Lompat ke isi

Mistisisme kuantum

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 08.22 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27523324; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Mistisisme kuantum adalah seperangkat keyakinan yang bersifat metafisika dan praktik-praktik terkait yang berupaya menghubungkan pandangan dunia kesadaran, kecerdasan, spiritualitas, atau mistis dengan ide-ide mekanika kuantum dan penafsirannya. Mistisisme kuantum dianggap oleh sebagian besar ilmuwan dan filsuf sebagai ilmu semu atau perdukunan.

Kontroversi awal dan resolusi

Mistisisme kuantum dalam arti kesadaran berperan dalam teori kuantum pertama kali muncul di Jerman pada tahun 1920-an ketika beberapa fisikawan kuantum terkemuka, seperti Erwin Schrödinger, cenderung ke arah penafsiran sedemikian atas teori-teori mereka. Yang lainnya, seperti Albert Einstein dan Max Planck, keberatan dengan penafsiran ini. Terlepas dari tuduhan mistisisme dari Einstein, Niels Bohr membantah tuduhan tersebut, menganggapnya sebagai suatu kesalahpahaman. Pada paruh kedua abad kedua puluh kontroversi telah berjalan dengan sendirinya—kuliah Schrödinger tahun 1958 dikatakan "menandai generasi terakhir yang hidup dengan kontroversi mistisisme"—dan saat ini kebanyakan fisikawan adalah realis yang tidak percaya bahwa teori kuantum terlibat dengan kesadaran.

Wigner

Pada tahun 1961 Eugene Wigner menulis sebuah makalah, berjudul Komentar-komentar mengenai pertanyaan pikiran-tubuh, mengemukakan bahwa seorang pengamat yang sadar memainkan peran mendasar dalam mekanika kuantum menunjukkan bahwa seorang pengamat yang sadar memainkan peran mendasar dalam mekanika kuantum, bagian dari penafsiran Von Neumann-Wigner. Meskipun makalahnya akan berfungsi sebagai inspirasi untuk karya-karya mistis kemudian oleh orang lain, gagasan-gagasan Wigner pada dasarnya bersifat filosofis dan tidak dianggap "serupa dan sama" seperti mistisisme yang akan mengikuti.

Apropriasi menurut pemikiran Zaman Baru

Pada awal tahun 1970-an, budaya Zaman Baru mulai menggabungkan gagasan-gagasan dari fisika kuantum, dimulai dengan buku-buku karya Arthur Koestler, Lawrence LeShan, dan lainnya yang mengemukakan bahwa kelihatannya fenomena parapsikologis bisa dijelaskan melalui mekanika kuantum. Dalam dasawarsa ini Fundamental Fysiks Group muncul, sekelompok fisikawan yang menganut mistisisme kuantum seraya terlibat dalam parapsikologi, Meditasi Transendental, dan berbagai praktik Zaman Baru dan mistis Timur lainnya. Terinspirasi sebagian oleh Wigner, Fritjof Capra, seorang anggota Fundamental Fysiks Group, menulis The Tao of Physics: An Exploration of the Parallels Between Modern Physics and Eastern Mysticism (1975), sebuah buku yang mendukung fisika kuantum Zaman Baru yang memperoleh popularitas di kalangan masyarakat nonilmiah. Pada tahun 1979 muncul publikasi The Dancing Wu Li Masters karya Gary Zukav, seorang nonilmuwan dan "pengikut Capra yang paling sukses". Fundamental Fysiks Group dikatakan sebagai salah satu agen yang bertanggung jawab atas "sejumlah besar omong kosong ilmiah semu" di sekitar penafsiran mekanika kuantum.

Lihat pula


Catatan

Bacaan lanjutan

Publikasi yang berkaitan dengan mistisisme kuantum

Kritik mistisisme kuantum

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27523324 (2025-07-10T23:29:54Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.