Lompat ke isi

Indeks sitasi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 04.11 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Indeks sitasi merupakan pembuatan bagan yang terperinci dari setiap referensi yang digunakan dalam penelitian sebagai ukuran pentingnya sumber informasi. Hal tersebut memungkinkan pengguna indeks sitasi untuk menilai dan menganalisis jurnal berbagai bidang dari aktivitas penelitian dan publikasi.[1]

Metode Penggunaan

Indeks sitasi dapat dinilai dan dianalisis digunakan dengan beberapa metode di antaranya.

  1. Bibliometrik - metode yang digunakan untuk mempelajari atau mengukur pengaruh seorang penulis atau dampak suatu karya ilmiah. Penerapan bibliometrik di antaranya mengukur frekuensi suatu referensi disitasi, mengeksplorasi afiliasi penulis, dan mengukur penggunaan oleh pembaca.[2]
  2. Analisis sitiran - dihitung dengan ukuran penggunaan data dari indeks sitasi yang dianalisis untuk menentukan popularitas dan dampak artikel, penulis, dan publikasi penelitian tertentu. Analisis sitasi menggunakan angka/jumlah sitasi artikel yang dapat diperoleh dengan jumlah sitasi per-artikel, jumlah total sitasi, h-index, i-index dan beberapa informasi terkait dapat dilihat.[3]

Pemanfaatan

Indeks sitasi dapat digunakan di kalangan akademik, di antaranya dengan metode analisis sitiran, sebagai salah satu strategi untuk mencapai jurnal terakreditasi nasional dan bereputasi internasional.[4] Selain itu juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis sumber informasi apa saja yang digunakan mahasiswa, dan seberapa besar tingkat pemanfaatan jurnal elektronik oleh mahasiswa.[5]

Referensi

  1. Anjana Nigam. Citation Index and Impact factor. Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology. 2012-07-01. Vol. 78. hlm. 511. doi:10.4103/0378-6323.98093.
  2. Anjana Nigam. Citation Index and Impact factor. Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology. 2012-07-01. Vol. 78. hlm. 511. doi:10.4103/0378-6323.98093.
  3. Bayu Indra Saputro. Analisis sitasi pada jurnal berkala arkeologi menggunakan aplikasi “Publish or Perish”. Daluang: Journal of Library and Information Science. 2022-11-17. Vol. 2 (2). hlm. 23–30. doi:10.21580/daluang.v2i2.2022.13114.
  4. Wahid Nashihuddin. STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME PUSTAKAWAN DI PERPUSTAKAAN KHUSUS. Jurnal Perpustakaan Pertanian. 2016-03-16. Vol. 24 (2). hlm. 51. doi:10.21082/jpp.v24n2.2015.p51-58.
  5. Purwani Istiana. Pemanfaatan E-journal oleh Mahasiswa: Kajian Analisis Sitasi Terhadap Tesis Mahasiswa Klaster Saintek Universitas Gadjah Mada. Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi. 2016-12-22. Vol. 12 (2). hlm. 150. doi:10.22146/bip.17295.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28294128 (2025-11-02T06:42:44Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.