Lompat ke isi

Koniina

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 18.15 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Coniin - Coniine

Koniin adalah sejenis alkaloid yang berasal dari tanaman Poison Hemlock (Conium maculatum) dan bersifat beracun [1] Selain koniin, terdapat senyawa alkaloid beracun γ-coniceine pada tanaman tersebut, hanya saja koniin delapan kali lebih beracun daripada γ-coniceine.[2] Profil alkaloid pada C. maculatum berubah-ubah sepanjang tahun tergantung dari variasi intensitas cahaya dan kelembapan.[3]> Koniin mendominasi pada saat musim panas yang kering dan banyak cahayanya, sementara pada saat musim hujan, kadar koniin dan γ-coniceine kandungannya mirip.[4] Kandungan tertingginya umum ditemukan pada buah yang matang.[5] Efek beracunnya akan timbul saat tanaman atau biji tercerna.[6] Gejala keracunannya sama pada semua binatang dan meiputi pelemahan otot, kurangnya koordinasai, bergetar, perbesaran pupil, dan produksi saliva secara berlebihan.[7] Pada konsentasi yang mematikan, koniin dapat melumpuhkan otot pernapasan.[8] Koniin dapat terakumulasi pada daging dan susu dari binatang yang mengonsumsi C. maculatum sehingga manusia yang mengonsumsinya dapat terkena keracunan yang bisa berujung menjadi gagal ginjal.[9]

Lihat pula

Referensi

  1. Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
  2. Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
  3. Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
  4. Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
  5. Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
  6. Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
  7. Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
  8. Crozier A, Clifford MN, Ashihara H. 2006. Plant Secondary Metabolites: Occurrence, Structure and Role in the Human Diet. Oxfod: Blackwell Publishing. Hal 129-130. ISBN 978-1-4051-2509-3
  9. Frank, A.A., Reed, W.M. (1990) Comparative toxicity of coniine, an alkaloid of Conium maculatum (poison hemlock), in chickens, quails, and turkeys. Avian Dis 34:433–437.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28590426 (2025-11-21T16:00:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.