Lompat ke isi

Opasitas

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 17.40 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28959418; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Opasitas adalah ukuran ketidaktembusan terhadap radiasi elektromagnetik atau bentuk lain dari radiasi, terutama cahaya tampak. Dalam kajian perpindahan radiasi, istilah ini menggambarkan proses penyerapan dan penyebaran radiasi di dalam suatu medium, seperti plasma, dielektrik, bahan pelindung, kaca, dan sebagainya. Suatu benda yang opaq tidak bersifat transparan (yakni membiarkan seluruh cahaya menembusnya) maupun translusen (yakni membiarkan sebagian cahaya melewatinya).

Ketika cahaya mengenai batas antara dua zat, umumnya sebagian cahaya akan dipantulkan, sebagian diserap, sebagian disebarkan, dan sisanya diteruskan (lihat pula pembiasan). Pemantulan dapat bersifat difus—seperti cahaya yang memantul dari dinding putih—atau spesular—seperti cahaya yang dipantulkan oleh cermin. Suatu zat yang opaq sama sekali tidak meneruskan cahaya, sehingga seluruh cahaya yang mengenainya akan dipantulkan, disebarkan, atau diserap.

Kategori lain dari penampakan visual, yang berkaitan dengan persepsi terhadap pemantulan dan transmisi cahaya baik yang teratur maupun yang menyebar, diklasifikasikan di bawah konsep cesia dalam suatu sistem tatanan dengan tiga variabel, mencakup antara lain opasitas, transparansi, dan translusensi sebagai aspeknya. Baik cermin maupun karbon hitam termasuk benda opaq.

Opasitas bergantung pada frekuensi cahaya yang diamati. Misalnya, beberapa jenis kaca yang tampak transparan dalam spektrum tampak, ternyata sangat opaq terhadap sinar ultraviolet. Ketergantungan yang lebih ekstrem terhadap frekuensi dapat diamati pada garis serapan gas-gas dingin. Besaran opasitas dapat dikuantifikasi dengan berbagai cara .

Beragam proses dapat menyebabkan munculnya opasitas, termasuk penyerapan, pemantulan, dan penyebaran cahaya.

Referensi

Pranala luar

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28959418 (2026-02-14T06:15:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.