Lompat ke isi

Keracunan air

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 14.58 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
H2O 2D labelled

Keracunan air, hiperhidrasi, overhidrasi, atau toksemia air adalah gangguan fatal terhadap fungsi otak yang disebabkan oleh asupan air yang terlampau tinggi. Seperti semua substansi kimia yang ada di alam semesta, air dapat menjadi sebuah racun jika dosisnya terlalu tinggi. Efek ini sendiri muncul karena kadar elektrolit di dalam tubuh menjadi berada di bawah kadar normal.[1]

Sangat jarang manusia bisa minum terlalu banyak air. Hampir semua kematian yang dipicu oleh keracunan air diakibatkan oleh lomba minum air atau akibat olahraga berlebihan yang membuat seseorang minum terlalu banyak air.[2]

Air sendiri dianggap sebagai senyawa yang paling rendah kadar racunnya, dengan median dosis letal (LD50) di atas 90 ml/kg untuk tikus.[3]

Referensi

  1. Fatal water intoxication. Journal of Clinical Pathology. Oktober 2003. Vol. 56 (10). hlm. 803–804. doi:10.1136/jcp.56.10.803-a.
  2. Case proven: exercise associated hyponatraemia is due to overdrinking. So why did it take 20 years before the original evidence was accepted?. British Journal of Sports Medicine. Juli 2006. Vol. 40 (7). hlm. 567–72. doi:10.1136/bjsm.2005.020354.
  3. [1] — see to Section 11: Toxicological Information for the LD 50 verification

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28030646 (2025-10-16T18:51:39Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.