Lompat ke isi

Bendera palsu

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 30 Agustus 2026 04.10 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Operasi bendera palsu atau operasi kambing hitam adalah perbuatan dengan maksud menyamarkan pihak yang sebenarnya bertanggung jawab dan menjadikan pihak lain sebagai kambing hitam.

Istilah "bendera palsu" berasal dari abad ke-16 sebagai ekspresi figuratif belaka yang berarti "kekeliruan mengenai afiliasi atau motif seseorang yang disengaja".[1] Istilah ini kemudian digunakan untuk menggambarkan tipu muslihat pada pertempuran maritim ketika sebuah kapal mengibarkan bendera negara netral atau musuh untuk menyembunyikan identitas sebenarnya. Taktik ini awalnya digunakan oleh bajak laut dan kapal dagang untuk menipu kapal lain agar memungkinkan mereka bergerak lebih dekat sebelum menyerang mereka. Ini kemudian dianggap sebagai praktik yang dapat diterima selama pertempuran maritim menurut hukum internasional, asalkan kapal penyerang menunjukkan bendera sebenarnya begitu memulai serangan.[2][3][4][5]

Penggunaan istilah ini meluas untuk menyertakan tindakan negara-negara yang mengorganisasi serangan terhadap diri mereka sendiri dan membuat serangan itu tampak dilakukan oleh negara-negara musuh atau teroris, sehingga memberikan alasan yang mereka butuhkan untuk melakukan represi domestik dan agresi militer negara asing.[6]

Definisi

Menurut Girard dalam hal antropologi kebudayaan manusia merupakan makhluk sosial yang beradab secara alami dan mempertimbangkan secara rasional. Teori Girard juga dipakai dalam hal situasi konflik dan ketegangan sosial di masyarakat serta menyalahkan individual atau kelompok untuk mengambinghitamkan seseorang untuk bertanggung jawab. Sementara, di dalam agama Girard berasumi bahwa masyarakat yang memiliki pemikiran primitif sering melakukan tindakan yang sangat mengerikan sehingga kambing hitam memberikan pengaruhnya pada lembaga – lembaga keagamaan.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. Patricia O'Conner. The True History of False Flags. Grammarphobia.com. 11 May 2018.
  2. Christopher Hodapp. Conspiracy Theories and Secret Societies For Dummies. John Wiley & Sons. 4 February 2011. hlm. 137–. ISBN 978-1-118-05202-0.
  3. Politakis. Modern Aspects Of The Laws Of Naval Warfare And Maritime Neutrality. Taylor & Francis. 24 October 2018. hlm. 281–. ISBN 978-1-136-88577-8.
  4. Faye Kert. Privateering: Patriots and Profits in the War of 1812. JHU Press. 30 September 2015. hlm. 62–. ISBN 978-1-4214-1747-9.
  5. Donald R. Hickey. The Routledge Handbook of the War of 1812. Routledge. 8 October 2015. hlm. 64–. ISBN 978-1-317-70198-9.
  6. deHaven-Smith, Lance (2013). Conspiracy Theory in America, Austin: University of Texas Press. p.225
  7. Shindunata Shindunata. Kambing Hitam, Teori Rane Girard. Gramedia Pustaka Utama. 23 Mei 2023. ISBN 9786020671048.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27744275 (2025-08-27T00:23:20Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.