BTN Jakarta International Marathon
Jakarta International Marathon (JAKIM) adalah ajang lomba lari maraton tahunan berstandar internasional yang diselenggarakan di Jakarta, Indonesia setiap bulan Juni sebagai bagian dari acara menyambut hari ulang tahun kota Jakarta. Acara ini merupakan salah satu perlombaan lari jalan raya terbesar di Indonesia dan diikuti oleh pelari profesional maupun amatir dari dalam dan luar negeri. JAKIM mempertandingkan beberapa kategori lomba, termasuk maraton (42.195 km), setengah maraton (21 km), 10 kilometer dan 5 kilometer.
Diselenggarakan dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), serta berbagai mitra penyelenggara, JAKIM bertujuan mempromosikan gaya hidup sehat, olahraga lari, dan pariwisata olahraga (sport tourism) di Jakarta. Rute perlombaan melintasi sejumlah kawasan utama dan landmark kota, sehingga menjadi sarana untuk memperkenalkan Jakarta kepada peserta dan pengunjung dari berbagai daerah maupun negara.
Sejak pertama kali digelar pada 2024, JAKIM telah memperoleh pengakuan dari World Athletics melalui status Road Race Label dan menjadi salah satu ajang maraton internasional yang berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara. Selain sebagai kompetisi olahraga, JAKIM juga menjadi bagian dari upaya penguatan citra Jakarta sebagai kota global yang ramah terhadap kegiatan olahraga dan event internasional.
Sejarah
BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) pertama kali diselenggarakan pada 23 Juni 2024 sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari ulang tahun ke-497 Jakarta. Ajang ini merupakan pengembangan dari BTN Jakarta Run yang telah digelar pada tahun sebelumnya. Pada edisi perdana, JAKIM diikuti sekitar 15.000 pelari yang terbagi dalam kategori maraton (42,195 km), setengah maraton (21 km), dan lari 10 kilometer. Perlombaan dimulai dari kawasan Monumen Nasional (Monas) dan berakhir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), menjadikannya salah satu ajang lari pertama di Jakarta yang menempatkan garis finis di dalam stadion utama tersebut.
Pada penyelenggaraan perdananya, JAKIM memperoleh pengakuan dari World Athletics melalui status Road Race Label, menjadikannya salah satu lomba maraton di Indonesia yang memenuhi standar internasional dalam aspek pengukuran rute, keselamatan peserta, serta manajemen perlombaan. Konsep penyelenggaraan yang mengedepankan prinsip secure, safety, dan sterile juga menjadi ciri khas perlombaan ini, terutama melalui penerapan penutupan jalan secara penuh pada sebagian besar lintasan lomba.
Edisi kedua diselenggarakan pada 29 Juni 2025 dengan peningkatan jumlah peserta yang signifikan. Sebanyak 31.000 pelari dari dalam dan luar negeri mengikuti perlombaan yang terdiri atas 4.000 peserta kategori maraton, 13.000 peserta setengah maraton, dan 14.000 peserta kategori 10 kilometer. Jumlah tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan edisi sebelumnya dan menjadikan JAKIM sebagai salah satu ajang lari jalan raya terbesar di Indonesia pada saat itu.
Pada tahun 2026, penyelenggaraan JAKIM diperluas menjadi acara dua hari dengan penambahan kategori 5 kilometer. Lomba berlangsung pada 13–14 Juni 2026 dan berhasil menarik lebih dari 45.000 peserta, termasuk lebih dari 1.000 pelari internasional yang berasal dari 52 negara. Jumlah tersebut menjadikan JAKIM sebagai salah satu ajang lari terbesar di Asia Tenggara berdasarkan jumlah peserta dan memperkuat posisinya sebagai agenda tahunan olahraga dan pariwisata Jakarta.
Sejak pertama kali digelar, JAKIM berhasil mencatat pertumbuhan peserta yang konsisten. Jumlah peserta meningkat dari sekitar 15.000 pelari pada 2024 menjadi 31.000 pelari pada 2025 dan lebih dari 45.000 pelari pada 2026. Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism di kawasan Asia Tenggara.
Lintasan
BTN Jakarta International Marathon menggunakan lintasan jalan raya yang melewati sejumlah kawasan utama dan landmark di Jakarta. Rute perlombaan dirancang untuk memenuhi standar pengukuran internasional yang ditetapkan oleh World Athletics dan Association of International Marathons and Distance Races (AIMS), sehingga jarak tempuh pada setiap kategori lomba sesuai dengan ketentuan resmi yang berlaku.
Salah satu karakteristik utama lintasan JAKIM adalah penggunaan jalur yang relatif datar dengan elevasi minimum. Kondisi tersebut memungkinkan pelari untuk mempertahankan kecepatan secara konsisten dan berpotensi mencatatkan waktu terbaik pribadi (personal best). Meskipun demikian, suhu udara dan tingkat kelembapan Jakarta yang tinggi sering menjadi tantangan tersendiri bagi peserta, terutama pada kategori maraton yang menempuh jarak 42,195 kilometer.
Pada edisi 2025, panitia melakukan sejumlah penyesuaian rute untuk meningkatkan kenyamanan peserta dan mengurangi titik persinggungan dengan lalu lintas kota. Penyelenggaraan tersebut juga menerapkan sistem penutupan jalan secara penuh pada sebagian besar lintasan sehingga menghasilkan koridor lari yang lebih steril dibandingkan dengan sejumlah lomba jalan raya lainnya di Indonesia.
Mulai edisi 2026, penyelenggaraan JAKIM diperluas menjadi beberapa kategori lomba yang terdiri atas maraton (42,195 km), setengah maraton (21 km), lari 10 kilometer, dan lari 5 kilometer. Masing-masing kategori menggunakan variasi lintasan yang berbeda, namun tetap mempertahankan kawasan Monas dan Gelora Bung Karno sebagai bagian penting dari identitas perlombaan. Dengan kapasitas lebih dari 45.000 peserta pada tahun 2026, lintasan JAKIM menjadi salah satu lintasan lomba jalan raya dengan jumlah pelari terbesar di Asia Tenggara.
Penempatan garis finis di dalam Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi salah satu ciri khas JAKIM. Fasilitas stadion yang berkapasitas lebih dari 77.000 penonton tersebut memungkinkan peserta menyelesaikan lomba di arena olahraga terbesar di Indonesia, sekaligus memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sebagian besar lomba maraton lainnya di tanah air.
Sponsor
BTN Jakarta International Marathon diselenggarakan dengan dukungan berbagai sponsor dari sektor perbankan, badan usaha milik negara (BUMN), perusahaan swasta, serta mitra media. Sejak edisi perdananya pada tahun 2024, Bank Tabungan Negara (BTN) bertindak sebagai sponsor utama sekaligus pemegang hak penamaan (title sponsor), sehingga ajang ini secara resmi menggunakan nama BTN Jakarta International Marathon.
Selain BTN, penyelenggaraan JAKIM didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), serta sejumlah perusahaan dan lembaga yang berperan sebagai sponsor resmi maupun mitra pendukung acara. Dukungan tersebut mencakup penyediaan fasilitas perlombaan, layanan kesehatan, transportasi, keamanan, teknologi pencatatan waktu (timing system), serta kebutuhan logistik peserta.
Pada edisi 2025, penyelenggaraan JAKIM melibatkan lebih dari 30 mitra korporasi dan institusi yang berpartisipasi melalui dukungan finansial maupun penyediaan layanan bagi peserta. Keterlibatan sponsor menjadi salah satu faktor yang memungkinkan peningkatan kapasitas peserta dari sekitar 15.000 pelari pada 2024 menjadi lebih dari 31.000 pelari pada 2025.
Seiring bertambahnya skala penyelenggaraan, jumlah sponsor dan mitra pendukung JAKIM juga terus meningkat. Pada edisi 2026, lebih dari 45.000 peserta dari 52 negara mengikuti perlombaan, yang didukung oleh puluhan sponsor dan mitra resmi dari berbagai sektor industri, termasuk perbankan, telekomunikasi, energi, transportasi, kesehatan, dan media massa.
Daftar Pemenang
Daftar Pemenang Maraton Pria dan Wanita kategori Open
Kampanye ESG dan Program Amal
PT Bank Tabungan Negara menerapkan prinsip Environment, Social & Governance (ESG) pada kegiatan BTN Jakarta International Marathon 2024. Terdapat para penyandang disabilitas yang mengikuti lomba didampingi pelari. Selain itu, sebanyak 60 pegawai BTN dilibatkan menjadi volunteer dalam waste management sebagai bagian dari program berkelanjutan, tanggung jawab sosial, dan lingkungan tersebut.
Menjaga kebersihan di area BTN JAKIM melalui volunteer, menggalang donasi pelari lewat Running for Purpose untuk mengatasi isu kesehatan, pendidikan dan lingkungan serta pembinaan atlet muda dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Program donasi sudah dijalankan sejak kegiatan road to marathon BTN JAKIM dimulai. Pelari menyumbangkan sepatu, jersey dan perlengkapan lari lainnya ke dalam recycle box pada saat latihan bersama.
Hasil pengumpulan recycle box disumbangkan ke yayasan amal yang bekerja sama dengan BTN JAKIM 2024.
Pada hari pelaksanaan lomba terdapat booth ESG Corner di Stadion GBK yang menyajikan berbagai informasi tentang ESG BTN, amal/donasi pengunjung dan pelari, penukaran poin mobile banking dengan pohon bakau, simulasi perhitungan emisi bekerja sama dengan Jejakin, dan kolaborasi dengan Difabis Coffee.
Lihat pula
Referensi
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29349116 (2026-06-15T14:44:38Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.