Lompat ke isi

Prinsip holografik

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 14.03 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Calabi yau formatted

Prinsip holografik adalah sebuah prinsip teori dawai dan properti yang seharusnya dimiliki gravitasi kuantum. Prinsip ini menyatakan bahwa deskripsi volume dari sebuah ruang dapat dianggap sebagai pengkodean pada batas dimensi yang lebih rendah ke wilayah itu—kemungkinan besar sebuah batas serupa-cahaya seperti horison gravitasi. Prinsip holografik pertama kali dikemukakan oleh Gerard 't Hooft, interpretasi teori dawai yang terperinci diberikan oleh Leonard Susskind[1] yang mengkombinasikan idenya dengan ide sebelumnya dari 't Hooft dan Charles Thorn.[2][3] Sebagaimana ditunjukkan oleh Raphael Bousso,[4] Thorn mengamati pada tahun 1978 bahwa teori dawai memuat deskripsi dimensi rendah di mana gravitasi muncul darinya dalam apa yang sekarang disebut metode holografik.

Dalam pengertian yang lebih luas, teori ini menunjukkan bahwa keseluruhan alam semesta dapat dilihat sebagai informasi dua dimensi di cakrawala kosmologis, cakrawala peristiwa di mana informasi masih dapat dikumpulkan dan tidak hilang karena keterbatasan ruang waktu dalam mendukung lubang hitam, pengamat, dan pengaturan tertentu dari elemen spesifik ini, sedemikian rupa sehingga tiga dimensi yang kita amati adalah deskripsi yang efektif hanya pada skala makroskopik dan energi rendah. Holografi kosmologis belum dibuat secara matematis dengan terperinci, sebagian karena cakrawala partikel memiliki area non-nol dan tumbuh seiring berjalannya waktu.[5][6]

Prinsip holografik terinspirasi oleh termodinamika lubang hitam, yang memperkirakan bahwa entropi maksimal pada daerah apapun diskalakan dalam radius persegi dan bukan kubus seperti yang diharapkan. Pada kasus lubang hitam, dalam pengertian yang mendalam, kandungan informasi dari semua objek yang telah jatuh ke dalam lubang mungkin seluruhnya terkandung dalam fluktuasi permukaan cakrawala peristiwa. Prinsip holografik memecahkan paradoks informasi lubang hitam dalam kerangka teori dawai.[7] Namun, ada solusi klasik untuk persamaan Einstein yang memungkinkan nilai entropi lebih besar daripada yang diizinkan oleh hukum wilayah, yang pada prinsipnya lebih besar daripada lubang hitam. Inilah yang disebut "tas emas Wheeler". Keberadaan solusi tersebut bertentangan dengan interpretasi holografik, dan pengaruhnya terhadap teori gravitasi kuantum termasuk prinsip holografik belum sepenuhnya dipahami.[8]

Referensi

  1. Leonard Susskind. The World as a Hologram. Journal of Mathematical Physics. 1995. Vol. 36 (11). hlm. 6377–6396. doi:10.1063/1.531249.
  2. Leonard Susskind. The World as a Hologram. Journal of Mathematical Physics. 1995. Vol. 36 (11). hlm. 6377–6396. doi:10.1063/1.531249.
  3. Charles B. Thorn. Reformulating string theory with the 1/N expansion. 27–31 May 1991. hlm. 447–54. ISBN 978-1-56072-073-7.
  4. Raphael Bousso. The Holographic Principle. Reviews of Modern Physics. 2002. Vol. 74 (3). hlm. 825–874. doi:10.1103/RevModPhys.74.825.
  5. Seth Lloyd. Computational Capacity of the Universe. Physical Review Letters. 2002-05-24. Vol. 88 (23). hlm. 237901. doi:10.1103/PhysRevLett.88.237901.
  6. Paul Davies. Multiverse Cosmological Models and the Anthropic Principle. CTNS.
  7. L. Susskind. The Black Hole War – My Battle with Stephen Hawking to Make the World Safe for Quantum Mechanics. Little, Brown and Company. 2008.
  8. Donald Marolf. Black Holes, AdS, and CFTs. General Relativity and Gravitation. April 2009. Vol. 41 (4). hlm. 903–17. doi:10.1007/s10714-008-0749-7.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29578366 (2026-08-14T18:20:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.