Lompat ke isi

Argumen kiamat

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 25 Agustus 2026 13.52 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28533245; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Argumen kiamat adalah argumen probabilistik yang diklaim bisa memprediksi jumlah manusia yang akan dilahirkan di masa depan dengan perkiraan jumlah total manusia yang lahir sejauh ini. Sederhananya, dikatakan bahwa seandainya semua manusia dilahirkan dalam urutan acak, kemungkinan ada satu manusia yang lahir kira-kira di tengah.

Argumen ini pertama kali diusulkan secara eksplisit oleh astrofisikawan Brandon Carter pada tahun 1983, sehingga terkadang disebut juga bencana Carter; argumen tersebut kemudian didukung oleh filsuf John A. Leslie dan sejak saat itu telah ditemukan lagi secara independen oleh J. Richard Gott dan Holger Bech Nielsen. Prinsip-prinsip eskatologi yang serupa juga telah dikemukakan sebelumnya, salah satunya oleh Heinz von Foerster. Bentuk yang lebih umum juga bisa ditemukan dalam efek Lindy, di mana untuk fenomena tertentu harapan hidup masa depan sebanding dengan (meskipun tidak harus sama dengan) usia saat ini, dan didasarkan pada penurunan angka kematian dari waktu ke waktu.

Anggaplah N jumlah total manusia yang pernah atau akan pernah dilahirkan, Prinsip Kopernikus menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki kemungkinan yang sama (bersama dengan manusia N-1 lainnya) untuk menemukan diri mereka pada posisi n manapun dari total populasi N, jadi setiap manusia bisa berasumsi bahwa posisi pecahan kita f=n/N didistribusikan secara seragam pada interval [0, 1] peluang awal untuk mempelajari posisi absolut kita.

f didistribusikan secara seragam pada (0, 1) bahkan setelah mempelajari posisi absolut n. Artinya, ada 95% kemungkinan f berada dalam interval (0,05, 1), yaitu f > 0,05. Dengan kata lain, kita dapat berasumsi bahwa kita dapat 95% yakin bahwa kita adalah 95% manusia terakhir dari semua manusia yang pernah dilahirkan. Jika kita mengetahui posisi absolut n kita, argumen ini menyiratkan batas atas kepercayaan 95% untuk N yang diperoleh dengan mengatur ulang n/N> 0,05 untuk menghasilkan N < 20n.

Jika angka Leslie digunakan, maka sejauh ini telah lahir 60 miliar manusia, sehingga dapat diperkirakan 95% kemungkinan jumlah manusia N kurang dari 20 × 60 miliar = 1,2 triliun. Dengan asumsi bahwa populasi dunia stabil pada 10 miliar dan harapan hidup 80 tahun, dapat diperkirakan bahwa 1140 miliar manusia yang tersisa akan lahir dalam 9120 tahun. Bergantung pada proyeksi populasi dunia di abad-abad mendatang, perkiraan dapat bervariasi, tetapi poin utama dari argumen ini adalah bahwa tidak mungkin lebih dari 1,2 triliun manusia akan hidup.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28533245 (2025-11-18T10:43:53Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.