Lompat ke isi

Halo (fenomena optis)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 08.25 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28984059; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Halo (dari bahasa Yunani ) adalah fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari dan bulan, dan kadang-kadang pada sumber cahaya lain seperti lampu penerangan jalan. Ada berbagai macam halo, tetapi umumnya halo muncul disebabkan oleh kristal es pada awan cirrus (biasanya cirrostratus) yang dingin yang berada 5–10 km atau 3–6 mil di lapisan atas troposfer. Fenomena ini bergantung pada bentuk dan arah kristal es, cahaya matahari direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk batang atau prisma sehingga sinar matahari menjadi terpecah kedalam beberapa warna karena efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu, sama seperti pada pelangi.

Halo juga kadang-kadang dapat muncul di dekat permukaan bumi, ketika ada kristal es yang disebut debu berlian. Kejadian ini dapat terjadi pada cuaca yang sangat dingin, ketika kristal es terbentuk di dekat permukaan dan memantulkan cahaya.

Sebelum ilmu meteorologi dikembangkan, Fenomena atmosfer Halo digunakan sebagai sarana untuk prakiraan cuaca.

Sejarah

Penampakan halo telah tercatat sejak zaman dahulu. Penduduk asli Amerika menggambarkan halo dalam petroglif. Di Tiongkok kuno, seorang kaisar menulis sebuah buku bergambar tentang halo. Diyakini pula bahwa yang disebut sebagai 'mata pagan' dan obyek penyembahan Konstantin adalah fenomena penampakan halo yang dia saksikan pada 330 Masehi, sebagai tanda dari dewa Sol.

Aristoteles telah meneliti halo dan fenomena langit lain di zamannya. Penggambaran halo yang rumit pertama kali di Eropa ditulis oleh Christoph Scheiner di Roma (sekitar 1630), Hevelius di Danzig (1661), dan Tobias Lowitz di St Petersburg (sekitar 1794). Pengamat Tiongkok telah mencatat penampakan halo selama berabad-abad. Dalam catatan "Sejarah Resmi Dinasti Chin" (Chin Shu) tahun 637 bab Astronomi, terdapat bagian berjudul 'Sepuluh Halo' (shih yün). Dalam bab tersebut, tercatat 26 istilah-sitilah yang berkaitan dengan penampakan halo di Tata Surya.

Rujukan

Daftar Pustaka

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28984059 (2026-02-22T17:46:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.