Lompat ke isi

Slopaganda

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 04.06 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Slopaganda adalah sebuah lakuran dari "AI slop" (konten sampah AI) dan "propaganda", yang merujuk pada konten yang dihasilkan AI yang dirancang untuk memanipulasi keyakinan, emosi, dan pengambilan keputusan politik dalam skala besar. Istilah ini dicetuskan oleh Michał Klincewicz, seorang asisten profesor di Departemen Ilmu Kognitif Komputasional di Universitas Tilburg, pada tahun 2025.[1]

Definisi

Slopaganda dibedakan dari propaganda tradisional oleh tiga ciri: skala, cakupan, dan kecepatan.[2] AI generatif memungkinkan produksi konten dalam volume besar secara cepat dan dengan biaya rendah, memungkinkan pengiriman pesan yang sangat dipersonalisasi dan ditargetkan pada sub-audiens tertentu, serta memanfaatkan hiper-konektivitas jejaring sosial untuk mempercepat penyebaran melampaui apa yang dapat dicapai oleh media konvensional.[3][4]

Tidak seperti propaganda tradisional, yang menyampaikan pesan seragam kepada semua penerimanya, slopaganda dapat ditargetkan secara mikro, disesuaikan dengan tiap individu berdasarkan perkiraan keyakinan mereka sebelumnya untuk memperkuat bias politik atau asosiasi emosional. Para penulis jurnal tersebut mencatat bahwa hal ini tidak selalu bertujuan untuk melakukan penipuan harfiah: sebagian besar slopaganda lebih bersifat ekspresif alih-alih memaparkan nilai kebenaran, dirancang untuk menciptakan asosiasi emosional daripada membangun keyakinan faktual yang salah.[5]

Hubungan dengan AI slop

Slopaganda adalah bagian dari AI slop, konten berkualitas rendah yang dihasilkan AI dan diproduksi secara massal, yang dibedakan berdasarkan niatnya. Ketika AI slop mungkin saja diproduksi tanpa pandang bulu untuk tujuan komersial atau sekadar mendulang interaksi (engagement-farming), slopaganda disebarkan dengan tujuan politik atau ideologis yang disengaja.[6]

Contoh terkemuka

Contoh-contoh yang dibahas oleh para pencetus istilah ini mencakup penggunaan AI yang masif oleh Donald Trump dalam berbagai kiriman di Truth Social dan video musik bertema Lego dari Iran.[7] Video-video yang dihasilkan AI yang diunggah oleh Gedung Putih yang mencampur rekaman militer asli dengan klip dari film dan permainan video; serta audio deepfake yang meniru para kandidat politik selama kampanye presiden AS 2024 juga telah diberi label sebagai slopaganda.[8]

Lihat pula

Referensi

  1. Michał Klincewicz. Slopaganda: The interaction between propaganda and generative AI. Filosofiska Notiser. 2025. Vol. 12. hlm. 135–162.
  2. Sergiu Bortos. Slopaganda: How AI-generated noise is reconfiguring the digital infosphere. Saeculum. 2026. Vol. 61 (1). hlm. 19-32.
  3. Michał Klincewicz. Slopaganda: The interaction between propaganda and generative AI. Filosofiska Notiser. 2025. Vol. 12. hlm. 135–162.
  4. Tamara Markus. Slopaganda: a new word for AI spin. University of Technology Sydney, Centre for Media Transition. 19 June 2025.
  5. Michał Klincewicz. Slopaganda: The interaction between propaganda and generative AI. Filosofiska Notiser. 2025. Vol. 12. hlm. 135–162.
  6. Mark Alfano. Slopaganda wars: how and why the US and Iran are flooding the zone with viral AI-generated noise. The Conversation. 8 April 2026.
  7. AI-generated Lego videos and Trump’s poo-bombing: welcome to the Iran-US slopaganda wars. The Guardian. 2026-04-08.
  8. Mark Alfano. Slopaganda wars: how and why the US and Iran are flooding the zone with viral AI-generated noise. The Conversation. 8 April 2026.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29489763 (2026-07-24T02:48:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.