Vanadium(III) oksida

Vanadium(III) oksida adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia V2O3. Senyawa ini memiliki wujud padatan berwarna hitam yang dibuat dengan mereduksi V2O5 dengan hidrogen atau karbon monoksida.[1][2] Senyawa ini merupakan oksida basa yang larut dalam asam menghasilkan larutan kompleks vanadium(III).[3] V2O3 memiliki struktur korundum.[4] Senyawa ini bersifat antiferomagnetik dengan suhu kritis 160 K. Di bawah suhu tersebut, terjadi perubahan konduktivitas secara tiba-tiba dari logam menjadi insulasi.[5] Hal ini juga mengubah struktur kristalnya menjadi grup ruang monoklinik: C2/c.[6]
Setelah terpapar udara, senyawa ini secara bertahap akan berubah menjadi V2O4 yang berwarna nila kebiruan.[7]
Di alam, senyawa ini ditemukan sebagai mineral langka karelianit.[8]
Referensi
- ↑ Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, 2nd Ed. Disunting oleh G. Brauer, Academic Press, 1963, NY. Vol. 1. hlm. 1267.
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
- ↑ E.M. Page, S.A.Wass (1994), Vanadium: Inorganic and Coordination chemistry, Encyclopedia of Inorganic Chemistry, John Wiley & Sons,
- ↑ Petr Shvets. A review of Raman spectroscopy of vanadium oxides. Journal of Raman Spectroscopy. Wiley. 15 Mei 2019. Vol. 50 (8). hlm. 1226–1244. doi:10.1002/jrs.5616.
- ↑ E.M. Page, S.A.Wass (1994), Vanadium: Inorganic and Coordination chemistry, Encyclopedia of Inorganic Chemistry, John Wiley & Sons,
- ↑ Karelianite. www.mindat.org.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27514933 (2025-07-09T01:00:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.