Kromium(II) oksida

Kromium(II) oksida adalah sebuah senyawa anorganik dari kromium dan oksigen dengan rumus kimia CrO.[1] Senyawa ini memiliki wujud bubuk berwarna hitam yang mengkristal dalam struktur garam batu.[2] Hipofosfit dapat mereduksi kromium(III) oksida menjadi kromium(II) oksida:
- H3PO2 + 2 Cr2O3 → 4 CrO + H3PO4
Senyawa ini mudah teroksidasi oleh atmosfer. CrO bersifat basa, sedangkan bersifat asam, dan bersifat amfoter.[3]
CrO muncul dalam spektrum nova merah terang, yang terjadi saat dua bintang bertabrakan. Tidak diketahui mengapa nova merah adalah satu-satunya objek yang memiliki molekul ini; satu kemungkinan penjelasannya adalah proses nukleosintesis yang belum diketahui.[4]
Lihat pula
Referensi
- ↑ Satish. Anand, Raj. Kumar. Dictionary of Inorganic Chemistry. Anmol Publications. 1989. ISBN 978-81-7041-236-6.
- ↑ Egon Wiberg, Arnold Frederick Holleman (2001) Inorganic Chemistry, Elsevier
- ↑ Chemistry 7th edition, by Raymond Chang page 645 (problem 15.100)
- ↑ T. Kamiński. Post-outburst spectra of a stellar-merger remnant of V1309 Scorpii: From a twin of V838 Monocerotis to a clone of V4332 Sagittarii. Astronomy & Astrophysics. 2015. Vol. 580. hlm. A34. doi:10.1051/0004-6361/201526212.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27514720 (2025-07-09T00:49:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.