Lompat ke isi

Efek Meissner

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 13.18 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28777185; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Efek Meissner (bahasa Jerman: Meißner-Ochsenfeld-Effekt) dalam fisika benda terkondensasi adalah pengusiran medan magnet dari dalam superkonduktor selama transisinya ke keadaan superkonduksi ketika didinginkan di bawah suhu kritis. Efek ini ditemukan oleh dua fisikawan Jerman, Walther Meissner dan Robert Ochsenfeld pada tahun 1933.

Meissner dan Ochsenfeld menemukan fenomena ini dengan mengukur distribusi medan magnet di luar sampel timah dan timbal superkonduktor. Sampel-sampel tersebut, dengan adanya medan magnet yang diberikan, didinginkan di bawah suhu transisi superkonduktor, di mana sampel-sampel tersebut mengusir medan magnet yang ada di dalam. Mereka mendeteksi efek ini hanya secara tidak langsung karena fluks magnetik yang dipertahankan oleh superkonduktor: ketika medan magnet di dalam berkurang, medan magnet di luar meningkat.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28777185 (2026-01-04T04:42:17Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.