Lompat ke isi

Gas pernapasan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 09.00 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Flickr - Official U.S. Navy Imagery - Sailors check breathing devices at sea.

Gas pernapasan adalah suatu campuran dari unsur dan senyawa kimia berwujud gas yang digunakan untuk respirasi. Udara adalah gas pernapasan yang paling umum, dan satu-satunya alami–namun sejumlah gas murni atau campuran gas digunakan dalam peralatan pernapasan dan habitat tertutup seperti perlengkapan scuba, perlengkapan penyelaman dibekali dari permukaan, ruang menyelam, kapal selam, pakaian luar angkasa, wahana antariksa, dukungan kehidupan medis dan perlengkapan pertolongan pertama, panjat gunung altitudo tinggi, dan mesin anestetik.[1][2][3]

Oksigen adalah komponen penting untuk setiap gas pernapasan, pada tekanan parsial antara kira-kira 0,16 dan 1,60 bar pada tekanan sekitar. Oksigen biasanya merupakan satu-satunya komponen aktif secara metabolis kecuali jika gas tersebut merupakan campuran anestetik. Beberapa oksigen dalam gas pernapasan dikonsumsi oleh proses metabolisme, dan komponen lembam tidak berubah, dan berfungsi terutama untuk mengencerkan oksigen menjadi konsentrasi yang tepat, dan oleh karena itu juga dikenal sebagai gas pengencer. Oleh karena itu, kebanyakan gas pernapasan merupakan campuran oksigen dan satu atau lebih gas lembam.[4][5] Gas pernapasan lainnya telah dikembangkan untuk memperbaiki kinerja udara biasa dengan mengurangi risiko penyakit dekompresi, mengurangi durasi penghentian dekompresi, mengurangi narkosis nitrogen atau memungkinkan penyelaman dalam yang lebih aman.[6][7]

Pranala luar

Referensi

  1. A. O. Brubakk. Bennett and Elliott's physiology and medicine of diving. Saunders Ltd. 2003. hlm. 800. ISBN 0-7020-2571-2.
  2. US Navy Diving Manual, 6th revision. US Naval Sea Systems Command. 2006.
  3. Tech Diver. Exotic Gases.
  4. A. O. Brubakk. Bennett and Elliott's physiology and medicine of diving. Saunders Ltd. 2003. hlm. 800. ISBN 0-7020-2571-2.
  5. Tech Diver. Exotic Gases.
  6. A. O. Brubakk. Bennett and Elliott's physiology and medicine of diving. Saunders Ltd. 2003. hlm. 800. ISBN 0-7020-2571-2.
  7. Tech Diver. Exotic Gases.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23994657 (2023-08-10T19:17:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.