Batasan transisi
Batasan transisi adalah aturan yang digunakan untuk memastikan bahwa perubahan data dari satu keadaan ke keadaan lain terjadi secara logis dan konsisten. Konsep ini digunakan terutama dalam pangkalan data dan keamanan komputer untuk mencegah data masuk ke kondisi yang tidak masuk akal atau tidak sah.
Contoh
Dalam konteks pangkalan data, misalnya status pernikahan seseorang:
- Jika seseorang sudah dalam status "menikah", maka tidak logis jika status berikutnya langsung berubah menjadi "lajang, belum pernah menikah".
- Status yang valid setelah "menikah" hanya bisa:
- Bercerai
- Menjanda
- Meninggal
Dalam Keamanan Komputer
Dalam model formal sistem komputer, batasan transisi digunakan untuk mengontrol perubahan dari satu keadaan sistem ke keadaan berikutnya.
- Ia memastikan bahwa setiap perubahan mengikuti aturan tertentu.
- Berbeda dengan kriteria keadaan, yang hanya memeriksa validitas suatu keadaan tunggal, batasan transisi berfokus pada perubahan antar-keadaan.
Dengan kata lain, batasan transisi berfungsi sebagai penjaga agar sistem tidak mengalami perubahan yang tidak sah atau tidak logis, baik dalam pengelolaan data maupun dalam pengoperasian sistem keamanan.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27839673 (2025-09-18T08:37:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.