Lompat ke isi

Glikosida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 14.06 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Glycosides formation

Glikosida merupakan zat kompleks yang mengandung gula yang ditemukan pada beberapa tumbuhan.[1] Berbagai tumbuhan mengandung zat farmakologis aktif, seperti digitalis dari kecubung ungu (digitalis).[2] Glikosida dibentuk oleh eliminasi air antara hidroksil anomerik dari monosakarida siklik dan gugus hidroksil dari senyawa lain.[3] Glikosida tidak mengalami mutarotasi tanpa adanya katalis asam, sehingga mereka tetap terkunci pada konfigurasinya.[4] Gugus hidroksil pada karbon anomerik dapat mengalami perubahan orientasi dari posisinya.[5] Perubahan ini disebut mutarotasi.[6] Obligasi glikosidik sangat umum dalam jaringan tanaman dan hewan.[7] Banyak glikosida dikenal. Beberapa, seperti ouabain atau amygdalin sangat beracun.[8] Lainnya, seperti oligosakarida umum dan polisakarida yang ditemukan dalam sel-sel tubuh.[9] Glikosida banyak digunakan sebagai obat.[10] Glikosida ditemukan pada kebanyakan jaringan tumbuhan dengan jumlah yang sangat sedikit.[11] Selain pada pada sel tumbuhan, glikosida juga terdapat pada sel jamur, bakteri, dan hewan.[12] Glikosida ini dibentuk dari reaksi biokimia yang membuat senyawa yang lebih polar daripada air terlarut dalam molekul.[13] Tanaman dengan kandungan glikosida tinggi digunakan sebagai suatu obat dengan suatu efek terapi karena memiliki efek bioaktif.[14] Glikosida memiliki efek terapi pada dosis yang rendah dan memiliki dosis toksik dengan dosis tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa glikosida ini memiliki indeks terapi yang sempit.[15]

Jenis-jenis glikosida berdasarkan bagian aglikonnya antara lain flavonoid, antrakuinon, saponin, dan kumarin.[16]

Referensi

  1. Chris Brooker. Ensiklopedia Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2009. ISBN 978-979-448-912-3.
  2. Chris Brooker. Ensiklopedia Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2009. ISBN 978-979-448-912-3.
  3. Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  4. Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  5. Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  6. Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  7. Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  8. Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  9. Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
  10. Anna Drew. Glycosides.
  11. Anna Drew. Glycosides.
  12. Anna Drew. Glycosides.
  13. Anna Drew. Glycosides.
  14. Anna Drew. Glycosides.
  15. Anna Drew. Glycosides.
  16. Haroon Khan. Targeting BDNF modulation by plant glycosides as a novel therapeutic strategy in the treatment of depression. Life Sciences. 2018/03/01. Vol. 196. hlm. 18-27. doi:10.1016/j.lfs.2018.01.013.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29618316 (2026-08-23T01:10:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.