Glikosida

Glikosida merupakan zat kompleks yang mengandung gula yang ditemukan pada beberapa tumbuhan.[1] Berbagai tumbuhan mengandung zat farmakologis aktif, seperti digitalis dari kecubung ungu (digitalis).[2] Glikosida dibentuk oleh eliminasi air antara hidroksil anomerik dari monosakarida siklik dan gugus hidroksil dari senyawa lain.[3] Glikosida tidak mengalami mutarotasi tanpa adanya katalis asam, sehingga mereka tetap terkunci pada konfigurasinya.[4] Gugus hidroksil pada karbon anomerik dapat mengalami perubahan orientasi dari posisinya.[5] Perubahan ini disebut mutarotasi.[6] Obligasi glikosidik sangat umum dalam jaringan tanaman dan hewan.[7] Banyak glikosida dikenal. Beberapa, seperti ouabain atau amygdalin sangat beracun.[8] Lainnya, seperti oligosakarida umum dan polisakarida yang ditemukan dalam sel-sel tubuh.[9] Glikosida banyak digunakan sebagai obat.[10] Glikosida ditemukan pada kebanyakan jaringan tumbuhan dengan jumlah yang sangat sedikit.[11] Selain pada pada sel tumbuhan, glikosida juga terdapat pada sel jamur, bakteri, dan hewan.[12] Glikosida ini dibentuk dari reaksi biokimia yang membuat senyawa yang lebih polar daripada air terlarut dalam molekul.[13] Tanaman dengan kandungan glikosida tinggi digunakan sebagai suatu obat dengan suatu efek terapi karena memiliki efek bioaktif.[14] Glikosida memiliki efek terapi pada dosis yang rendah dan memiliki dosis toksik dengan dosis tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa glikosida ini memiliki indeks terapi yang sempit.[15]
Jenis-jenis glikosida berdasarkan bagian aglikonnya antara lain flavonoid, antrakuinon, saponin, dan kumarin.[16]
Referensi
- ↑ Chris Brooker. Ensiklopedia Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2009. ISBN 978-979-448-912-3.
- ↑ Chris Brooker. Ensiklopedia Keperawatan. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2009. ISBN 978-979-448-912-3.
- ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
- ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
- ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
- ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
- ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
- ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
- ↑ Mathews, Van Holde, Ahern. Glycosides and Glycosidic Bonds.
- ↑ Anna Drew. Glycosides.
- ↑ Anna Drew. Glycosides.
- ↑ Anna Drew. Glycosides.
- ↑ Anna Drew. Glycosides.
- ↑ Anna Drew. Glycosides.
- ↑ Anna Drew. Glycosides.
- ↑ Haroon Khan. Targeting BDNF modulation by plant glycosides as a novel therapeutic strategy in the treatment of depression. Life Sciences. 2018/03/01. Vol. 196. hlm. 18-27. doi:10.1016/j.lfs.2018.01.013.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29618316 (2026-08-23T01:10:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.