Balko
Dalam geomorfologi, geografi dan geologi, balko[1] atau tanah berubdak adalah wilayah tanah panjang dan relatif sempit yang relatif datar atau miring landai dan dibatasi oleh lereng yang jauh lebih curam di atas dan di bawahnya. Balko dapat berasal dari berbagai asal dan terbentuk oleh proses geomorfik yang sangat berbeda.
Pertama, pengikisan diferensial batuan atau sedimen dengan kekerasan dan ketahanan terhadap erosi yang berbeda dapat menciptakan balko. Ilmuwan bumi menyebut balko seperti itu sebagai "balko struktural." Kedua, balko lainnya adalah teras fluvial sempit yang terbentuk akibat ditinggalkannya dataran banjir oleh sungai atau aliran dan pengikisan lembah sungai ke dalamnya. Terakhir, balko juga merupakan nama untuk area datar sempit yang sering terlihat di dasar tebing laut yang terbentuk oleh gelombang atau erosi fisik atau kimia lainnya di dekat garis pantai. Balko ini biasanya disebut sebagai "balko pantai," "balko terkikis gelombang," atau " anjungan terkikis-ombak." [2]
Dalam pertambangan, balko adalah jalur sempit yang dipotong di sisi tambang terbuka . Zona-zona seperti tangga ini dibuat di sepanjang dinding tambang terbuka untuk akses dan penambangan.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28888373 (2026-01-24T14:13:32Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.