Sinabar

Sinabar () dan cinnabarite (), yang tampaknya berasal dari kata [1] (kinnabari), merujuk kepada bebatuan bata berwarna bata merah berunsur merkuri(II) sulfida, berumur HgS, yang merupakan sumber bijih paling umum untuk mendapatkan unsur merkuri.
Sinabar digunakan sebagai pewarna sejak zaman kuno di Timur Dekat.
Pada zaman kuno, sinabar digunakan sebagai pengobatan sejak 2000 tahun terakhir. Beberapa rujukan tersedia dalam teks-teks Sanskerta.
Bacaan tambahan
- Susan Stewart, 2014, "'Gleaming and deadly white': Toxic cosmetics in the Roman world," pp. 84f, 79-88, in History of Toxicology and Environmental Health: Toxicology in Antiquity II (Philip Wexler, Ed.), New York, NY, USA:Academic Press, ISBN 0-12-801634-5
Barone G., Di Bella M., Mastelloni M.A., Mazzoleni P., Quartieri S., Raneri S., Sabatino G., Vailati C.,Pottery production of the pittore di lipari: chemical and mineralogical analysis of the pigments, in 2 end European Mineralogical Conference, emc2016 “Minerals, fluids and rocks: alphabet and words of planet earth”, Rimini, 11-15 sett. 2016, p. 716
Pranala luar
Referensi
- ↑ Vol. 6. hlm. 376.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29583063 (2026-08-15T13:23:28Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.