Lompat ke isi

Linen

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 04.07 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Curtain light

Linen (ejaan alternatif: lenan) merupakan bahan yang terbuat dari serat tumbuhan flaks (Linum usitatissimum). Linen cukup sulit untuk diproduksi, tetapi serat yang dihasilkan sangat kuat, mudah menyerap air, dan kering lebih cepat daripada kain katun. Pakaian berbahan linen dianggap sangat menyegarkan dan menyejukkan di cuaca panas dan lembap. Linen sering digunakan dalam membuat pakaian ringan dan taplak meja, juga tas, handuk, celemek, saputangan, seprai dan lain-lain.

Bahan linen terbuat dari serat alami, yang berasal dari tanaman rami, lebih kuat dari kapas. Untaian rami dipintal menjadi benang yang kemudian dicampur dengan serat lainnya. Kainnya halus dan sangat adem saat disentuh. Sangat menyerap cairan dan sifatnya ringan.

Asal kata

Kata linen berasal dari kata dalam bahasa Latin untuk tumbuhan flaks, yakni linum, dan didahului kata bahasa Yunani λίνον (linon). Riwayat kata ini juga menghasilkan beberapa kata serapan lain, di antaranya:

  • Lin atau lini (bahasa Indonesia) yang bararti garis, dari bahasa Belanda lijn, dari penggunaan benang linen yang menentukan garis lurus
  • Lingerie, dari bahasa Prancis, awalnya digunakan untuk menyebut celana dalam yang terbuat dari linen
  • Linoleum, lapisan lantai yang terbuat dari minyak biji flaks dan bahan-bahan lainnya

Sejarah

Rami merupakan salah satu tumbuhan yang sudah dibudidayakan dan digunakan oleh manusia. Pakaian dari linen sudah dibuat setidaknya 6.000 tahun yang lalu di Mesir Kuno dan Mesopotamia. Hal ini menjadikan linen sebagai salah satu serat dan pakaian tertua yang digunakan oleh manusia, di samping wol dan rami. Linen dan rami merupakan tanaman serat penting di Eropa selama beberapa waktu. Di Mesir kuno, linen populer sebagai bahan pembalut mumi.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29134620 (2026-04-16T13:00:57Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.