda gaji, dan mengurangi layanan sosial.[84] Hawking menuding Jeremy Hunt memilah-milah bukti yang menurut Hawking malah merendahkan martabat sains.[85] Hawking juga berkata, “Ada banyak bukti bahwa anggaran NHS dan jumlah dokter dan perawat tidak sepadan dan lama-lama semakin buruk.”[86]
Pada Juni 2017, Hawking mendukung Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn dalam pemilihan umum Britania Raya 2017 karena Partai Konservatif berencana memangkas anggaran NHS.[87]
Hawking khawatir bahwa kebijakan Donald Trump terkait pemanasan global dapat mengancam planet ini dan mempercepat pemanasan global. Hawking mengatakan, "Perubahan iklim adalah salah satu ancaman terbesar yang sedang kita hadapi serta ancaman yang dapat kita cegah apabila kita mengambil tindakan sekarang. Dengan membantah bukti perubahan iklim dan mundur dari Perjanjian Iklim Paris, Donald Trump akan mempercepat kerusakan lingkungan planet kita yang indah ini, membahayakan alam, bagi kita dan bagi anak-anak kita."[88] Hawking kembali mengatakan bahwa hal ini akan membuat Bumi "tampak seperti Venus dengan suhu dua ratus lima puluh derajat dan hujan asam belerang".[89]
Budaya masyarakat
Dalam acara peluncuran versi DVD A Brief History of Time, Leonard Nimoy, pemeran Spock di Star Trek, mengetahui bahwa Hawking ingin tampil di Star Trek. Nimoy mengamininya dan Hawking pun muncul sebagai simulasi holografik dalam sebuah episode Star Trek: The Next Generation tahun 1993. Pada tahun yang sama, suara sintetisnya direkam untuk disisipkan dalam lagu Pink Floyd berjudul "Keep Talking" dan episode The Simpsons tahun 1999. Hawking tampil dalam film dokumenter The Real Stephen Hawking (2001), Stephen Hawking: Profile (2002) dan Hawking (2013), dan seri dokumenter Stephen Hawking, Master of the Universe (2008).[90] Hawking juga menjadi bintang tamu di Futurama[91] dan The Big Bang Theory.[92]
Hawking mengizinkan suara sintetisnya digunakan[93][94] dalam film biografi The Theory of Everything (2014). Dalam film itu, ia diperankan oleh Eddie Redmayne yang kelak dianugerahi Academy Award.[95] Hawking tampil di Monty Python Live (Mostly) tahun 2014. Dalam seri itu, ia menyanyikan Galaxy Song setelah menabrakkan kursi rodanya ke Brian Cox.[96][97]
Hawking memanfaatkan ketenarannya untuk mengiklankan sejumlah produk seperti kursi roda, National Savings,[98] British Telecom, Specsavers, Egg Banking,[99] dan Go Compare.[100] Pada tahun 2015, ia mengajukan permohonan merek dagang untuk namanya sendiri.[101]
Hawking menginspirasi penyanyi-penulis lagu Prancis Nolwenn Leroy untuk lagunya Stephen, yang dirilis di albumnya tahun 2017 Gemme.[102]
Penghargaan
- 1975 Eddington Medal
- 1976 Hughes Medal of the Royal Society
- 1979 Albert Einstein Medal
- 1981 Franklin Medal
- 1982 Order of the British Empire
- 1985 Gold Medal of the Royal Astronomical Society
- 1986 Anggota Pontifical Academy of Sciences
- 1988 Wolf Prize dalam bidang fisika
- 1989 Prince of Asturias Awards in Concord
- 1989 Companion of Honour
- 1999 Julius Edgar Lilienfeld Prize of the American Physical Society[103]
- 2003 Michelson Morley Award of Case Western Reserve University
- 2006 Copley Medal of the Royal Society[104]
- 2008 Fonseca Price of the University of Santiago de Compostela[105]
- 2009 Presidential Medal of Freedom[106]
Karya
Buku sains populer
- A Brief History of Time (1988)[107]
- Black Holes and Baby Universes and Other Essays (1993)[108]
- The Universe in a Nutshell (2001)[109]
- On the Shoulders of Giants (2002)[110]
- God Created the Integers: The Mathematical Breakthroughs That Changed History (2005)[111]
- The Dreams That Stuff Is Made of: The Most Astounding Papers of Quantum Physics and How They Shook the Scientific World (2011)[112]
- My Brief History (2013)[113]
Ko-penulis
- The Nature of Space and Time (bersama Roger Penrose) (1996)
- The Large, the Small and the Human Mind (bersama Roger Penrose, Abner Shimony dan Nancy Cartwright) (1997)
- The Future of Spacetime (bersama Kip Thorne, Igor Novikov, Timothy Ferris dan pengantar oleh Alan Lightman, Richard H. Price) (2002)
- A Briefer History of Time (bersama Leonard Mlodinow) (2005)[114]
- The Grand Design (bersama Leonard Mlodinow) (2010)[115]
Prakata
- Black Holes & Time Warps: Einstein's Outrageous Legacy (Kip Thorne, dan kata pengantar oleh Frederick Seitz) (1994)
Fiksi anak-anak
Ditulis bersama putrinya, Lucy.
- George's Secret Key to the Universe (2007)[116]
- George's Cosmic Treasure Hunt (2009)[117]
- George and the Big Bang (2011)[118]
- George and the Unbreakable Code (2014)
- George and the Blue Moon (2016)
Film dan seri
- A Brief History of Time (1992)[119]
- Stephen Hawking's Universe (1997)[120]
- Hawking – BBC television film (2004) starring Benedict Cumberbatch
- Horizon: The Hawking Paradox (2005)[121]
- Masters of Science Fiction (2007)[122]
- Stephen Hawking and the Theory of Everything (2007)
- Stephen Hawking: Master of the Universe (2008)[123]
- Into the Universe with Stephen Hawking (2010)[124]
- Brave New World with Stephen Hawking (2011)[125]
- Stephen Hawking's Grand Design (2012)[126]
- The Big Bang Theory (2012, 2014 dan 2017)
- Stephen Hawking: A Brief History of Mine (2013)[127]
- The Theory of Everything (2014), dibintangi Eddie Redmayne[128]
- Genius by Stephen Hawking (2016)
Karya ilmiah pilihan
Radio
- – (2018)
Lihat pula
Pranala luar
- .org/cgi-bin/ea.cgi?
- Stephen Hawking menyanyikan – lagu klasik.
Referensi
- ↑ Centre for Theoretical Cosmology: Outreach Stephen Hawking. Ctc.cam.ac.uk.
- ↑ About Stephen – Stephen Hawking. Stephen Hawking Official Website.
- ↑ Gardner, Martin (September/October 2001). "Multiverses and Blackberries". "Notes of a Fringe-Watcher". Skeptical Inquirer. Volume 25, No. 5.
- ↑ Price, Michael Clive (February 1995). "THE EVERETT FAQ" . Department of Physics, Washington University in St. Louis. Retrieved 17 December 2014.
- ↑ Mind over matter: How Stephen Hawking defied Motor Neurone Disease for 50 years. Independent.co.uk. 26 November 2015.
- ↑ How Has Stephen Hawking Lived to 70 with ALS?. Scientific American. 7 January 2012.
- ↑ Dennis Overbye. Stephen Hawking Dies at 76; His Mind Roamed the Cosmos - A physicist and best-selling author, Dr. Hawking did not allow his physical limitations to hinder his quest to answer “the big question: Where did the universe come from?”. The New York Times. 14 March 2018.
- ↑ Roger Penrose. Stephen Hawking obituary. The Guardian. 14 March 2018.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Mind over matter Stephen Hawking. The Herald.
- ↑ Stephen Hawking. Stephen Hawking: "I'm happy if I have added something to our understanding of the universe". Radio Times. 7 December 2013.
- ↑ Geoffrey Hoare. Dick Tahta. The Guardian. 5 January 2007.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Stephen Hawking's PhD thesis, explained simply. World Economic Forum.
- ↑ Stephen William Hawking. Properties of Expanding Universes. University of Cambridge. 1966. doi:10.17863/CAM.11283.
- ↑ Stephen William Hawking. Properties of Expanding Universes. University of Cambridge. 1966. doi:10.17863/CAM.11283.
- ↑ Stephen Hawking. The Singularities of Gravitational Collapse and Cosmology. Proceedings of the Royal Society A. 1970. Vol. 314 (1519). hlm. 529–548. doi:10.1098/rspa.1970.0021.
- ↑ Stephen W. Hawking. Black hole explosions?. Nature. 1974. Vol. 248 (5443). hlm. 30–31. doi:10.1038/248030a0.
- ↑ Stephen W. Hawking. Particle creation by black holes. Communications in Mathematical Physics. 1975. Vol. 43 (3). hlm. 199–220. doi:10.1007/BF02345020.
- ↑ Hawking gives up academic title. BBC News. 30 September 2009.
- ↑ Leonard Susskind. The Black Hole War: My Battle with Stephen Hawking to Make the World Safe for Quantum Mechanics. Hachette Digital, Inc. 7 July 2008. hlm. 9, 18. ISBN 978-0-316-01640-7.
- ↑ Ian Sample. Stephen Hawking: 'There is no heaven; it's a fairy story'. The Guardian. 15 May 2011.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Tim Radford. How God propelled Stephen Hawking into the bestsellers lists. The Guardian. 31 July 2009.
- ↑ Tim Radford. How God propelled Stephen Hawking into the bestsellers lists. The Guardian. 31 July 2009.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Top 10 People Who Declined Knighthood. Toptenz.net. 15 February 2012.
- ↑ S.W. Hawking. Black hole information bet. 6 February 1997.
- ↑ S.W. Hawking. Information loss in black holes. Physical Review D. 2005. Vol. 72 (8). hlm. 084013. doi:10.1103/PhysRevD.72.084013.
- ↑ John Preskill. John Preskill's comments about Stephen Hawking's concession.
- ↑ Roger Highfield. Stephen Hawking's explosive new theory. The Daily Telegraph. 26 June 2008.
- ↑ Roger Highfield. Stephen Hawking: driven by a cosmic force of will. The Daily Telegraph. 3 January 2012.
- ↑ S.W. Hawking. Populating the landscape: A top-down approach. Physical Review D. 2006. Vol. 73 (12). hlm. 123527. doi:10.1103/PhysRevD.73.123527.
- ↑ Fonseca Prize 2008. University of Santiago de Compostela.
- ↑ John Preskill. John Preskill's comments about Stephen Hawking's concession.
- ↑ S.W. Hawking. Information loss in black holes. Physical Review D. 2005. Vol. 72 (8). hlm. 084013. doi:10.1103/PhysRevD.72.084013.
- ↑ Matt Kwong. Stephen Hawking's black holes 'blunder' stirs debate. CBC News. 28 January 2014.
- ↑ Robert Wright. Why Some Physicists Bet Against the Higgs Boson. The Atlantic. 17 July 2012.
- ↑ Stephen Hawking loses Higgs boson particle bet – Video. The Guardian. 5 July 2012.
- ↑ Higgs boson breakthrough should earn physicist behind search Nobel Prize: Stephen Hawking. The National Post. 4 July 2012.
- ↑ Jonathan Amos. Higgs: Five decades of noble endeavour. BBC News. 8 October 2013.
- ↑ Books. Stephen Hawking Official Website.
- ↑ 100 great British heroes. BBC News. 21 August 2002.
- ↑ Oldest, space-travelled, science prize awarded to Hawking. The Royal Society. 24 August 2006.
- ↑ Ewen MacAskill. Obama presents presidential medal of freedom to 16 recipients. The Guardian. 13 August 2009.
- ↑ 2013 Fundamental Physics Prize Awarded to Alexander Polyakov. Fundamental Physics Prize.
- ↑ Oliver Komar. The Stephen W. Hawking Science Museum in San Salvador Central America Honours the Fortitude of a Great Living Scientist. Journal of College Science Teaching. October 2000. Vol. XXX (2).
- ↑ The Stephen Hawking Building. BBC News. 18 April 2007.
- ↑ Grand Opening of the Stephen Hawking Centre at Perimeter Institute. Perimeter Institute. Salinan arsip.
- ↑ Time to unveil Corpus Clock. Cambridgenetwork.co.uk. 22 September 2008.
- ↑ * * Bruce Allen. Vacuum energy and general relativity. University of Cambridge. 1983. Salinan arsip. * Raphael Bousso. Pair creation of black holes in cosmology. University of Cambridge. 1997. Salinan arsip. * Bernard John Carr. Primordial black holes. University of Cambridge. 1976. Salinan arsip. * Helen Fay Dowker. Space-time wormholes. University of Cambridge. 1991. Salinan arsip. * Christophe Georges Gunnar Sven Galfard. Black hole information & branes. University of Cambridge. 2006. Salinan arsip. * Gary William Gibbons. Some aspects of gravitational radiation and gravitational collapse. University of Cambridge. 1973. Salinan arsip. * Thomas Hertog. The origin of inflation. University of Cambridge. 2002. Salinan arsip. * Raymond Laflamme. Time and quantum cosmology. University of Cambridge. 1988. Salinan arsip. * Don Nelson Page. Accretion into and emission from black holes. California Institute of Technology. 1976. * Malcolm John Perry. Black holes and quantum mechanics. University of Cambridge. 1978. Salinan arsip. * Michael Joseph Cassdiy. Quantum field theory and acausal spacetimes. University of Cambridge. 1998. * Howard Andrew Chamblin. Aspects of topology in classical and quantum gravity. University of Cambridge. 1997. * Paul Davis. Hidden symmetries of higher dimensional black holes. University of Cambridge. 2007. * Peter D'Eath. Perturbation problems in general relativity. University of Cambridge. 1976. * Friedel Till Jalev Epple Epple. String scattering amplitudes and effective action for toroidal orientifolds. University of Cambridge. 2007. * Michael Stanley Fawcett. Quantum field theory near a black hole. University of Cambridge. 1982. * James Dodd Ellis Grant. Spacetime distortion and quantum gravity. University of Cambridge. 1994. * Jonathan Joseph Halliwell. The initial state of the universe. University of Cambridge. 1987. * Justin Derek Hayward. Black holes in two dimensions. University of Cambridge. 1996. * Christopher John Hunter. The nuts and bolts of entropy. University of Cambridge. 2000. * Alan Scott Lapedes. Quantum effects in general relativity. University of Cambridge. 1978. * Daksh Lohiya. Some aspects of particle creation from charged black holes. University of Cambridge. 1983. * Stephen Piers Luttrell. Power law corrections to hadronic structure functions. University of Cambridge. 1983. * Oisín Aengus Padraig Mac Conamhna. G-structures in supergravity. University of Cambridge. 2005. * Ricardo Jorge Ferreira Monteiro. Classical and thermodynamic stability of black holes. University of Cambridge. 2010. * Ian Gordon Moss. Phase transitions in the very early universe. University of Cambridge. 1983. * Christopher Neville Pope. Instantons in quantum gravity. University of Cambridge. 1980. * Tim Prestidge. Making $ense of the information loss paradox. University of Cambridge. 2000. * Christopher Rodney Prior. Angular momentum in general relativity. University of Cambridge. 1975. * Harvey Stephen Reall. Black holes, branes and cosmology. University of Cambridge. 1983. * Simon Frederick Ross. Black hole pair creation. University of Cambridge. 1996. * Edward Paul Scott Shellard. Quantum effects in the early universe. University of Cambridge. 1987. * Stephen Theodare Chesmer Siklos. Singularities, invariants and cosmology. University of Cambridge. 1977. * James Frank Sparks. M-theory on spin(7) manifolds. University of Cambridge. 2002. * Marika Maxine Taylor-Robinson. Problems in M theory. University of Cambridge. 1998. * Nicholas Warner. Non-perturbative quantum gravity. University of Cambridge. 1982. * Brian Whitt. Gravity: a quantum theory?. University of Cambridge. 1989. * Zhong Chao Wu. Cosmological models and the inflationary universe. University of Cambridge. 1984. Salinan arsip. * Alan Loddon Yuille. Topics in Quantum Gravity. University of Cambridge. 1981.
- ↑ Professor Stephen Hawking to stay at Cambridge University beyond 2012. The Daily Telegraph. 26 March 2010.
- ↑ Lee Billings. Time Travel Simulation Resolves "Grandfather Paradox". Scientific American. 2 September 2014.
- ↑ Gregory Katz. Searching for ET: Hawking to look for extraterrestrial life. 20 July 2015.
- ↑ Tomorrow’s World returns to BBC with startling warning from Stephen Hawking – we must leave Earth. The Telegraph. 2 May 2017.
- ↑ Stephen Hawking will test his theory that humans must leave Earth. Let’s hope he’s wrong. USA Today. 4 May 2017.
- ↑ Stephen Hawking says he has a way to escape from a black hole. New Scientist.
- ↑ Stephen Hawking awarded Imperial College London's highest honour. Imperial College London.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ David Sapsted. Hawking and second wife agree to divorce. The Daily Telegraph. 9 Januari 2007.
- ↑ Deborah Solomon. The Science of Second-Guessing: Questions for Stephen Hawking. New York Times. 12 Desember 2004.
- ↑ Physicist Stephen Hawking dies aged 76. BBC News. 14 March 2018.
- ↑ Professor Stephen Hawking dies aged 76. Nine News Australia. 14 March 2018.
- ↑ A. B. C. News. Stephen Hawking, author of 'A Brief History of Time,' dies at 76. ABC News. 2018-03-14.
- ↑ Physicist Stephen Hawking dies after living with ALS for 50-plus years. SFGate.
- ↑ The great man's answer to the question of human survival: Er, I don't know. The Guardian (UK).
- ↑ Dennis Overbye. Stephen Hawking Plans Prelude to the Ride of His Life. The New York Times. NYTC. 1 March 2007.
- ↑ Prof Stephen Hawking: disaster on planet Earth is a near certainty. The Daily Telegraph.
- ↑ Prof Stephen Hawking: disaster on planet Earth is a near certainty. The Daily Telegraph.
- ↑ Dennis Overbye. Stephen Hawking Plans Prelude to the Ride of His Life. The New York Times. NYTC. 1 March 2007.
- ↑ Roger Highfield. Colonies in space may be only hope, says Hawking. The Daily Telegraph. 16 October 2001.
- ↑ Leo Hickman. Stephen Hawking takes a hard line on aliens. The Guardian. 25 April 2010.
- ↑ Stephen Hawking warns over making contact with aliens. BBC News. 25 April 2010.
- ↑ Stephen Hawking warns over making contact with aliens. BBC News. 25 April 2010.
- ↑ Stephen Hawking. Stephen Hawking: 'Transcendence looks at the implications of artificial intelligence – but are we taking AI seriously enough?'. The Independent. 1 May 2014.
- ↑ Stephen Hawking warns artificial intelligence could end mankind. BBC News. 2 December 2014.
- ↑ Matt Warman. Stephen Hawking tells Google 'philosophy is dead'. The Daily Telegraph. 17 May 2011.
- ↑ Phil Stewart. Pope sees physicist Hawking at evolution gathering. 31 October 2008.
- ↑ Ian Sample. Stephen Hawking: 'There is no heaven; it's a fairy story'. The Guardian. 15 May 2011.
- ↑ David Edwards. Stephen Hawking comes out: ‘I'm an atheist' because science is ‘more convincing' than God. Raw Story. 24 September 2014.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ Stephen Hawking: I'm worried about the future of the NHS BBC
- ↑ Stephen Hawking blames Tory politicians for damaging NHS The Guardian
- ↑ Hawking v Hunt: What happened? BBC
- ↑ Jeremy Hunt continues war of words with Stephen Hawking over NHS The Guardian
- ↑ Griffin, Andrew. Stephen Hawking announces he is voting Labour: 'The Tories would be a disaster'. The Independent. 6 June 2017.
- ↑ Hawking says Trump's climate stance could damage Earth BBC
- ↑ Stephen Hawking says Donald Trump could turn Earth into Venus-like planet with 250C and sulphuric acid rain The Independent
- ↑ Sam Wollaston. Last night's TV: Stephen Hawking: Master of the Universe. The Guardian. 4 March 2008.
- ↑ Roger Highfield. Stephen Hawking: driven by a cosmic force of will. The Daily Telegraph. 3 January 2012.
- ↑ Professor Stephen Hawking films Big Bang Theory cameo. BBC News. 12 March 2012.
- ↑ Hélène Mialet. Hawking Incorporated: Stephen Hawking and the Anthropology of the Knowing Subject. 28 June 2012. hlm. 211. ISBN 9780226522265.
- ↑ James Edgar. 'Have you still got that American voice?' Queen asks Stephen Hawking. The Telegraph. 30 May 2014.
- ↑ Ramin Setoodeh. How Eddie Redmayne Became Stephen Hawking in ‘The Theory of Everything'. Variety.
- ↑ Melonyce McAfee. Stephen Hawking sings Monty Python's 'Galaxy Song'. CNN. 14 April 2015.
- ↑ Korry Grow. Hear Stephen Hawking Sing Monty Python's 'Galaxy Song'. Rolling Stone. 14 April 2015.
- ↑ Sandra Haurant. Savings: Heavyweight celebrities endorse National Savings. 3 June 2008.
- ↑ Could Hawking's parody be sincerest form of flattery?. Telegraph Media Group Limited. 13 June 2000.
- ↑ Simon Usborne. Stephen Hawking, Go Compare and a brief history of selling out. The Independent. 1 January 2013.
- ↑ Rose Troup Buchanan. Professor Stephen Hawking to trademark name. The Independent. 20 March 2015.
- ↑ Stephen Hawking, un astrophysicien devenu icône de la culture populaire. Europe1.
- ↑ Julius Edgar Lilienfeld Prize. American Physical Society.
- ↑ Oldest, space-travelled, science prize awarded to Hawking. The Royal Society. 24 August 2006.
- ↑ Fonseca Prize 2008. University of Santiago de Compostela.
- ↑ Ewen MacAskill. Obama presents presidential medal of freedom to 16 recipients. The Guardian. 13 August 2009.
- ↑ Books. Stephen Hawking Official Website.
- ↑ Black Holes and Baby Universes. Kirkus Reviews. 20 March 2010.
- ↑ Books. Stephen Hawking Official Website.
- ↑ Books. Stephen Hawking Official Website.
- ↑ Books. Stephen Hawking Official Website.
- ↑ How Physics got Weird. Wall Street Journal. 5 December 2016.
- ↑ Books. Stephen Hawking Official Website.
- ↑ Books. Stephen Hawking Official Website.
- ↑ Books. Stephen Hawking Official Website.
- ↑ Books. Stephen Hawking Official Website.
- ↑ Books. Stephen Hawking Official Website.
- ↑ Books. Stephen Hawking Official Website.
- ↑ A Brief History of Time: Synopsis. Errol Morris.
- ↑ Stephen Hawking's Universe. PBS.
- ↑ The Hawking Paradox. BBC.
- ↑ Ray Richmond. "Masters of Science Fiction" too artistic for ABC. 3 August 2007.
- ↑ James Walton. Last night on television: Stephen Hawking: Master of the Universe (Channel 4) - The Palace (ITV1). The Daily Telegraph. 4 March 2008.
- ↑ Into the Universe with Stephen Hawking. Discovery Channel.
- ↑ Josephine Moulds. Brave New World with Stephen Hawking, episode one, Channel 4, review. The Daily Telegraph. 17 October 2011.
- ↑ Stephen Hawking's Grand Design. Discovery Channel UK.
- ↑ Sam Wollaston. Stephen Hawking: A Brief History of Mine – TV review. The Guardian. 9 December 2013.
- ↑ Jeff Labrecque. Eddie Redmayne plays Stephen Hawking in 'Theory of Everything' trailer. Entertainment Weekly. 6 August 2014.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29342806 (2026-06-13T20:55:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.