Kalium nitrat

Kalium nitrat (disebut juga sendawa[1][2] atau salpeter[3]) adalah senyawa kimia dengan rumus kimia . Ia termasuk senyawa ionik yang terdiri dari ion kalium dan ion nitrat . Ia menjadi salah satu sumber nitrogen.
Kalium nitrat banyak digunakan dalam pupuk, penghilangan tunggul pohon, propelan roket, dan kembang api. Ia menjadi bahan utama dalam pembuatan bubuk mesiu (bubuk hitam).[4] Dalam daging olahan, kalium nitrat bereaksi dengan hemoglobin dan mioglobin yang kemudian menghasilkan warna merah muda.[5]
Deskripsi
Kalium nitrat merupakan komponen bubuk mesiu teroksidasi (disuplai oksigen). Sebelum fiksasi industri nitrogen skala besar (proses Haber), sumber utama kalium nitrat adalah deposit yang mengkristal dari dinding gua atau mengalirkan bahan organik yang membusuk. Tumpukan kotoran juga sumber umum yang utama: amonia dari dekomposisi urea dan zat nitrogen lainnya akan melalui oksidasi bakteri untuk memproduksi nitrat.
Sifat-sifat
Kalium nitrat memiliki kristal ortorombik pada suhu ruang dan berubah menjadi sistem trigonal pada suhu 129 °C.
Kalium nitrat agak mudah larut dalam air, tetapi semakin mudah larut seiring kenaikan suhu. Larutannya hampir netral dengan pH 6,2 pada suhu 14 °C untuk 10% bubuk komersial. Ia tidak higroskopis karena hanya menyerap 0,08% air dalam kelembapan relatif 80% selama lebih dari 50 hari. Ia tidak larut dalam alkohol dan tidak beracun. Ia dapat meledak bila bereaksi dengan reduktor, tetapi tidak mudah meledak dengan sendirinya.[6]
Dekomposisi termal
Antara 550–790 °C, kalium nitrat mencapai sebuah ekuilibrium yang bergantung pada suhu dengan kalium nitrit:[7]
- 2 2 +
Produksi
Kalium nitrat dapat dibuat dengan menggabungkan amonium nitrat dan kalium hidroksida.
- (aq) + (aq) → (g) + (aq) + (l)
Cara lain yang tidak menghasilkan produk samping amonia adalah dengan menggabungkan amonium nitrat dengan kalium klorida.
- (aq) + (aq) → (aq) + (aq)
Kalium nitrat juga dapat diproduksi dengan menetralkan asam nitrat dengan kalium hidroksida. Reaksi ini sangat eksotermis.
- (aq) + → (aq) + (l)
Sejarah produksi
Secara historis, nitre-beds tersedia dengan mencampurkan rabuk dengan adukan semen ataupun abu kayu, bahan tanah, dan bahan organik yang umum seperti jerami untuk memberikan porositas pada tumpukan kompos yang secara umum setinggi 1,5 m, selebar 2 m, dan sepanjang 5 m.[8] Timbunannya biasanya ditutupi dari hujan dan dibiarkan lembab oleh urin yang ternyata mempercepat dekomposisi. Setelah kurang lebih setahun, hasilnya dikenai pelindian dengan air untuk menghilangkan kalsium nitrat yang mudah larut dengan air, kemudian diubah menjadi kalium nitrat dengan garam abu.
Di Inggris, hak pengolahan bahan peledak telah ada di tangan keluarga John Evelyn, diaris ternama, sebagai monopoli puncak sejak sebelum 1588.
Kegunaan
Kalium nitrat dipakai dalam produksi asam nitrat, yaitu dengan menambahkan asam sulfat yang terkonsentrasi pada larutan encer kalium nitrat sehingga menghasilkan asam nitrat dan kalium sulfat yang terpisah melalui distilasi fraksional. Namun, saat ini, yang terjadi adalah sebaliknya: nitrat diproduksi dari asam nitrat melalui proses Ostwald.
Kalium nitrat juga digunakan sebagai pupuk dan sebagai propelan roket.
Kesalahan konsepsi terkenal ialah bahwa kalium nitrat itu antafrodisiak dan ditambahkan dalam makanan dalam adat yang biasa dikerjakan lelaki. Nyatanya kalium nitrat tak memiliki efek seperti itu pada manusia.[9]
Kini, penggunaan kalium nitrat dalam pasta gigi untuk gigi sensitif telah bertambah secara dramatis walau nyatanya telah tak ditampakkan untuk membantu dengan sebenarnya hipersensitivitas gigi.[10]
Lihat pula
Pranala luar
Referensi
- ↑ Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Sendawa - KBBI Daring. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
- ↑ Istilah sendawa juga sering dipakai oleh masyarakat sebagai 'peristiwa keluarnya gas dari dalam perut' walau istilah yang baku untuk itu ialah serdawa.
- ↑ Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Salpeter - KBBI Daring. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
- ↑ Klaus Lauer. The history of nitrite in human nutrition: A contribution from German cookery books. Journal of Clinical Epidemiology. 1991. Vol. 44 (3). doi:10.1016/0895-4356(91)90037-a.
- ↑ J. Haldane. The Red Colour of Salted Meat. The Journal of Hygiene. 1901. Vol. 1 (1). doi:10.1017/S0022172400000097.
- ↑ B. J. Kosanke. Pyrotechnic Chemistry. Journal of Pyrotechnics. 2004. ISBN 978-1-8895-2615-7.
- ↑ Eli S. Freeman. The Kinetics of the Thermal Decomposition of Potassium Nitrate and of the Reaction between Potassium Nitrite and Oxygen. J. Am. Chem. Soc. 1957. Vol. 79 (4). doi:10.1021/ja01561a015.
- ↑ Joseph LeConte. Instructions for the Manufacture of Saltpeter. South Carolina Military Department. 1862. hlm. 14.
- ↑ Cecil Adams. Does saltpeter suppress male ardor?. The Straight Dope. 16 Juni 1989.
- ↑ Sven Poulsen. Potassium containing toothpastes for dentine hypersensitivity. Cochrane Database of Systematic Reviews. 19 Juli 2006. doi:10.1002/14651858.CD001476.pub2.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28599621 (2025-11-22T05:09:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.