Lompat ke isi

Smith Predictor

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 13.55 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Smith predictor merupakan strategi yang sering digunakan dalam sistem kontrol untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh adanya tundaan waktu. Ia diusulkan oleh Dr. O. J. Smith sekitar tahun 1950an, dan sejak itu telah dikenal sebagian metode terbaik untuk mengontrol sistem dengan tundaan waktu. Tundaan waktu sangatlah umum dijumpai di suatu proses. Sebagai contoh, pada suatu reakot kimia, berubahnya properti pada feed tidak akan menimbulkan perubahan pada output seketika itu juga. Perubahaan pada output hanya bisa diamati setelah beberapa saat. Waktu yang diperlukan sebelum perubahan tersebut minimbulkan effect pada output yang disebut sebagai tundaan waktu (delay/dead time).

Configurasi kontrol system yang banyak digunakan sekarang ini adalah feedback control, di mana properti output suatu sistem diukur/dibaca untuk mengetahui eror yang terjadi diproses tersebut. Keberadaaan waktu tunda dapat mengakibatkan masalah jika sistem feedback digunakan. Oleh sebab itulah Smith predictor digunakan.

Pada dasarnya, Smith predictor menggunakan suatu model dari proses yang sebenarnya. Model ini digunakan untuk memperkirakan bagaimana output dari proses bila waktu tunda tidak ada.

Smith predictor memiliki beberapa kelemahan. Di antaranya adalah kesensitifan terhadap kesalahan pada model (modelling error). Jika model terlalu jauh berbeda dengan proses yang sebenarnya, keberadaan Smith predictor malah akan membuat feedback sistem tersebut menjadi tidak stabil. Kelemahan lainnya, Smith predictor ini kurang begitu baik dalam mengatasai disturbance pada sistem.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22486584 (2022-12-26T20:32:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.