Lompat ke isi

Daur oksigen

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 04.11 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Daur oksigen adalah proses peredaran oksigen melalui berbagai komponen Bumi, yaitu atmosfer (udara), biosfer (tumbuhan dan hewan), hidrosfer (badan air dan gletser), serta litosfer (kerak bumi). daur ini menggambarkan bagaimana oksigen bebas tersedia di setiap komponen tersebut dan bagaimana oksigen digunakan kembali. daur oksigen merupakan daur biogeokimia yang melibatkan perpindahan atom oksigen antara berbagai tingkat oksidasi dalam bentuk ion, oksida, dan molekul melalui reaksi redoks yang terjadi di dalam dan antar reservoir Bumi.[1]

Dalam literatur ilmiah, istilah oksigen umumnya merujuk pada alotrop oksigen yang paling umum, yaitu oksigen diatomik (O₂), karena bentuk ini merupakan produk atau reaktan utama dalam banyak reaksi redoks biogeokimia yang terjadi di dalam daur oksigen. Proses dalam daur ini dapat bersifat biologis maupun geologis dan diklasifikasikan sebagai sumber (produksi O₂) atau serapan (konsumsi O₂).[2]

Oksigen merupakan salah satu unsur yang paling melimpah di Bumi dan membentuk sebagian besar setiap reservoir utama. Sebagian besar oksigen Bumi, sekitar 99,5% berdasarkan massa, tersimpan dalam mineral silikat dan oksida yang membentuk kerak dan mantel Bumi.[3] Sementara itu, atmosfer, hidrosfer, dan biosfer secara keseluruhan hanya mengandung kurang dari 0,05% dari total massa oksigen di Bumi. Selain dalam bentuk O₂, atom oksigen juga terdapat dalam berbagai senyawa lain yang tersebar di permukaan Bumi, seperti dalam molekul biomassa, H₂O, CO₂, HNO₃, NO, NO₂, CO, H₂O₂, O₃, SO₂, H₂SO₄, MgO, CaO, Al₂O₃, SiO₂, dan PO₄³⁻.[4]

Oksigen di bumi

Lokasi Persentase oksigen (volume) Keterangan
Atmosfer Bumi 21% Ini setara dengan total sekitar 3,4×10¹⁹ mol oksigen (O₂). Molekul lain yang mengandung oksigen di atmosfer meliputi ozon (O₃), karbon dioksida (CO₂), uap air (H₂O), serta oksida sulfur dan nitrogen seperti SO₂, NO, dan N₂O.
Biosfer 22% Terdapat terutama sebagai komponen dalam molekul organik dan air.
Hidrosfer 33%[5] Terdapat terutama sebagai komponen molekul air, dengan molekul terlarut yang mencakup oksigen bebas dan asam karbonat (HₓCO₃).
Litosfer 46.6% Terdapat terutama dalam bentuk mineral silika (SiO₂) dan mineral oksida lainnya.

Sumber dan serapan oksigen

Meskipun terdapat berbagai sumber dan serapan (sink) abiotik bagi O₂, keberadaan konsentrasi tinggi oksigen bebas di atmosfer dan lautan Bumi modern terutama dihasilkan oleh proses biologis fotosintesis oksigenik. Proses ini berlangsung bersamaan dengan mekanisme serapan biologis yang dikenal sebagai pompa biologis dan proses geologis sekuestrasi karbon yang berkaitan dengan aktivitas tektonik lempeng.[6][7][8][9]

Secara keseluruhan, aktivitas biologis merupakan faktor utama yang mengendalikan aliran (flux) O₂ di Bumi masa kini. Evolusi kemampuan fotosintesis oksigenik pada bakteri, yang menjadi bagian penting dari Peristiwa Oksigenasi Besar (Great Oxygenation Event) dipandang sebagai peristiwa kunci yang memungkinkan terciptanya kondisi bagi perkembangan dan keberlangsungan metabolisme eukariotik kompleks.[10][11][12]

Produksi biologis

Sumber utama oksigen bebas di atmosfer adalah fotosintesis, yang menghasilkan gula dan oksigen bebas dari karbon dioksida dan air.

6 COA2+6HA2O+energyCA6HA12OA6+6 OA2

Organisme fotosintetik meliputi tumbuhan di daratan serta fitoplankton di lautan. Salah satu bakteri laut mikroskopis, cyanobacterium Prochlorococcus, ditemukan pada tahun 1986 dan diketahui menyumbang hingga setengah dari total fotosintesis di lautan terbuka.[13][14]

Produksi abiotik

Sumber tambahan oksigen bebas di atmosfer berasal dari proses fotolisis, yaitu ketika radiasi ultraviolet berenergi tinggi memecah molekul air dan dinitrogen oksida di atmosfer menjadi atom-atom penyusunnya. Atom hidrogen dan nitrogen bebas kemudian terlepas ke luar angkasa, meninggalkan O₂ di atmosfer.[15]

2 HA2O+energy4 H+OA2

2 NA2O+energy4 N+OA2

Konsumsi biologis

Cara utama hilangnya oksigen bebas dari atmosfer adalah melalui proses respirasi dan dekomposisi, di mana hewan dan bakteri mengonsumsi oksigen dan melepaskan karbon dioksida.[16]

Referensi

  1. Andrew H. Knoll. Fundamentals of geobiology. Wiley. 2012. ISBN 978-1-118-28087-4.
  2. S. T. Petsch. 10.11 - The Global Oxygen Cycle. Elsevier. 2014-01-01. hlm. 437–473. doi:10.1016/b978-0-08-095975-7.00811-1. ISBN 978-0-08-098300-4.
  3. Paul G Falkowski. Electrons, life and the evolution of Earth's oxygen cycle. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences. 2008-05-16. Vol. 363 (1504). hlm. 2705–2716. doi:10.1098/rstb.2008.0054.
  4. Paul G. Falkowski. The biological and geological contingencies for the rise of oxygen on Earth. Photosynthesis Research. 2011-01-01. Vol. 107 (1). hlm. 7–10. doi:10.1007/s11120-010-9602-4.
  5. hydrosphere - Origin and evolution of the hydrosphere Britannica. www.britannica.com.
  6. Heinrich D Holland. The oxygenation of the atmosphere and oceans. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences. 2006-05-19. Vol. 361 (1470). hlm. 903–915. doi:10.1098/rstb.2006.1838.
  7. J. C. G. Walker. The Oxygen Cycle. Springer. 1980. hlm. 87–104. doi:10.1007/978-3-662-24940-6_5. ISBN 978-3-662-24940-6.
  8. M. P. Hain. 8.18 - The Biological Pump in the Past. Elsevier. 2014-01-01. hlm. 485–517. doi:10.1016/b978-0-08-095975-7.00618-5. ISBN 978-0-08-098300-4.
  9. Paul G. Falkowski. The biological and geological contingencies for the rise of oxygen on Earth. Photosynthesis Research. 2011-01-01. Vol. 107 (1). hlm. 7–10. doi:10.1007/s11120-010-9602-4.
  10. Woodward W. Fischer. Evolution of Oxygenic Photosynthesis. Annual Review of Earth and Planetary Sciences. 2016-06-29. Vol. 44 (Volume 44, 2016). hlm. 647–683. doi:10.1146/annurev-earth-060313-054810.
  11. Timothy W. Lyons. The rise of oxygen in Earth’s early ocean and atmosphere. Nature. 2014-02. Vol. 506 (7488). hlm. 307–315. doi:10.1038/nature13068.
  12. Christopher T. Reinhard. Earth’s oxygen cycle and the evolution of animal life. Proceedings of the National Academy of Sciences. 2016-08-09. Vol. 113 (32). hlm. 8933–8938. doi:10.1073/pnas.1521544113.
  13. Steve Nadis. The Cells That Rule the Seas. Scientific American. 2003-12-01. doi:10.1038/scientificamerican1203-52.
  14. J. Jeffrey Morris. Dependence of the Cyanobacterium Prochlorococcus on Hydrogen Peroxide Scavenging Microbes for Growth at the Ocean's Surface. PLOS ONE. 2011-02-03. Vol. 6 (2). hlm. e16805. doi:10.1371/journal.pone.0016805.
  15. V. A. Davankov. The Riddle of Atmospheric Oxygen: Photosynthesis or Photolysis?. Russian Journal of Physical Chemistry A. 2021-10-01. Vol. 95 (10). hlm. 1963–1970. doi:10.1134/S0036024421100046.
  16. Colleen Jones. 17.2 Biogeochemical Cycles. 2022.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29130305 (2026-04-15T03:34:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.